
Di dalam rumah Piona
Piona pun kembali dengan penuh rasa ketakutan di hati nya saat Ziyan berkata ia akan di penjara..
"Tunggu tunggu,, apa mungkin anak itu tahu masalah itu..? Sejak kapan...?" Tanya piona yang baru menyadari maksud Ziyan kemana arah nya..
"Aku rasa tidak,, selama ini tidak pernah ada yang tahu masalah ini,, tidak mungkin dia tahu.." Ucap Piona sambil mondar mandir kesana ke sini dengan tangan di bibir memikirkan kata kata Ziyan yang akan membuat dia di penjara..
"Pasti bukan karna itu,, tapi apa ...? Aku benar benar tak mengerti dan benar benar bingung apa yang di maksud oleh anak itu.." Ucap Piona kembali yang terus ke bingungan dengan ucapan Ziyan bahwa piona akan masuk penjara..
"Piona,, kamu kenapa..?" Tanya Dino yang melihat piona mondar mandir seperti orang yang kebingungan dan sangat panik serta gemetar seperti orang yang ketakutan saat Dino menepuk bahu Piona..
Sontak saja Piona yang sedang di landa perasaan yang tak karuan karna kebingungan yang memikirkan tentang ucapan Ziyan saat dia ke rumah nya,,pikiran nya sungguh tak fokus ,, dan hanya memikirkan kebingungan apa maksud ucapan Ziyan tadi,,, Tentu saja saat Dino menepuk bahu nya piona kaget bukan main...
"Ya ampun,, Mas,, bikin kaget ajah ..!" Ucap piona yang badan nya seperti akan meloncat karna kaget namun setelah piona melihat itu Dino piona pun kembali tegap saat akan sedikit melompat karna kaget..
"Kamu tuh kenapa sih,, mondar mandir kaya orang bingung,, wajah kamu juga pucat banget kaya orang yang sakit tau gak.." Ucap Dino yang melihat ke adaan piona yang wajah nya agak pucat..
"Entah lah mas,, mungkin aku ke capean.." Ucap Piona..
Dino pun hanya terdiam mendengar jawaban piona ...
"Baiklah,, kamu istirahat lah lebih banyak,, aku akan ke kantor lagian badan aku sudah lebih sehat sekarang .." Ucap Dino..
"Mau apa..? Udah sore juga mas..?" Tanya Piona..
"Aku cuma mau jalan jalan sambil memeriksa kantor apakah baik baik saja.." Ucap Dino..
"Kamu gak percaya sama aku,, tentu saja semua baik baik saja..," Ucap Piona yang sedikit tersinggung saat Dino merasa tak percaya pada nya..
__ADS_1
"Bukan begitu,, sudah lah aku tak mau berdebat,, aku pergi dulu.." Ucap Dino yang langsung pergi Tampa berkata apapun lagi karna dirinya malas untuk berdebat dengan piona..
"Iiihhhh,, nyebelin amat .." Ucap Piona dengan sangat sangat kesal..
"Hari ke hari Mas Dino makin berani,, dan dia bilang sudah lebih sehat,, bukan nya seharus nya dia merasa lemas setiap hari..?" Tanya Piona yang heran akhir akhir ini Dino kembali seperti dulu kala dalam ke adaan sehat..
"Ini gak benar,, apa dia punya penawar nya ya,, tapi orang yang memberi racun ini penawarnya pun sangat langka . Tak mungkin tak mungkin,, lalu apa yang sebenarnya terjadi..?" Tanya kembali piona yang lagi lagi ke bingungan dengan apa yang terjadi..
"Kenapa semua nya jadi berantakan gini sih..." Ucap Piona dengan penuh emosi...
Sementara itu Ziyan masih mencari tahu tentang racun tersebut bersama Dian,, dan tak butuh waktu lama Dian dengan ke ahlian nya dan alat alat yang di bawa nya sangat lengkap mampu menuntaskan kasus nya dengan sangat cepat sehingga terbongkar lah semua dengan sangat rinci,, mengenai racun tersebut..
"Ternyata,, memang teh ini sudah mengandung racun,,," Ucap Dian saat membuka isi teh celup yang merek nya tak ada di pasaran dan karangan sekali di temukan bahkan sulit di cari..
"Sudah aku duga,, sepertinya semua nya akan berakhir.." Ucap Ziyan dengan wajah senang karna semua sudah terbongkar..
"Itu,, aku rasa perlu waktu lagi,, karna data ini sudah sangat lama,, dan dokter nya juga tak tahu dimana sampai sekarang masih belum di temukan,, dan entah kapan bisa selesai,, namun kamu tenang saja,, aku akan terus mencari tahu sampai semua nya tuntas..." Ucap Dino yang memang belum cukup mengumpulkan semua informasi tentang data yang sangat lama itu membuat nya agak sulit untuk memecahkan nya...
"Aku Takan menyalahkan kamu dengan data ini,, karna sudah aku duga akan sulit karna sudang sangat lama,,, tapi saya berterima kasih banyak sekali karna kamu sangat membatu saya dalam kasus ini..." Ucap Ziyan dengan sopan dan tidak terlalu mengharapkan kasus ibu nya tersebut karna Ziyan lagi pasti piona pelaku nya...
"Jangan sungkan begitu,, aku dan suami mu itu sedang seperti saudara tentu saja harus saling membantu bukan..?" Tanya Dian yang merasa tak enak karna Ziyan berkata demikian dan sangat sopan..
"Lalu bagai mana rencana mu sekarang..?" Tanya Indra pada Ziyan..
"Tentu saja aku akan memenjarakan dia sekalian bersama anak nya,, tapi sebelum itu ayah harus tahu dulu tentang kebenaran ini.." Ucap Ziyan..
Namun tak selang lama rupanya Dino datang berkunjung ke rumah Ziyan..
"Maaf nyonya,, ada tuan Dino di depan.." Ucap seorang penjaga gerbang melapor...
__ADS_1
"Sungguh kebetulan ,, baru saja aku omongin ayah,, kamu suruh ayah masuk saja ya.." Pinta Ziyan pada penjaga gerbang tersebut..
"Baik nyonya ." Jawab nya..
Yang kemudian pergi kembali tuk mempersilahkan Dino masuk..
"Ayah,, baru saja aku omongin..." Ucap Ziyan saat melihat Dino yang masuk ke dalam rumah nya..
"Oh ya ..?" Tanya kembali Dino sebari duduk..
"Iyah,, lalu bagai mana sekarang badan ayah setelah di beri obat itu..?" Tanya Ziyan pada Dino..
"Ayah merasa lebih bugar dan badan lebih sehat seperti biasa.."Jawab Dino..
"Sungguh,, syukurlah..." Ucap Ziyan yang merasa senang dengan ayah nya yang mulai membaik kesehatan nya..
"Lalu bagai mana hasil nya .?" Tanya dino menanyakan teh tersebut..
"semua nya benar ,, memang teh itu mengandung racun .." Ucap Ziyan..
"Lalu ayah,, kita harus apakan piona..?" Tanya Ziyan meminta saran ayah nya..
"Ayah punya rencana .." Ucap Dino yang kemudian membisikan sebuah rencana pada Ziyan..
Ziyan hanya mengangguk ngangguk mengerti dengan apa yang di bisikan ayah nya tersebut,, sementara Indra dan Dian hanya termengongoh menanggapi Ziyan dan ayah nya karna bingung mereka sedang merencanakan apa...
...****************...
@A,N
__ADS_1