
Sementara itu Dino sudah menelepon Ziyan tuk bertemu di rumah nya..
"Mau kemana mas..?" Tanya piona saat melihat Dino yang sudah siap siap akan pergi..
"Aku akan pergi ke rumah Ziyan.." Ucap Dino terus terang..
"Untuk apa kamu ke sana..?" Tanya Piona..
"Ziyan itu kan anak ku,, tentu saja aku hanya ingin berbicara sebagai ayah dan anak." Ucap Dino..
"Kenapa gak anak itu yang datang kesini ..?" Tanya Piona yang mencoba menghalangi Dino supaya tidak pergi..
"Lagian aku akan ke kantor sebentar .." Ucap dino..
"Untuk apa ke sana..?" Tanya Piona..
"Aku hanya ingin melihat lihat kantor,, apa salah nya..!" Ucap Dino..
"Sudah lah jangan banyak bertanya lagi,, aku akan pergi,," Ucap Dino yang langsung pergi karna tak ingin lagi berdebat dengan piona..
"Isss,, semenjak bertemu dengan anak itu suami ku semakin berani saja pada ku.." Ucap Piona yang merasa Dino kini semakin menentang dan tak menurut..
Sementara itu Zeny ketemuan dengan Hendra di sebuah kafe biasa mereka bertemu..
"Kamu kenapa wajah mu kusam banget kaya orang yang kesel..?" Tanya Hendra saat setelah Zeny sampai ke tempat kafe tersebut..
"Bagai mana tak kesal coba kamu lihat ini...?" Tanya Zeny sambil melemparkan hap nya ke meja dengan kesal
Hendra pun agak heran dan mencoba meraih HP tersebut dan melihat apa yang ada di dalam hp tersebut..
"Kenapa semua ini..?" Tanya Hendra bertanya lebih jelas pada Zeny..
"Semua berbalik menjadi memaki maki aku,, aku sangat kesal" Ucap Zeny..
"Lalu apa rencana mu sekarang..?" Tanya Hendra..
"Entah lah aku masih berfikir sesuatu,, namun masih belum menemukan ide yang bagus.." Ucap Zeny..
Mereka berdua pun mulai memikirkan ide ide lagi untuk mencoba mencelakai Ziyan meski beberapa kali gagal rencana mereka namun mereka masih saja terus berusaha mencari cara supaya rencana mereka bisa berhasil..
__ADS_1
"Ah,, aku punya ide.." Ucap Hendra saat setelah mendapatkan ide setelah berfikir begitu lama..
"Oh ya..?" Tanya Zeny yang wajah nya mulai senang..
"Sini,,." Pinta Hendra..
Kemudian Zeny pun mendekati Hendra dan Hendra pun membisikan ide nya pada Zeny,, saat berbisik Zeny senyum senyum memahami tentang ide dari Hendra tersebut..
"Ouh, ide yang bagus,, kenapa aku tak terpikirkan ya..?" Tanya Zeny saat setelah mendengar ide dari Hendra yang di bisikan pada nya..
"Lalu kapan rencana ini akan berjalan..?" Tanya Zeny..
"Malam nanti pun boleh.." Ucap Hendra..
"Baiklah aku akan merencanakan nya dengan sangat matang..." Ucap Zeny
Sementara itu Ziyan sedang berada di rumah bersama Indra,, Ziyan sudah di telepon oleh Dino suapaya tidak ke mana mana karna Dino akan mengunjungi nya hari ini juga.. Tentu saja Ziyan pun menunggu ayah nya tersebut..
Beberapa saat kemudian ...
Dino sampailah di rumah Ziyan bersama sang sopir..
"Ayah baik,," Ucap Dino
"Ya sudah ayo kita masuk.." Ajak Ziyan sambil menggandeng ayah nya masuk..
"Kamu gak ke kantor..?" Tanya Dino pada Indra yang sudah berada di sopa...
"Gak pah,, lagi gak ada kerjaan hari ini.." Ucap Indra...
"Bi,, tolong ambilkan minum.." Ucap Ziyan pada si bibi pembantu nya..
Tank lama si bibi pun mengantarkan minuman pada mereka..
"Bi tolong sedih teh yang ada di lemari di toples warna biru,, itu teh sehat,, kamu sedih satu untuk ayah saya.." Pinta Ziyan pada si bibi pembantu nya..
"Baik nyonya.." Jawab si bibi pembantu..
"Ayah,, bagai mana apakah ayah membawanya..?" Tanya Ziyan menanyakan sesuatu..
__ADS_1
"Iyah,, ayah membawa nya,, coba kamu cek apakah itu beracun apa tidak..?" Tanya Dino pada Ziyan..
"Sayang,, apakah kamu sudah menelepon profesor Dian..?" Tanya Ziyan pada Indra..
"Iyah,, kebetulan dia sedang berada di dekat kota kita,, lagi ada urusan ,, jadi mungkin malem nanti dia akan datang ke sini.." Ucap Indra..
"Ouh,, tapi lama,, ayah kan gak mungkin di sini lama entar wanita tua itu marah.." Ucap Ziyan..
"Jangan risau,, ayah akan pulang,, Nanti kamu kasih tahu ayah saja tentang kemajuan masalah ini.." Ucap Dino..
"Baiklah kalau gitu,, Nah ini ada teh yang khusus ,, teh ini baik untuk kesehatan,, coba ayah minum,," Ucap Ziyan menyodorkan teh yang baru di antarkan oleh si bibi tersebut..
"Ouh,, makasih..." Ucap Dino mengambil cangkir tersebut dan mencicipi nya..
"Eum,, teh ini memang enak,, rasa nya sangat menyegarkan,, di cuaca yang sejuk begini teh hangat seperti ini sangat cocok.." Ucap Dino yang kebetulan hari ini cuaca nya mending kaya mau ujan namun tak turun juga,, dengan hembusan angin yang cukup membuat bulu kuduk berdiri..
"Tentu saja,, Ini teh premium,, terbuat dari teh pilihan yang di campur dengan bahan bahan yang memiliki zat tinggi yang baik bagi tubuh,, Teh ini juga langka,, tak hanya langka ,, ini juga mahal,,," Ucap Ziyan menjelaskan teh tersebut..
"Pantas,, Rasa nya menyegarkan sekali,, Ayah akan menghabiskan teh ini,, lain kali jika ayah ke sini sajikan teh ini lagi ya.." Pinta Dino..
"Tentu saja.." Ucap Ziyan dengan tersenyum..
"Kalau gitu ayah gak akan lama lama di sini,, karna ayah akan pergi ke kantor tuk melihat lihat kinerja piona selama ayah sakit selama ini.." Ucap Dino..
"Baiklah,, ayah hati hati lah di jalan.." Pinta Ziyan..
"Nak Indra,, ayah pamit dulu.." Ucap Dino..
"Baiklah,, lain kali sering sering main ke sini Ziyan pasti senang.." Ucap Indra
Ziyan pun tersenyum..
"Baiklah,, lain kali ayah akan sering sering main ke sini.." Ucap Dino..
"Mari Ziyan antar ayah sampai depan.." Pinta Ziyan..
Ziyan pun mengantar Ayah nya menuju ke luar..
...****************...
__ADS_1
@A,N