Kesempatan Ke Dua

Kesempatan Ke Dua
Episode 96


__ADS_3

Sore pun menjelang..


Kini Ziyan tinggal seperapat nya perjalanan menuju pulang...


Sedangkan Indra Dian dan Dino sudah di sana dan menunggu Ziyan yang tinggal seorang yang belum datang...


"Hallo... Kamu dimana...?" Tanya Indra pada Ziyan yang masih mengemudi dengan laju yang cukup cepat namun masih berhati hati karna waktu yang sudah sore...


"Aku sedang di perjalanan pulang,, mungkin 2 menit lagi aku sampai..." Ucap Ziyan menjawab telepon dari suami nya dengan menggunakann headset,, karna biar mudah saat berkendara jika ada yang menelepon...


"Syukur lah kalau begitu,,, kita sudah berkumpul,,," Ucap Indra kembali..


"Baik,, aku akan segera sampai..." Ucap Ziyan sambil menutup telepon nya...


"Gimana...?" Tanya Dino yang agak mengkhawatirkan Ziyan...


"Sebentar lagi datang ." Ucap Indra menenangkan mertuanya itu...


"Bro,, aku rasa aku belum pernah melihat cewe itu...?" Tanya Dian saat melihat Milna yang sedang mengasuh Kiano dan ShanShan bermain sambil menjaga anak nya itu..


"Ouh,, mungkin dia orang yang di bawa Ziyan,, kamu tanyakan saja nanti pada nya,, karna aku juga tak terlalu tahu tentang nya,, dan malas untuk tahu..." Ucap Indra yang tak ingin mengetahui apapun tentang orang lain..


"Ouh,, begitu rupanya .." Ucap Dian yang mengerti ucapan Indra tersebut...


"Kamu ke sini.. Diana tahu .?" Tanya Indra


Dian hanya menggelengkan kepalanya...


"Hmmzz mungkin istriku ngasih tahu kali ya..." Ucap Indra...


Namun setelah itu terlihat sebuah mobil parkir di depan kafe tempat parkir ..


"Nah,, sudah sampai..." Ucap Indra..


Mereka pun turun dari mobil,, sedangkan Dian hanya fokus pada Diana sedari tadi ...


"Maaf,, sedikit terlambat .." Ucap Ziyan menghampiri mereka di ikuti Diana...


Namun Diana kaget saat melihat Dian dan tiab tiba langsung senyum padanya ,, tentu saja itu membuat Diana malu karena nya dan sedikit salah tingkah...


"Aku langsung ke dapur saja ya,, kalian mengobrol lah..." Ucap Diana dengan tiba tiba langsung pergi,, karna malu dan tak ingin ikut campur urusan mereka karna Diana bukan begian dari keluarga nya hanya sebatas orang yang di tolong Ziyan dan kemudian akrab menjadi seperti saudara...


Ziyan hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Dian dan Diana tepat di hadapan nya...


"Jadi bagai mana..?" Tanya Ziyan yang langsung duduk di kursi kosong tersebut...


"Jadi ada kemajuan dan sudah menemukan dokter yang saat itu menangani ibu mu,, hanya saja setiap anak buah ku akan menangkap nya lebih dulu dia tahu dan pergi lagi ke negara lain dan menyamar menjadi orang lain sehingga menyulitkan kami untuk menangkap nya lagi..." Ucap Dian menjelaskan..

__ADS_1


"Kalau begini pasti akan memerlukan waktu ya g sangat panjang,,, Jadi menurut ayah gimana..?" Tanya Ziyan pada Dino...


"Ayah hanya akan mengikuti keinginan kamu nak... Apapun keputusan nya ayah setuju..." Ucap Dino...


Ziyan berfikir sedikit agak lama di waktu tersebut suasana pun sunyi seketika karna Ziyan yang hanya diam...


"Jadi sekarang harus bagai mana...?" Tanya Dian..


"Jadi aku putuskan,, tak usah di selidiki lagi,, Biar lah,, aku tak ingin merepotkan kamu lagi..." Ucap Ziyan yang pasrah sudah dengan kasus ibu nya yang sulit di tangani ...


"Kamu yakin Zie...?" Ta ya Indra...


"Iyah,, biar lah itu semua sudah berlalu dan piona biarkan saja mendapatkan karma nya sendiri,, karna aku tahu tuhan tak diam,, jadi aku putuskan kasus ini di berhentikan..." Ucap Ziyan setelah berfikir matang matang beberapa saat tadi..


"Aku minta maaf karna tak terlalu baik dalam kasus ini..." ih cap Dian yang merasa tak enak pada istri saudara nya itu...


"Gak papa,, ini bukan salah mu,, jadi jangan mengalahkam diri..." Ucap Ziyan ...


"Menurut ayah gimana...?" Tanya Ziyan pada Dino yang sedari tadi diam dan ga ya memperhatikan saja...


"Ayah akan mengikuti apapun Itu..." Ucap Dino..


Ziyan pun menghela nafas panjang....


"Kalau gitu,,, kasus ini akhiri saja sampai di sini,, lagian kejadian itu sudah terlalu lama,,, jadi biarkan saja,," Ucap Ziyan...


"Hari ini aku merasa lelah,, jadi aku minta maaf tak bisa menemani kalian..." Ucap Ziyan... Yang hari ini merasa melelahkan...


"Kalau gitu,, aku akan mengantar istriku dulu,, kalian bicara lah.." Ucap Indra meninggalkan Dino dan Dian...


"Baiklah... Sana pergi..." Ucap Dian agak mengejek Indra padahal dirinya iri karna belum menemukan istri...


merekapun pergi tuk kembali ke rumah tuk istirahat...


Namun tiba tiba Dino menerima telepon...


"Hallo,,, baik baik aku akan segera kesana..." Ucap Dino..


"Eum,, aku gak enak,, tapi aku harus pergi,, kamu gak papakan sendiri..?" Tanya Dino..


"Om jangan risau aku baik baik saja.." Ucap Dian yang tak ingin membuat Dino merasa tak enak..


"Baiklah kalau gitu..." Ucap Dino sebari pergi karna tiba tiba ada kepentingan mendadak...


Diana melihat Dian yang saat itu sedang sendirian duduk di kursi...


"Boleh duduk...?" Tanya Diana menghampiri Dian berniat ingin menghibur nya...

__ADS_1


"Boleh,, lagian kursinya kosong.." Ucap Dian...


"Kamu Baik..?" Tanya Diana memulai pertanyaan...


"Aku baik baik saja..." Jawab Dian...


Diana hanya mengangguk mengerti...


"Apa kamu tahu wanita itu...?" Tanya Dian pada Diana yang mengarahkan pada Milna...


"Ouh,, Dia kekasih Hendra,, namun saat ini kehidupan nya sedang tak baik baik saja,, makanya Ziyan membantu nya karna kasihan pada bayi nya .." Ucap Diana..


"Ouh,, aku mengerti .." Ucap Dian...


"Apa kamu tidak sibuk...?" Tanya Dian..


"Eum,,, sepertinya tidak..." Jawab Diana...


"Kalau gitu,, temenin aku jalan jalan..." Pinta Dian...


"Baiklah,,, aku akan menemani mu jalan jalan dekat sini..." Ucap Diana yang setuju..


Mereka berdua pun pergi tuk berjalan jalan ke depan sambil mengobrol...


"Jadi kamu punya anak...?" Tanya Dian yang memulai percakapan sambil berjalan..


"Iyah,, aku sangat menyayangi dia.." Jawab Diana...


"Ayah nya...?" Tanya Dian singkat namun sepertinya membuat Diana merasa terkejut saat Dian bertanya tentang ayah ShanShan..


Diana terdiam sebentar...


"Ouh . Aku mengerti,, jangan ceritakan jika memang tak ingin bercerita..." Ucap Dian saat Diana sepertinya berat untuk bercerita soal suami nya itu...


Kemudian Diana Mun menghela nafas panjang...


"Tak papa,, aku akan cerita.." Ucap Diana...


"Aku sudah menikah,, kami menikah 7 tahun yang lalu,, keluarga kami harmonis dan baik baik saja,, Hingg Asatu tahun ini semua tak baik baik saja,, Mungkin dia yang bosan dengan diriku aku tak tahu apa salahku,, namun semenjak memiliki sekertaris baru nya dia mulai berubah,, dan sampai sekarang dia memilih nya dan meninggalkan kami,, memang berat dan sakit,, tapi aku tak bisa berbuat apapun meski berusaha sekeras apapun tetap saja semua nya Takan berubah,, Hingga aku memutuskan tuk tak melihat nya lagi,, dan aku hidup berdua,, aku tak ingin berlarut larut dalam kesedihan dan kepedihan dari pada aku terus seperti ini,, aku mencoba bangkit demi ShanShan,, hanya dia satu satu nya penguat untuk aku semangat dan terus tersenyum,, meski kadang kadang dia selalu menanyakan ayah nya..." Jelas Diana panjang lebar...


"Aku sangat prihatin dengan apa yang terjadi pada keluargamu,, Aku minta maaf tak bermaksud mengingatkan mu pada masa lalu,," Ucap Dian yang merasa tak enak karna melihat Diana bersedih...


Merekapun duduk di kursi kosong di sisi taman...


"Tak papa,, aku sudah terbiasa sekarang .." Ucap Diana....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


@A,N


__ADS_2