
Saat ini Ziyan benar benar menemani Tika saat ini,,,
Pukul 4 sore...
"Apakah kamu mau menghirup udara di sore hari..?" Tanya Ziyan..
"Aku rasa boleh juga,, beberapa hari tiduran di sini membuat aku bosan.." Ucap Tika..
"Ayo,, biar aku temenin sebelum aku pulang.." Ucap Ziyan menawarkan diri..
"Tapi,, apa tidak merepotkan mu,, aku jadi merasa tak enak pada mu.." Ucap Tika..
"Sudah,, gak papa,, ayo..." Ucap Ziyan sambil mengambil kursi roda yang ada di ruangan tersebut.
Tika pun mengangguk dan perlahan turun dari kasur tuk duduk di kursi roda itu... Setelah Tika duduk Ziyan mendorong kursi roda tersebut ke luar ruangan menuju taman dengan perlahan...
"Udara di sini sejuk ke timang di dalam,, bahkan orang orang di sini juga terlihat sangat senang saat di luar.." Ucap Tika saat melihat pasien pasien lain yang juga sedang menikmati sore di taman Rumah sakit tersebut...
"Mbak,," Ucap Tika..
"jangan panggil begitu,, 0anggil aku Zie saja,, semua orang panggil aku seperti itu biar lebih nyaman.." Ucap Ziyan yang merasa aneh dengan penggilan mbak tersebut..
"Ouh,, baik lah..." Ucap Tika mengerti..
"Aku sekali lagi,, berterima kasih sama kamu..." Ucap Tika...
"Sudah,,, aku sudah mendengar beberapa kali ucapan terima kasih mu,, jangan di pikirkan lagi.. Oke.." Ucap Ziyan yang merasa Tika sedari tadi terus mengucapkan terimakasih pada nya...
"Aku hanya merasa tak enak pada mu,, kamu yang di jahati oleh suami aku,, tapi kamu masih baik,, semesti nya tidak perlu sebaik ini.."..
"Isss... Tak baik bicara seperti itu..." Ucap Ziyan memotong ucapan Tika yang tak enak di dengar oleh Ziyan..
"Kamu tahu kan sifat orang itu berbeda beda,, dan aku tidak sejahat dan seburuk orang seperti apa yang kamu Fikir kan.. Jadi jangan lah berbicara yang seperti itu,, Aku tulus membantu kamu,, dan terlebih lagi suami kamu juga terpaksa dan menjadi kambing hitam dari orang jahat yang sebenar nya.. Jadi jangan seperti itu.. Oke.." Ucap Ziyan menegaskan kembali bahwa diri nya bukan orang yang seperti apa Tika fikirkan..
"Eumm,, aku minta maaf..." Ucap Tika yang merasa tak enak karna ucapan nya tersebut..
"Sudah lah,, jangan di fikirkan lagi,, lebih baik kamu fokus pada ke sembuhan mu dulu,, " Ucap Ziyan..
Hingga tak terasa obrolan mereka begitu lama
"Harap semua pasien segera kembali,, karna waktu sudah mulai malam.." Ucap seorang suster menyerukan dan mengingatkan pasien segera istirahat kembali karna waktu yang sudah masuk malam hari..
Ziyan pun langsung membawa Tika kembali ke kamar nya tuk istirahat kembali...
"Aku harus pulang,, karna sudah malam..." Ucap Ziyan saat setelah Tika kembali ke kasir nya...
__ADS_1
"Ouh ya,, besok jika aku tak datang aku akan menyuruh seseorang tuk membawa makanan pada mu,, dan jika ada waktu aku akan menyempatkan menjenguk mu lagi..." Ucap Ziyan yang sudah siap tuk pergi...
"Tunggu,,, " Ucap Tika menghentikan langkah Ziyan yang sudah di ujung pintu dan akan menutup pintu kamar nya..
"Yah,, ada apa..?" Tanya Ziyan dengan lembut..
"Eum,, terimakasih tuk hari ini,, dan berhati hatilah di jalan .." Ucap Tika ..
Ziyan hanya tersenyum menanggapi nya..
"Baik lah..." Ucap Ziyan sambil pergi dan menutup pintu...
Tika pun hanya tersenyum mesem ...
Sedangkan di rumah Piona..
Piona baru dapat kabar bahwa orang yang di suruh nya sudah tertangkap... Namun piona masih santai karna tak akan mudah menemukan bahwa pelaku nya adalah dirinya...
"Aiss... Cepat sekali tertangkap nya,, memang tak bisa di remehkan..." Ucap piona saat melihat berita di sosmed nya...
"Kenapa kamu mas murung seperti itu...?" Tanya Piona saat melihat Dino sepulang kerja dengan wajah sedih dan kecewa...
"Perusahaan ku mengalami penurunan dana,,," Ucap Dino..
"Ouh..." Ucap Piona dengan santai nya dan di sepelekan..
"Apa,, aku harus jawab apa...?" Tanya Piona kembali menjawab Dino..
"Semua itu juga karna kamu yang selalu mengambil uang perusahaan. " Ucap Dino..
"Kenapa aku,,, bukan nya gak aku,, perusahaan itu juga sudah jadi nama aku bukan,, jadi bebas dong terserah aku..." Ucap Piona...
"Tapi jika kamu terus mengambil uang perusahaan,, akan bangkrut dan kita akan jadi gelandangan karna bangkrut,, mestinya kamu fikirkan semua itu.." Ucap Dino dengan agak emosi..
"Aku tak perduli perusahaan itu bangkrut,,, " Ucap Piona..
"Ouh,,, apa karna kamu memiliki selingkuhan kaya di luar sana sehingga tak memperdulikan aku lagi...?" Tanya Dino yang beberapa hari ini mengetahui bahwa piona memiliki selingkuhan dengan perusahaan yang cukup besar di kota tersebut..
"Ouh,,, jadi,, kamu sudah tahu..?" Tanya Piona dengan santai nya...
"Apa maksud kamu...?" Tanya Dino..
"Lalu apa yang akan kamu lakukan,, Cerai,, lakukan saja,, aku tak keberatan..." Ucap Piona..
Dino hanya terdiam...
__ADS_1
"Mesti kamu tahu,, jika kamu keluar dari rumah ini tak ada sepeserpun yang kamu dapat dari semua ini,, kamu akan jadi gembel di jalanan,, paling tidak mengemis pada anak sialan yang sok kaya itu..." Ucap Piona dengan bicara nada malas nya itu...
Dino pun hanya mengepalkan tangan nya menahan amarah nya,, karna semua belum waktunya,, Dino masih mencari sesuatu yang belum ia temukan..
Dan piona hanya diam dan memainkan ponsel nya dengan tenang dan santai,, kemudian pergi saat setelah menerima telepon meninggalkan di o sendirian di kursi ruang tamu..
"Sabar,, sedikit lagi,, semua akan berakhir.." Ucap Dino dengan suara pelan nya..
Saat ini Dino masih mengumpulkan bukti bukti peracunan atas diri nya dan transaksi ilegal racun terlarang,, sampai mencari bukti lain tuk membuat piona masuk ke dalam penjara..
Sementara itu...
"Kamu baru pulang...?" Tanya Indra saat Ziyan baru sampai pukul 6.30 malam
"Iyah,, aku menemani dia dulu,," Ucap Ziyan..
"Bagai mana ke adaan nya..?" Tanya Indra..
"Dia sudah membaik.." Ucap Ziyan sebari duduk di kursi ruang tamu..
"Apa kamu lapar...?" Tanya Indra..
"Aku rasa begitu karna dari siang aku belum makan.." Ucap Ziyan yang memang sibuk hari ini sampai lupa belum makan siang..
"Baiklah,, aku sudah pesan makanan ,, mungkin sebentar lagi akan sampai..." Ucap Indra memberi perhatian pada Ziyan..
"Makasih,, baik sekali ..." Ucap Ziyan..
Indra hanya tersenyum saat Ziyan memuji nya..
"Apakah Kiano sudah tidur...?" Tanya Ziyan..
"Belum.. Dia sedang belajar bersama bibi di kamar nya..." Ucap Indra..
"Ouh,, pasti dia juga belum makan kan...?" Tanya Ziyan..
Indra menggelengkan kepalanya...
kemudian tak lama seorang mengetuk pintu...
"Biar aku saja,, kamu duduk lah.." Ucap Indra saat Ziyan hendak berdiri tuk membukakan pintu nya.
Dan Ziyan kembali duduk saat Indra berkata demikian dan tersenyum merasa sangat bahagia karna perhatian Indra...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
@A,N