Kesempatan Ke Dua

Kesempatan Ke Dua
Episode 60


__ADS_3

Orang tersebut membawa Ziyan ke sebuah rumah kosong yang jauh dari pemukiman,, Rumah itu seperti bekas penyimpanan sesuatu,, namun sekarang sudah kosong dan tak lagi di gunakan,,


Beberapa saat kemudian Ziyan pun mulang tersadar ,, kepalanya serasa pusing perlahan lahan membuka mata yang masih rabun serta seperti berputar putar bayangan penglihatan mata nya,, sehingga beberapa saat Ziyan pun kembali mengumpulkan nyawa nya dan semua menjadi baik baik saja..


Namun satu hal yang membuat nya terkejut..


"Apa.. Apa ini..?" Tanya Ziyan saat dirinya tersadar ternyata sudah di ikatkan di kursi dengan tali yang kuat sehingga Ziyan mencoba membuka pun tak bisa juga malah tangan nya yang sakit karna terus memaksakan supaya tali nya bisa lepas..


"Tolong,, ada orang,, tolong saya .." Ucap Ziyan berteriak meminta tolong saat dirinya sudah tak bisa berbuat apapun..


Ziyan berteriak sampai tiga kali namun tak ada seorangpun yang datang..


Kemudian Ziyan mendengar suara langkah kaki yang menuju ke arah nya..


"Siapapun itu tolong bantu saya .." Ucap Ziyan yang berharap orang yang datang itu adalah orang yang akan menolong nya...


"Hahaha...." Orang tersebut tertawa dengan lepas saat melihat Ziyan yang berfikir bahwa dia akan menolong nya..


"Siapa kamu..?" Tanya Ziyan saat orang tersebut tertawa dan Ziyan tahu bahwa orang tersebut tak berniat menolong nya..


"Kamu gak perlu tahu siapa aku..." Ucap Seseorang tersebut...


"Kenapa kamu menangkap ku..?" Tanya Ziyan yang ingin tahu alasan nya..


"Hahaha,,, Karna kamu akan segera mati..." Ucap Orang tersebut..


"Apa maksud mu...?" Tanya Ziyan..


"Oh ya,, aku akan melihat wajah terakhir ku pada mu sebelum kamu mati,, agar kamu mengingatku di akhirat .." Ucap orang tersebut sambil tertawa lepas..


Kemudian dengan perlahan orang tersebut membuka penyamaran nya...


Betapa terkejutnya Ziyan rupa rupa nya orang tersebut adalah...


"Hendra..." Tanya Ziyan tak percaya..

__ADS_1


"Hahahaha...." Hendra tertawa..


"Hendra aku mohon tolong lepaskan aku.. Aku mohon.." Ucap Ziyan memohon supaya Hendra melepaskan nya...


"Kamu sangat menyedihkan sampai memohon pada ku.." Ucap Hendra..


"Hendra aku mohon,, Kamu boleh meminta apapun padaku tapi kamu tolong lepaskan aku.." Ucap Ziyan mencoba menawar supaya Hendra melepaskan nya..


"Hahaha,,, kamu tahu,, aku menderita karna ulah mu.." Ucap Hendra..


"Kamu membuat aku sengsara kau menjatuhkan harga diriku,, maka aku hanya ingin kau mati.." Ucap Hendra dengan tatapan tajam nya...


Ziyan pun menyadari memang itu rencana nya namun Ziyan tak menyesal karna itu jalan balas dendam nya..


"Kamu menyesal kah ..? Aku akan memberi kamu satu kesempatan,, jadilah wanita ku dan aku akan membuat kamu puas selama nya kamu akan jadi wanita pemuas nafsu ku.. Apa kamu mau...?" tanya Hendra dengan ide buruk nya itu..


Ziyan yang mendengar perkataan Hendra sontak saja langsung merasa jijik..


"Apa... Dari pada seperti itu lebih baik aku mati..." Ucap Ziyan menolak apa yang di tawarkan Hendra..


"Hendra ku mohon,, jangan,, aku mohon jangan.." Ucap Ziyan..


"Hahaha,, selamat tinggal ...." Ucap Hendra sambil menjatuhkan korek yang sudah di nyalakan nya


Hendra berniat membunuh Ziyan dengan membakar nya hidup hidup..


"Jangan..." Teriak Ziyan...


Hendra pun tak memperdulikan nya dan langsung pergi dari tempat itu,, Hendra pun langsung ke mobil dan membiarkan nya hangus terbakar bersama Ziyan,, namun satu hal yang Hendra tak tahu,, bahwa rencana itu semua nya akan gagal..


Karena setelah beberapa menit Hendra pergi ada orang yang datang ke sana...


Sedangkan di dalam ruangan Ziyan panik dan tak tahu harus bagai mana dengan ke adaan yang terikat kuat dan tak bisa berbuat apapun Ziyan hanya berpasrah dengan api yang semakin besar membakar apa yang ada di sana dengan cepat..


"Apa aku akan mati seperti ini..?" Tanya Ziyan sambil batuk batuk karna asap yang semakin tebar..

__ADS_1


"Aku belum selesai membuat mereka menderita tapi aku sudah akan mati seperti ini..." Ucap kembali Ziyan dengan kembali batuk..


Satu persatu kayu mulai jatuh..


"Indra,, aku Mita maaf karna belum bisa lebih membuat mu bahagia dengan pernikahan kita,, aku minta maaf,," Ucap Ziyan sambil pingsan..


"Ziyan,, Ziyan..." Panggil seseorang..


Dengan ke adaan lemas Ziyan melihat orang tersebut sambil mata yang sudah melek akan tertutup..


"Di akhir hidup ini,, aku senang melihat mu .." Ucap Ziyan yang tahu orang tersebut adalah Indra..


Namun pikir nya itu hanyalah khayalan nya sebelum mati..


Ziyan pun pingsan tak sadarkan diri karna terlalu banyak menghisap asap yang pekat dan tebal..


Bahkan Indra pun sampai batuk batuk karna asap tersebut..


"Ziyan tunggu sebentar.." Ucap Indra sambil melepaskan tali yang mengikat nya dan langsung menggendong nya membawanya keluar dari rumah tersebut dan langsung membawanya ke mobil tuk di bawa ke rumah sakit...


Dengan sangat buru buru Indra pun langsung tancap gas dengan mengebut supaya Ziyan bisa di selamatkan,, dengan panik dan juga emosi Indra mencoba tetap tenang karna takut akan lebih celaka bila tak baik dalam berkendara apa lagi Indra membawa mobil nya dengan sangat kencang...


Beberapa jam ke belakang..


"Indra menyimpan JPS di dalam hp Ziyan sehingga tahu dimana lokasi Ziyan berada,, dan untung HP tersebut Hendra tidak membuang nya malah tak tersentuh di tas selempang nya yang kecil,, dengan cepat karna takut terjadi sesuatu Indra pun menelusuri tempat itu berada,, Namun sesampai nya di sana Indra kaget saat melihat sebuah rumah terbakar,, namun Indra yakin bahwa Ziyan ada di sana karna lokasi yang dia temukan di sana,,


Kemudian sebagai usaha meski bukan berada di sana Indra pun masuk menembus api tersebut tuk memastikan bahwa Ziyan benar benar ada di sana,, Tampa rasa takut Indra pun terus masuk meski sudah banyak kayu kayu berjatuhan dari atap rumah tersebut,,


Rupa nya dugaan Indra benar Ziyan sudah ada di sana,, namun ke adaan Ziyan sudah tak sadarkan diri karna mungkin terlalu banyak menghisap asap,,,


Dengan cepat Indra pun membawa Ziyan ke luar,, namun Indra pun tak lupa membawa tas nya yang berada di dekat kursi di mana Ziyan di ikat,, karna takut ada hal penting di dalam tas tersebut..


Setelah itu Indra pun mengebut membawa Ziyan bergegas pergi ke rumah sakit terdekat...


...****************...

__ADS_1


@A,N


__ADS_2