
Keesokan hari nya..
Ziyan terbangun dari tidur nya ,, perlahan Ziyan bangun dan meng gisik gisik mata nya sebari mengumpulkan nyawa nya setelah tidur..
Ziyan pun melihat di sekeliling kamar namun tak nampak Indra ada di sana sepertinya Indra sudah keluar kamar.. Kemudian Ziyan pun turun dari kasur setelah cuci muka lalu ku luar kamar..
Ternyata di lihat nya Indra dan juga Kiano sudah siap siap tuk berangkat ,, Kiano ke sekolah sedangkan Indra ke kantor..
"Sudah bangun..?" Tanya Indra..
"Iyah,, kemarin badan aku sangat lelah,, Kiano pergi sama om Marsel ajah ya,, mamah mau istirahat gak enak badan.." Pinta Ziyan pada Kiano..
"Baik Ma.." Ucap Kiano mengerti..
"Kamu tenang saja Kiano biar aku yang antar sekalian aku pergi ke kantor.. kau duduk saja di rumah,, Kiano biar mereka yang jaga.." Ucap Indra..
"Kalau gitu aku mandi dulu,, nanti apa perlu aku antar makanan ke kantor..?" Tanya Ziyan..
"Tak usah,, kamu istirahat saja sampai badan mu sudah enakan,, nanti aku makan di resto saja.." Ucap Indra yang gak tega jika harus memasak sedangkan Ziyan dalam ke adaan yang kurang baik badan nya..
"Baik lah,, kalau gitu kalian hati hati.. aku mau mandi dulu ." Ucap Ziyan..
"Baik Ma.." Ucap Kiano mengerti..
Kiano pun di antar ke sekolah oleh ayah nya sebari pergi ke kantor,,
Setelah mengantar kiano dan memastikan sudah masuk ke dalam kelas serta beberapa pengawal yang menunggu di depan gerbang tuk memastikan bahwa Kiano tetap aman..
"Hallo,, Bagai mana dengan mereka..?" Tanya Indra saat menelepon bawahan nya yang menjaga preman semalam..
"Mereka sudah sadar tuan.." Jawab bawahan nya ...
"Kamu urus saja mereka.." Ucap Indra menyerahkan pada bawahan yang di percaya nya .
"Baik tuan,, saya mengerti.." Ucap Bawahan nya...
Sedangkan para preman yang menyerang Ziyan malam kemarin di kuri g di sebuah ruangan rahasia dan mereka dalam ke adaan terikat satu orang satu orang..
__ADS_1
"Tolong,, lepaskan kami,, kami hanya di suruh.." Ucap Salah seorang preman yang di sergap tersebut..
"Sudah terlambat,, tuan sudah menyerahkan semua nya padaku jadi apapun yang aku lakukan tuan ku tak akan marah.." Ucap si bawahan yang di telepon Indra tadi..
"Habis lah kalian.." Ucap salah seorang bawahan Indra yang lain nya yang memang di tugaskan di sana tuk menjaga mereka supaya tidak kabur..
Kemudian HP seseorang berbunyi rupa nya itu dari HP bos preman itu,, langsung saja Arif(Bawahan Indra yang lain nya..) mengambil HP nya yang berada di saku celana nya..
Ternyata no itu no yang tak di kenal,, langsung saja Arif mengangkat nya ...
"Hallo,, lama sekali kamu mengapa ku hubungi kau tak aktif.." Ucap seseorang yang menelepon..
Arif tidak menjawab..
"Bagai mana misi nya,, Kalian berhasil kan..?" Tanya lagi orang tersebut...
"Ha ha ha ha ha.." Arif tertawa terbahak bahak saat orang tersebut bertanya demikian..
"Tentu saja Gagal,, orang yang kau suruh justru ada di tangan kami,, apakah kau mau melepaskan nya..?" Tanya Arif..
Langsung saja telepon nya terputus dengan tiba tiba saat Arif melontarkan pertanyaan tersebut..
Sedangkan para preman sedang ketakutan takut mereka melakukan hal yang lebih buruk pada mereka...
sedangkan Arif dan yang lain nya tertawa geli saat setelah orang yang menelepon tersebut langsung menutup telepon nya seperti dia sedang ketakutan..
Sementara itu di sisi lain Hendra lagi lagi prustasi karna rencana nya tak pernah berhasil juga..
"Ahhh,, Gagal lagi Gagal lagi..." Ucap Hendra dengan sangat emosi dan prustasi..
Rupa nya yang menelepon tadi adalah Hendra yang ingin tahu kabar bahwa mereka berhasil melakukan nya..
"Kamu kenapa...?" Tanya Zeny yang tiba tiba masuk dan duduk di sopa rumah Hendra..
"Rencana ku gagal lagi.. mereka masih saja kalah.." Ucap Hendra saat tahu bahwa itu adalah Zeny..
"Bukan kah kau mengurus lebih banyak orang kemarin malam..?" tanya Zeny..
__ADS_1
"Iyah,, tapi tetap saja gagal.." Ucap Hendra..
"Sepertinya ini akan sulit.." Ucap Zeny..
"Lalu aku harus bagai mana...?" Tanya Hendra dengan ke adaan bingung..
"Hemmmm,, apa ya..." Ucap Zeny sambil memikirkan hal yang bisa membuat Ziyan hancur dan malu juga..
Ziyan terus berfikir bagai mana cara nya suapaya reputasi Ziyan hancur..
"Ouh,, aku tahu bagai mana.." Ucap Zeny
"Apa..?" Tanya Hendra..
Kemudian Zeny pun membisik kan rencana nya..
"Hmmm,, rencana yang bagus.." Ucap Hendra..
"Kamu tenang saja,, pasti ini akan berhasil.." Ucap Zeny..
Hendra pun tersenyum sinis dan tatapan ya g seperti semua kan berhasil...
Di sisi lain Di rumah Dino..
"Aku akan pergi ke kantor hari ini,, aku sudah siapkan teh hangat untuk mu ini baik untuk mu,, setelah itu aku sudah siapkan obat nya dan air nya ada di atas meja,, jangan lupa Kamu minum obat nya supaya kamu cepat sembuh.." Ucap Piona sebari pergi ke luar rumah tuk menuju kantor..
"Baik,," Ucap Dino dengan Patuh..
"Hmm,, meskipun kamu memakan obat kau tak akan pernah sembuh sembuh sampai kapan pun.. Hmm" Ucap Piona saat di dalam mobil dengan senyuman sinis nya itu sebari menancapkan gas tuk segera berangkat..
Sementara itu Dino begitu penasaran dengan teh yang di sediakan oleh Piona,, Untuk menuntaskan rasa 0enasaran nya dan membuktikan kebenaran nya Dino tak meminum Teh tersebut dan Dino menyimpan sebagian teh tersebut ke dalam plastik kecil yang di ikat nya supaya tak tumpah kemudian di sembunyikan di kantung celana nya supaya tak ada yang tahu,, Kemudian Dino menyuruh si bibi untuk membasuh cangkir tersebut setelah beberapa saat supaya tak curiga kalau teh tersebut belum di minum dan menyuruh si bibi membuatkan susu angkat untuk di santap nya bersama roti tawar dan selai coklat..
"Jika semua nya benar dengan apa yang di ucapkan Ziyan aku akan pergi dan meninggalkan nya,, aku tak perduli meski aku harus hidup di jalanan " Ucap Dino dalam hati yang merasa bersalah pada anak dan Istri nya tersebut..
...****************...
@A,N
__ADS_1