Kesetiaan Ratih Dan Darma

Kesetiaan Ratih Dan Darma
Bab 29


__ADS_3

" Saya nikahkan dan kahwinkan, saudara Darma setiawan, dengan saudari Ratih Anggraini binti Rudy Alfian, dengan Mas kawin seperangkat alat sholat dan perhiasan cincin mas putih seberat satu gram di bayar tunai."


"Sa...saya terima...nikah dan...ka...winnya,


Aih, ayo Darma ini udah yang ke empat. Malu kalau sampai gagal lagi. Ijab qobul itu harus lancar. Nggak boleh terbata-bata. Aku nggak boleh lupa lagi. Kalau nggak, bisa gagal aku nikahin Ratih.


Darma menegak salivanya. Lagi-lagi dia lupa.


" Tunggu dulu Pak penghulu, Saya mau ambil sesuatu. Sabar Pak penghulu. Jangan pulang dulu." Kata Darma.


Darma kemudian berdiri dan melangkah pergi entah kemana.


Orang-orang yang melihat kejadian itu cuma bisa saling menatap. Menatap aneh tingkah laku Darma.


Bu Arum udah gregetan banget sama anak bungsunya itu. Kepengin sekali dia marah-marah, tapi tidak enak, karena yang hadir sekarang adalah orang-orang penting semua.


Yah, kenapa semua rekan bisnisnya bisa Pak Arwan undang? karena setelah ini sudah tak akan ada pesta pernikahan lagi.


Karena Darma kan anak bungsu, Jadi Pak Arwan anggap, kalau pesta ini adalah pesta pernikahan terakhir di keluarganya.


Karena Pak Arwan cuma mempunyai dua anak.


Jadi untuk pesta terakhir, dia adakan semeriah mungkin. Mungkin lebih meriah dari pesta Husni.


"Apa apa-apaan ini si Darma! kemana dia!" geram Pak Arwan.


Selang beberapa lama kemudian, Darma datang.


" Maaf yah Pak penghulu, aku tadi ke toilet sebentar." bohong Darma. Padahal dia sebenarnya sedang menulis ucapan ijab qobul untuk di jadikan contekan.


Darma kemudian duduk lagi. Sekarang dia sudah siap untuk mengucapkan ijabnya.


Pak penghulu menatap Darma.


" Nak Darma yang serius! nggak usah main-main. Waktu saya cuma sedikit. Dan nggak usah baca contekan. Ijab itu harus hafal di luar kepala." Kata Pak


Penghulu.


Aih, Pak Penghulu ini ternyata bisa ngeramal. Kok dia tahu aku bawa contekan.


"Sekarang Nak Darma sudah siap? Kalau kali ini gagal lagi, Maaf, saya tunda dulu menikahkan Nak Darma. Saya akan pergi kepernikahan lain. Dan akan kembali ke sini kalau Nak Darma udah siap. Sekarang buang contekannya!"


Pak Penghulu sudah cukup sabar. Namun ini yang ke tujuh. Karena kesal, Akhirnya Pak penghulupun melafalkan ijab qobul dengan bahasa arab, yang sama sekali tidak Darma mengerti artinya.

__ADS_1


Mas Husni membisiki Darma sebuah kalimat. Mungkin kalimat ijab qobul.


Dengan mantap dan penuh keyakinan, akhirnya Darmapun mengucapkan kalimat itu dengan lancar.


Qobiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkuur wa radhiitu bihi wallahu waliyut taufik...


Sah


sah....


ye... Akhirnya sah juga!😁


Alhamdulilah, semua orang bisa merasa ikut lega.


Ratihpun demikian. Dari tadi keringatnya terus menetes. Make-upnya pun sudah perlahan-lahan mulai luntur.


Darma memasangkan cincin kawin di jari manis Ratih, dan mengecup punggung tangan Ratih dengan lembut. Setelah itu, dia mencium kening Ratih.


***


Setelah semua tamu memberikan doa restu kepada kedua mempelai, pesta pun di mulai. Semua tamu undangan sudah di persilahkan untuk mencicipi semua hidangan yang ada di pesta itu. Semua menikmati pestanya, kecuali Ratih.


Yah, Ratih sang pengantin. Sekarang ini, dia terlihat tampak kesal.


Dan yang paling di kejutkan, Kebanyakan teman Darma adalah perempuan, yang setiap kali ketemu Darma selalu cipika-cipiki. Bagaimana hati Ratih tidak dongkol.


Sedari tadi dia mengepalkan tangannya karena geram. Dia menarik-narik gaunnya karena kesal.


Matanya sudah menampakan kobaran api cemburu.Hatinya sudah terasa panas karena terbakar api cemburu.


Sambil minum, dia menggenggam gelasnya kuat-kuat, seakan-akan ingin membantingnya atau menelannya saja bulat-bulat gelas itu.


Sorot matanya se akan- akan ingin menerkam para perempuan itu dan mencabik-cabiknya.


Hasratnya ingin sekali mengobrak-abrik pesta itu.


Sabar Ratih...sabar, jangan mempermalukan dirimu sendiri di pesta pernikahanmu. Ini pesta penting dalam hidupmu. Percayalah mereka cuma teman. Aku nggak boleh lama-lama di sini. Bisa-bisa aku benar-benar gila.


Ratih kemudian keluar dari pesta itu untuk menenangkan diri. Dia berlari ke arah kolam renang.


Dia mau menenangkan dirinya di sana. Dia duduk di tepian kolam renang. Pikirannya tampak kosong. Tiba-tiba saja dari belakang, ada seseorang menepuk pundak Ratih


Ratih tambah terkejut dengan siapa yang datang. Dia adalah orang yang ada di foto itu. Asri.

__ADS_1


"Wah wah wah... Hebat sekali kamu gadis kecil." Asri mengitari tubuh Ratih sembari bertepuk tangan.


"Kau...?" ucap Ratih yang belum menyangka kalau orang itu adalah Asri.


"Kamu, masih bisa yah, bersenang-senang di atas penderitaan orang lain. Bagus sekali." Ucap Asri penuh kesinisan.


" Apa Maksud Kakak?" Ratih tampak bingung.


"Kamu itu udah merebut cinta Darma dari ku! " Bentak Asri kemudian.


Bibir Ratih bergetar mendengar bentakan itu. Air matanya sudah mulai menumpuk di pelupuk matanya, namun dia tahan agar tidak keluar.


"Aku tidak merebutnya. Mas Darma udah cerita semua ke aku tentang Kakak. Dan bukannya Kakak, yang udah ninggalin dia duluan. Kakak lebih milih nikah sama orang lain dari pada nunggu Mas Darma." Kata Ratih dengan dada yang penuh sesak.


"Aku masih cinta sama Darma! Dan kalau kau nggak pernah datang di kehidupan Darma, Darma nggak akan jatuh cinta pada gadis lain. Termasuk kamu!"


" Terus apa mau Kakak sekarang?"


" Aku akan minta kamu untuk kembaliin Darma ke aku!"


"Bagaimana caranya, aku udah jadi istri dia. Dan itu nggak mungkin."


"Gampang aja, kau buat Darma membencimu dan menceraikanmu."


Plak.


Ratih menampar Asri. Saking jengkelnya. Air mata Ratih pun, akhirnya tumpah.


"Kau berani sama aku, lihat aja hidupmu anak kecil. Aku nggak akan membiarkan kamu bahagia dengan Darma." Ancam Asri.


"Aku pastikan nanti, kau akan di buang oleh Darma. Karena aku yakin, kamu itu cuma pelampiasan aja. Dan cinta Darma yang sesungguhnya adalah aku. Ingat Ratih, cinta pertama itu, akan menjadi kenangan terindah dan sulit untuk di lupakan. Dan aku bisa saja merebut Darma kembali dari tanganmu." Kata Asri yang membuat hati Ratih seperti tersayat ribuan pedang.


Ratih menangis lagi. Dia tidak tahu lagi apa yang akan di perbuatnya.


Entahlah apa yang dia rasakan sekarang Marah, kecewa, beradu menjadi satu di dalam hatinya.


Belum satu hari menikah, dia sudah di hadapkan oleh berbagai macam ancaman dan masalah. Akankah Ratih sanggup untuk melaluinya? apakah dia akan takut berhadapan dengan mantan Darma yang rumahnya berdekatan dengan rumah Darma,


atau akankah Ratih takut dengan kehadiran para perempuan itu yang berebut cipika-cipiki dengan Darma.


Yang pastinya bisa saja merebut Darma darinya.


Pikiran Ratih sangat kacau saat ini. Mudah-mudahan dia tidak melakukan hal-hal nekat lagi.

__ADS_1


__ADS_2