
"Bohong! ayo kita bawa mereka ke Pak Ustad Hanif. Biarkan mereka di nikahkan. Biar tidak membuat kotor kampung ini! " Kata seorang lelaki memberi ide.
Inayah dan Husni saling menatap.
Orang-orang itu, membawa paksa Inayah dan Husni untuk menghadap ke Pak RT dan ke Pak Ustad Hanif, sesepuh di kampung ini.
yah...Husni kejebak.😯
Inayah dan Husni di dudukan di sebuah sofa. Dia kemudian di introgasi oleh warga.
"Saya sudah sering melihat lelaki ini mengunjungi rumah Inayah setiap malam. Apa yang akan di lakukan seorang lelaki dan seorang perempuan jika mereka berduaan di tempat sepi kalau tidak untuk berbuat mesum." Kata seorang lelaki memprovokatori.
"Bapak-bapak, ibu-ibu, Saya bisa menjelaskan semuanya. Saya tidak pernah melakukan apa-apa dengan Inayah." Husni mencoba menjelaskan.
"Bohong...Itu mustahil. Inayah itukan wanita nggak benar. Dia juga sudah menjanda empat kali. Apa kami harus percaya pada Inayah. Inayah itu memang perempuan penggoda. pelakor....!" kata seorang ibu-ibu yang ikut memprovokatori
Hiks...hiks...
Suara tangisan Inayah pecah.
Menjanda. Iya, setatusnya sebagai seorang janda memang sangat di anggap rendahan oleh kaum manusia. Janda. Apa yang akan di fikirkan dalam benak seseorang. Janda itu sudah di anggap rendah oleh kebanyakan orang, termasuk lelaki.
Setiap lelaki pasti akan menggosipi seorang janda, bahkan ada sebagian lelaki pula yang ingin menjadikan janda itu istri simpanan, selingkuhan, atau sekedar permainan cintanya.
Sudah sering kali Inayah di anggap begitu oleh kebanyakan lelaki. Dan dia juga sudah sering mendapatkan cacian dan hinaan oleh para ibu-ibu warga kompleknya.
Dia sudah di anggap janda nggak benar. Padahal sebenarnya tidak. Inayah itu sangat menjaga kehormatannya sebagai seorang wanita. Dia menikah sampai empat kalipun karena keterpaksaan. Dia tidak mau di jadikan bahan olokan masyarakat karena hidup menjadi janda.
Jadi jika ada seorang lelaki yang mau memperistrinya, dia tidak bisa menolak.
"Sudah...cukup! bapak-bapak, ibu-ibu, ini sudah malam. Biar kami yang akan menyelesaikan urusan ini. Sekarang kalian kembalilah ke rumah kalian masing-masing! " Pak RT kemudian membubarkan kerumanan warga tersebut.
"Iya bapak-bapak , ibu-ibu, saya harap kalian tenanglah. Jangan main hakim sendiri! Biarkan kami yang mengurus ini semua." Ustad Hanif kemudian memberi pengertian.
"Baiklah ayo kita pergi! "ucap lelaki sang provokator.
Inayah terlihat masih sesenggukan menangis. Husni jadi merasa iba padanya. Apa yang bisa Husni bantu untuk meringankan beban Inayah.
__ADS_1
"Nak Inayah. Sekali lagi Bapak minta maaf yah, akan kelakuan warga di sini. Suda menuduh mu yang bukan-bukan." Kata ustad Hanif.
Ustad Hanif sangat tahu betul dengan ilmu agama. Dia tidak akan mungkin menuduh seorang permpuan baik-baik berzina tanpa ada seorang saksi. Dan tidak ada saksi mata yang menyaksikan Husni dan Inayah berbuat mesum.
Mungkin benar, mereka hanya menduga-duga saja.
"Iya Pak Ustad. Maafkan saya. Tapi kita tidak benar-benar melakukan apa-apa." Kata Inayah sembari terisak.
"Inayah, mending kamu menikah saja Inayah. Kamu cari lagi lelaki yang bisa untuk melindungimu." Kata Pak RT.
"Iya Inayah. Dari pada kamu di gosipin terus sama warga. Apa enaknya sih jadi janda." Kata Bu RT menimpali.
"Maaf Bu RT. Saya kan baru cerai kemarin, saya juga sudah empat kali menikah, saya belum punya penggantinya."
"Lah terus lelaki ini siapa? Kenapa tengah malam gini ada di rumahmu?" tanya Bu RT.
"Dia bos ku Bu RT. Dia datang cuma mau menolongku. Karena selama ini, aku selalu mendapat teror ." Inayah menjelaskan.
Husni hanya mendengarkan dengan seksama. Dia jadi merasa iba pada Inayah. Inayah jadi korban pembullyan warga di sekitarnya, gara-gara dia menjadi seorang janda .
Husni tampak berfikir. Dia mempunyai keinginan untuk memberikan Inayah tempat tinggal yang layak. Dia ingin memberi Inayah rumah, supaya Inayah bisa bebas dari olok-olokan warga. Pasti Inayah tidak akan menolaknya.
"Saya Husni Pak."
"Nak Husni, mulai sekarang, tolong yah jauhi mbak Inayah. Jangan main kerumahnya sampai larut malam begini. Tidak baik seorang ikhwan dan akhwat berduaan di sebuah rumah, tanpa ada seorang muhrim di sebelahnya." Kata Pak Ustad Hanif
"Baiklah Pak, saya mengerti sekali akan hal itu. Saya akan menikahi Inayah secepatnya. Saya hanya ingin melindunginya dari warga. Dan saya juga akan membawanya ke rumah baru kami. Inayah akan saya ajak tinggal bersama saya"
Deg.
Inayah terkejut. Dia tidak menyangka kalau bosnya itu akan bicara begitu.
Akankah Inayah akan menjadi wanita siri untuk yang kedua kalinya, ataukah Inayah akan kembali seperti rumah tangganya yang pertama. Tak akan mendapat sentuhan suaminya.
"Mas, apa yang mas Husni katakan barusan? itu semua tidak benarkan Mas?"
"Iya Inayah. Aku akan menghalalkan mu. Dan akan melindungimu dari berbagai macam ancaman."
__ADS_1
"Terima kasih Mas."
*****
Nara masih terlelap di sofa ruang tengah. Jam 2 malam Husni sampai di rumahnya. Dia melihat Nara sudah terlelap. Husni menghampiri istri tercintanya itu.
Husni mengecup kedua pipi Nara dan kening Nara. Membuat Nara menggeliat.
Nara mengerjapkan matanya
"Kak Husni." Ucapnya sembari melihat jam dinding.
"Kak Husni dari mana aja? Kenapa jam segini baru pulang ?" tanya Nara sembari mengucek matanya yang tampak masih ngantuk.
"Kakak habis ngelembur sayang. Kakak ngelembur sampai jam 12. Dan setelah itu, Mas ketiduran deh." Bohong Husni.
Nara kemudian duduk.
"Kak, kenapa akhir-akhir ini Kakak jadi sering pulang malam sih. Emang kerjaan Kakak banyak banget yah, sampai tidak ada waktu lagi untuk aku. Bukannya sekarang ada Darma yah yang bantuin Kakak di kantor."
"Udahlah sayang, nggak usah tanya macam-macam! sekarang kan Mama dan Papa udah pergi ke Kanada. Pastinya Darma di rumah lagi honey moon dong. Kayak kamu tidak tahu aja sih."
Nara kemudian tersenyum. Ngantuknya seakan hilang saat mendengar nama adik-adik gokil itu di sebut.
"Ya udah, Nara, kita kembali ke kamar yah. Jangan tidur di sini!"
Nara mengangguk.
Setelah itu kedua pasangan suami stri itu pergi kekamarnya.
Seperti biasa Nara membantu suaminya untuk melepaskan dasi dan jasnya. Kemudian dia meletakan di tempat biasa.
Sejak dekat dengan Inayah, Husni jarang sekali mengaktivkan ponselnya saat di rumah.
Husni tidak mau sampai Nara tahu tentang hubungannya dengan Inayah. Husni sangat menjaga sekali hati Inayah dan Nara.
Tapi mungkin untuk saat ini, Husni tidak mau menceritakan masalah ini pada siapapun. Jika saja ada yang tahu mengenai hal ini, mungkin Husni tidak akan di percayai lagi oleh Nara dan Darma.
__ADS_1
Karena Husni adalah sosok teladan kakak yang baik untuk Darma.
Dari Husnilah Darma belajar menjadi orang yang setia, Darma belajar memeprlakukan wanita dengan baik dan belajar sedikit demi sedikit tentang agama.