Kesetiaan Ratih Dan Darma

Kesetiaan Ratih Dan Darma
bab 73


__ADS_3

Sekarang Nara sedang duduk dan bersantap bersama suaminya. Husni mengedarkan pandangannya kesekeliling. Tiba-tiba saja dia melihat sosok istri sirinya.


Inayah, jadi dia kerja di sini? Nggak salah lagi dia pasti Inayah.


"Nara, kamu di sini aja yah, aku mau ke toilet sebentar."


"Oh iya kak." Kata Nara.


Husni kemudian ke belakang.Yah, dia tidak akan pergi ke toilet. Tapi dia akan pergi menemui Inayah. Dia akan memastikan, kalau wanita yang jadi pelayan cafe itu adalah istri sirinya.


" Inayah." Ucap Husni.


"Mas, kamu ada di sini?"


Husni meraih tangan Inayah. Dia kemudian membawa Inayah ke luar lewat pintu belakang.


Husni menatap Inayah dalam. Rasa rindunya pada Inayah sudah tidak bisa terbendung lagi.


Inayahpun demikian. Mereka saling menatap.


"Inayah, kamu kemana aja Inayah?" tanya Husni.

__ADS_1


Inayah menangis.


"Tolong Mas, jauhi aku!. Ceraikan aku!. Aku nggak mau melukai Nara."


"Nggak Inayah. Kamu itu sekarang istriku. Aku kangen sama kamu. Aku nggak bisa kehilangan kamu. Aku sadar Inayah, kalau sekarang perasaan sayangku padamu, sidah berubah menjadi perasaan cinta. Sama seperti aku mencintai Nara."


Husni mengusap lembut pipi Inayah yang berlinang air mata. Yah, saat ini Inayah, memang masih butuh sosok lelaki yang mau mencintainya dengan tulus dan melindunginya.


Inayah, sudah menjadi wanita yang hidupnya sangat menyedihkan. Dia harus di buang oleh orang tuanya, dan di titipkan di panti asuhan.


Apakah Inayah, untuk saat ini tidak boleh merasakan kebahagiaan seperti Nara. Mungkin jika Husni memang mencintai Inayah juga, Inayan tidak akan pernah mundur untuk memeperjuagkan cintanya juga.


"Iya Inayah. Aku nggak tela kamu pergi dari hidupku. Aku sadar sekarang, posisimu di hati aku itu sama seperti posisi Nara yang ada di hati aku. Aku cinta Inayah sama kamu."


"Terus, bagamana dengan Nara?"


Husni diam. Yah, dia memang sudah banyak bersalah pada Nara. Tapi Husnipun tidak bisa membohongi perasaannya sendiri pada Inayah. Husni juga sangat mencintai Inayah.


"Inayah, pulanglah ke rumah ku. Rumah kita Inayah, aku mohon...!"Kata Husni.


Inayah memeluk Husni.

__ADS_1


"Aku nggak pantas, jadi istri kamu Mas. Kamu itu milik Nara. Aku nggak mau merebutmu dari Nara, tapi aku nggak bisa membohongi perasaanku sendiri. Kalau aku juga tidak bisa melupakanmu sedikitpun, aku cinta Mas Husni sama kamu. Hiks...hik..."


Husni melepaskan pelukannya. Dia kemudian mencium kening Inayah, dan kedua pipi Inayah.


Tak lupa juga Husni mencium bibir istri sirinya itu. Yah, ciuman pertama mereka. Karena semenjak mereka menikah, Husni tidak pernah mencium Inayah. Dan sekarang mereka berciuman sangat mesra di tempat yang sepi.


Sementara di sisi lain, Nara sedang menunggu suaminya, Sampai sepuluh menit lebih Husni belum kembali dari toilet.


"Kemana sih Kak Husni?. Lama sekali dia ke toilet. Apa aku susulin aja yah...?" Kata Nara.


Nara kemudian hendak berdiri, namun suaminya sudah sampai duluan.


"Mau kemana sayang?"


"Aku baru saja mau nyusul kamu Kak, kenapa lama sekali?" tanya Nara.


Husni tersenyum bahagia. Yah, memang sekarang hatinya sedang bahagia, dia sekarang sudah kembali dengan Inayah tanpa sepengetahuan istri pertamanya.


Karena yang Nara tahu selama ini,Inayah sudah tidak kerja di kantor Husni lagi, berarti Inayah itu sudah mau mengalah, dan tidak akan menghancurkan rumah tangga sahabatnya itu.


TAMAT SEASON 1

__ADS_1


__ADS_2