Kesetiaan Ratih Dan Darma

Kesetiaan Ratih Dan Darma
bab 33


__ADS_3

Malam ini, terasa sangat tenang. Udara saat ini tidak begitu dingin. Di luarpun bintang-bintang terlihat masih bertebaran. Bulan yang bulat sempurna dan pepohonan yang terlihat sangat damai.


Semua keluarga Darma sudah pada terlelap malam ini. Hanya Ratih yang matanya belum bisa terpejam.


Dia seperti sedang memikirkan sesuatu. Hatinya sudah mulai resah. Dia terlentang di tempat tidur Nara. Dia melirik ke samping. Sosok cantik itupun sudah terlelap.


"Ah, kenapa aku nggak bisa tidur sih di sini. Di kamar Mas, aku bisa mimpi indah. Kenapa di kamar Kak Nara. Aku nggak bisa terlelap." Gumam Ratih.


Ratih kemudian melangkah ke arah jendela kamar. Di sibaknya tirai yang tertutup itu. Dia menatap ke atas langit.


Malam yang indah, Kak Nara tidurnya juga sangat nyenyak. Sepertinya dia udah merasa tenang, karena aku temani tidur.


Ratih


Setelah dia merasa puas menatap keluar kamar. Ratihpun menutup tirai kamar Kak Nara seperti semula.


Ratih perlahan-lahan pergi keluar. Dia menuju ke dapur. Dia mengambil minum dan setelah itu, dia terduduk di meja makan.


kriiuuuk...


Cacing di perut Ratihpun seperti ikut menemaninya sedari tadi.


Ratih terkikik.


"Ternyata aku nggak bisa tidur karena lapar." Gumam Ratih pelan.


"Non, belum tidur?"


Ratih menoleh kebelakang.


"Mbak Sum. Ngaggetin aja sih!"


"Maaf Non."


"Mbak sum juga kenapa belum tidur?"


" Mbak udah tidur. Tapi Mbak terbangun."


"Mbak Sum, ada makanan nggak? Ratih lapar."


Mbak Sum tampak berfikir.


"Makanannya udah habis semua Non. Tinggal nasi aja sedikit yang tersisa. Kalau ada ya paling kue kue doang."


"Masakin mie instan dong Mbak."


Baik Non.


Mbak Sumiati kemudian memasak mi instan.


Setelah selesai Mbak sumi pun menyodorkan mi instan dan segelas air putih di meja makan.


Ratih kemudian makan dengan lahapnya.


"Mbak Sum, temanin aku di sini yah. Aku nggak bisa tidur. "


"Iya Non. Kenapa Non? "


"Duduk di sini. Aku pengin ngomong sesuatu."


Mbak sumiatipun menurut duduk.


Tapi sepertinya Mbak Sumi sudah mulai mengantuk.


"Mbak udah lama yah kerja di sini?"


"Udah hampir 7 tahun Non." Jelas Mbak Sumi.

__ADS_1


"Bisa jelasin nggak sama aku,"


"Jelasin apa Non?"


"Mas Darma itu, pacarnya ada berapa sih."


Mbak sumi terkejut mendengar pertanyaan Ratih. Baru bangun tidur sudah di tanya macam-macam, mudah-mudahan saja sih nggak salah jawab.


"Nggak tahu Non."


"Mbak, ayolah cerita. Aku nggak akan bilang Mas Darma kok."


"Mbak harus cerita apa Non, Mbak nggak tahu."


"Ya udah. Gini aja. Mbak sekarang jawab pertanyaan Ratih dengan jujur. Benar, padat, singkat, jelas, dan dapat di percaya. Dan jangan ngada-ngada."


hooaam. Mbak Sumi menguap.


Mbak sumi sudah lekas mengantuk.😌


"Ada berapa wanita yang pernah main ke sini sebelum aku?"


"Banyak Non."Jawab Mbak Sumi sembari mengantuk.


Astaga, banyak!


Siapa aja yang Mbak tahu?


"Jelita, Anggi, Denia, rindu, Antika, alicia,"


"Stooop..." teriak Ratih.


Mbak Sumi terperanjak.


kemudian dia ngantuk lagi.😌


Mbak sumi terdiam.


"Mbak, ayolah. Nanti Mbak aku kasih hadiah.!


Hoaaam


"Mbak ngantuk banget nih Non, Besok aja yah ceritanya."


"Nggak bisa! Mbak harus cerita sekarang. Kalau Mbak malas cerita, Aku yang akan tanya. Mbak cuma harus jawab ya atau tidak."


Sambil matanya terpejam, Mbak Sumi mengatakan ya aja yang gampang.


"Mas Darma pegangan tangan sama cewek-cewek itu ya atau tidak.


"Ya."


"Mas Darma pelukan ama cewek-cewek itu ya atau tidak?


"Ya.


"Mas Darma ciuman sama cewek-cewek itu ya atau tidak?


"Ya."


"Mas Darma tidur dengan cewek-cewek itu ya atau tidak"


Mbak Sumi tampak sudah terlelap.


Mbak aku mohon jawab tidak, jangan ya semua, kalau ya semua aku bisa mati saat ini juga mbak.


"Mbak...!" Teriak Ratih.

__ADS_1


"Ya...!"


Ratih tampak sangat marah. Lagi-lagi Jawaban Mbak Sumi iya.


Ratih kemudian meninggalkan Mbak Sumi yang sudah terlelap di meja makan.


"Mas Darma keterlaluan. Ternyata selama ini, dia udah bohongin aku. Katanya aku yang pertama kali dia cium. Tapi kenapa cewek lain juga di cium sih? Bahkan dia lebih playboy dari Nino. Sampai-sampai Mbak Sumipun tahu gadis mana aja yang di tiduri Mas? Benar-benar gila...!" Ratih mengoceh sendiri sampai di depan kamar Darma.


Rasanya ingin sekali dia memukul menyakar dan mencabik-cabik tubuh Darma hingga tak tersisa.


Ratih melihat Darma tampak nyenyak sekali. Darma sesekali melebarkan senyum tanda kalau dia lagi mimpi indah.


"Dia pasti lagi mimpi mesum ama cewek-ceweknya itu. ih...hatiku sakit Mas, sakit banget...!" Gumam Ratih.


Ratih kemudian duduk di bawah ranjang dengan mendekap lututnya. Dia menangis. Dia sudah sangat merasa di bohongi.


Ratih melihat ke atas nakas. Di lihatnya ponsel Darma.


Pasti di ponsel itu, Mas Darma menyimpan nomer-nomer ceweknya. Aku harus cek ponselnya.


Ratihpun mengecek ponsel Darma.


Yang pertama kalinya di buka adalah whats app.


Ratih terkejut. Yah ternyata hampir kontak yang di miliki Darma adalah kontak cewek.


Ratih berbaring di sisi ranjang.


Kemudian Ratih membuka satu persatu chat dari cewek-cewek itu.


Kemudian dia membuka kembali grup yang ada di whatsapp.


"Apa-apaan Ini. Kenapa bisa cewek semua? ih...kesel deh. Ucapannya genit-genit banget. Di antara puluhan cewek ini, mana yah yang lagi dekat dengan Mas." Gerutu Ratih Sembari hatinya bertanya-tanya.


"Jelita, Denia, Rindu, Alicia, Antika. Anggi, Dina, Vita"


"Banyak banget sih. Aku capek bacanya."


Ratih kemudian membuka media sosial yang biasa Darma gunakan.


Ternyata sangat banyak postingan cewek-cewek cantik, dewasa, sexi...


"Ah....Mas Darma...hiks...hiks..."


Ratih menangis sembari memandangi layar ponsel suaminya.


Setelah itu, Ratihpun terlelap. ponsel Darma pun terjatuh di dadanya.


Darma yang menyadari kehadiran gadisnya itu malah tersenyum dan pura-pura tidur.


Setelah Ratih terlelap Darmapun terbangun dan duduk. Dia kemudian meraih ponselnya dan menyelimuti Ratih.


Dia meletakan ponselnya di tempat semula.


"Sayang, kamu lucu sekali kalu lagi cemburu. Katanya kamu nggak mau tidur di sini, Tapi, kamu malah nyerahin diri kamu untuk Mas peluk. Mas seneng Ratih kalau kamu mau berbaring bersama Mas begini. Mas janji nggak akan nglakuin itu dulu sayang, Mas akan menunggumu sampai kau benar-benar siap."


Cup.


satu kecupan mendarat di kening Ratih, di susul kecupan kecupan yang lain.


Setelah itu Darma membaringkan dirinya dan tidur memeluk Ratih.


Walau hasrat sudah mencapai ubun-ubun namun Darma akan tetap menahannya.


Sampai kamu lulus Dek, kata Mama. mama, apa aku kuat? kau begitu sangat menggoda sayang. Mas akan cari cara bagaimana supaya kamu tidak hamil kalau Mas minta itu.


****

__ADS_1


__ADS_2