Kesetiaan Ratih Dan Darma

Kesetiaan Ratih Dan Darma
Bab 35


__ADS_3

Ratih mau bangun dari atas tubuh Darma. Namun Darma malah memeluknya erat.


"Sayang, kamu habis lari maraton, kamu cepat banget larinya. Mas hampir kalah tadi. Dan sekarang Mas bisa merasakan hembusan nafasmu yang harum, dan debaran jantungmu yang tak beraturan."


"Lepasin aku!" Ratih meronta minta di lepaskan.


"Nggak sayang, aku nggak akan melepaskan mu. Kau sangat cantik malam ini. Membuat Mas jadi pengin ..."


"Mas Darma... ini di jalan. Jadi jangan macam-macam!" Suara Ratih melengking. Membuat kuping Darma sakit.


"Seandainya kita di ranjang, apakah kau mau Ratih?"


Darma menaik turunkan alisnya.


Ratih memberontak dengan kuat. Dia langsung menggigit lengan Darma. Membuat Darma terpekik.


Darma yang kesakitan, kemudian berdiri di ikuti Ratih yang berdiri juga.


"Auh.. adek...! galak benget! kebiasaan banget kamu Dek. Main terkam aja. Mas terkam balik baru tahu rasa kamu."


"Habisnya Mas mesum sih! mau mesum jangan di jalanan begini! malu di lihatin orang."


"Iya, nanti kita lanjutin di rumah yah mainnya."


"Nggak!"


Darma tersenyum.


"Aku nggak mau main itu!" Ratih yang mengerti fikiran mesum suaminya, langsung menolak.


"Mainlah sayang, Mas penasaran. Masa udah dua minggu, Mas di anggurin aja. mubazdir lho."


Bugh...


Ratih memukul Darma dengan tas kecilnya.


Namun Darma berhasil untuk mengelak serangan Ratih


"Week nggak kena..." Darma melet. menjulurkan lidahnya. Membuat Ratih semakin kesal.


"Aduh aduh aduh...Aku cariin ternyata kalian malah main di sini." Kata Nara tiba-tiba.


"Ish, kita nggak main apa-apa Kak Nara. Benar deh. Kita tadi cuma jatuh aja. Nggak habis main. sweer." Ratih berfikir mesum.


"Main?" Nara bingung dengan ucapan Ratih.


Darma terkikik.


"Udahlah Kak. Nggak usah dengarin bocah itu. Kita pulang aja. Biarin Ratih di tinggal aja di sini." Kata Darma kemudian.


Plak.


Ratih memukul lengan Darma.


Darma mengelus-elus lengannya.

__ADS_1


"Gadisku kamu jadi galak banget sih sekarang...!"


"Habisnya Mas mesumnya nggak habis-habis."Gerutu Ratih.


"Udah, udah. Kok malah berantem."


Gara-gara adegan jatuh tadi bisa membuat Ratih luluh dan melupakan kecemburuannya .


Oh Ratih lucunya.☺


***


Sepulang shoping Ratih terlihat tampak lelah. Setelah membereskan barang-barangnya, Dia duduk di tepi ranjang.


Tiba-tiba Darma berlutut di depannya, membuat Ratih bingung.


"Mas apaan sih."


"Sayang," Kata Darma sembari memegang erat tangan Ratih.


"Aku cinta sama kamu Ratih."


Ratih bingung."Ini orang kenapa yah? Kesambet kali yah?"


Tiba-tiba Darma merogoh sakunya dan memberikan satu kaplet pil yang entah pil apa Ratih tak tahu.


"Apa itu Mas?


" Ini adalah tanda cinta ku padamu sayang?"


"Sayang, aku mau kamu minum ini. Dan aku akan memberikan nafkah batin sayang, "


Ratih malah semakin pusing.


"Aku nggak ngerti. Maksud Mas. Mas Darma mau ngeracun aku?"


"Apa! Ini Pil KB Ratih bukan racun." Bentak Darma kesal.


"Untuk apa aku minum pil itu. Aku nggak suka pil itu." Wajah Ratih melengos.


"Pokoknya kamu harus minum skarang sayang. Aku menginginkanmu malam ini."


"Menginginkan apa, Menginginkan aku mati karena menelan racun itu, Aku nggak mau."


"Ayolah Dek, Mas udah nggak tahan banget."


"Apa... Mas jahat. hiks hiks.."


Darma bingung karena tiba-tiba saja Ratih menangis.


"Kok kamu malah nangis, Maafkan Mas sayang."


"Mas bilang udah nggak tahan? Mas pengin aku mati iya ? supaya Mas bisa tidur dengan cewek-cewek pacar Mas itu. Mas jahat. Mas menginginkan aku mati supaya mas bisa bebas bertemu mereka kan? Kalau Mas membutuhkan mereka, kenapa nggak mereka aja yang Mas ajak nikah."


"Ratih, kamu itu ngomong apa sih. Kenapa kamu jadi ngelantur begitu ngomongnya. Apa sekarang kamu udah ngeraguin cinta aku Ratih! aku sangat cinta sama kamu. Tapi apa balasan kamu ke aku? kamu selalu mencurigaiku terus. Kamu nggak pernah percaya sama aku. Kamu selalu bilang aku tidur dengan perempuan-perempuan itu. Kenapa kamu tidak pernah mau percaya sama cintaku. Aku cinta sama kamu dan aku bukan lelaki pengkhianat!"

__ADS_1


Ratih menangis. Darma benar-benar meluapkan emosinya di saat itu juga. Mungkin saja hasrat biologisnya tak pernah di penuhi oleh Ratih. Sehingga Darma mudah tersinggung.


ceklek


Pintu kamar tiba-tiba terbuka.


Bu Arum, Pak Arwan dan Kak Nara tampak berdiri di depan kamar.


"Kalian udah malam, malah berantem kayak anak kecil saja." Kata Pak Arwan.


"Mas yang mulai duluan Pa. Masak aku di suruh minum Racun."


Bu Arum Pak Arwan dan Kak Nara saling memandang.


Bu Arum mendekat ke arah Darma dan Ratih.


"Darma, apa benar begitu?"


"Apa, Mama nggak percaya sama aku. Mama lebih percaya sama gadis bodoh ini ketimbang sama aku!" Darma emosi.


Huaaa....


Tangisan Ratih semakin menggema di udara. Semua air matanya luluh mendarat di pipi mulus nya. Baru kali ini Darma mengatainya gadis bodoh.


Nara mendekat ke arah Ratih.


"Kalian kenapa malah berantem sih. Tadikan kalian baik-baik aja." Kata Nara menatap wajah Darma dan Ratih bergantian.


"Kak lihat, apa yang di bawa Mas. Itu Racun kan. Aku takut Kak. Mas memaksaku untuk meminumnya."


Nara dan Bu Arum melirik sesuatu yang ada di tangan Darma.


Bu Arum langsung merebutnya.


Dia langsung memukulkan kaplet pil itu ke kepala Darma.


"Dasar anak bodoh! Ngapain kamu mau memaksa Ratih untuk minum pil KB ini. Kamu mau ngingkari janji kamu. Mamakan sudah pernah bilang. Kamu jangan menyentuh Ratih sampai dia lulus. Mama akan menyekolahkan dia lagi. Biar dia nggak jadi gadis bodoh. Masak pil KB aja di sangka racun. Bodoh sekali kan istrimu itu."


Nara masih mencoba menenangkan Ratih. Ratih masih di pelukan Nara dia tampak masih sesenggukan.


Bu Arum mendekat. Dia kemudian memberi pengertian Ratih.


"Ratih, ini bukan racun Nak. Ini pil Kb. pil yang sering Mama Lisna dan Mama Arum minum."


"Oh, tapi untuk apa Ma, Mas Darma memberiku pil itu?" tanya Ratih sembari menyeka air matanya dan melepas pelukan Nara.


Bu Arum menegak salivanya.


"Ah gadis bodoh. Gimana cara aku menjelaskannya, kalau Darma malam ini ingin menyentuhnya. Ah, benar-benar menantu ajaib. Masak pil kb aja nggak tahu. polos sih polos, kalau kayak gini itu idiot namanya."


"Ratih, ini itu obat supaya jika kamu melakukan hubungan suami istri dengan suamimu, kamu nggak akan hamil sayang." Bu Arum memberikan pil kb itu pada Ratih.


"He he...jadi ini pil pencegah ke hamilan? Kok bisa sih? Mas Darma dapatain ini dari mana? " gumam ratih yang masih mengamati dengan teliti bentuk pil tersebut.


Pak Arwan cuma geleng-gelang kepala.

__ADS_1


"huh, gara-gara pil kb aja heboh banget." desah Pak Arwan sembari berlalu meninggalkan kamar Darma dan Ratih.


__ADS_2