Kesetiaan Ratih Dan Darma

Kesetiaan Ratih Dan Darma
Bab 47


__ADS_3

"Darma....!" Asri berteriak. Membuat semua pengunjung Cafe memandangnya.


"Apaan sih As!" Darma kesal. Diapun melirik kiri kanan.


Dasar cewek setres. Di tempat ramai gini aja dia mau teriak-teriak.


"Kamu dengarin aku ngomong nggak sih!"


"Yah dengar. Suami mu mau kawin lagi kan. Yah biarian aja, apa urusannya ama aku." kata Darma membuat Asri tambah kesal.


Padahal sebenarnya Asri itu, ingin merayu Darma, agar Darma mau memberikan cintanya lagi.


Tapi kenyataannya Darma sama sekali tidak meresponnya, apa lagi meliriknya.


Asri merasa sangat sedih. Apakah sudah tidak ada cinta lagi di hati Darma untuknya. Apakah sekarang hati Darma seratus persen milik Ratih semua. Dan kenapa dari sebegitu banyaknya kenangan indah, Darma sama sekali tidak mau mengingat-ingatnya lagi.


Tapi Asri tidak mau tinggal diam. Dia akan terus mengejar Darma, sampai Darma mau memberikan kesempatan kedua untuknya.


Asri kembali lagi menemui Darma, saat dia tahu kalau duda yang di nikahinya itu, akan menikah lagi dengan perempuan lain.


Pengusaha yang bernama Armand itu sudah jatuh miskin. Dan sekarang dia mempunyai banyak hutang. Sehingga untuk saat ini, Arman harus menikahi perempuan kaya untuk bisa menutup hutang-hutangnya.


Sungguh miris nasib Asri sekarang. Apakah Darma akan memberikan Asri kesempatan kedua? mungkin saja tidak. Lelaki mana yang mau menikahi orang yang dulu sudah mengecewakannya, bahkan mengkhianatinya.


"As, kamu itu malu-maluin aja sih!" kata Darma tampak kesal.


"Darma, aku menyesal. Kenapa aku dulu meninggalkan mu. Darma, apakah sudah tidak ada kesempatan lagi untuk kamu mencintai aku Darma. Walaupun aku tidak bisa jadi istrimu. Tapi izinkanlah kita untuk saling mencintai, walau tidak bersama."


"Apa ini maksudnya, kamu mau ngajakin aku selingkuh? ogah banget!"


"Tapi kamu kan setuju dengan poligami rasulullah berarti kamu mau dong berpoligami. Kalau gitu, jadikanlah aku istri keduamu Darma. Nggak apa-apa, walaupun cuma nikah siri. Aku ikhlas." Kata Asri panjang lebar.


Ha...ha...ha...


Darma tertawa. Membuat pengunjung Cafepun menatap ke arah Asri dan Darma lagi.


"Darma, ngapain kamu ketawa."


"Kamu itu benar-benar wanita yang nggak punya urat malu. Kamu masih sah jadi istrinya Arman, sekarang kau memintaku untuk menikah denganmu. Pasang otakmu Asri." Kata Darma sembari menunjuk pelipisnya.


Asri Diam. Matanya memandang kesekeliling. Dia malu juga dengan ucapan Darma barusan.


"Ah...Darma. Apaan sih! pelankan suaramu sedikit."


"Kenapa? kamu malu kalau orang ngatain kamu Pelakor?"


Darma mengatakan kata pelakor itu dengan sangat kencang.

__ADS_1


Asri melotot dan menginjak kaki Darma.


"sssssttt Darma...!"


He...he...


Darma terkekeh. Memang ini maksudnya untuk ngerjain Asri. Dia selalu tahu akal bulus Asri.


Memang dari dulu, Asri itu masih menginginkannya untuk kembali. Tapi bagi Darma Asri itu, sudah nggak waras. Masih ngejar-ngejar Darma setelah dia menikah dengan Arman.


Apalagi sekarang Arman sudah bangrut.


"Asri, jangan harap gue mau maafin lo. Lo kan yang udah bikin wanita ku celaka, dan hampir mati tenggelam."


Asri tersedak air liurnya sendiri.


Dia tidak menyangka kalau Darma mengetahui masalah itu.


"Darma aku, aku mau minta maaf soal hal itu. Aku tidak pernah mau mencelaki Ratih. Dia sendiri yang menjeburkan diri ke kolam renang."


"Iya, aku tahu. Tapi kamu kan yang menyebabkan istriku begitu!"


Asri cuma hanya bisa diam. Dia tampak malu dengan kejadian itu. Iya, sekarang dia merasan kalau selama ini dia telah merendahkan harga dirinya sendiri demi mengejar cinta Darma lagi.


Darma meraih ponselnya. Setalah itu dia menelpon Arman.


"Halo Arman, sekarang lo cepat kesini ke cafe xxx ini, istri lo yang nggak tahu malu ada di sini. Tolong dong nasihati istri lo ini, biar nggak ngejar-ngejar gue lagi."


tut


Darmapun memutuskan sambungan teleponnya.


****


Arman murka. Dia sangat marah dengan apa yang telah di lakukan istrinya. Arman langsung menyeret Asri dengan paksa.


Dia mencengkeram kuat pergelangan tangan Asri.


"Mas, lepasin Mas...sakit tangan ku!" kata Asri memohon.


"Sudah, masuk mobil !" Kata Arman sembari mendorong tubuh Asri masuk ke dalam mobil.


Asri menangis.


"Aku kan sudah bilabg sama kamu, jangan merendahkan dirimu seperti ini...! kenapa kamu selalu membantahku. Kenapa kamu selalu menentang suamimu"


"Maaf Mas, "

__ADS_1


"Memalukan...!" geram Arman.


hiks...hiks...


Di sepanjang perjalanan Asri hanya bisa menangis.


"Mulai sekarang aku akan mengurungmu di rumah. Dasar istri tidak berguna! memalukan kamu!"


Suasana di dalam mobil kini hening. Arman tampak sudah mulai bisa menahan emosinya. Sementara Asri sudah berhenti menangis. Dalam mobil Arman masih serius menyetir.


"Ini semua juga gara-gara kamu Mas!"


"Cih, kenapa kamu jadi menyalahkannku!"


"Kalau kamu nggak mau nikahin cewek lain aku juga nggak kayak gini!"


"Asri, sebenarnya aku tuh udah malas berdebat sama kamu Asri. Dulu memang aku mencintaimu, tapi saat aku di Jepang, Diam-diam kamu masih mau kan mengharapkan Darma kembali. Kamu tidak bisa menghargai ku sebagai seorang suami.!"


Asri diam. Dia tidak mengerti kenapa suaminya tahu akan hal itu.


Ini pasti gara-gara kamu Darma. Kamu pasti udah ngadu macam-macamkan sama Arman.


"Mas, aku...!"


"Cukup Asri, kamu mau ngelak apa lagi. Darma sudah cerita semuanya. Apa lagi, kamu udah tega ngomong macam-macam sama Ratih,sampai Ratih hampir mati karena tenggelam." gerutu Arman.


" Tapi Arman, aku itu nggak mau berbagi suami."


"Aku juga nggak mau berbagi cinta Asri. Selama ini ternyata kamu belum bisa kan melupakan Darma. Aku nggak mau Asri, hidup dengan orang yang sama sekali tidak pernah menghargai ku sebagai suami. Aku mau menikah lagi, karena aku udah capek punya istri yang nggak tahu malu seperti kamu!"


"Maksud kamu apa Arman?


"Sudah lah As, kalau kamu nggak terima poligami ku, mending kita pisah aja."


"Apa, pisah? Oke...! Aku mau kita pisah. Aku nggak mau di poligami. Tapi kalau Darma yang berpoligami aku mau. Kamu tuh beda dari Darma Mas. Kamu itu kaku sama perempuan. Aku nggak suka sama kamu."


"Yah aku tahu. Terserah kamu lah As. Aku cepek. rumah tangga itu, akan kokoh terbangun kalau lelaki dan perempuanya saling mencintai. Kalau kamu aja lebih mencintai Darma ya mending kita pisah aja."


Di sepanjang perjalanan Asri dan Arman cekcok. Tiba-tiba saja ada sebuah mobil yang mau menyebrang. Arman pun membanting setirnya ke kiri untuk menghindari mobil tersebut.


Mobil Arman dan Asripun akhirnya menabrak sebuah pohon.


Bruuaaaak


Mobil Armanpun hancur bagian depannya.


Arman masih sangat kesakitan, akibat benturan kepalanya di bagian setirnya. Dia melihat seseorang yang ada di sampingnya.

__ADS_1


"Sayang...sayang...bangun," Arman menepuk-nepuk pipi Asri istrinya. Ternyata Asri pingsan karena Asri lupa pakai sabuk pengaman. Sehinga kecelakaan ini membuat luka parah di bagian kepalanya.


****


__ADS_2