
Inayah Pov.
Semenjak aku bertemu dengan Mas Husni, Aku merasa menjadi wanita yang sangat di hargai. Aku seperti menjadi wanita yang sangat di hormati. Baru kali ini ada seorang lelaki yang menghargaiku dan memperlakukan ku dengan sangat baik.
Karena ketiga lelaki yang telah menjadi suami ku itu, membuat batinku selalu tertekan. Kami menjalani rumah tangga hanya dalam hitungan bulan.
Suamiku yang pertama, dia adalah seorang pengusaha. Dia mau menikahi ku karena dia mau memperbudak ku. Dia menginginkan aku hanya untuk menjadi pembantunya.
Dalam rumah tangga inipun, aku kerap kali di kasari olehnya. Dia sangat mudah tersinggung dan tak akan segan-segan untuk main tangan.
Aku tak pernah di sentuh sedikitpun olehnya. Aku hanya di pandang sebelah mata olehnya. Aku ini seperti istri yang tak di anggap. Untuk apa juga aku harus bertahan jika batinku tersiksa. Aku juga perempuan. Butuh kasih sayang dan perhatian. Jika saja dia mau memberi nafkah batin untuk ku, pastilah aku tak akan menggugatnya.
Dan setelah perceraian kami, Akupun bertemu dengan seorang dokter muda. Dia sangat mencintaiku. Namun hubungan kami harus kandas karena mertuaku yang selalu ikut campur dengan hubungan kami. Mereka tidak merestui hubungan kami. Hingga akhirnya, akupun menggugatnya. Aku tak bisa menjalani hubungan yang tanpa restu orang tua itu.
Itu tak akan membawa keberkahan di hidup kami.
Dan yang ketiga, ini lebih parah dari yang pertama dan yang kedua.
Dia adalah seorang model. Namun, dia seorang playboy. Dia selalu menggandeng pacar-pacarnya untuk datang ke rumah kami.
Bahkan dia mengatakan akan menikah lagi dengan seorang artis papan atas. Bagaimana hatiku tak sakit mendengar semua itu. Bagaimanapun juga aku wanita. Akupun tak mau di madu.
Aku ingin bahagia bersama orang yang aku cintai dan mencintai aku.
Aku tidak bisa menjalani hubungan seperti ini. Akupun akhirnya menggugatnya.
__ADS_1
Aku begitu merasa tersanjung, dengan perhatian Mas Husni, kesantunanya, kesopannya, itu semua membuatku kagum dan menimbulkan sebuah rasa yang tak bisa aku hempas begitu saja sampai saat ini.
Walau Mas Husni masih lebih muda umurnya di bawah aku, namun kedewasaanya membuatku merasa seperti di sayangi.
Sebulan bersamanya, membuatku merasakan bahagia. Walaupun kebahagiaan sesaat, namun aku akan menikmati itu. Menjadi seorang wanita yang di cintai itu adalah memang keinginanku.
Dan aku ingin mendapatkannya dari Mas Husni. Namun apakah mungkin? sementara aku tahu, Mas Husni sangat mencintai istrinya. Mereka pun baru saja menikah. Apakah aku akan tega menjadi duri di kehidupan rumah tangga mereka. Namun aku juga mau mendapatkan suami seperti dia. Suami yang taat beragama, suami yang soleh, dan suami yang setia, juga suami yang selalu memuji dan menyanjung istrinya.
Namun aku sadar itu tak akan mungkin. Aku selalu ingin menepis rasa itu. Tapi aku juga tak bisa.
Betapa sulitnya aku menjalani kehidupanku di masa kecil.
Aku seorang anak yang di buang. Akupun harus mengharap agar ada orang tua yang mengadopsi ku.
waktu itu ada pasangan suami istri yang mau mengadopsi ku, aku pun di adopsi. Namun malangnya, dia mengadopsi ku hanya untuk memanfaatkan aku. Aku di manfaatkan untuk menjadi seorang pengemis jalanan. Namun aku bisa kabur dari mereka dan pulang lagi ke panti.
Sewaktu sebuah masalah mendera kami, rumah kami harus di gusur, karena ada seorang pengusaha menginginkan lahan panti kami yang luas.
"Tolong Pak. Jangan usir kami dari sini. Kami tak punya tempat tinggal lagi." Pinta ku pada seorang lelaki bertubuh kekar berotot, yang tak lain adalah suruhan pengusaha yang akan membeli paksa tanah panti kami.
"Tidak bisa! Kamu harus menjual tanah panti ini kepada kami. Bos besar menginginkan tanah ini untuk pembangunan proyeknya." Kata pria bertubuh besar itu.
"Kalian harus mengosongkan rumah ini secepatnya. Pokoknya kami tidak mau tahu. Kalau nggak, kami akan menyeret kalian dengan paksa." Kata seorang lagi yang menatapku dengan sorot matanya yang tajam penuh intimidasi.
Aku menangis meratapi kejadian itu. Bagaimana dengan nasib adik-adik ku? Kami harus tinggal di mana? rumah itu adalah satu-satunya tempat tinggal kami. Apakah kami harus tidur di jalanan seperti pemulung dan anak jalanan itu?
__ADS_1
Mereka dengan paksa mengusir kami, hingga akhirnya kamipun terbuang dan tak punya tempat tinggal lagi.
Dan pada saat itu aku bertemu dengan Wisnu. Dia adalah seorang pengusaha besar yang mau menampung semua anak panti. Bahkan kami di belikan rumah baru.
Dan bersamaan dengan itu, dia pun menikahiku. Wisnu itu, dia adalah suami pertama ku yang belum pernah menyentuhku barang sedikitpun.
Setelah tiga bulan aku menjalani hidup dengannya, akupun kemudian menggugatnya. Kami anak pantipun, harus menjalani kehidupan yang nelangsa lagi. Kami harus tidur di jalanan yang penuh polusi.
Dan akupun tidak sengaja bertemu dengan Bu Maryam. Bu Maryam adalah wanita baik hati yang pernah aku tolongin tempo lalu.
Akupun sangat bahagia, karena Bu Maryam ternyata juga seorang ibu panti. Kami anak-anak pantipun akhirnya di tampung oleh panti asuhan Bu Maryam.
Dan kehidupan kamipun sejahtera. Sampai pada akhirnya, akupun mendapat beasiswa untuk melanjutkan kuliah di kairo. Mungkin ini adalah awal mula kehidupan yang akan membawa kami dalam kesejahteraan.
Sepulang dari Kairo, akupun menikah lagi dengan seorang lelaki bujangan. Namun ternyata dia sudah punya istri. Dia membohongiku.
Tapi pernikahan kami itu cuma pernikahan siri. Jadi kami gampang sekali untuk bercerai. Kami sering cekcok dan dia lebih memilih istrinya itu ketimbang aku.
Dan sekarang kenapa, kenapa aku harus mencintai Mas Husni, yang jelas-jelas aku tahu dia itu sudah mempunyai istri yang sangat di cintainya. Aku sudah empat kali menjanda. Tapi kenapa aku harus jatuh cinta lagi. Kenapa rasa cinta ku ke Mas Husni semakin hari malah semakin berkembang di hatiku.
Mungkin cinta itu terlahir karena terbiasa. Yah aku terbiasa dengan Mas Husni saat ini.
Kenapa, kenapa mudah sekali hatiku untuk jatuh cinta. Tapi aku perempuan. Akupun membutuhkan seorang lelaki yang mencintaiku, lelaki yang mau melindungiku. Apalagi, selama ini aku tidak pernah mendapatkan kebahagiaan.
Tapi kenapa hatiku harus memilih Mas Husni. Mas Husni itu lelaki baik hati. Dia juga masih pengantin baru. Akankah aku harus merenggut kebahagiaan istri sahnya?
__ADS_1
Apakah aku tidak berhak untuk bahagia, Apakah aku tidak berhak untuk mendapatkan cinta yang tulus dari seorang lelaki. kenapa hidup itu sangat tidak adil. Di mana ke adilan itu.
****