
Perkataan Annisa terhadap Naura menyebar di kalangan para santriwati dan juga santri pria yang memang pondoknya bersebelahan dengan pondok pria, hanya terhalang benteng kokoh tinggi dan bangunan yang saling membelakangi.
"Kalian tahu gak kalau Naura berusaha menggoda Ustadz Fauzi. Menurut informasi yang beredar kalau orang itu seorang mantan wanita tidak benar."
"Masa sih Naura seperti itu? Dia itu baru kembali mondok dan ketika berada di sini pun tidak pernah berbuat ulah. Ya, meskipun banyak para sastriawan yang menyukai Naura, tapi Naura sendiri selalu menolaknya menunjukkan benteng kokoh untuk tidak menerima setiap rayuan gombal dari mereka." Salah satu dari sekian santri yang mulai menerima gosip tentang Naura merasa kalau berita Viral yang sedang heboh itu bukan kenyataan yang sebenarnya.
"Kan namanya manusia bisa berubah dengan seiringnya waktu. Apalagi Naura yang ternyata bukan wanita baik-baik tentunya mudah menaklukkan pria dan pastinya akan mencoba merayu para pria. Dan terbukti kan sekarang Ustadz Fauzi menjadi sasarannya."
"Kita tidak boleh percaya begitu saja pada omongan orang, yang namanya mulut kalau sudah pindah ke mulut lainnya maka akan di tambahkan dan akan di lebihkan. Nanti yang ada akan menjadi fitnah. Sebelum kita mengatakan sesuatu, alangkah baiknya kita mencari tahu kebenarannya dulu. Kalaupun sudah tahu lebih baik diam tidak usah ikut campur urusan orang. Semakin kita sering membicarakan keburukan orang apalagi sampai memfitnah orang, setiap amal kebaikan yang kita miliki akan pindah pada orang yang kita bicarakan. Dan dosa dari orang yang kita bicarakan akan beralih ke kita yang membicarakan. Masih mending kalau kita punya amal baik yang menggunung, bagaimana kalau tidak dan hanya banyak dosa? Semakin sengsara saja kita di neraka jahanam, naudzubillah."
"Ini urusan mereka, baik buruknya itu hanya Allah yang tahu. Kadang, manusia hanya bisa menilai saja. Mendingan kita ke aula saja, kan hari ini ada kajian dari Ustadz Ali."
Namun, yang namanya manusia memiliki sifat ingin tahu yang luar biasa, sifat ingin berucap yang tidak-tidak sehingga kebanyakan orang lebih kepo pada urusan orang lain dan gibahin orang. Padahal, Gibah adalah salah satu sifat hati yang banyak di miliki banyak orang. Akibat dari gibah sendiri bisa membuat orang iri hati terhadap seseorang yang di sampaikan orang lain. Selain itu pula bisa mengurangi amal kebaikan kita. Jadi, stop untuk bergibah apalagi berucap yang tidak-tidak karena itu jatuhnya menjadi Fitnah.
__ADS_1
*****
Suasana hati Naura tengah berbunga-bunga, ia malu bercampur senang bisa lebih dekat dengan pria yang ia panjatkan dalam setiap doanya untuk ia jadikan imamnya kelak.
"Kak kamu kesambet syetan apa sih dari tadi senyam-senyum terus? Apa jangan-jangan kamu senang karena bisa dekat dengan kakak aku?" tebak Khanza berada di sampingnya Naura. Mereka berencana kembali ke kamar mereka yang di sebut Kobong.
"Hmmm gimana ya, Khanza. Aku tuh sebenarnya senang banget bisa lihat dia dari dekat. Sumpah jantungku rasanya mau copot tadi, di hukum gitu malah bikin aku berdebar tidak karuan."
"Oh karena itu wajah kak Khanza merah bagaikan tomat." Khanza terkekeh.
"Khanza kamu masih mau berteman dengan wanita murahan seperti ini? Dia itu di masa lalunya sudah tidak benar, bahkan sekarang kelakuannya sungguh memalukan. Bisa-bisanya Naura mencoba menggoda Ustadz Fauzi, tidak tahu malu sekali." Salah satu dari mereka mencibir Naura dengan tatapan yang menjijikan.
"Kamu kenapa, sih? Aneh banget sampai ngatain kak Naura mencoba merayu Ustadz Fauzi, sampai mengungkit masa lalu Kak Naura. Itu tidak seperti yang kalian pikirkan, ya. Aku yakin kalau Kak Naura ini tubuhnya masih bersih meskipun pernah meminum dan berada di tempat haram." Khanza begitu tegas membela Naura.
__ADS_1
Naura yang ada di sampingnya menatap Khanza penuh bangga dan bahagia bisa memiliki sahabat rasa saudara seperti Khanza yang selalu ada di dekatnya.
"Tetap saja tabiatnya jelek. Santri kok murahan."
"Maaf, kalau saya murahan lalu sebutan apa yang pantas buat orang sepertimu yang suka menghina orang dan tidak menjaga mulutmu? Apa kamu juga tidak bisa menjaga lisannya yang setajam silet ini? Ada pepatah mengatakan mulutmu harimaumu. Jadi jagalah mulutmu untuk menyebut kata istighfar supaya kamu tidak mencela orang lain tanpa bukti." Naura hendak meninggalkan tempat itu sambil menarik tangan Khanza.
Tapi langkahnya terhenti Ketika seseorang memanggilnya. "Naura tunggu!"
Naura menoleh. "Azkia, ada apa tergesa seperti ini?" tanya Naura begitu heran melihat raut wajah Azkia yang panik.
"Kamu di tunggu Umi Qulsum dan yang lainnya, Naura. Mereka meminta kamu datang ke sana."
Deg.
__ADS_1
"Ada apa lagi ini?" gumam Naura bingung.