Ketika Cinta Bertasbih

Ketika Cinta Bertasbih
Bab 71 - Pengantin Pengganti


__ADS_3

"Istri?!" Mereka yang ada di sana tercengang mendengar penuturan Azriel yang mengatakan kalau Naura adalah istrinya.


Baik keluarganya sendiri ataupun keluarga Syifa sang calon jodoh Azriel sama-sama terkejut.


"Apa maksud kamu, Azriel? Kamu bilang perempuan itu istri kamu? Sejak kapan? Jangan asal bicara kamu, tidak mungkin kamu menikah tanpa restu kita semua dan tidak mungkin kamu menikahi perempuan murahan itu," kata Fatimah tidak bisa percaya.


"Aku bisa melakukan itu tanpa harus memberitahu kalian. Aku memang sudah menikah dan aku juga tidak akan mau mengikuti permintaan Nenek itu. Jangan lagi bawa-bawa aku dalam situasi yang nenek inginkan. Aku tidak mau di jodohkan dan aku menolak keras perjodohan ini. Aku mencintai istriku dan aku tidak akan mau mengkhianatinya."


"Ja-jadi kamu beneran menikahi wanita itu? Apa kamu lupa kalau kita ini keluargamu?" jawab Fatimah tidak habis pikir dengan pola pikir Azriel. Hanya demi wanita tidak jelas itu Azriel sampai melawannya dan sekarang menikah tanpa mereka ketahui.


"Demi Allah aku sudah menikah, jadi maaf aku tidak mau menerima tawaran Nenek." Tidak ada rasa menyesal dalam diri Azriel menikahi gadis pujaannya. Bagi pria dengan atau tanpa keluarga masih bisa menikah dimana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja tanpa adanya wali. Sedangkan untuk perempuan harus ada walinya, jadi perempuan tidak bisa sembarang menerima pinangan orang jika masih memiliki wali yang sah.


"Siapa, siapa yang menyuruhmu menikahinya? Apa dia telah memaksa mu? Apa dia sudah menyerahkan tubuhnya demi menggoda mu sampai kamu tidak bisa menolak ajakannya?"


"Tidak ada hal yang Naura lakukan selain doa-doa dan doa. Dia tidak pernah menyerahkan apapun padaku. Hati kecilku mendorong diriku untuk menikahinya dan Allah yang menuntunku."


Fatimah menggeram, ia tidak terima itu dan sangat amat marah. Dia menampar keras wajah Azriel.


Plak!

__ADS_1


Mereka yang ada di sana tercengang. Syifa yang akan di jodohkan dengan Azriel pun menunduk sakit ketika mendengar calon suaminya menolak dan sudah menikah dengan wanita lain. Padahal sejak dulu masih sekolah ia mengagumi Azriel, namun pria itu tidak sedikitpun menoleh padanya atau terdengar memacari gadis lain.


"Jadi ini ilmu yang kamu dapatkan selama kuliah jauh-jauh di sana? Jadi ini cara Kamu membalas jasa kita semua? Kamu jadi pembangkangan hanya karena dia, Azriel. Kamu tidak pantas jadi seorang ustadz!" sentak Fatimah marah besar.


"Yang meminta aku jadi seorang ustadz siapa, Nek? Aku tidak pernah ada niatan untuk mengajar di pondok ataupun dapat gelar Ustadz. Aku kuliah hanya ingin mencari ilmu saja dan aku tidak mau jadi pengajar. Namun Nenek mendesakku untuk mau mengajar di pondok, tapi apa yang terjadi? Ternyata Nenek punya maksud lain memintaku mengajar di sana. Sudah banyak dengan keluarga Umi Qulsum, sekarang Nenek menjodohkan aku lagi? Kali ini aku tidak mau dan memang tidak akan pernah mau lagi di atur oleh Nenek."


"Azriel, Ayah sama Bunda tidak keberatan kamu menikahi Naura, kami setuju." Azzam bersuara. Ia juga tidak ingin kehidupan putranya terus di setir oleh mamanya.


"Azzam! Kamu ..."


"Biarkan anakku yang memilih, Mah. Kita hanya bisa memberikannya restu dan me doakan yang terbaik untuk mereka," timpal Azzura tidak keberatan mengenai pernikahan putranya.


"Maaf, tapi aku tidak mau! Assalamualaikum." Azriel memilih pergi saja daripada suasana tambah kacau. Dia tidak mau di paksa menikahi gadis yang tidak ia kenal sama sekali.


"Azriel! Azriel tunggu!" Fatimah hendak mengejarnya, namun Silvi berucap.


"Sudahlah, Nek. Jangan halangi Kakak mengejar kebahagiaannya. Kakak sudah tertekan dan sekarang dia hanya ingin mempertahankan apa yang ia miliki Dan ia cintai," kata Khanza melerai mereka. Dia tidak mau banyak drama lagi dan capek mendengar pertengkaran nenek dan kakaknya.


"Kamu juga sama saja, Khanza. Kamu dan kakak kamu sudah membohongi Nenek, kita, dan kamu sudah berbuat salah!" sentak Fatimah pada adik perempuannya.

__ADS_1


"Jadi kedatangan kita kesini untuk mendapatkan penolakan ini? Kalau dia tidak mau jangan di paksa, masih ada yang lain yang akan bisa di nikahkan."


Sontak perkataan Silvi membuat mereka bertanya-tanya maksud dari ucapannya itu apa?


"Maksud kamu apa?" tanya Azzura. Jangan sampai karena gagak dengan yang lainnya malah beralih meminta pengganti yang satunya lagi.


"Ada Khanza yang akan menjadi pengantin penggantinya. Berhubung Azriel menolak, maka Khanza yang akan menikah dengan putra pertama ku," kata Silvi memutuskan melanjutkan perjodohan ini.


"Apa? Aku? Tidak! Aku tidak mau menikah di jodohkan, aku tidak mau!" Khanza menolak.


"Jangan gila kamu, Silvi. Masa hanya karena masalah kecil kamu malah meminta pengantin pengganti," ujar Azzura.


"Ini demi kebaikan dua keluarga karena saya tidak mau menanggung malu hanya karena penolakan yang Azriel lakukan."


"Aku tidak setuju Khanza di jodohkan," Azzura menolak.


"Baiklah, karena ajaran menolak dan nenek tidak mau menanggung malu oleh kelakuannya, maka Khanza yang akan di jodohkan dengan putranya," kata Fatimah.


"Aku menolak, Nek! Kau tidak mau di jodohkan!"

__ADS_1


"Aku juga menolak, Mah!"


__ADS_2