Ketulusan Cinta Freya

Ketulusan Cinta Freya
Keperdulian Freya


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Freya sudah terbangun ia tidak lagi melihat suaminya didepan kamar, sepertinya Andra sudah kembali ke kamar nya atau menemui wanita itu. Ah memikirkannya saja sudah membuatnya kesal.


Freya segera berjalan ke dapur ia ingin masak pagi-pagi dan segera berangkat ke kampus ia sedang tidak ingin bertemu suaminya.


"Biar Freya yang masak bi," ucap Freya. Bibi menoleh ke arah majikannya ia menatap mata sendu itu, kemarin ia sempat mendengar ia juga tidak menyangka jika tuannya akan berbuat seperti itu. Dikasih istri cantik dan sebaik Freya masih saja di sia-siakan.


"Iya Non." Bibi tidak banyak bicara ia sadar jika dia hanya bawahan yang tidak ada hak untuk ikut campur masalah majikan tapi dia tidak tega pada Freya.


Setelah masak makanan kesukaan Andra ia segera berjalan menuju kamar Andra, ia masih ingat jika hari ini Andra ada pergi ke luar negri, Freya segera menyiapkan semuanya dari pakaian yang akan Andra bawa dan pakaian yang akan Andra kenakan nanti.


Freya menatap sendu kearah suaminya ia akan terpisah jauh setelah ini, dengan keadaan yang tidak baik-baik saja. Freya memeluk erat jas Andra ia akan merindukan harum ini.


Freya mendekat mengusap sekilas wajah Andra, ia mencium singkat kening suaminya dan segera Pergi. Freya tidak sanggup untuk menahan sesak dihatinya, bayang-bayang kemarin terus terlintas dipikirannya.


"Maafin aku mas," ucap Freya ia segera pergi dari kamar Andra berlari menuju kamarnya.


Freya segera membersihkan diri ia akan segera pergi ke kampus, Freya sudah mengalarm jam milik Andra agar suaminya terbangun sendiri.


Freya sudah siap ia menatap pantulannya matanya bengkak yakinkah dia akan ke kampus dengan wajah seperti ini, tidak sepertinya kali ini ia tidak akan pergi ke kampus terlebih dahulu, Freya akan berkunjung ke rumah sahabatnya.


Freya menatap makanan dimeja ia tersenyum, semoga suaminya akan memakan masakannya, Freya memanggil bibi yang tengah beberes diruang tamu.


"Bibi..."


"Iya Non? Non Freya teh mau kemana pagi-pagi gini?" tanya bibi setelah melihat pakaian Freya yang sudah rapi.


"Freya mau ke rumah temen bi, bi Freya boleh minta tolong?" ucap Freya sopan.


"Sok atuh neng, selagi bibi bisa bantu bibi pasti bantu Enon."


"Pastiin tuan makan sarapan ini ya bi, kalau dia tanya kemana saya bilang aja udah berangkat ke kampus." Freya tersenyum getir, setetes air matanya mengalir dipipinya segera Freya usap ia tersenyum pada bibi.


"Non yang sabar ya, ini mungkin ujian dari Tuhan untuk rumah tangga non Freya sama tuan Andra." Bibi mengusap lengan Freya ia ikut sedih melihat majikannya bersedih.


"Iya bi, insyaallah Freya bisa lewatin semua ini. Doakan rumah tangga Freya sama mas Andra sakinah ya bi dan permasalahan ini segera berakhir. Freya berangkat bi, Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam Non, bibi akan selalu doakan yang terbaik buat non sama tuan Andra."

__ADS_1


.


Andra terbangun saat mendengar suara alarm yang sangat bising, ia menatap jam yang menunjukkan pukul 7 pagi. Andra akan berangkat nanti jam 8, ia terduduk menatap sampingnya yang tidak terdapat istrinya.


Ia menoleh saat pakaian sudah siap, dan kopernya yang sudah terisi. Matanya menoleh kearah nakas saat melihat secarik surat.


Pakaian kamu udah aku siapin mas, maaf aku gak jadi ikut. Aku juga gak bisa anter kamu ke bandara, kamu hati-hati disana:) dan ku harap bukti itu segera ada agar kita bisa memperbaiki rumah tangga kita kembali. See you suamiku:) aku mencintaimu♡


Andra menatap sendu pada tulisan itu, ia segera bangkit dari ranjangnya dan berlari menuju kamar istrinya, kamar itu ia buka dan sepi tidak ada orang.


Andra segera berjalan menuju dapur mungkin istrinya sedang memasak disana. Namun nihil istrinya juga tidak ada, Andra hanya melihat bibi disana.


"Bi, Freya kemana?" tanya Andra.


"Non Freya udah berangkat tuan," ucap bibi ia juga dapat melihat tuannya yang nampak kacau.


"Berangkat kemana?"


"Kata Non Freya tadi ke kampus tuan," bohong bibi ia berucap seperti apa yang Freya katakan padanya.


Andra sudah rapi dengan setelan jasnya, pakaian yang Freya siapkan tadi. Ia segera turun dan akan segera berangkat ia ingin menemui Freya terlebih dulu.


"Tuan tunggu..." panggil Bibi.


"Kenapa bi?"


"Tadi Non Freya ada pesen sama bibi, suruh tuan makan dulu. Itu masakan non Freya dia yang bikin pagi-pagi tadi sebelum berangkat," ucap Bibi.


Mendengar jika Freya masih menyempatkan memasak untuknya membuat hati Andra mencelos, bahkan disaat Andra sudah mengecewakannya istrinya masih tetap melayani dirinya. Andra jadi merasa sangat bersalah karena telah mengkhianati istri sebaik Freya.


Andra berjalan menuju meja makan, ia melihat menu makanan kesukaannya. Ia tersenyum saat lagi-lagi mendapat surat dari Freya.


Di makan mas! aku udah sempetin buat masakin kamu disaat aku sedang marah denganmu. Disana juga jangan lupa makan ya! karena aku gak bisa masakin kamu lagi. Jaga kesehatan! aku sayang sama kamu, I love you.


"I love you too Frey." Andra tersenyum tanpa sadar air matanya menetes, Nasi sudah menjadi bubur. Kepercayaan yang Freya berikan kepadanya telah Andra hancurkan.


Tapi ada satu hal yang tidak Andra suka dari tulisan itu 'karena aku gak bisa masakin kamu lagi' Andra tidak suka, apa maksudnya.

__ADS_1


.


"Syafa..." Freya yang baru tiba dirumah sahabatnya langsung memeluk gadis itu dengan menangis terisak.


"Eh, Frey lu kenapa. Dateng-dateng nangis!" panik Syafa.


"Sini masuk dulu, Jan diluar kedengaran tetangga entar. Lu kan tau tetangga gue pada julid!"


"Syafa gue lagi sedih kok Lu malah curhat sih!" Isak Freya.


"Ya-yah nggak gitu, udah sini cerita sama gue. Lu kenapa pagi-pagi kesini terus nangis, lu berantem ama laki lu!"


"Itu tauu." Freya menangis terisak di pelukan sahabatnya. Syafa nampak bersalah padahal dia tadi hanya bercanda.


"Eh Frey, sorry gue cuma bercanda gue gak ngerti kalau lu emang ada masalah sama laki Lu." Syafa memeluk erat sahabatnya ia tidak tega melihat kondisi Freya yang nampak kacau.


"Biarin gue nangis dulu, entar baru gue ceritain lu!" Freya tetap memeluk Syafa hanya Syafa sekarang yang bisa mendengar keluh kesahnya, untuk cerita ke mama pun tak mungkin.


Satu jam lebih Freya gunakan untuk menangis bahkan kamar Syafa sudah penuh dengan tisu, mau kesal ya gimana Freya lagi sedih kalau dia marah yang ada nih anak makin nangis.


"Udah dong Frey nangisnya, udah sejam Lo loh nangis. Gak capek apa!" Syafa mengusap bahu Freya yang terus menangis, ia mengambil segelas air untuk Freya.


"Minum! terus cerita, gue gak mau tau setelah ini Lo harus cerita!"


Freya meminum air itu sedikit lega, menangis lama juga sedikit membuatnya lega meskipun rasa sesak itu masih ada.


"Suami gue selingkuh Sel!"


"APA!"


.


Freya.... Yuk bisa yuk banyak yang dukung kamu, tenang karma is real. Gue doain suami Lo cepet kena karmanya, ups canda karma. Wkwk


Oi oi oi wahai pembaca kalau udah baca like nya Jan lupa, favorit dong masa enggak. Rate nya juga masih 0.05 loh kasih dong rate-nya huhu.


Lanjut besok ya-!!

__ADS_1


__ADS_2