Ketulusan Cinta Freya

Ketulusan Cinta Freya
Bayang-Bayang Freya


__ADS_3

Hay gays mau tanya nih kalian ada saran gak buat anaknya Freya? kasih dong aku binggung nih cowok cewek ya kalian kan belum tahu dia cewek apa cowok wkwk.


Tatapan Freya kosong mengarah kedepan, hatinya kembali sakit saat mendengar ucapan Syafa. Dia hamil anak suaminya?


Air mata terus mengalir di mata Freya, ia melamun tatapannya kosong namun air mata itu tak kunjung berhenti.


"Kenapa kamu tega sama aku mas!" ucap Freya lirih. Ia tidak menyangka jika pernikahannya akan berakhir seperti ini, surat perceraian telah diurus oleh Rangga, dan Minggu depan mereka akan ke pengadilan jika Andra tidak datang maka mereka akan resmi bercerai.


Perceraian ketika hamil apakah boleh? Boleh, jika melihat posisi seorang istri yang cerai saat hamil dan dalam posisi yang justru dirugikan jika suami berzina, seorang istri memiliki alasan untuk menggugat cerai. Meski begitu, UU Perkawinan, PP 9/1975, KHI, maupun hadits, tidak ada yang mengatur mengenai larangan menceraikan istri saat sedang hamil.


Hanya saja massa Iddah Freya sampai ia melahirkan, ini menurut Pasal 39 ayat (1) huruf c PP 9/1975 dan Pasal 153 ayat (2) huruf c KHI).


Freya mengambil ponselnya semenjak kejadian itu Freya sama sekali tidak menyentuh benda gepeng itu, ia tidak ingin melihat kabar-kabar tak mengenakkan itu yang ada hatinya yang akan sakit.


Freya ingin menghubungi Michelle sudah lama ia tidak koas, rasanya Freya tidak ingin keluar rumah. Ia ingin urusannya dengan Andra selesai terlebih dulu, ia tidak ingin mendengar ucapan-ucapan tidak enak dari orang lain.


"Hallo dokter Michelle," ucap Freya saat panggilan terhubung.


"Hai Freya, bagaimana kabarmu?" ucap dokter Michelle terdengar khawatir.


Freya tertawa berusaha tampak baik-baik saja padahal saat ini ia ingin menangis. "Aku baik dok, maaf udah lama nggak masuk."


"It's okay. Kamu tenang saja jika sudah baikan kamu bisa masuk kembali semua orang merindukanmu."


"Makasih dok selama ini selalu baik sama saya, dan benar ucapan dokter. Maaf jika saya tidak percaya dan inilah buah yang saya terima," kekeh Freya terdengar miris ditelinga Michelle.


"Aku ingin bertemu denganmu, bisa? aku, aku tidak tenang mendengar kabar itu aku takut terjadi sesuatu sama kamu Frey, karena aku udah anggap kamu seperti adik aku sendiri."


"Makasih kak, kak Mici bisa datang ke rumahku nanti aku share lokasi, tapi kak Mici lagi gak sibuk?"


"Nanti sore aku baru bisa kesana, nanti aku sudah tidak ada jadwal. Jaga kesehatan, jangan telat makan!"


"Iya dokter Michelle, makasih. Aku tutup dulu sampai jumpa nanti, aku tunggu ya!"


"Iya, bye-bye adik!"


Selesai bercakap-cakap dengan Michelle Freya kembali mematikannya setelah memberikan lokasi rumahnya pada Michelle ia tidak perduli dengan instagramnya yang nampak ramai, dan berita-berita lainnya.


Deret

__ADS_1


Pesan masuk dan itu dari mantan adik iparnya, Abel ia melihatnya sekilas, lantas memberikan balasan.


Abel: kak, mama sama papa ingin bertemu sama kakak apa bisa?


^^^Kakak ipar^^^


^^^Bisa, dirumah bunda^^^


Maaf kak atas semua kesalahan kak Andra, tapi aku harap kakak tidak ikut membenciku. Aku sayang kak Freya;)


^^^Sampai kapan pun kau akan tetap menjadi adikku, jaga kakakmu karena kakak sudah tidak bisa menjaganya lagi.^^^


Kakak orang baik! aku sayang sama kakak, kak Andra memang bodoh! dia lebih memilih parasit ketimbang mutiara seperti kakak:v


^^^Read^^^


Freya tidak lagi menjawab ia matikan ponsel itu, Freya keluar dari kamarnya namun sebelumnya ia mencuci wajahnya terlebih dahulu.


"Bunda..." ucap Freya lirih, Clarita yang tengah memasak itupun menoleh.


"Kenapa sayang," ucap Clarita lembut ia mengusap rambut Freya sayang, keadaan Clarita tak jauh beda dengan keadaan Freya, ibu juga akan merasakan sakit yang dialami anaknya.


"Buat apa mereka kemari!" ucap Clarita dengan nada kesal.


"Bunda... Nggak papa, Freya nggak mau mutus ikatan kita bagaimana pun juga mereka selalu baik sama Freya. Lagian ini bukan kesalahan mereka bund."


"Yasudah jika itu mau kamu, kamu istirahat dulu nanti makannya bunda antar ke kamar kamu."


"Nggak mau, Freya bosen dikamar terus. Bantu bunda masak boleh kan?"


"Nggak boleh!"


"Bunda..." rengek Freya.


"Baiklah, bunda kalah!"


.


Andra terdiam ia duduk diruang makan dengan bayang-bayang istrinya.

__ADS_1


"Udah! ayo sarapan aku udah mau berangkat nih!" Freya menarik tangan suaminya berjalan menuju meja makan.


"Masakan siapa?" tanya Andra di meja makan saat ini tengah banyak masakan dengan berbagai macam makanan.


"Masakan aku lah," ucap Freya. Ia mengambilkan makanan untuk suaminya.


"Aku berangkat dulu ya mas, keperluan kamu udah aku siapin cepet mandi jangan sampai telat ke kantornya!" Freya berdiri mencium wajah suaminya lalu menyalami nya.


Andra terdiam air mata kembali mengalir dimatanya, semua sudah berakhir tidak ada lagi masakan istrinya, tidak ada lagi ocehan Freya saat makan dan tidak ada lagi yang menyiapkan kebutuhannya.


Penyesalan sangat aku rasa sekarang. Kehilangan Freya membuat kehancuran di hidupku. Aku menyesal! sangat menyesal telah menyia-nyiakan istri baik dan setulus Freya. Terimalah ini hukuman untukmu!


"Tuan anda tidak makan? makanlah tuan. Nona Freya pernah berpesan pada saya untuk anda tidak telat makan!" ucap bibi.


"Freya berpesan pada bibi?" tanya Andra.


"Iya tuan, nona Freya mengatakan agar saya menjaga tuan itu pesan terakhir sebelum nona pergi. Bahkan nona memberikan uang cukup banyak pada saya, ini tuan." Bibi menyerahkan uang yang Freya kasih hari itu pada Andra ia merasa tidak pantas mengambil uang itu.


Uang itu cukup banyak mungkin sekitar 10 juta. Andra menatapnya lalu memberikannya kembali pada bibi.


"Ambil saja bi, itu uang dari Freya!" ucap Andra.


Andra mengambil ponselnya disaku dan melihat pesan dari adiknya, pesan pertama yang dikirim setelah kejadian hari itu.


Adik Cantik


Kak nanti ke rumah kakak ipar, sama mama papa!


Andra tersenyum sedikit mendapat harapan untuk ia kembali dengan Freya, surat pengadilan yang dikirim hari itu tidak Andra tanda tangani malah ia robek dan ia buang ke tempat sampah.


Andra sudah siap dengan baju yang rapi, tidak seperti hari-hari biasanya ia nampak kucal namun hari ini ia akan bertemu dengan istrinya ia harus terlihat tampan.


Andra berangkat dengan orang tuanya ia sedikit senang meskipun sedari tadi wajah orang tuanya menunjukkan ketidaksukaan dan ya wajah kecewa itu masih terlihat jelas di wajah orang tuanya.


Sebegitu dalam luka yang aku gores kan pada hati orang-orang yang ku sayang.


Baru kali ini Andra melihat begitu kecewanya orang tua nya pada dia, dan dia merasa menjadi anak yang tidak berguna. Ia telah gagal menjadi suami yang baik, ia telah gagal menjadi anak yang baik, tapi dia tidak ingin gagal menjadi ayah yang baik, ia akan terus melindungi anaknya meskipun ia tahu mustahil untuk Freya memaafkannya.


"Mama mengajakmu bukan karena mama ingin membantumu, apapun keputusan Freya nanti kau harus menerima nya. Kesalahan yang kau perbuat harus kau pertanggung jawabkan! jangan jadi pengecut!" ucapan dari mamanya yang begitu menusuk hati Andra.

__ADS_1


__ADS_2