Ketulusan Cinta Freya

Ketulusan Cinta Freya
Farah Kakak Syafa?


__ADS_3

"Mas sarapan dulu," ucap Freya dari meja makan, Andra yang baru saja menuruni tangga mengganguk lalu menghampiri istrinya.


"Pagi sayang." Satu kecupan mendarat dipipi Freya, ia tersenyum mengecup balik pipi suaminya.


"Segini cukup?" Freya memberikan se centong nasi untuk Andra, kebiasaan Freya ia ingin setiap pagi suaminya makan nasi karena baginya nasi sangat berperan dalam tubuh jika roti itu hanya sebagai pengganjal perut.


"Cukup." Andra melahap masakan Freya dengan nikmat tidak bisa diragukan lagi rasanya sangat lezat.


"Enak," puji Andra membuat Freya tersenyum.


Selesai makan Freya mengantar suaminya sampai depan pintu ia mengambil punggung tangan suaminya lalu menciumnya kebiasaan Freya sehari-hari.


Andra tersenyum mengecup sekilas kening istrinya tangannya membelai pipi kiri Freya.


"Nanti sore ke rumah bunda?" tanya Andra. Freya mengganguk antusias ia tersenyum senang pada suaminya.


"Makasih sayang." Sangking senangnya Freya mengecup kilas pipi kiri suaminya.


"Yang ini, entar cemburu loh!" goda Andra.


Cup


"Udah kan!"


"Ini." Andra ganti memonyongkan bibirnya kearah Freya.


Hmmphh


Andra menarik pinggang Freya tangannya berada di tengkuk leher istrinya sedikit memperdalam ciuman itu.


Freya mendorong dada suaminya, melepas ciuman itu. "Udah entar kamu telat!" ucap Freya.


"Aku boss---"


"Sama aja! Bos harus mencontohkan yang baik untuk karyawannya! udah cepet berangkat. Hati-hati dijalan suamiku!" ucap Freya tersenyum, Andra yang tadinya murung ikut tersenyum meskipun ia masih enggan untuk berangkat.


Setelah melihat mobil suaminya menjauh, Freya segera masuk berkemas sebentar lagi ia juga akan berangkat ke kampus.


.


"Ehem." Freya mendongak menatap seseorang didepannya. Ck dia lagi! batin Freya.


"Apa!" cetus Freya, ia menatap tajam pada lawan bicaranya.


"Ikut gue!" orang itu menarik tangan Freya untuk mengikuti dirinya.


"Apaan sih! lepas!" Freya menghempas tangan itu ia sangat-sangat sebal dengan orang didepannya.


"Masih sama gak jauh beda." Arga menatap dalam mata itu, ya mata yang sangat ia rindukan, wajah galak dan wajah kesal favoritnya.


"Lo ngomong apasih! Gaje tau gak!" cetus Freya, tatapan tajam masih mengarah ke lelaki menyebalkan itu. Ya dia adalah Arga Ramatha Pramudya, lelaki termenyebalkan menurutnya, entah kenapa dia menariknya kemari.


"Duduk!" Arga melirik tempat duduk disebelahnya, saat ini mereka tengah berada ditaman kampus.


"Siapa Lo merintah-merintah gue!" kaget gak? Freya yang kalau sama Andra kek kucing sekarang kek macan, hm dia emang gitu ya cuma kalau ama suami kan emang harus hormat?


"Duduk Freya!"


"Gak!"


"Freya Velicia Chesa!"


"Gue gak bakal Sudi duduk sebelahan sama elo!" tekan Freya setiap katanya jarinya menunjuk tepat di wajah Arga dan jangan lupakan tatapan tajamnya.


Arga menurunkan jari Freya dari wajahnya ia tersenyum, senyuman yang tidak pernah ia perlihatkan pada orang lain selain keluarganya.


"Jangankan setempat duduk seranjang aja bisa!" ucap Arga dengan senyum miring.


"Jaga mulut Lo ya! gue udah bersuami, lo juga tahu kan siapa suami gue!" kesal Freya mulut cowok itu sembarang sekali bicaranya.

__ADS_1


"Kenapa? suami Lo aja bisa selingkuh kenapa Lo enggak!" Arga mendekat membisikkan kata itu tepat ditelinga Freya.


.


Freya mengetuk jarinya pada meja, sedari tadi ia lakukan hal itu entahlah ucapan Arga tadi terngiang dikepalanya.


Suami Lo aja bisa selingkuh kenapa elo enggak!


"Arghh! Kenapa dia bisa tahu!" Freya sedikit binggung juga takut kenapa orang asing seperti Arga bisa tahu?


Bukankah yang tahu masalah ini hanya Syafa? atau mungkin? tidak mungkin!


"Syafa!"


"..."


"Gue mau ke apart Lo sekarang!"


"..."


"Oke."


Freya memutus panggilan itu, dan bergegas menuju tujuannya apartemen Syafa!


"Syafa!" Panggil Freya ia baru saja datang tangannya sedari tadi menekan bel rumah tapi orang didalam tidak juga keluar.


"Iya bentar!" Syafa keluar dengan rambut yang acak-acakan, bajunya juga masih baju tidur. Oh ayolah ini sudah siang, dan temannya ini seperti baru saja bangun.


"Masuk!"


"Lo baru bangun Fa?" Freya melongo saat menatap kamar sahabatnya yang seperti kapal pecah, kotor sekali!


"ALLAHUAKBAR SYAFA! KAMAR LO KENAPA COBA. IH JOROK BANGET SIH LO!" teriak Freya spontan garis bawahi ia paling tidak suka dengan hal seperti ini ya kotor seperti itu.


Kamar Syafa penuh dengan tisu bekas, berceceran dari ranjang sampai kebawah dan juga bungkus-bungkus makanan


"Diluar aja deh, pusing gue lihat kamar Lo. Sumpah Lo... Jorok!"


"Bacot!"


Syafa menatap intens kearah Syafa, ada yang beda dengan temannya. Dia terlihat seperti zombie... Tidak-tidak mata Syafa bengkak sepertinya dia baru saja menangis.


"Fa, lo kenapa?" Freya memegang lengan sahabatnya ia merasa ada yang tidak beres dengan sahabatnya.


"Hiks, hiks kenapa Tuhan nggak pernah berpihak ke gue!" Syafa memeluk erat tubuh Freya tangisnya pecah hatinya sakit seperti tertusuk ribuan pisau tajam.


"Syafa kenapa? cerita sama gue!" Freya memelankan suaranya ia mengusap punggung temannya menenangkan sahabatnya yang tengah menangis terisak.


"K-kakak gue meninggal Frey," isak Syafa.


"K-kakak Lo? Kakak Lo yang mana?" sedikit terkejut karena perasa Freya Syafa tidak punya saudara.


"Kak Farah."


Deg!


"Fa rah?" ucap Freya apa mungkin Farah yang dimaksud Syafa Farah yang modeling itu? yang bunuh diri itu?


"Iya, dia kakak gue kakak kandung gue. Dia satu-satunya yang gue punya cuma dia, Lo tau selama ini semua fasilitas ini dia yang kasih!"


"Farah siapa Fa? apa Farah yang model itu?" tanya Freya ia agak ragu dalam hati semoga saja tidak semoga saja bukan itu entah kenapa ia merasa deg-degan ia merasa tidak suka jika benar Farah itu kakak Syafa.


"Iya."


Deg!


Freya mengingat Kembali percakapannya dengan suaminya malam itu. Ya setelah pulang dari rumah mertuanya Freya bertanya pada Andra tentang perihal itu entahlah ia ingin saja bertanya.


"Mas..." Freya memeluk tubuh Andra dari samping ia menempatkan kepalanya tepat di dada suaminya.

__ADS_1


"Hm."


"Tadi aku baca berita di sosmed, ada model cantik yang meninggal karena bunuh diri." Andra memasang wajah biasa karena ia sudah tahu masalah itu.


"Terus kenapa?"


"Kamu nggak nanya siapa namanya?"


"Aku udah tahu, aku lihat diberita tadi." Andra mengusap rambut istrinya.


"Sudah cepat tidur!"


"Mas, aku mau nanya!"


"Apalagi sih sayang..."


"Aku kayak kenal sama wanita itu, nggak tahu kenapa waktu lihat dia aku kayak benci aja padahal ketemu aja enggak!"


Deg!


Andra langsung membuka matanya menatap ke arah wajah Freya wajahnya nampak panik.


"Kamu kenal sama dia?"


"Kamu kenapa sih mas kok kayak panik gitu? aku kan bilang aku nggak kenal dia aku juga nggak pernah ketemu dia tapi enggak tau kenapa aku benci aja sama dia."


"Yaudah biarin!"


"Lah, gimana sih mas! benci kok dibiarin, aneh aja gitu loh aku kok bisa benci ama orang yang enggak aku kenal. Kamu kenal dia?"


"Dia model dikantor aku dulu," ucap Andra santai.


"Model dikantor kamu?"


"Hm."


"Terus?"


"Terus apa? udah tidur!"


"Ish mas! jawab dulu pertanyaan aku!"


"Yang mana?"


"Kenapa dia bunuh diri."


"Stres!"


"Kamu ngatain aku stres!" marah Freya.


"Enggak sayang dia yang stres, mungkin dia stres makanya bunuh diri!" jelas Andra.


"Stres kenapa?"


"Muka dia bukan muka asli itu muka operasian dan media udah tahu ada fakta lain yang terungkap kalau ternyata dia anak haram dari Klayen aku pak Hutomo!"


"Terus?"


"Udah kamu nggak usah kepo masalah orang lain!"


.


Paham Ama ceritanya? buat paham aja ya wkwk. Berbelit gak sih? jawab ya... dan makasih buat kalian yang udah respect banget sama cerita ini aku senang kadang ketawa baca komenan kalian, dan maaf aku gak bisa balas satu persatu tapi aku selalu kasih like buat komenan kalian.


Thank you readrs/ emot love


Bantu promoin ke temen-temen kalian ya biar banyak yang baca and Jan jadi pembaca gelap yang baca doang tanpa kasih like! aku sedih Lo ngerasa gak dihargain kalau aku ngambek nggak up entar nanges!!


Canda wkwk

__ADS_1


__ADS_2