Ketulusan Cinta Freya

Ketulusan Cinta Freya
Curiga Freya


__ADS_3

...*Tidak akan ada perpisahan selagi bukan pengkhianatan alasannya!...


...-Freya*-...


...^...


...^...


...^...


"Kau datang sayang, aku sudah menduganya!" balas Farah ia membuka lebar pintu apartemen nya agar Andra bisa masuk.


"Gimana, bagus tidak videoku tadi. Aku sudah tahu jika kau sudah panas! mari akan ku puaskan kau malam ini." Farah tersenyum manis ia membawa tubuh Andra menuju ranjangnya.


Andra menatap tang top yang digunakan Farah yang memperlihatkan buah dadanya. "Kenapa kau tidak memakai bra?" tanya Andra. Tangannya mulai nakal meremasi dua gundukan kembar itu.


"Hentikan dulu permainan belum aku mulai sayang." Farah melepas tangan Andra dari bukitnya membuat Andra mendesah kecewa.


Sedikit demi sedikit tang top itu mulai Farah lepas dengan gaya andalannya yang membuat Andra gila, tidak bisa bertahan lama lagi-lagi tangannya sudah memainkan gundukan itu yang belum terbuka sempurna.


"Sayang tunggulah sebentar nikmati permainanku!" kesal Farah ia memang sengaja membuat Andra kepanasan.


"Kau terlalu lama, dan aku tidak bisa hanya menatapnya tanpa memainkan nya." Andra mulai meraup rakus gundukan itu setelah tang top itu terbuka sempurna.


"Kau itu tidak sabaran! ahhh," desah Farah ia mulai menikmati permainan Andra yang semakin rakus meraup buah dadanya.


"Bagaimana istrimu?"


Andra masih asyik dengan permainannya, ia nampak melupakan janji yang ia buat tadi melupakan istrinya yang tengah tertidur sendiri disana.


"Dia sedang tidur, sudah jangan bahas istriku. Cepat berikan servis terbaikmu, puaskan aku malam ini karena kau telah berani menggodaku!"


"Dengan senang hati aku akan memuaskan mu sayang."


.


Freya terbangun ditengah malam saat merasa kering pada tenggorokan nya. Ia menatap ke arah samping tidak ada suaminya, kemana suaminya?


"Mas Andra kemana?" tanya pada diri sendiri.


Freya meneguk segelas air putih diatas meja, melirik jam yang masih menunjukkan pukul dua malam. Freya turun dari kamar mungkin suaminya ada diruang tamu atau ruang kerja.


"Mas..." panggil Freya.


Namun tetap tak ada jawaban, setelah berkeliling rumah dan masih tetap tidak menemukan Andra, Freya pun memilih kembali masuk ke kamar.

__ADS_1


Freya kembali merebahkan tubuh nya, meskipun ia sudah tidak bisa tidur. Freya tetap memejamkan matanya, jujur saja pikiran nya masih mengarah ke suaminya yang entah pergi kemana malam-malam begini.


"Mas, kita baru aja nikah tapi kenapa kamu beda. Kamu nggak kayak dulu mas," batin Freya, ia menatap sendu pada foto pernikahan mereka berdua.


Krett


Freya memejamkan matanya saat ada seseorang yang membuka pelan pintunya, ia yakin jika itu suaminya.


Cup


Andra mencium lama kening Freya, Freya senang tapi ia merasa sesak saat mencium wangi parfum wanita pada baju suaminya.


Semoga tidak seperti yang aku pikirkan, kau tidak mungkin mengkhianati aku kan mas!


"Maafin aku Frey," ucap Andra, setelah berucap sedemikian ia menjauh dari Freya dan masuk ke kamar mandi.


Air mata Freya menetes entah karena apa tapi ia merasa sakit dengan ucapan maaf dari suaminya.


Freya segera mengusap air matanya saat mendengar suara kamar mandi yang terbuka.  Andra merebahkan tubuhnya dan memeluk erat tubuh istrinya ia hirup dalam-dalam wangi rambut istrinya.


Freya membalikkan tubuhnya memeluk erat tubuh Andra ia mendongak menatap wajah suaminya, Andra gelagapan saat melihat Freya membuka mata.


"Mas kamu habis mandi?" tanya Freya ia pura-pura tidak tahu saja ia ingin melihat apakah suaminya jujur atau tidak padanya.


"Baru aja waktu denger suara air, ngapain kamu mandi jam segini?" Freya mengeratkan pelukannya pada Andra menghirup dalam-dalam aroma sabun yang Andra gunakan, padahal sama tapi terasa beda untuk Freya saat Andra menggunakan sabun itu, lebih wangi dan segar.


"Gak papa, aku gerah." Andra mengecup kening Freya menatap teduh Istri cantiknya itu.


"Tidur! jangan bergadang gak baik buat kesehatan."


"Mas..." panggil Freya.


"Hm."


"Aku mau tanya buka mata dulu kek!" rengek Freya, ia mengunyel-unyel pipi Andra agar suaminya terjaga.


"Kenapa sih by, tidur sana. Besok aja nanya nya! aku besok kerja sayang." Andra menarik Freya kedalam pelukannya semakin mengeratkan nya, matanya sudah sangat ngantuk sekarang.


Freya diam ia menurut kata suaminya lebih memilih memeluknya erat menghirup aromanya dalam-dalam.


Mas jangan pernah khianati aku ya!


.


Hari masih buta tapi Freya sudah terbangun dari tidurnya ia segera bangun setelah memberi ciuman pada pipi suaminya.

__ADS_1


Tujuan Freya saat ini adalah dapur, ia ingin memasakkan makanan kesukaan suaminya.


"Udah bangun non?" tanya bibi asisten rumah tangga Freya.


"Iya bi, pagi ini biar Freya yang masak ya bi, bibi kerjain yang lain aja." Freya berucap dengan nada sopan, bibi mengganguk ia sangat menghormati majikannya selain cantik Freya juga sangat baik padanya.


"Baik non."


"Masak apa ya enaknya?" pikir Freya.


"Ehm aku tahu!"


Freya ingin memasak rendang kesukaan suaminya, ia mulai mengambil bahan-bahan nya dan memulai kegiatan masaknya.


Freya tersenyum saat merasakan seseorang memeluk erat tubuhnya dari belakang, melingkarkan tangan kekar itu pada pinggang ramping Freya, dan diakhiri dengan ciuman manis dipipi.


"Masak apa hm, wangi banget baunya?" tanya Andra ia menumpukan kepalanya pada bahu Freya.


"Masak rendang kesukaan kamu, udah mandi sana jangan buat kacau. Masakan aku udah mau matang nih!" kesal Freya saat Andra tak henti-hentinya mengusilinya.


"Entar aja mandinya sama kamu!" goda Andra, wajah Freya merona suaminya ini benar-benar.


"Mas... ih!" Freya memukul dada Andra kesal, Freya membalikkan tubuhnya menghadap Andra melingkarkan tangannya pada leher jenjang suaminya.


Andra tersenyum tangannya mendekat dan mematikan kompor saat dirasa masakan istrinya telah matang.


"Istriku cantik banget sih!" ucap Andra gemas, ia menggesekkan hidungnya pada hidung Freya membuat Freya tertawa geli.


"Udah ah cepet mandi sana, nggak kerja kamu?" Freya dibuat salting oleh kelakuan suaminya, wajahnya terus saja merona meskipun ia sudah pacaran dengan Andra kurang lebih dua tahun tapi tetap saja, suaminya ini suka membuat wajahnya merona.


"Gak papa byy aku kan bos nya, kalau aku berangkat siang juga gak papa. Kenapa mau bikin debay dulu?" goda Andra dengan menaik turunkan alisnya.


"Mas! masih pagi gak usah mesum!" Freya memukul dada suaminya entah kenapa suka sekali suaminya ini membuatnya malu.


Andra mengangkat tubuh Freya dan mendudukkannya pada meja dapur, ia tatap wajah cantik itu dengan senyuman.


Melihat senyuman istrinya membuatnya sangat damai, ia ingin bisa terus bersama istrinya sampai maut memisahkan. Tapi ia juga tahu cepat atau lambat hal yang tidak diinginkan akan terjadi saat sifat brengsek Andra diketahui oleh istrinya.


"Jangan pernah tinggalin aku ya Frey, apapun yang terjadi!" ucap Andra serak ia mencium lembut bibir ranum itu.


Nggak akan selagi pengkhianatan bukan alasan dari semuanya!


.


Gimana nih masa nggak kasih like? Masak nggak masuk rak?! Masuklah masak enggak! Next?

__ADS_1


__ADS_2