
Hari ini sidang pengadilan perceraian mereka. Freya tengah siap ia juga telah memantapkan hatinya ia bersyukur Andra tidak mempersulit perceraiannya.
"Kamu udah siap sayang?" tanya Clarita, dengan mantap Freya mengganguk ia mengusap pelan perutnya dengan bibirnya merapal doa semoga semuanya berjalan dengan lancar.
"Eh, eh itu anaknya jeng Clarita mau ke pengadilan tau. Katanya sih mau cerai tapi kan lagi hamil ya emang bisa?" bisik-bisik tetangga julid.
"Perasaan sih nggak bisa kalau lagi hamil cerai, mungkin mereka pakai kuasa kali biasa lah berduit selalu menang."
"Eh kenapa ya, kasihan banget ya lagi hamil dicerai in padahal mereka kan baru aja nikah belum ada setahun juga."
"Tapi ya katanya sih cerai hamil bisa kalau salah satunya ada yang selingkuh. Apalagi sampai zina kalau itu bisa cerai hamil."
"Mungkin dia di cerai in suaminya karena ketahuan selingkuh tuh, dih terus anaknya itu anak selingkuhan makannya suaminya cerai in dia. Dih amit-amit punya menantu kek gitu!"
Freya hanya diam meskipun ia mendengarnya, biarlah orang berkata jelek tentang kita, kita cukup mendengarkan dan membalasnya dengan senyuman.
Padahal disini dia korbannya tapi seolah-olah dia penjahat nya. Entah kenapa setiap perceraian istri lebih banyak disalahkan meskipun itu kesalahan suami.
Arga yang berada disamping Freya mengepalkan tangannya geram dengan ibu-ibu julid itu tidak ada kerjaan atau bagaimana suka sekali membicarakan orang. Arga ingin menghampiri mereka namun lengannya ditahan oleh Freya, wanita tegar itu menggeleng dengan senyuman.
"Biarin. Kita nggak perlu dengerin omongan nggak bener dari mereka, aku nggak papa kok."
"Tapi mereka keterlaluan Frey, nggak tau sok tau!" dengus Arga.
"Udah aku mau berangkat, kamu jadi mau ikut nggak?" ucap Freya, keluarganya sudah masuk mobil hanya dirinya dan Arga saja yang belum.
"Ya ikutlah."
Ada yang beda ya? panggilan mereka berdua jadi aku kamu itu semua permintaan dari Arga.
"Panggilnya pake aku kamu bisa nggak Frey, kita kan udah dewasa nggak sopan aja ngomong pake Lo gue."
"Ehm gimana ya."
"Cuma aku kamu doang Frey bukan mama papa!" ucap Arga kembali.
"Terserah Lo deh!"
"Kamu sayang kamu bukan elo oke!"
"Hm."
"Coba deh!"
"Iya aku kamu."
"Haha gitu dong. Makin sayang deh!"
"Gak usah mulai!" ucap Freya melotot yang dibalas kekehan oleh Arga.
__ADS_1
Arga yang mengendarai mobil lirih dengan sengaja membuka kaca jendela mobil tepat dihadapan tetangga julid tadi.
"Udah bau tanah nggak usah julid, tobat Buk sebelum dijemput! kalau nggak tau apa-apa diem gak usah jadi kompor!" ucap Arga sengaja dikeraskan agar rombongan ibu julid tadi mendengarnya, mereka menatap garang pada Arga tapi Arga sama sekali tidak menggubris.
"Ga!" tegur Freya ia tidak tahu jika Arga akan melakukan itu.
"Itu tuh paling selingkuhannya, nggak punya malu banget belum cerai udah gandeng sama yang lain!"
Tidak kapok ternyata mereka masih saja menjelekkan Freya malah sekarang mengatakan jika Arga selingkuhannya, terlahir dengan mulut julid ya gitu.
"Biarin Frey orang kayak mereka emang harus ditegur, sok tau banget sih pake jelek-jelek in kamu lagi!" kesal Arga.
"Kenapa emang Ga?" tanya Clarita.
"Itu bund mereka--- akh!" pekik Arga saat Freya menginjak kakinya.
"Kenapa Ga?" panik Clarita.
"Eh enggak bund, ada semut nakal!" ucap nya dengan menatap kesal kearah Freya.
"Ibu-ibu tadi kenapa?"
"Nggak papa bund cuma salah paham aja. Arga aja terlalu rempong, omongan tetangga didengerin." Freya yang menyahut.
.
Andra nampak tak bersemangat, keluarganya telah siap tapi dia nampak sangat tak rela. Papa nya mengancam agar dia tidak mempersulit perceraian ini karena Vano dan Melisa ingin yang terbaik untuk Freya meskipun mereka menyayangi Freya mereka tidak ingin egois dengan tetap mempertahankan pernikahan itu yang jelas-jelas Freya sangat tersakiti dan dirugikan oleh kelakuan bejat anaknya.
"Andra nggak mau pisah sama Freya pa, Andra sayang sama dia. Bantu Andra pa!" mohon nya Andra sama sekali tidak terawat ia sangat kurus dan kedua matanya menghitam jarang sekali dia tidur. Tidur pun harus mengunakan obat tidur. Miris!
"Cepat Andra! jika kamu tidak datang maka dengan mudah kalian akan bercerai, datang atau tidaknya dirimu papa rasa tidak ada masalah karena kalian tetap akan bercerai, mungkin kamu bisa melihat Freya untuk yang terakhir kali."
"Maksud papa?" tanya Andra seketika mendongak, apa maksudnya melihat Freya untuk yang terakhir kali?
Keluarga Andra lebih dulu berangkat meninggalkan Andra sendiri, dengan cepat Andra berganti dan menyusul keluarganya, ia masih penasaran dengan ucapan papanya tadi. Melihat Freya untuk terakhir kalinya? apa mungkin--- Tidak! Andra tidak akan membiarkan nya.
Keluarga Andra datang dan ternyata keluarga Freya sudah lebih dulu disana. Andra menatap dengan rindu kearah Freya dengan tatapan penyesalan, Freya membalasnya dengan senyuman lalu lurus kedepan seolah mereka tidak ada salah apa-apa. Sebaik itu Freya!
"Hadirin sidang hari ini tanggal 25 Februari 2020 dibuka!" ucap Hakim sembari mengetuk palu tiga kali, hati Freya berdebar. Gugup? tentu saja.
"Kepada penggugat benarkah anda ingin bercerai?" tanya Hakim, Freya menatap hakim dengan hati yang mantap ini keputusannya.
"Ya saya benar-benar yakin!" balas Freya dengan sekali tarikan nafas.
"Apa anda tidak berniat untuk rujuk?" tanya Hakim kembali.
"Tidak sama sekali!" Freya mengatakan itu dengan segenap hatinya ia yakin dengan keputusannya karena tidak ada lagi yang perlu dipertahankan.
"Kepada yang tergugat, apakah anda setuju dengan keputusan penggugat?" kali ini pertanyaan untuk Andra, lelaki itu nampak dilema.
__ADS_1
Ini hidupku aku tidak akan menuruti apa kata keluargaku, aku yakin kita masih bisa bersama Freya.
"Saya tidak setuju!" ucapan Andra membuat semua orang terdiam, keluarganya yang nampak tak senang dan Freya yang menatapnya tajam. Kenapa harus dipersulit!
"Apa alasan anda?" tanya Hakim.
"Alasannya ini hanya kesalahpahaman!" balasnya dengan mantab membuat Freya menggeleng tidak percaya sedangkan Arga tampak tenang ia yakin hal ini akan terjadi dan dia sudah memiliki bukti untuk membalasnya.
"Maaf ketua hakim, tapi saya sudah ada bukti. Bukti yang sangat jelas dan nyata bahwa tergugat telah melakukan perbuatan zina!" ucap Pengacara Freya.
"Bisa anda tunjukan bukti-bukti yang anda maksudkan?"
Pengacara Freya maju memberikan semua foto-foto perselingkuhan Andra bahkan ada Vidio nya juga saat di kantor waktu itu.
"Kejadian itu tidak terjadi sekali dua kali ketua hakim tapi berkali-kal," imbuhnya.
"Maaf ketua hakim saya mengelak dengan bukti-bukti tersebut sebab bukti tersebut bisa saja dibuat-buat," ucap pengacara Andra, memang sepertinya dia berniat mempersulit perceraian ini.
"Bukti-bukti ini sangat real dengan pernyataan saya tadi. Silahkan hakim bertanya kepada saksi untuk memperkuat bukti saya!" balas Pengacara Freya.
"Baik kepada saksi, apakah anda benar melihat kejadian tersebut?" tanya Hakim.
Arga--- sebagai saksi maju dengan wajah datarnya dan wajah penuh keyakinan membuat Andra menatapnya tajam, dia.
"Iya. Saya melihat kejadian itu, saya melihat tergugat tengah melakukan hubungan terlarang disebuah hotel."
"Maaf ketua hakim saya mengelak lagi. Saksi yang dihadirkan penggugat tidak kuat dia mencintai penggugat bisa saja dia bersaksi agar mereka bercerai dan mereka bisa bersama."
"Maaf yang terhormat ketua Hakim. saya berani menjamin bahwa yang diucapkan saksi itu semua benar." Pengacara Freya bicara.
Hakim mengetuk palu sebanyak tiga kali (Tok Tok Tok)
"Cukup-cukup. Kepada penggugat apakah anda memiliki saksi selain saksi pertama?" ucap Hakim.
"Ada ketua hakim. Yaitu yang terhormat Tuan Rendi, sekertaris tuan Andra."
Andra cukup terkejut saat melihat Rendi ikut memberi saksi, posisinya terancam!
"Kepada saudara saksi dipersilahkan memberi keterangan yang sebenar-benarnya!" ucap Hakim.
"Assalamualaikum, saya bersumpah atas nama Allah yang menciptakan bumi dan langit. Bahwa yang saya ucapkan benar adanya. Yaitu saat saya akan memberikan berkas kepada tuan Andra saya dengan mata kepala saya sendiri melihat tuan Andra tengah bercumbu dengan wanita lain."
"Saudara tergugat apa benar yang dikatakan saksi kedua?" tanya Hakim.
"Ya. Benar ketua hakim. Saya benar-benar sangat menyesali sekali atas perbuatan saya selama ini. Sebenarnya saya tidak menginginkan kejadian ini terjadi. Tetapi kalau ini jalan terbaik buat kami saya setuju saja untuk bercerai dengannya." Andra mengucapkan itu dengan lantang nampak sekali tatapan penyesalan itu.
"Hakim memutuskan bahwa permohonan penggugat untuk bercerai dengan suaminya terkabul." Hakim kembali mengetuk palunya tiga kali.
"Sidang hari ini ditutup!" ucap Hakim kembali dengan mengetuk palu sebanyak tiga kali. (Tok Tok Tok)
__ADS_1
Maka saat ini Freya dan Andra resmi bercerai. Andra sempat menemui Freya dengan tatapan menyesal.
"Maaf untuk semuanya, semoga kamu bisa mendapatkan lelaki yang lebih baik dari aku. Tapi izinkan aku untuk tetap mengetahui pertumbuhan anak kita dan izinkan aku tetap memberimu nafkah untuk kehidupan anak kita."