
"Suami Lo kemana?" Arga bertanya sembari tangannya menggenggam obat yang baru saja ia tebus.
"Kerja lah dia kan nggak kayak elo pengganguran!" ledek Freya, ia merampas kresek putih itu kresek yang berisi vitamin nya.
Arga terkekeh ia tidak sama sekali tersinggung dengan ucapan Freya tangannya terangkat untuk mengusap rambut Freya.
"Mengedepankan uang ketimbang anak dan istri? yakin kerja!" balas Arga dengan senyum sinis.
"Dia kerja juga buat gue! ya biarin lah!" cetus Freya.
"Sebagai permintaan maaf Lu gue mau Lo temenin gue makan siang. Lo pasti juga belum makan kan?"
"Gue ngga----"
"Nggak terima penolakan!" sahut Arga lalu menarik tangan Freya.
Freya merenggut ia kesal dengan Arga yang memaksanya, mereka berdua tengah duduk disebuah restoran.
"Mau makan apa?" tanya Arga.
"Nggak mau!" cetus Freya.
"Oke, saya pesen ini, ini, ini, sama ini dan tambah makanan favorit!" ucap Arga membuat Freya melongo.
"Banyak amat makan Lo!" ucap Freya.
"Bukan gue tapi elo!" Freya menunjuk dirinya sendiri dengan tatapan bertanya kearah Arga
"Gue?"
"Iya. Bumil makannya harus banyak! supaya anak nya sehat." Arga menatap dalam wajah Freya, dia sangat merindukan wajah itu sudah lama ia tidak berada sedekat ini dengan Freya.
"Gue nggak mau!"
"Bilang aja kalau Lo mau gue suapin?" goda Arga.
Freya memutar bola matanya malas, malas meladeni kegilaan Arga. Ia memilih terdiam pikirannya melayang pada kejadian tadi.
"Kenapa?" tanya Arga saat melihat Freya ngelamun, Freya menggeleng ia menghela nafas lelah.
Arga menjulurkan kelingkingnya para Freya. "Jadiin gue sahabat Lo, tempat keluh kesah Lo, tempat Lo nangis, dan tempat sandaran Lo!" ucap Arga, mungkin jika Freya belum menikah ia akan berkata jadikan aku suamimu bukan sahabatmu.
"Nggak tahu kenapa setiap gue lihat Lo gue selalu keinget sama sahabat gue," ucap Freya sendu.
__ADS_1
"Sahabat Lo? cowok apa cewek?"
"Cowok, dia sahabat kecil gue tapi gue sama dia udah terpisah lama delapan belas tahun dan gue kangen banget sama dia, gue sayang sama dia. Karena dia yang selalu ada buat gue, dia yang selalu hapus mata ini saat menangis, dia yang akan selalu melawak saat gue bersedih dan dia akan menjewer telinganya saat buat gue nangis." Freya tersenyum meskipun matanya ikut menangis sungguh dia sangat merindukan temannya.
"Kalau Lo ketemu sama dia, apa yang bakal Lo lakuin?" pancing Arga.
"Gue bakal pukul dia gue bakal tinju dia gue bakal bikin dia sampai mampus!" ucap Freya dengan yang meninju bukannya takut Arga malah tertawa.
"Lo lucu!" ucap Arga sembari mengusap kepala Freya.
"Kalau orang kangen itu dipeluk lah elo malah Lo pukul yang ada dia nggak akan mau nemuin elo! secara Lo kek macan!" kekeh Arga.
"Biarin salah sendiri gak balik-balik!" Freya kembali termenung ia kembali memikirkan suaminya.
"Kenapa ngelamun hm?" Freya menggeleng namun masih saja pikirannya melayang ke kejadian tadi.
"Rendi Lo lagi sama mas Andra nggak? apa dia lagi rapat? Lo nggak ikut?" Freya memberondong pertanyaan lewat ponsel pada Rendi.
"Ngomong apas ih Lo? rapat apa hah! gak ada rapat Maemunah! Gue lagi dirumah sakit jaga bokap!"
"Hah? nggak ada rapat? tapi mas Andra bilang ada rapat. Mungkin Lo yang nggak tau!"
"Gue itu sekertaris dia ya gue tau lah, apapun info gue selalu tau! kenapa emang!"
"Enggak yaudah bye!"
"Frey..." ucap Arga.
"Eh, kenapa?"
"Lo mikirin apa sih? mikirin suami Lo?" Freya menggeleng lantas ia berdiri berpamitan pulang.
"Gue balik dulu mau istirahat!"
"Gue anter!"
"Nggak usah." Arga berdiri berjalan membuntuti Freya dari belakang.
Arga berhenti saat melihat Freya menangis disana bahkan bahu wanita itu sampai terguncang, Arga segera mempercepat jalannya menghampiri Freya berada.
"Frey... kenapa?" tanya Arga khawatir dia menangkup pipi Freya menghapus air mata itu. Ia benci wanitanya menangis!
"L-lo ngapain disini!" ucap Freya serak.
__ADS_1
"Lo yang kenapa! ngapain Lo nangis disini!" Arga langsung menarik Freya kedalam pelukannya hal itu semakin memuat Freya terisak.
"Gue kasih Lo waktu 5 menit buat nangis setelah itu gue larang Lo nangis lagi!" Arga mengusap kepala Freya mencoba menenangkan wanita itu.
"Waktu Lo habis!" Arga menatap dalam mata itu lantas menghapusnya. "Gue benci lihat Lo nangis! mata lo terlalu berharga buat dibuang gitu aja! apalagi buat suami Lo yang brengsek itu!" marah Arga.
"Gue nangis bukan karena suami gue!" ucap Freya terisak.
"Udahlah Frey gak usah nutupin itu gue udah tahu! berapa kali gue harus ngomong sama Lo, kalau suami Lo itu brengsek!"
Freya diam ia menatap tajam kearah Arga, ada hak apa dia bicara seperti itu?
"Dia nggak pantes buat Lo Freya! Lo terlalu baik buat dia! Jangan bodoh!"
"Jangan pernah jadi pelangi buat orang yang buta warna!"
Freya tetap diam ia hanya menatap Arga dengan tatapan yang datar ia dengarkan semua ucapan yang Arga katakan.
"Gue disini selalu ada buat Lo! Jangan pernah pertahanan sesuatu yang udah nggak pantas buat dipertahankan!"
"Anda terlalu ikut campur tuan Arga, ini rumah tangga saya!" Freya berucap formal tatapannya menatap tak suka kearah Arga.
"Gue seperti ini karena gue sayang sama Lo Frey!" ucap Arga tatapannya sangat tajam, ia kesal dia tidak akan seperti ini jika tidak ada yang memicunya.
"GUE UDAH BERSUAMI ARGA! Jadi please jangan jadi beban buat gue!" teriak Freya.
"Frey..."
"Stop Arga! Lo bisa cari yang lebih dari gue, Lo jangan mempersulit kehidupan gue! Lo lihat perut gue. Gue udah hamil Ga dan ini anak suami gue. Andra!" tekan Freya akhir katanya ia muak dengan semuanya ia muak dengan Arga yang terus mendekatinya.
"Gue tahu Frey cinta emang nggak bisa dipaksa cinta emang nggak harus memiliki. Gue akan ikhlas Frey gue akan bahagia kalau Lo juga bahagia karena gue tulus sayang sama Lo!"
Freya menunduk ia terisak, bagaimana bisa dia yang sudah bersuami di cintai sangat dalam oleh lelaki lain.
"Tapi gue nggak ikhlas kalau Lo sedih kayak gini gue nggak ikhlas karena suami Lo itu bejat!" terlanjur emosi ia sampai membentak Freya.
"Gue bahagia Ga! Gue sangat bahagia lo lihat kan gue lagi hamil dan gue sama suami gue lagi menanti kelahiran bayi ini. Jadi please menjauh dari gue jangan mempersulit kehidupan gue," ucap Freya lirih ia menatap dalam mata itu.
"Lo bisa dapat yang lebih baik dari gue Ga!" Arga menepis air matanya yang turun, sakit! hatinya sangat sakit. Ia tidak bisa menolak keinginan Freya namun saat ini wanitanya telah memohon! memohon untuk dirinya pergi dari hidupnya.
"Gue akan pergi saat gue pastikan hidup Lo benar-benar bahagia! jangan terlalu percaya sama orang Frey sekalipun itu suami Lo ataupun sahabat Lo sendiri bisa aja mereka yang menghancurkan kehidupan Lo!"
"Inget gue akan selalu ada buat Lo! kalau Lo butuh gue, gue akan tetap ada disamping Lo! anggap gue sahabat kecil Lo!"
__ADS_1
Bonus Foto Arga Freya