Ketulusan Cinta Freya

Ketulusan Cinta Freya
Pertengkaran Besar


__ADS_3

Sebelum baca lebih baik kalian minum air putih terlebih dahulu. Tahan emosi ya-!! Ingat emosi boleh jangan sampai lempar² wkwk


Selamat membaca:/


"Makasih." Freya turun dari mobil Arga, ya dia pulang diantar cowok itu dan yang ditaman tadi itu juga Arga.


Arga tersenyum ingin berucap namun tidak jadi karena Freya yang sudah pergi dari hadapannya, ia tersenyum simpul peluangnya semakin besar, Arga tahu ini salah tapi apakah orang itu juga tidak salah? Arga hanya mengambil kesempatan diantara kesempitan, salah jika ia ingin membahagiakan seseorang yang tidak bisa di bahagiakan oleh orang itu? jawaban nya tentu salah karena itu istri orang!


"Dari mana Frey, kok jam segini baru pulang?" ucap Andra ia duduk diruang tamu dengan laptop dihadapannya tatapannya tajam mengarah kepada Freya.


"Dari rumah Syafa mas," ucap Andra.


"Oh ya? tadi aku telpon dia katanya kamu sudah pulang sedari tadi. Lalu kamu darimana baru pulang jam segini? dan siapa dia tadi?" Andra menatap tajam kearah istrinya.


Freya gugup meskipun kesal bisa saja dia membalik ucapan suaminya tapi tidak bisa lidahnya seakan tercekat untuk sekedar berbicara.


"Jawab Freya!" sentak Andra. Freya terkejut benarkah suaminya menyentaknya? air matanya mengalir belum hilang rasa sakit itu dan suaminya sudah memberinya kembali.


"A-aku dari taman mas." Freya berucap dengan terbata ia mengusap cepat air mata itu saat melihat suaminya mendekat kearahnya, Freya hanya bisa menunduk tanpa berani menatap Andra yang tengah marah itu.


"Ngapain aja kamu kesana sampai jam segini? apalagi dengan orang lain!" sarkas Andra ia mendongakkan wajah istrinya agar menatap kearahnya.


"Kenapa nangis? takut aku bentak tadi?" Andra mengusap air mata itu entah kenapa Freya seperti melihat orang lain didepannya, suaminya sangat menyeramkan.


"Frey, aku suruh kamu jawab! bukan nangis!" Andra menekan setiap katanya tatapannya bengis.


"Kamu pergi sama siapa!"


"A-aku sendiri mas." Benarkan Freya tidak salah? bukankah tadi dia sendiri?


"Sendiri? Lalu siapa orang dimobil itu!" Andra menghapus kembali air mata Freya yang mengalir, jujur! Freya takut dengan keadaan sekarang.


"A-aku gak kenal mas."


"Gak kenal! tapi kenapa kamu mau semobil dengan dia? Freya jawab jujur!" Andra menekan kedua pipi Freya membuat gadis itu meringis kenapa suaminya menjadi kasar seperti ini?


Freya hanya mampu menangis ia merasa sakit dengan cengkraman itu, saat ini tubuhnya terasa lemas. Hari ini hari yang cukup berat untuknya ia merasa sakit luar dalam dan penyebabnya ialah suaminya sendiri.


"Mas sakit!" Isak Freya.


"Sakit? Lebih sakit mana sama aku? aku dari tadi khawatir nungguin kamu tapi ternyata kamu enak-enakan sama cowok lain!"


"Ada hubungan apa kamu sama Arga!" Freya menggeleng bagaimana suaminya bisa tahu?


"JAWAB!" bentak Andra. Freya sampai terpejam saat mendengar bentakan dari suaminya.


"Kamu main belakang sama aku!" tuduh Andra, Freya melotot kenapa jadi suaminya menuduh seperti itu padanya.


"Mas!" Freya melepas cengkraman itu ia jadi ikut emosi sekarang, suaminya menuduhnya yang tidak-tidak.

__ADS_1


"APA! APA MASIH KURANG SAYA? SEHINGGA KAMU CARI LAKI-LAKI LAIN! JAWAB FREYA JAWAB!" Freya menggeleng ia masih meredam emosinya, suaminya tengah marah saat ini dan dia tidak boleh ikut terpancing.


"Mas kamu salah paham," ucap Freya ia memegang lengan suaminya tapi langsung ditepis oleh Andra.


"SALAH PAHAM APA! KAMU MAU BALAS DENDAM SAMA AKU! IYA KAMU SELINGKUH SAMA REKAN BISNIS AKU SENDIRI!" tidak untuk yang ini tidak bisa dibiarkan suaminya semakin menuduhnya yang tidak-tidak.


"MAS STOP! HENTIKAN OMONG KOSONG KAMU! APAPUN YANG KAMU TUDUHKAN KE AKU ITU SAMA SEKALI NGGAK BENER! KENAPA KAMU BISA NUDUH AKU SEPERTI ITU MAS!"


"KENAPA AKU BISA NUDUH KAMU SEPERTI ITU? ITU SEMUA KARENA KAMU SENDIRI FREYA! KAMU UDAH SELINGKUH DARI AKU!"


Plak!


Satu tamparan Freya berikan pada suaminya, ia menangis terisak menatap tajam pada suaminya.


"MAS PINGIN TAHU KAN AKU NGAPAIN AJA DISANA? IYA PINGIN TAHU KAN. AKU DISANA PELUK-PELUKAN SAMA ARGA AKU----"


Plak!


Andra menampar Freya keras, sampai membuat darah segar keluar dari sudut bibir Freya, Freya terjatuh air matanya semakin deras menetes ia merasakan sakit yang benar-benar sakit. Suaminya bermain kasar dengannya?


"DASAR WANITA MURAHAN!"


"JALANG!"


"WANITA SIALAN!"


Berbagai ucapan kasar Andra lontarkan pada Freya, Freya hanya diam ia membiarkan ucapan kasar itu keluar dari bibir suaminya biarkan rasa sakit itu bertambah dia tidak perduli!


Freya duduk dilantai membiarkan guyuran air membasahi tubuhnya tidak perduli rasa dingin itu ia merasa sakit dengan semua lontaran kata kasar itu, ucapan yang tidak sepantasnya keluar dari bibir suaminya.


"DASAR WANITA MURAHAN!"


"JALANG!"


"WANITA SIALAN!"


"Arghhhh." Freya menjambak rambutnya ia merasa sakit, hati dan tubuhnya sakit semuanya sakit.


"Setelah Kak Farah menjadi model semakin banyak orang yang ingin bersamanya dan termasuk bos nya sendiri."


"Dia model dikantor aku dulu."


Hiks hiks hiks


Pusing mendera dikepalanya, matanya buram Freya merasa lemas dengan tubuhnya. Dan ya... Freya pingsan dibawah guyuran air.


.


Bugh!

__ADS_1


Bugh!


Bugh!


"Brengsek!" Andra membabi buta memukul orang didepannya.


"Apa yang lo lakuin ke istri gue bajingan!" Andra kembali memukul wajah Arga tanpa ampun, Arga tak mengelak ia membiarkan wajahnya menjadi pukulan pelampiasan Andra.


Arga berdiri ia menghempas tangan Andra dari kerah bajunya tak perduli dengan lebam di seluruh wajahnya.


"Kenapa? istri anda cantik. Saya suka! bolehlah berbagi." Arga memang sengaja memancing emosi Andra dia tidak perduli dengan tubuhnya yang terus mendapat pukulan dari Andra.


"Berbagi? Ambil saja saya tidak sudi punya istri murahan seperti dia!"


Bugh!


"Brengsek!" Arga tersulut emosi saat mendengar Andra berucap jelek tentang Freya.


"Kenapa anda marah? apa saja yang sudah dia beri pada anda? Bibir atau tubuh!"


Arga memukul Andra tanpa ampun mulut sialan beraninya dia mengatakan hal buruk tentang Freya.


"Suatu saat nanti saya pastikan anda akan menyesal dengan ucapan anda kali ini!" Arga segera pergi dari sana ia ingin melihat keadaan Freya, ia tahu saat ini Freya sedang tidak baik-baik saja.


"Cari siapa den?" seorang satpam menghampiri kearah Arga, Arga segera keluar ia sudah sangat cemas saat ini.


"Freya ada?"


"Sepertinya ada, saya lihat sebentar."


"Saya ingin masuk!" Arga segera menerobos dan berlari masuk kedalam.


"FREYA! FREYA!" teriak Arga ia segera berlari kearah kamar. Kamar paling besar itu sepertinya kamar Freya.


Sopan santun? persetan dengan itu semua ia segera masuk dan mencari kedalam namun tidak ada, suara gemericik air membuat Arga segera menghampiri nya.


"Frey Lo di dalem?" tanya Arga berulang kali ia panggil tapi Freya tidak segera menyahut, Terpaksa Arga mendobrak pintu itu.


"FREYA!" teriak Arga ia segera menghampiri wanita itu melepas jas nya menutup tubuh Freya yang memperlihatkan lekuk tubuhnya dikarenakan tubuhnya yang basa kuyup.


Wajahnya sangat pucat membuat Arga sangat cemas, ia segera memegang pergelangan tangan Freya, mengecek nadi wanita itu dan Alhamdulillah nadi itu masih berdetak.


Arga segera memanggil asisten rumah tangga itu yang nampak terkejut ia menyuruh bibi itu untuk mengganti pakaian Freya setelah itu Arga segera membawanya ke rumah sakit. Suaminya? Persetan! Apakah suaminya perduli? Tidak!


.


up satu doang lah kalian ngeselin😭aku doubel banyakan like di bab akhir 😔


lanjut besok kalau bab kemarin like nya sama aku doubel besok✌️

__ADS_1


Emosi? Ayolah kalian emosi nggak baca ini aku yang nulis aja emosi sama Andra! Ayo gebukin Andra. Makin hari makin ngeselin tuh orang!


__ADS_2