
"Kalian mau kemana udah pada rapi begini?" Clarita tersenyum kearah dua orang didepannya, Arga dan juga Freya. Selama Arga kemari ia akan tidur disebelah rumah nenek jadi mereka tidak tinggal serumah.
"Mau belanja pakaian baby bund, mau beli perlengkapannya juga." wanita dengan dress merah itu tersenyum kearah Clarita.
"Yaudah hati-hati. Jangan lama-lama nanti kamu kecapean lagi! Arga jagain anak bunda!" ucap Clarita.
"Anak bunda juga calon istriku," ucap Arga membuat bunda tertawa sedangkan Freya menunduk malu.
Bunda bahagia bisa melihat senyum mu kembali sayang, bahagia selalu anak bunda. Terimakasih Tuhan telah mengirimkan lelaki sebaik Arga semoga mereka berjodoh dan ditakdirkan satu sama lain, cukup kesedihan dimasa lalu tolong Tuhan kali ini berikan kebahagiaan untuk putriku.
"Eh mau kemana Frey?" tanya Rangga, ia yang tengah bermanja dengan istri di ruang tamu membuat Freya menoleh.
"Mau cari baju sama perlengkapan bayi kak," ucap Freya.
"Ikut dong dik," ucap Nanda.
"Ngapain ikut?" tanya Rangga sebal, ia tidak ingin ditinggalkan istrinya.
"Aku juga pingin beli perlengkapan buat bayi kita mas, biar sekalian aja bareng sama Freya." Nanda menatap suaminya dengan tatapan memohon sehingga membuat Rangga terpaksa mengiyakannya.
Nanda tengah hamil lima bulan usia kandungan mereka terpaut dua bulan.
"Yaudah, aku ganti baju dulu." Rangga segera masuk kedalam untuk mengganti baju kantornya dengan pakaian santai.
Mereka berempat pergi dengan satu mobil Arga dan Freya didepan dan pasangan suami istri itu dibelakang.
"Kalian berdua kapan nikah?" celetuk Rangga. Freya menoleh kebelakang dengan tatapan kesal.
"Kenapa tanya gitu sih kak. Nyebelin banget!" cetus Freya, Nanda segera menyenggol lengan suaminya yang tidak tau keadaan jika bertanya.
"Kenapa sih, salah kalau aku tanya. Freya lihat kakak! kakak cuma mau yang terbaik buat kamu, lupain dia lihat Arga yang bener-bener tulus sama kamu. Jangan gantung in dia Frey, semua juga ada batas kesabarannya!"
"Aku tahu kak tapi aku masih hamil dan aku juga baru saja cerai masa Iddah ku belum habis, masa Iddah ku sampai aku melahirkan!" jelas Freya.
"Setelah melahirkan kalian akan menikah?" tanya Rangga kembali.
"Doain aja kak!" sahut Arga, ia menoleh kearah Freya yang nampak diam tangannya terulur untuk mengusap kepala wanita itu.
"Jangan ngambek kasihan baby nya!" ucap Arga. Freya menggeleng dan tersenyum kearah Arga sungguh dia adalah lelaki yang baik.
"Aku nggak ngambek, apa yang dikatakan kakRang emang bener. Maaf kalau aku selama ini gantung in kamu," ucap Freya lirih.
"Nggak kamu nggak pernah gantung in aku. Aku tahu Frey ngelupain masa lalu itu susah dan aku menghargai usaha kamu yang mau belajar buat menghapus masalalu itu. Dan aku dengan sabar akan menunggu kamu," ucap Arga tulus.
__ADS_1
"Arga kamu orang yang baik, aku minta maaf kalau selama ini aku egois makasih udah selalu ada buat aku."
"Iya sayang apapun untukmu!" kekeh Arga.
Mereka baru saja sampai di mall terbesar di Jakarta, ya Arga membawa mereka ke Jakarta padahal Freya sangat tidak menginginkan kembali kemari. Terlalu banyak luka di kota ini, dan itu semua membuatnya kembali mengingat semuanya.
"Belajar, aku akan selalu genggam tangan kamu kita lawan masa lalu itu!" ucap Arga tersenyum yang dibalas senyuman balik oleh Freya, mereka berdua berjalan dengan jari saling bertautan.
Mereka berempat masuk ke toko baju anak-anak. Freya dengan antusias melihat baju-baju bayi yang nampak lucu-lucu itu.
"Lucu banget sih!" gemas Freya ia mengambil baju bayi berwarna putih itu lalu menunjukan nya pada Arga.
"Ga lucu kan?" ucapnya. Arga menoleh kearah Freya lantas mengganguk dengan senyuman.
"Lucu tapi lucu an kamu," kekeh Arga. Freya menatap sebal selalu saja lelaki ini menggombal dan sialnya dia selalu bersemu saat mendengarnya.
"Apaan sih Ga! gombal mulu ih. Bantu aku cari bajunya dong!" kesal Freya.
"Iya sayang ini aku bantu cari, anak kita cowok apa cewek sih? kamu juga belum kasih tau aku."
"Kamu nggak perlu tau! cari warna netral aja nanti juga kan tau!" ucap Freya memang ini masih menjadi rahasia hanya dia saja yang tahu.
"Kok gitu sih!" protes Arga.
Freya mengambil baju bayi dengan warna abu-abu yang tengahnya terdapat tulisan 'No Means Ask Grandma' itu adalah tulisan yang terdapat ditengah-tengah baju itu, dan juga baju itu sepaket dengan topi rajut yang lucu.
Freya mengambilnya dengan hati senang ia tampak terus tersenyum memandangnya pasti baby nya akan sangat menggemaskan memakai baju ini.
"Frey baju ini bagus nggak?" tanya Arga ia memberikan baju berwarna hitam dengan model seperti kemeja yang mungkin jika dikenakan sebatas siku nya dan juga celana pendek warna hitam itu juga sepaket dengan topi rajut dengan model Mickey mouse di topi itu terdapat dua telinga.
Freya mengganguk dengan antusias baju itu sangat lucu. Lantas Freya mengambil banyak baju untuk bayinya mereka ganti ke perlengkapan bayi membeli tempat makan, gendongan, perlak dan banyak lagi keperluan bayi lainnya.
"Beli tempat tidur bayi sekarang?" tanya Arga.
"Ya nanti kan dikirim mobil kan? jadi sekalian aja sama stroller juga."
"Iya sayang semua udah selesai, nanti mereka kirim pakai mobil. Semuanya udah sekarang kamu mau apa? istirahat dulu ya kamu pasti capek!" ucap Arga.
Freya mengangguk mereka berempat duduk di makanan cepat saji yang terdapat di mall tadi.
"Makan?"
"Enggak, minum aja!" Arga mengganguk lalu memangil waiters untuk mencatat pesanan mereka.
__ADS_1
Diseberang sana tidak jauh dari tempat Freya ada seorang wanita yang tengah duduk sendirian, Freya mengamati wanita itu lantas ia berdiri hendak menghampiri nya karena sepertinya dia kenal orang itu.
"Mau kemana Frey?" tanya Arga.
"Aku mau kesana bentar. Kayaknya aku kenal sama orang itu," ucap Freya. Arga menoleh menatap orang yang ditunjuk oleh Freya.
"Aku temenin ya."
"Nggak usah Arga kamu disini aja sebentar. Oke!" setelah itu di pergi menghampiri orang yang ia lihat.
"Syafa..." panggil Freya ragu takut salah orang.
Wanita dengan kaca mata hitam itu mendongak menatap wajah Freya tatapan terkejut dan bersalah ia tunjukkan pada Freya.
"F-Freya." Syafa langsung berdiri ia akan pergi dari tempat itu tapi dihalangi oleh Freya.
"Mau kemana? nggak usah takut apa kamu anggap aku musuh sekarang?" tanya Freya dengan tatapan teduh seperti biasa dia nampak tak menunjukkan rasa benci sedikitpun kearah Syafa membuat Syafa merasa sangat bersalah.
"Aku mau ngomong sama kamu. Gimana keadaan kamu sekarang dan bayi dalam kandungan kamu." Freya tersenyum tulus membuat Syafa menangis.
Bagaimana bisa aku menyakiti wanita sebaik dirimu Frey, bahkan setelah apa yang aku lakukan padamu, tidak ada tatapan kebencian yang kau berikan padaku.
"Jangan nangis Fa, kamu bahagia sama pernikahan kalian. Selamat dan maaf aku nggak bisa datang hari itu."
"Aku minta maaf Frey." Syafa memeluk tubuh Freya erat, ia rindu pelukan ini dan ia rindu kebersamaan mereka.
"Aku udah maafin kamu Fa, aku juga minta maaf kalau waktu itu ada perkataan aku yang menyakiti hati kamu. Waktu itu aku kebawa emosi, maaf kamu nggak marah kan?"
"Freya gimana bisa aku nyakitin wanita sebaik kamu." Syafa nampak menangis, tangis penyesalan.
"Itu masa lalu Fa, nggak usah diungkit lagi aku juga udah maafin kamu. Gimana pernikahan kalian? dan kondisi kandungan kamu?"
"Aku udah terima balasan atas perbuatan aku yang dulu Frey, Allah itu maha adil dan aku udah terima balasan yang setimpal atas itu semua.
"Maksud kamu?"
"Aku memang menikah dengannya tapi dia tidak pernah mengganggap ku sebagai istrinya, aku emang selalu didekatnya tapi hati dan pikiran dia selalu untukmu. Sampai sekarang mas Andra tetap mencintaimu Frey."
Freya terdiam bagaimana bisa. "Fa..." ucap Freya merasa bersalah.
"Freya aku boleh minta bantuan kamu? mungkin aku emang nggak tau malu bahkan nggak tau diri tapi aku mohon bantu aku kali ini."
"Aku mengidap penyakit tumor rahim jika nanti aku tidak selamat saat melahirkan aku mohon asuh anak aku."
__ADS_1