
Aku doubel up nih gays jangan lupa like nya ya!! aku juga makasih karena kalian ceritaku bisa masuk rank๐๐
Happy reading/
"Fa, gue mau Lo kerja disana sambil ngawasin suami gue. Lo kan tau mas Andra pernah selingkuh, dan gue gak mau kejadian itu terulang lagi. Gue minta tolong sama Lo buat jadi mata-mata buat gue, Lo laporin setiap hal mencurigakan yang dilakuin mas Andra."
"Lo masih nggak percaya sama suami Lo, gue juga heran sih. Kenapa juga Lo maafin suami yang jelas-jelas udah selingkuhin Lo, apalagi sampai Zina kayak gitu?"
"Gue tahu Fa suami gue salah, kalau ditanya marah? jelas gue marah. Kecewa? banget! istri mana yang nggak nggak kecewa saat tahu suaminya main belakang dari dia apalagi sampek zina. Gue juga merasa emang gue kurang apa? gue sedih gue kecewa dan gue marah sama dia." Freya mengusap air matanya yang mengalir, Syafa memeluknya mengusap punggung Freya pelan.
"Iya Frey gue tahu gue tahu perasaan Lo, gue emang nggak ngerasa jadi Lo. Tapi apa Lo nggak mikir, apa Lo nggak jijik saat dia nyentuh elo sedangkan dia udah pernah nyentuh cewek lain."
"Jijik itu pasti tapi gue gak bisa bohongin diri gue sendiri kalau gue gak bisa marah terlalu lama sama suami gue. Gue udah dibutakan sama cinta! gue emang bodoh gue istri terbodoh didunia, masih aja maafin suami yang udah main sama wanita lain. Gue emang bodoh Fa gue akui gue emang bodoh. Tapi apa salahnya gue ngasih kesempatan kedua buat suami gue? gue yakin kalau suami gue nggak akan ngulangi kesalahan yang sama gue yakin seratus persen. Karena gue ngikuti apa kata hati gue."
"Yaudah itu pilihan Lo, gue sebagai sahabat cuma bisa dukung Lo. Selagi itu bisa buat Lo bahagia gue pasti selalu dukung Lo, gue berdoa semoga rumah tangga Lo di jauhi dari orang ketiga seperti pelakor dkk."
"Makasih, gue bersyukur banget karena Tuhan udah kirimin sahabat sebaik elo. Gue nggak tau kalau nggak ada elo, elo sahabat terbaik gue."
"Gue yang bersyukur karena punya sahabat kayak elo Frey, Lo itu cantik dan Lo baik. Gue sangat-sangat bersyukur! gue minta maaf kalau suatu saat nanti gue bikin kesalahan fatal yang benar-benar fatal sama lo, gue minta maaf."
"Lo ngomong apa sih Fa!"
"Enggak, gue cuma---- nggak tau lah. Gak usah dipikirin gaje emang hehe."
"Freya, sorry banget. Gue terpaksa ngelakuin ini semua, gue tahu kalau Lo yang akan jadi korban. Tapi ini cara satu-satunya buat gue balasin dendam kakak gue."
"Freya makasih banget gue bersyukur karena Tuhan kirim wanita sebaik Lo buat jadi sahabat gue. Tapi balasan yang gue beri? gue akan sangat mengecewakan elo!"
"Frey kalau disuruh milih gue juga gak mau, tapi----- dendam gue udah sangat terbentuk buat hancurin dia. Dia yang udah hancurin hidup gue yang udah ambil keluarga satu-satunya yang gue punya. GUE BENCI SAMA DIA! BENCI SEBENCI-BENCINYA!" Syafa berteriak, matanya memerah setetes air matanya mengalir tangannya mengepal erat, ia menatap bengis pada lembar foto yang ia pegang perlahan foto itu ia bakar dengan diiring tawa jahat.
"Gue akan balas dendam atas kematian elo kak!"
.
Freya tengah asyik tiduran dengan suaminya, mereka tengah berbincang-bincang sebelum tidur, kebiasaan mereka.
"Mas kamu pingin punya anak berapa?"
"11, 12, 13, 14, atau 15 kamu pilih yang mana?" tanya Andra balik.
Freya memukul kesal dada suaminya. 11-15 yang benar saja pilihan yang tidak bisa dipilih.
__ADS_1
"Serius ih mas!"
"4 juga boleh, kalau kamu mau berapa?" Andra mengusap rambut Freya sayang, sesekali mengecup nya.
"Aku pingin anak kembar co ce, pasti seru!" ucap Freya antusias.
"Berarti pingin punya anak dua?"
"Terserah yang ngasih, aku terima dengan senang hati." Freya mengusap perutnya ia berharap segera hadir malaikat kecil di rahimnya.
"Usaha tanpa berdoa itu percuma, dan doa tanpa usaha itu bohong. Doa udah jadi kita usaha sekarang," ucap Andra dengan senyum miring ia memulai kegiatan Sunnah rasul-nya.
Tiga jam mereka bergelut, membuat peluh membasahi dahi Freya. Andra menunduk ia menjajarkan wajahnya pada perut Freya, ia cium perut itu lalu berbisik.
"Cepat hadir jagoan ayah!"
Freya tersentuh entah kenapa ia meneteskan air mata, dia juga ingin segera memiliki bayi agar hidup mereka lengkap.
"Frey minggu depan kita honeymoon aku udah cari tempat yang bagus untuk kita bulan madu."
"Kemana?"
"Surprise dong."
"Satu minggu menurut kamu kurang apa enggak?"
"Udah cukup segitu, udah lama seminggu itu buat bersantai," kekeh Freya.
"Liburan, dan semoga saja pulang-pulang bawa berita bagus untuk orang tua kita," ucap Andra.
"Hah?"
"Pulang bawa kabar kamu hamil itu pasti sangat bagus, jadi disana kita akan usaha lebih keras."
"Mas ih!" kesal Freya, wajahnya bersemu ia menenggelamkan wajahnya pada dada Andra, mencoba tidak mendengar godaan suaminya.
.
Arga tersenyum menatap rumah didepannya, dua rumah yang berdekatan, didepan rumah itu terdapat ayunan dan juga rumah pohon. Itu adalah rumah Arga dulu dan sebelahnya itu adalah rumah Freya.
Rumah Freya masih sama tapi ia tahu jika gadisnya sudah tidak disana, dan rumahnya disana sudah tidak ditempati sepi seperti hatinya. Wkwk
__ADS_1
"Atha jangan kencang-kencang Cia takut!" gadis yang tengah menaiki ayunan itu memejamkan mata saat ia tengah melambung tinggi dan itu ulah dari cowok.yang tengah tertawa saat ini.
"ATHA BERHENTI! CIA TAKUT HIKS HIKS." pecah sudah tangisnya membuat bocah itu gelagapan ia segera menghentikan ayunan itu sebelum orang tua mereka tau.
"Eh, eh Cia kok nangis, Atha kan cuma bercanda!" Atha mengusap air mata gadisnya yang tengah menangis terisak.
"Atha jahat! Cia kan udah bilang kalau Cia takut tapi Atha--- hiks hiks. Atha jahat!" gadis itu berlari masuk ke rumahnya tak memperdulikan teriakan temannya.
"Cia, Atha minta maaf. Maafin ya Atha nggak gitu lagi deh." Atha memegang kedua telinganya dengan ekspresi memohon.
"Atha udah jewer telinga Atha nih, masak Freya gak maafin. Maaf ya..." mohon nya.
"Kita main di rumah pohon yuk, Atha janji nggak jahilin Cia lagi," bujuk nya kembali.
Gadis itu tetap diam ia bersedekap dada menatap kesal pada Atha.
"Aku beliin eskrim deh!"
"Nggak mau, Atha jahat! Cia nggak mau main sama Atha."
"Yah, Cia Atha kan cuma bercanda. Masak gitu aja marah! Atha juga udah minta maaf."
"Ciaaaa maafin ya..."
"Cia kan gadis baik, maafin Atha ya."
"Cia Atha beliin boneka deh!"
"Boneka?" heboh gadis itu.
"Hm. Boneka Frozen sama Ana? Atha beliin deh entar tapi Cia maafin Atha dulu."
"Cia maafin Atha," ucap gadis itu dengan tersenyum.
"Yes Cia maafin Atha!" antusias bocah lelaki itu ia sampai loncat-loncat.
"Boneka nya mana dulu?" tagih Cia.
"Entar Atha mau jalan-jalan sama papa, Cia mau ikut? entar Cia pilih sendiri bonekanya?" gadis itu mengangguk dengan senyum mengembang.
...TBC...
__ADS_1
...___________...
...Maaf kalau gaje:(...