
Andra tak henti-hentinya mengucap syukur, saat ini Freya belum juga terbangun ia dengan setia terus mengusap kepala Freya, menghujaninya dengan banyak kecupan.
Andra membaringkan tubuhnya disamping Freya mengusap Freya sayang, dengan tangannya mengusap perut datar Freya.
Ugghh
Freya melenguh matanya mulai mengerjab dan seperkian detik ia terbangun. Andra langsung terduduk dan menatap sumringah kearah Freya.
"Mas, aku kenapa?" tanya Freya ia memegang kepalanya yang terasa pening.
"Makasih sayang," ucap Andra lalu kembali menghujani Freya ciuman. Freya menatap binggung ke arah suaminya menatap wajah suaminya yang nampak sangat bahagia.
"Kenapa mas?" tanya Freya.
Andra mengambil tangan Freya lalu menaruhnya diatas perut dia tersenyum kalau mengusap perut itu.
"Disini, ada malaikat kecil kita!" ucap Andra, yang membuat Freya terdiam matanya berkaca. Benarkah? telah hadir malaikat kecilnya.
"A-aku hamil mas?" Freya menutup mulutnya dengan matanya berkaca sungguh ia sangat bahagia saat ini.
Andra mengganguk lantas memeluk tubuh Freya yang saat ini tengah menangis bahagia.
.
"Andra kembali lebih cepat, nanti malam dia sudah akan kembali ke Indonesia."
"Ada masalah?"
"Setahu gue sih nggak ada. Lo mau balik kapan?"
"Nanti malam lah! Gue udah nggak betah sekamar sama Lo!" ucap Arga pedas.
"Gue yakin nih dulu nyokap Lo waktu hamil ngidamnya yang pedas-pedas bahkan makan Lombok sehari ada kali sekilo! makanya mulut anaknya kek cabe!" ucapan Rendi langsung dapat pelototan dari Arga.
"Berani Lo ngomongin nyokap gue! Gue tinggal Lo disini sendiri!"
"Ck. Nganceman!"
Rendi nampak serius membaca notifikasi ramai di grup kerja, grup perusahaan Parker.
Bulan depan saya naikkan semua gaji karyawan!
Itu adalah pesan dari Andra dan juga satu pesan yang membuat mata Rendi melotot.
__ADS_1
Saya senang, istrinya saya tengah mengandung. Minta doanya semoga lancar sampai persalinan.
"Apa!" teriak Rendi seketika membuat Arga menoleh.
"Kenapa Lo! ada rentenir nagih utang!" ucap Arga datar. Rendi langsung memberikan ponselnya pada Arga.
"Nih baca gue jamin Lo terkaget-kaget!" ucap Rendi.
Arga membacanya dengan teliti ya fokusnya hanya pada pesan Andra yang mengatakan jika Freya tengah mengandung.
"Ada yang pecah tapi bukan kaca!" ucap Rendi yang dapat tatapan tajam dari Arga, Rendi segera mengambil ponselnya dari Arga sebelum ponselnya jadi pelampiasan kemarahan Arga.
"Shit!" umpat Arga ia menjambak rambutnya frustasi. Freya hamil masih adakah kesempatan untuk nya? rasanya semua sudah tidak ada harapan.
"Masih mau lanjut Lo! kalau udah kayak gini gue rasa udah gak bisa. Freya udah menggandung anak Andra."
"Masih bisa. Lo pantau terus Andra gue akan memanfaatkan barang kesempatan secuil buat dapetin Freya kembali. Karena gue masih yakin sama hati gue!"
"Ga apa yang masih Lo harapin. Freya udah hamil dan Andra nggak mungkin ninggalin Freya, mending udahan aja karena kalau Lo tetep lanjut otomatis korbannya bukan Freya aja tapi juga anaknya."
"Andra emang nggak mungkin ninggalin Freya tapi Freya mungkin ninggalin Andra. Gue juga gak mungkin nyakitin Freya apalagi anaknya. Kalau Freya pisah dengan Andra gue bisa jadi ayah sambung buat anaknya!" ucap Arga enteng.
"Gak gitu juga sat! mikir pake logika dengan kondisi Freya saat ini nggak mungkin kalau Andra bakal selingkuh lagi."
"Nggak ada yang nggak mungkin buat Casanova kayak dia!" Kekeh Arga.
"Nggak akan."
.
Freya dan Andra baru saja tiba di Indonesia saat ini mereka tengah perjalanan pulang. "Pusing?" tanya Andra karena tadi di pesawat Freya sempat muntah-muntah dan wajahnya terlihat pucat.
Freya mengganguk ia menyenderkan tubuhnya pada Andra, Freya memejamkan matanya untuk sedikit meredakan rasa pusing dan mual ditubuhnya.
"Mau ke rumah sakit?" tanya Andra kembali ia tak henti-hentinya mengusap rambut Freya.
Freya menggeleng matanya masih tetap terpejam sampai akhirnya ia tertidur. Andra mengusap perut datar Freya dengan senyuman, masih tidak percaya jika sebentar lagi ia akan menjadi seorang ayah.
"Jagoan papa baik-baik disana, jagain mama ya jangan buat susah mama!"
Mobil telah masuk dipekarangan rumah, Andra segera menggangkat Freya yang tengah tertidur pulas kedalam dekapannya.
Dengan hati-hati Andra merebahkan tubuh Freya di ranjang ia mengusap kilas rambut istrinya lalu masuk ke kamar mandi.
__ADS_1
Setelah membersihkan tubuhnya Andra turun ke bawah meminta bibi untuk membuatkan makanan yang sehat untuk Freya sesuai anjuran dari dokter tadi dan juga memberi tahukan jika Freya tengah mengandung agar bibi juga bisa lebih ekstra dalam menjaga Freya.
Andra sampai lupa jika ia belum memberi tahukan pada keluarganya dan juga mertuanya.
"Hallo." Andra menyambungkan telpon pada Abel dan juga Rangga.
"Napa, ganggu orang aja lu!" Andra yang memang menelpon Vidio bisa melihat wajah mereka berdua, dan disana Ia bisa melihat jika Rangga yang berselimut sebatas dada menampakkan dadanya yang terekspos polos tanpa baju dan juga disebelahnya ada istrinya yang tengah tertidur.
"Anjir ngapain Lo bang! Gila mata gue mata gue!" ucap Abel panik, Rangga langsung melotot saat itu juga saat melihat penampakan eh maksudnya wajah Abel ia langsung menaikkan selimutnya sampai leher.
"Eh bocil lu ngapain ikut juga sih! seneng Lo lihat dada gue!" ejek Rangga terkekeh.
"Berisik!" ucap Andra kesal.
"Lo juga ngapain sih telpon jam segini nggak tau orang lagi tidur apa!" kesal Rangga.
"Tau nih abang, gue juga lagi belajar nih! ganggu aja lu!" ucap Abel sebal.
"Heleh cewek kek elu kok belajar kagak percaya gua!" sahut Rangga. Memang Abel dan Rangga ini memang tidak pernah akur.
"Freya hamil!" dua kata yang diucapkan oleh Andra mampu membuat mereka berdua terdiam sampai pekikan dari Abel membuat keduanya terkaget.
"WAH SERIUS KAKAK IPAR HAMIL!" pekik Abel girang bahkan terlihat saat ini ia tengah jingkrak-jingkrak membuat Andra geleng-geleng kepala bisa-bisa nya dia punya adik ajaib seperti itu.
"Berisik Lo bocil, istri gue bangun gue geplak kepala Lo!" ucap Rangga.
"Udah berapa bulan Ndra? Lo kok baru ngasih tau sekarang!" ucap Rangga.
"Seminggu, gue juga baru tahu kemarin. Sampe'in ke papa sama bunda bang, Lo juga Bel sampe'in ke mama papa."
"Sip dah bang, udah ya gue tutup dulu mau pengumuman!" ucap Abel lalu panggilan tertutup.
"Gila gercep juga lu Ndra, gue juga mau kali, honeymoon kemana lu langsung berhasil?" kekeh Andra.
"Di kamar aja pasti berhasil!" kekeh Andra lalu mematikan sambungan ponsel itu.
.
"Freya hamil!" Syafa mengepalkan tangannya mendengar kabar itu. Semakin sulit untuk dia melancarkan aksinya.
Ada rasa senang sekaligus sedih ia senang saat mendengar kabar kehamilan Freya karena itu ialah keinginan Freya dari dulu Freya selalu bercerita jika ia ingin segera memiliki anak dan sekarang itu semua telah terkabul.
Namun disisi lain Syafa juga merasa sedih karena jika balas dendamnya berhasil ia yakin Freya akan pergi dari kehidupan Andra namun persahabatan nya dengan Freya akan hancur dan terutama anak dikandungan Freya yang akan menjadi korban.
__ADS_1
Apakah ia akan tega membuat anak tak berdosa itu terlahir tanpa ayah?
"Gue harus tega!"