
...Kita hidup bukan untuk mengenang masa lalu, hilangkan bayang-bayang masa lalu itu jika kau ingin bahagia di masa depan....
...πππ...
"Tuhan ku cinta dia... Ku ingin bersamanya... Ku ingin habiskan sisa hidupku berdua dengannya..."
Alunan lagu menggema ditelinga Freya, ia ikut menyanyikan lagu saat ia hafal lirik lagu itu.
Drett
Freya membaca pesan dari nomer yang tidak dikenal, ia mengernyit saat membaca pesan itu.
082-----
Jangan bodoh Freya!
Lo bodoh dengan tetap maafin dia-!!
Cantik sih tapi sayang bodoh')
Sama gue aja pasti Lo bahagia:)
Suami Lo tukang selingkuh-!!
Kalau Lo lupa:-)
See you cantik-3
"Nomer siapa sih!" Freya memencet tombol panggil pada nomer itu tapi sayang nomer itu sudah tidak aktif.
"Iseng banget sih!" dengus nya.
Hari ini Freya sangat bosan di hari libur sekarang dirinya harus sendirian dirumah karena suaminya yang ada rapat dadakan.
"Apa aku ke rumah bunda aja ya," ucapnya, lalu tersenyum seperti nya itu ide yang bagus. Freya segera bersiap untuk pergi ke rumah orang tuanya.
.
"Pak, ini berkas yang harus ditanda tangani." Syafa menyerahkan berkas-berkas itu pada Andra.
Andra mengganguk ia tetap fokus pada laptopnya tanpa menatap ke arah Syafa. "Letakkan disitu, nanti saya tanda tangani."
Syafa mengganguk ia menatap ragu ke arah Andra, perlahan ia mendekat lalu tangannya memegang pundak Andra.
Andra tersentak ia menatap datar ke arah Syafa, ia tatap penampilan wanita itu dari atas sampai bawah. Berubah! ya tidak seperti biasanya pakaian yang digunakan Syafa terlihat ketat dan sangat minim.
"Apa yang kau lakukan!"
"Aku pikir kau lelah, jadi aku ingin memijit mu. Anggap saja sebagai ucapan terimakasih karena kau telah membantuku."
"Bukan aku yang membantumu tapi istriku!" ucap Andra tanpa minat.
"Ya ya ya istrimu, tapi apakah aku tidak boleh berucap terimakasih kepadamu? bagaimana pun juga kau lah yang memberiku pekerjaan."
"Tidak perlu, pergilah! kerjakan pekerjaan mu!" Syafa menatap kesal pada Andra lalu ia pergi begitu saja tanpa pamit.
__ADS_1
Andra mengernyit merasa aneh dengan tingkah sahabat istrinya, ia acuh lalu lanjut dengan pekerjaan nya.
"Rendi ke ruangan saya sekarang juga!" ucap Andra pada panggilan.
Tok Tok Tok
"Masuk!"
"Ada apa?" tanya Rendi malas.
"Duduk!"
"Gak usah? udah cepet Lo mau ngomong apa!"
"Saya bilang duduk ya duduk!" titah Andra.
"Saya mau anda mengetatkan peraturan. Terlebih pada kedisiplinan karyawan, baju jangan ada yang ketat! saya tidak suka."
Rendi terkekeh sinis. "Tumben? bukannya Lo suka sama cewek yang kayak gitu. Pamer paha and dada," sindirnya.
Andra menatapnya tajam namun sama sekali tidak membuat Rendi takut, ia malah menatap Andra sinis. Sepertinya kebencian Rendi pada Andra sudah melebihi level kebencian, dan alasan Rendi kerja kembali disini----- nanti saya jelaskan wkwk.
"Kenapa iman Lo nggak kuat kalau lihat yang kayak gitu? Lo takut kalau Lo terjerumus lagi dengan perselingkuhan dan takut kalau Freya tinggalin elo!" kekeh nya.
"Bacot banget Lo! lakuin aja apa yang gue perintah. Lo jadi anak buah gue jangan songgong masih untung Lo gue terima." Andra menggeram kesal ia menatap tajam pada Rendi.
"Yang songgong tuh elo bukan Gue! Lo tau gak saat-saat yang paling gue tunggu-tunggu? yaitu saat Lo menderita karena Freya sadar dan ninggalin cowok brengsek macam--- anda!"
"Sialan!"
"Baiklah bapak Andra terhormat, saya akan melakukan apa yang anda perintahkan. Melarang para karyawan untuk berpakaian ketat!"
"Keluar!" usir Andra, geram sendiri tingkah Rendi.
"Tanpa anda suruh saya juga akan keluar dengan sendirinya."
.
"Bunda!" Freya berteriak histeris saat baru memasuki Rumah.
"Astaghfirullah anak Gio, pagi-pagi buat keributan dirumah orang!" itu adalah sambutan dari Clarita, ibunda tercinta Freya. Sedangkan Gio ialah nama papa Freya.
Freya mengerucutkan bibirnya sebal, ibunya sungguh menyebalkan. Apakah ini bukan lagi rumahnya, ingin Freya tukar saja ibunya ini. Tapi gak jadi takut dikutuk jadi batu.
"Ibu tiri papa Freya mana?" ucap Freya sebal. Clarita tertawa lantas ia memeluk erat tubuh putrinya.
"Uh anak Gio udah gede aja, udah lama gak kesini." Freya senang tapi lagi-lagi kesal dengan sebutan anak Gio memang ia anak papanya saja.
"Ibu tiri papa kesayangan Freya mana?" ucap Freya kembali.
"Papa kamu ada diruang kerjanya, gak kangen ama bunda cantik ini?" ucap Clarita.
"Iya bunda Freya mana, kenapa ibu tiri yang keluar?"
"Dasar anak orang, nyebelin nya minta ampun!" Clarita kembali memeluk Freya rasanya ia sangat merindukan putrinya.
__ADS_1
"Bundaku sayang bisa nggak sekali aja gak usah bikin Freya kesal, anak Gio anak Gio emang Freya anaknya papa doang!"
"Anak bunda lah, orang cantiknya kek gini. Niru siapa coba? ya niru Clarita Madison lah," ucap Clarita songgong.
"Udah ayo masuk, udah makan belum. Bunda masak banyak hari ini, biasalah udah kerasa kalau tukang makan bakal mampir!" tuh kan nyebelin emang!
"Bunda mau tanya kalau Freya ganti ibu boleh gak sih? dosa nggak sih? soalnya bunda Freya nyebelin nya minta ampun."
"Boleh aja tapi jangan nangis kalau nanti bunda kutuk kamu jadi katak!" kekeh Clarita.
"Bunda ih nyebelin!" kesal Freya.
"Lololo beban keluarga ada disini!" memang benar-benar menyebalkan tidak bunda nya tidak kakak nya sama saja, memang tidak ada sambutan hangat dirumah ini.
"Hai kakak ku yang paling jelek, apa kabar? kangen gak sama aku adik tercantik dan terbaik didunia?" ucap Freya riang.
"Gak lah ngapain kangen ama bocah resek kek elu!" hanya sekedar mengucap nyatanya Rangga berjalan kearah adiknya lantas memeluk erat tubuh kecil itu.
Rangga mengacak-acak rambut Freya dengan senyum jahil. "Lu kesini sendiri? jangan bilang kalau diusir sama Andra!" tuding Rangga.
"Haha garing sekali lelucon anda!" kesal Freya. Enak saja diusir suami yang ada Andra yang akan ia tendang! wkwk.
Freya tersenyum lantas ia berlari saat melihat pria paruh baya tengah berjalan kearah mereka.
"Papa!" heboh Freya, ia lantas memeluk erat tubuh papa kesayangan nya.
"Gimana kabarnya sayang?" ya hanya papa yang bener, anak baru datang ditanyai kabar bukan seperti bunda dan kakak nya yang arghhhh kalian tau sendiri kan.
"Freya baik, kalau papa?" mereka semua duduk diruang keluarga, dengan Freya yang tengah bersandar di dada papanya ia sungguh merindukannya, rindu semua bunda, papa dan juga kakak nya hanya saja bunda dan kakaknya suka sekali mengusili nya tapi tetap saja mereka sangat menyayangi nya.
"Papa akan selalu baik jika putri kecil papa baik, karena kamu hidup papa. Nggak ada satu orang pun yang boleh bikin putri kecil papa sedih." ucapan Gio sungguh menyentuh hati Freya ia lantas memeluk erat papanya.
Papanya ialah laki-laki terbaik di hidup nya, bagaimana jika papanya tahu jika Freya telah dibuat sakit oleh suaminya.
"Freya sayang papa, sayang banyak-banyak!" ucap Freya dengan terisak.
.
...TBC...
...__________...
...Like.........
...Komen........
...Vote.........
...Favorit!...
...Wajaibbbb😍👍...
mau tanya nih ceritaku gimana sih? jelek ya? alurnya berbelit ya? atau nggak nyambung? maaf banget kalau cerita bikin kalian kesel and gak suka. ini cerita aku tulis dari hasil karya aku dan dari beberapa kejadian yang memang nyata seperti sifat Freya dia nyata ada pasti ada didunia ini istri seperti itu banyak sekali tapi jangan pernah sekalipun kalian mengatakan dia bodoh! karena kalian nggak ada diposisi mereka. kalian nggak tau gimana rasanya dia bertahan dirumah tangga yang bener-bener udah diambang. kalian nggak ngerti rasanya kalau menurut aku sendiri Karakter Freya itu tercipta bukan menjadi orang bodoh tapi dia baik, sabar, dan sangat tegar dia sangat dewasa dalam mengurus masalah keluarga. Dia terlalu baik Freya bertahan karena dia percaya bahwa Tuhan itu ada bahwa takdir tuhan itu indah.
Dan bagi kalian yang nggak suka sama cerita aku nggak papa kok aku hargain, kalian bisa langung skip tanpa komen hal-hal yang bisa menurunkan rating aku🙏 atau bisa bikin aku nggak mood buat nulis, mohon dengan sangat.
__ADS_1
Makasih buat semu pembaca yang selalu setia sama cerita aku🙏 maaf kalau apa yang aku sampaikan menyinggung kalian.