
...Aku rela menjadi wanita bodoh yang pura-pura tidak tahu demi mempertahankan rumah tanggaku....
...Freya...
...^...
...^...
...^...
Freya duduk ditaman kampus dengan earphone yang menempel ditelinganya dan buku novel favoritnya.
"Ehem." Seseorang berdehem pada Freya membuat wanita cantik itu menoleh. Lelaki tampan dengan wajah yang sangat datar dia menatap ke arah Freya dengan tatapan dingin seolah Freya memiliki salah kepadanya.
Freya mengangkat alisnya ia melepas earphone ditelinga nya menatap binggung pada cowok asing didepannya.
"Ya, kenapa? ada yang bisa saya bantu?" tanya Freya ia berucap sopan meskipun muka cowok didepannya sangat menyebalkan.
"Nama Lo Freya?" ucap cowok itu semakin membuat Freya binggung bagaimana bisa dia mengetahui namanya.
"Lo siapa, kok bisa tahu nama gue?" kalau dia pakai gue Lo ya Freya ngikut lah males banget sopan sama orang yang gak sopan balik kek kita kecuali orang yang lebih sepuh dari kita tapi diakan seumuran ama Freya, iya gak?
"Gak penting buat Lo untuk tahu siapa gue, gue cuma mau ngingetin ke Lo, jaga suami Lo!" ucap lelaki itu lalu pergi dari hadapan Freya.
"Maksudnya apasih?" binggung Freya.
Matanya tak sengaja menatap amplop cokelat yang berada disampingnya perasaan tadi tidak ada amplop itu.
"Apa ini dari dia ya?"
Freya mulai membuka amplop itu, hatinya merasa tak tenang. Ia memberanikan untuk melihat isi dari amplop itu.
"Foto?" tanya Freya. Freya mulai mengambilnya dan....
Tes!
Air matanya mengalir saat melihat foto apa itu, foto suaminya yang tengah tidur dengan wanita lain. Ia melihat jelas wajah suaminya tapi tidak dengan wanitanya dia hanya bisa melihat punggung polos wanita itu.
"Nggak, nggak mungkin mas Andra kayak gini. Ini pasti bohong." Freya mencoba meyakinkan dirinya sendiri meski ia tahu ini asli foto suaminya.
__ADS_1
Mas Andra gak mungkin khianati aku, batin Freya.
Terdapat surat setelah foto itu, Freya segera membukanya. Ia ingin tau siapa dalang dari semua ini.
Pukul 11 malam suami Lo dateng ke apartemen melati nomer 15, apartemen cewe. Lo tahu kan apa yang dilakukan cowok ke apartemen cewek malem-malem.
Gue tahu Lo orang baik gue cuma mau Lo waspada jangan terlalu percaya sama suami Lo! Suami Lo brengsek!
Freya menangis menatap foto itu, akankah suaminya tega mengkhianati Freya. Pernikahannya masih berumur jagung tapi suaminya sudah main wanita lain. Kurang apa Freya selama ini?
Freya baru sadar jika suaminya hanya meminta hak sekali pada Freya sedangkan rumah tangganya sudah berjalan kurang lebih dua minggu.
Setahu Freya lelaki akan sangat sulit menahan nafsunya? akankah suaminya tidak ingin menyentuhnya? apakah suaminya lebih senang menyentuh wanita lain yang bukan mahramnya.
"Kenapa kamu jahat sama aku mas! aku kecewa sama kamu!" Freya terisak ia menahan dadanya yang terasa sesak, sakit sekali rasanya inikah kenapa alasan kenapa suaminya pergi malam-malam dan meninggalkan nya sendirian.
Freya mendongak saat mendapat sapu tangan mengarah padanya, ia melihat siapa orang itu.
Arga!
"Buat Lo!" ucap cowok itu dingin.
"Kenapa Lo?" tanya Arga, tidak biasanya cowok itu perduli pada orang lain. Freya hanya menatapnya sekilas ia lantas menghapus air mata itu dan memasukkan amplop cokelat itu kedalam tasnya.
"Gak papa, thanks." Freya kembali membalikkan sapu tangan itu setelah ia gunakan mengusap ingusnya.
Arga menatap geli pada sapu tangan itu ia menyodorkan kembali pada Freya. "Buat Lo aja, gue gak butuh barang bekas!" kan apa aku bilang ucapan cowok ini memang pedas.
"Yaudah, makasih. Gue pergi dulu!" cetus Freya, cowok ini memang menyebalkan. Freya sangat tidak menyukainya bagi Freya Arga hanyalah cowok yang sok ke cakepan dan suka menghambur-hambur kan uang orang tua, beban keluarga dan sampah masyarakat.
Arga hanya diam ia masih menatap kepergian Freya yang mulai melenggang jauh darinya, gadis cantik dan baik itu yang ia lihat dari Freya dia beda dengan yang lain.
.
Mood Freya hancur hari ini, pikirannya masih melayang pada foto itu. Ia akan meminta penjelasan pada suaminya, Freya duduk di balkon kamarnya. Sudah dari tadi bahkan ia tidak turun untuk makan malam, Freya masih menunggu suaminya sejak pulang kampus tadi dia tidak ada sama sekali turun dari kamar.
"Dulu aku sangat percaya sama kamu mas, akankah aku masih bisa percaya denganmu saat aku dengan jelas tahu jika kau telah mengkhianati ku. Kurang apa aku selama ini mas, aku udah mencoba menjadi istri yang baik buat kamu, tapi kamu..."
Air mata terus mengalir di pipinya, pernikahannya masih sebiji jagung. Akankah harus berakhir begitu saja, akankah dia akan menjadi janda diusia muda. Tapi tidak masalah untuk Freya jika pun ia harus menjadi janda, ia hanya tidak suka mempertahankan hubungan yang sudah tidak sehat.
__ADS_1
"Aku bisa maafin semua kesalahan kamu tapi aku gak bisa maafin perselingkuhan kamu, pengkhianatan tetaplah pengkhianatan!" Freya memejamkan matanya ia tidak menyangka jika pernikahannya akan seperti ini, dikhianati suami yang begitu ia cintai, pernikahan yang masih belum genap sebulan.
Andra pulang dengan baju khas dari kantor, ia menatap wajah asisten rumah tangganya yang nampak tak tenang. Ia juga merasa heran dimana istrinya tidak biasanya Freya tidak menyambutnya.
"Bi, Freya dimana?" tanya Andra.
"Ehm anu tuan, N-non Freya dari pulang kampus tadi tidak ada turun ke bawah. Bahkan non Freya tidak makan, waktu bibi kirim ke kamar tadi non Freya gak mau dia bilang dia belum lapar," ucap bibi.
"Freya belum makan dari siang?" Andra segera naik ke kamarnya ia khawatir dengan istrinya, Andra juga tidak ada mengirimi Freya pesan sedari tadi karena tugas kantor yang menumpuk.
"Sayang, kamu kenapa? bibi bilang kamu dari siang belum makan." Andra memeluk tubuh Freya dari belakang.
Freya memejamkan matanya menahan sesak air matanya terus mengalir, suaminya telah mengkhianati nya kata itu yang terus berputar dikepalanya, foto itu terus terngiang dikepalanya.
Freya mengusap air matanya mungkin belum saat nya ia bertanya, ia ingin tahu apakah suaminya akan jujur atau sebaliknya, terus berbohong untuk menutupi kesalahannya.
"Nggak papa, aku lagi males makan. Kamu udah makan belum?" Freya membalikan tubuhnya ia menatap suaminya dengan senyum hangat meskipun hatinya sakit dengan sikap suaminya.
"Kamu habis nangis?" Andra mengusap wajah Freya terdapat bekas air mata disana.
"Ah enggak aku cuma kangen sama mama aja." Freya tersenyum ia menatap dalam wajah suaminya, mengusap lembut wajah itu.
"Yaudah besok kita berkunjung kesana," ucap Andra.
"Jika suatu saat ada wanita yang lebih baik dari aku datang sama kamu, akankah mas lebih memilih dia dan meninggalkan aku?" tanya Freya suaranya serak ia tengah menahan tangis.
"Kamu ngomong apasih sayang!" Andra memeluk erat istrinya ia merasa aneh dengan sikap istrinya.
Andra melepas pelukannya saat merasa basah pada kemejanya. "Kamu nangis? kamu kenapa sayang, cerita sama aku." Andra menatap intens wajah Freya ia mengusap air mata itu, matanya menyiratkan kekhawatiran.
Freya memeluk erat tubuh Andra ia takut ia takut Andra akan meninggalkannya ia sangat mencintai suaminya, biarlah dia menjadi istri yang bodoh dengan pura-pura tidak tahu jika suaminya telah bermain nakal dibelakangnya.
"Aku sayang sama kamu mas, aku minta jangan pernah kecewa in aku."
.
Jan jadi pembaca gelap, like, komen sama votenya Jan lupa! Masukin rak ya biar tau kalau aku update.
Adakah kata yang ingin kalian sampaikan pada Freya atau Andra?
__ADS_1
Lanjut gak? Lanjut gak? Lanjut lah masak enggak.... Wkwk