Ketulusan Cinta Freya

Ketulusan Cinta Freya
USG


__ADS_3

Freya mengusap perutnya sayang, sesekali ia mengajak bicara bayinya, kandungannya sudah berjalan dua bulan. Hari ini Freya akan melangsungkan USG ia tidak sabar ingin melihat perkembangan janinnya.


"Baik-baik didalam ya sayang, mama sayang baby!" ucap Freya dengan tangan mengusap perutnya.


"Papa bentar lagi pulang, kita tungguin bentar ya entar baru ke rumah sakit."


Freya tengah duduk di teras rumahnya menunggu kedatangan sang suami, hari ini Andra akan pulang dari luar kota.


Tring!


Suamiku/emot cium


Sayang maaf aku nggak bisa anter kamu, aku ada rapat dadakan di kantor.


^^^Kesayangan Andra/emot love^^^


^^^Yah kamu kan belum pulang masak udh rapat lagi sih/ emot sedih^^^


Maaf aku juga masih diperjalanan ini udah ada kabar aja dari rekan bisnisku, kamu ke rumah sakit sendiri bisa kan?


^^^Yaudah^^^


Kamu marah?


^^^  Cuma kecewa:/^^^


Maaf sayang


^^^Gpp aku ngerti, yaudah aku ke rumah sakit dulu^^^


Hati-hati sayang


Read


Freya menghembuskan nafas kesal ia kecewa dengan suaminya padahal Freya sudah menunggu lebih dari satu jam tapi---- hasilnya sangat mengecewakan.


"Kalau tau gini aku berangkat dari tadi!" ucap Freya kesal. Freya mengusap perutnya sayang entah mengapa matanya berkaca ia memang sedikit sensitif saat hamil ia lebih sering menangis dan bersedih.


"Kita berangkat sendiri ya sayang, papa lagi sibuk kalau papa udah nggak sibuk pasti papa temenin kita."


.


"Udah?" Andra mengganguk lantas ia berjalan mendekat kearah wanita itu memeluk pinggangnya erat dan mendudukkan wanita itu ke pangkuannya.


"Kasih yang terbaik!" ucap Andra dengan suara serak, ia mulai mencium bibir itu dengan nafsu yang membuncah.


"Tentu sayang."

__ADS_1


Syafa--- wanita yang tengah bersama Andra saat ini mereka tengah berada di hotel dekat dengan kantor Andra.


Mereka sudah sedari kemarin pulang namun lebih memilih menginap berdua di hotel ketimbang pulang ke rumah masing-masing.


Andra seperti candu pada Syafa sudah sering mereka melakukan kegiatan itu sedari mereka pergi ke luar kota sampai sekarang, ternyata tawaran sebagai simpanan itu diterima dengan senang oleh Andra.


"Bagaimana dengan Freya? jika dia mengetahuinya bagaimana?" ucap Syafa ditengah-tengah kegiatan mereka.


"Jawab say-- akhhh!" Syafa menjambak rambut Andra saat lelaki itu menggigit buah dadanya.


"Jangan nakal!" ucap Syafa.


"Diam! jangan bahas itu saat ini, aku hanya ingin memuaskan mu. Kita tidak akan ketahuan selagi kau tidak bicara!" ucap Andra.


"Kau anggap aku apa? selingkuhan mu? atau jalang mu?" tanya Syafa.


"Kau yang meminta menjadi simpanan ku bukan lantas kenapa kau bertanya? hentikan omong kosong mu!" Andra kembali melanjutkan aktivisnya tak perduli dengan beberapa pertanyaan yang dilayangkan oleh Syafa.


Kenapa aku jadi terjebak seperti ini, dia setiap hari menjamah tubuhku. Sialan! sampai kapan aku akan merelakan tubuhku untuknya.


Dua jam mereka berkutat dengan kegiatan itu, Andra ambruk disebelah Syafa memeluk tubuh wanita itu erat.


.


"Apa masih sama?" Arga bertanya dengan tatapan fokus kearah laptop, ia sudah mulai merintis perusahaan nya dan membuatnya sangat sibuk beberapa hari ini.


"Masih, malah semakin menjadi tuan!" ucap Ervin, ia memang bertugas memata-matai Andra dan jalang nya.


"Tuan Andra membohongi nona Freya, ia tidak ikut mengantar nona ke rumah sakit dan lebih bermain bersama jalang nya."


Tangan Arga mengepal tatapannya sangat tajam, ia segera menutup laptop itu dan berdiri dari duduknya.


"Rumah sakit mana?"


"Rumah sakit kasih ibu tuan."


"Pantau dia terus, kumpulkan semua bukti sesuai apa yang saya katakan!"


"Baik tuan."


Arga langsung pergi dengan sedikit tergesa tujuannya saat ini ialah rumah sakit. Ia ingin bertemu dengan Freya, setidaknya menjaganya dari kejauhan.


Mata Arga menajam saat ia melihat sosok wanita yang tengah melamun bahkan dia tidak sadar jika didepan nya ada mobil yang tengah melaju dengan kecepatan tinggi.


Arga langsung menghentikan mobilnya jantungnya berdebar ia berlari sekuat tenaga untuk menyelamatkan wanita itu.


Bruk

__ADS_1


Kurang sedikit saja ia terlambat ia tak tahu apa yang akan terjadi pada wanita itu wanita yang sangat ia sayangi dan sangat ia cintai-- Freya.


Ya wanita itu ialah Freya wanita yang tengah melamun ditengah jalan. Arga terpaku posisi mereka saat ini ialah dengan Freya yang berada diatasnya dengan tangannya yang merangkul tubuh Freya.


Tatapan mata itu nampak sayu Arga melihatnya dan Arga benci tatapan itu perlahan kesadarannya kembali ia kesal karena dia tidak memperdulikan keselamatan nya.


"Lo gila!" ucap Arga kesal ia lalu membantu Freya berdiri menatap tajam pada wanita itu, bahkan jantungnya masih berdebar sangking takutnya dan akibat ia berlari tadi.


"Maaf," ucap Freya lirih dengan menunduk.


"Lo kenapa sih ngelamun ditengah jalan kalah sampai mobil tadi nabrak Lo gimana! kalau Lo nggak sayang sama nyawa Lo seenggaknya Lo inget ada nyawa lain yang ada ditubuh Lo!" ucap Arga membuat Freya refleks memegang perutnya ia sampai lupa jika ada malaikat kecil di perutnya.


"Makasih udah nolongin gue, Lo nggak papa?" tanya Freya ia menatap Arga dan melihat luka di lengan lelaki itu.


"Tangan Lo luka, kita ke rumah sakit dulu biar diobatin!" Arga masih setia menatap kearah Freya ia melihat ada yang tidak beres dengan wanitanya.


"Gue nggak papa luka ini nggak sebanding sama luka di hati gue. Gue paling nggak suka kalau lihat wanita gue sedih!" Arga menangkup pipi Freya tatapannya berubah teduh menatap mata Freya yang nampak berkaca.


"Kenapa Frey?" tanya Arga lembut.


"Gue nggak papa, ayo gue obati dulu luka Lo!"


"Lo udah periksa?"


"Belum."


"Yaudah ayo masuk bareng sekalian gue obati luka gue." Arga menggenggam tangan Freya untuk masuk kedalam, Freya tidak menolak ia hanya diam tidak seperti biasanya yang selalu galak padanya.


"Gue anterin periksa kandungan Lo dulu!" ucap Arga ia langsung menggenggam tangan Freya menuju dokter kandungan.


"Selamat siang tuan Arga." Dokter itu tersenyum menatap Arga, ya Arga mengenalnya karena ini salah satu rumah sakit milik papanya.


"Siang dok, tolong periksa istri saya!" ucap Arga membuat Freya menatapnya galak, ia bukan takut malah tertawa. Arga memang sengaja karena ia lebih suka Freya nya marah ketimbang diam seperti ini.


"Oh istri anda?" tanya Risa--- nama dokter itu.


"Bukan!" balas Freya dengan menatap tajam kearah Arga.


"Baiklah mari saya periksa nona!" ucap Dokter itu.


Dokter Risa mulai mengambil alatnya transducer alat ini ia tempelkan di kulit, Alat ini nantinya akan memancarkan gelombang suara dengan frekuensi tinggi. Kemudian, dokter Risa mengoleskan gel khusus pada perut Freya Gel itu berfungsi untuk mencegah terjadinya gesekan antar kulit dan transducer. Di samping itu, gel ini juga berfungsi untuk memudahkan pengiriman gelombang suara ke dalam tubuh.


Sebuah gambar mulai terbentuk dilayar komputer, Freya menatapnya Arga pun meskipun ia binggung.



"Ini." Dokter Risa menunjuk sebuah gambar lingkaran disana.

__ADS_1


"Itu janin nona masih terlihat kecil," ucap Dokter Risa. Janin itu memang masih seperti kacang tanah, meskipun binggung namun lama-kelamaan Freya mengerti ia tersenyum haru itu janinnya itu buah hatinya.


Andai mas Andra bisa melihat ini, batin Freya.


__ADS_2