
Freya terus tertawa melihat tingkah lucu suaminya, ya walaupun sedikit kesal tapi cukup menjadi hiburan untuknya.
"Mas tolong ambilin garam!" ucap Freya ia tengah mengaduk sayur bayam yang ia buat, Andra menatap sekitar binggung antara garam dan gula yang mana.
"Nih!" Andra memberikan garam lengkap dengan tempatnya, membuat Freya melongo.
"Mas ini gula bukan garam, astaga!" Freya berdecak kesal, tadi saja menantang! sekarang? huh! bantuin enggak ngerusuh iya!
Andra tersenyum kikuk ia lantas memberikan tempat satunya yang bersebelahan dengan gula yang ia sangka garam tadi.
"Ya maaf lah siapa suruh sama kan aku gak bisa bedain," kekeh Andra.
"Udah deh sekarang kamu mandi aja! masakannya juga udah mau selesai, kamu ke kantor kan?" Andra mengganguk lalu melepas celemek itu memberi kecupan singkat pada pipi Freya lalu pergi ke kamarnya.
Freya tersenyum dalam hati ia berdoa semoga ini menjadi awal yang baik untuk rumah tangganya, semoga tidak ada lagi masalah besar yang menimpanya.
Semua masakan sudah matang Freya segera menatanya dimeja makan, setelah selesai ia tersenyum bangga melihat masakan buatannya yang pastinya enak!
"Harum banget masakan aku!" ucap Andra dari belakang, Freya melotot apa dia bilang? masakan aku! Hey... Kapan kamu masak? ngerusuh iya!
"Masakan siapa mas?!" ucap Freya dengan senyuman namun tidak dengan matanya, Andra terkekeh ia tersenyum kikuk menatap wajah singa istrinya.
"Masakan istri aku maksudnya!" kekeh Andra ia mengecup kepala Freya, lalu duduk dimeja makan.
"Aku tadi kan juga bantu kalau kamu lupa!" sindir Andra.
"Iya bantuan kamu nggak ada yang bener bikin emosi iya!" kesal Freya ia mengambilkan nasi beserta lauk pauk untuk Andra.
"Haha, namanya juga cowok ya biasalah aku tuh nggak pinter masak pinter nya cari duit!" bangga nya.
"Terserah deh penting kamu seneng!" pasrah Freya, ia ikut makan disebelah Andra.
"Kamu nggak ke kampus?" tanya Andra ia telah selesai dengan acara makannya, menatap teduh pada istri cantiknya.
"Ke kampus tapi masih entar, kamu mau berangkat sekarang?"
"Iyalah kenapa? masih mau berduaan sama aku?" goda Andra ia menaik turunkan alisnya menggoda Freya.
"Ish apaan sih! yaudah berangkat aja sana!" cetus Freya, Andra terkekeh lalu mengambil tas nya dan berjalan ke depan dengan diantar Freya.
"Hati-hati mas! inget jaga mata jaga hati!" ucap Freya tajam, meskipun ia tersenyum. Andra mengganguk, lantas mencium kepala Freya.
__ADS_1
"Iya sayangku, cintaku, istriku! kamu juga jaga mata jaga hati jangan deket-deket sama cowok lain! aku berangkat dulu!" Andra berjalan menuju mobil namun ia kembali lagi membuat Freya mengangkat alisnya.
"Ada yang ketinggalan?"
"Ada!"
"Ap---" Andra mencium bibir ranum itu membuat ucapan Freya terpotong. Freya tersenyum malu, suaminya ini benar-benar.
"Kelupaan itu tadi!" kekeh Andra lalu masuk ke dalam mobilnya.
Freya masuk setelah melihat mobil suaminya berangkat ia segera membersihkan meja makan, mencuci piring bekas dirinya dan Andra tadi. Kenapa Freya? bukankah ia punya pembantu? hey! Freya itu bukan majikan yang sok nyonya ya! dia juga masih bantu-bantu dirumah nggak semua pekerjaan bibi yang mengurus. Enak kan punya majikan kayak Freya? cantik iya baik iya! kurang apa coba?
.
Freya duduk dikelasnya ia menatap bangku sebelahnya tumben Syafa belum datang, biasanya dia yang paling semangat jika masuk kelas pagi.
Sampai jam kelas selesai Syafa juga tidak ada masuk, tidak biasanya cewek itu bolos. Freya masih tetap di kampus meski ia telah selesai kelasnya. Kebiasaan Freya ia duduk ditaman belakang tempat ternyaman menurutnya dengan novel ia bawa dan tentunya bergandengan dengan earphone ditelinga.
Separuh halaman novel telah ia baca, Freya menatap samping saat merasa ada seseorang yang mendudukinya. Matanya melotot, hembusan nafas kasar terdengar jelas ditelinga.
"Lo! ngapain Lo disini!" sentak Freya, ia berdiri malas dengan orang disebelahnya.
"Gue heran deh sama Lo! Udah kayak hantu tau gak! dimana-mana nongol." Freya menatap kesal pada cowok menyebalkan didepannya.
"Kenapa sih Frey! gue juga heran sama Lo, setiap ketemu gue perasaan lu selalu marah-marah. Kenapa hmm? ada salah apa gue sama elo?" Arga berdiri ia bersedekap dada menatap Freya yang tengah menatapnya kesal.
"Lo pingin tau kenapa gue selalu marah kalau lihat Lo? karena muka Lo itu nyebelin pingin gue becek sampe ancur terus gue buang ke kandang buaya!" Freya berucap cetus dengan tatapan yang sangat tajam ke arah Arga.
Arga mendekat sangat dekat ia menatap datar wajah Freya, rasa ingin memeluk itu ada! dia sangat rindu teman kecilnya tapi keadaan yang tidak memungkinkan.
Arga juga heran sebenarnya entah kenapa wanita didepannya ini selalu kesal jika melihatnya.
"Karena muka gue lebih ganteng daripada muka suami Lo, right?" Freya berdecih pede sekali manusia ini ia mendorong kasar dada cowok itu, tatapannya masih tetap tajam setajam pisau.
"Suami gue jauh diatas Lo!" ucap Freya cetus, Arga kembali menarik tangan Freya membuat gadis itu sangat dekat dengannya sampai Freya dapat merasakan bau parfum milik Arga.
"Oh ya? setelah semua yang dia lakukan ke elo! masih aja Lo pertahanin! Freya, Freya gue tau Lo pinter tapi kenapa sekarang Lo jadi bodoh cuma gara-gara cowok ***** kayak dia!"
Tangan Freya mengepal ia menatap tajam ke arah Arga. Kenal tidak tapi kenapa dia terlalu mencampuri rumah tangganya.
"Gue harap Lo tau batasan! gak usah ikut campur urusan rumah tangga gue!"
__ADS_1
"Batasan yang mana yang Lo maksud? nggak ada batasan buat gue seorang Arga! apa yang udah jadi milik gue akan tetap seperti itu!"
"Lo makin gajelas tau gak! emang ya Lo tuh cowok gila!" Freya sudah malas menanggapi ocehan Arga ia lebih baik pergi dari sana daripada ketularan stres seperti cowok itu.
Arga hanya tersenyum, belum saatnya Freya tahu mungkin selama ini wanita itu tidak tahu nama panjangnya, jika dia tahu Arga tidak tahu apa yang akan terjadi.
"Lo milik gue Frey!"
.
"Dasar gila! cowok stres!" rutuk Freya sepanjang jalan, ia menendang kerikil-kerikil kecil di jalanan. Masih kesal dengan ulah cowok menyebalkan itu.
Tin!
"Nona," panggil orang dari dalam mobil, Freya menoleh lalu masuk setelah melihat itu sopir pribadinya.
"Pak antar saya ke apartemen Syafa ya!" Freya masih penasaran dengan ketidak hadiran sahabatnya, ia juga belum berkunjung setelah percakapan panjang hari itu.
Percakapan panjang yang mengungkap satu kebenaran dan kebenaran itulah yang membuka kembali lukanya, luka yang belum sepenuhnya sembuh. Masalah yang berujung dengan pertengkaran hebat antara dirinya dengan suaminya.
Syafa tetap sahabatnya meski Syafa adik dari Farah, tapi kan di tidak tahu apa-apa! benarkan? tidak sepantasnya jika Freya ikut membenci Syafa.
visual Freya aku ganti ya gays
cocok ini apa yang waktu itu?
...TBC...
...___________...
...Gaje ya cerita kali ini!! Huhu biarin ya penting tetep up!! Wkwk...
...Like! komen! Favorit! Rate! And hadiah+vote... Kasih dong☹️...
Target 250 langsung lanjut wkwk. Btw disini ada yang punya tik-tok? kalau punya bantu Tik-tok aku disitu aku banyak up tentang cerita ini @FreyaVeliciaChesa0 itu ya baru buat itu wkwk
__ADS_1