
Tolong please part ini mengandung bawang😭siapkan tisu ya... sambil dengerin lagu melawan Restu. pas banget dijamin nangis😭
Bugh!
Bugh!
Bugh!
Arga terus memukul samsak itu dengan emosi, ia tidak memperdulikan tangannya yang sudah terluka.
Dia sudah tau bukan? dia sudah tahu jika aku adalah Atha jika aku adalah teman masa kecilnya! aku sudah menepati janji delapan belas tahun itu aku sudah kembali dan aku sudah menemuinya.
Namun satu yang tidak bisa, aku tidak bisa menepati janjiku padanya janji untuk hidup bersama seperti pangeran dan putri kerajaan.
Kenapa rasanya sesakit ini bukankah aku sudah mencoba untuk melepaskannya! bukankah aku sudah mencoba untuk melupakannya! tapi nyatanya aku tidak bisa. Karena aku terlanjur mencintainya aku terlalu tulus dan terlalu dalam mencintai dia.
Andai aku kembali lebih awal, andai aku terlebih dulu menemui nya mungkin ini semua nggak akan pernah terjadi. Dia nggak akan menikah dengan nya! dan kita tidak akan seperti ini.
Namun nyatanya saat ini aku hanya bisa berandai dan menunggu keajaiban Tuhan untuk mempersatukan kita berdua, dengan harapan yang----- entah ada atau tidak.
"ARGHHH! KALAU GUE TAHU ENDINGNYA BAKAL KAYAK GINI! GUE LEBIH MILIH GAK BALIK KESINI! GUE LEBIH MILIH NGGAK KETEMU SAMA LO FREYA!" teriak Arga.
Tangannya kembali memukul samsak itu, ia terjatuh berlutut air mata itu mengalir. Hatinya teramat sakit! ia tidak tahu jika akhir semuanya akan seperti ini sangat menyakitkan!
"ARGA! ARGA!" pintu kamar Arga di ketuk sangat keras dari luar itu suara mama nya mungkin mereka mendengarnya. Padahal kamar Arga kedap suara sangking kerasnya teriakan lelaki itu.
"ARGA BUKA PINTUNYA! KAMU KENAPA NAK!" Arga mendengar teriakan mamanya ia juga mendengar jika mamanya saat ini tengah menangis.
Arga mengusap kasar air matanya ia lantas membuka pintu itu yang menampilkan wajah orang tuanya yang nampak cemas.
__ADS_1
"Arga!" Arga langsung menghambur ke pelukan mamanya baru kali ini setelah sekian lama Arga kembali terlihat lemah dihadapan orang tuanya, bahkan air mata lelaki itu kembali mengalir.
"Hati Arga sakit ma!" ucap Arga serak.
Alena tak kuasa menahan tangisnya ia memeluk tubuh putranya dengan menangis terisak.
"Ini yang mama takutkan Ga! mama takut kamu kecewa mama takut kamu sakit hati." tanpa Arga bicara Alena pun sudah tahu apa yang membuat anaknya seperti ini.
"Kenapa ma? kenapa Arga nggak ditakdirkan buat Freya! Kenapa ma!" ucap Arga putus asa.
Freya memiliki tahta tertinggi dihati Arga! hanya dia yang mampu membuat seorang Arga tunduk hanya dia yang mampu mengontrol emosi lelaki itu dan hanya dia yang mampu membuat lelaki itu gelap mata.
Alena hanya terdiam ia terus memeluk tubuh anaknya yang rapuh, setelah sekian lama ia melihat anaknya kembali seperti ini. Dulu saat mereka baru saja pindah, Arga juga seperti ini bahkan dia sampai demam satu Minggu, karena apa? karena dia terlalu merindukan Freya nya.
Bagi Arga, Freya adalah hidupnya, dia warna di kehidupannya dan dia sumber kebahagiaan Arga. Hanya dengan Freya Arga dapat tertawa lepas hanya dengan Freya dia bisa merasakan kehidupan yang berwarna, karena wanita itu sangat berperan penting dalam kehidupannya.
Alena semakin terisak ia dekap anaknya dengan erat hatinya hancur melihat anaknya seperti ini, ia merasa bersalah karena telah memisahkan mereka berdua.
"Maafin mama sayang, kalau aja dulu mama nggak ngajak kamu pindah ini semua nggak akan terjadi. Freya nggak akan sama yang lain mungkin saat ini dia akan bahagia sama kamu!" ucap Alena menyesal.
Arga menggeleng ia menangkup wajah ibunya ia usap air mata itu, ia tersenyum senyum yang menyiratkan penuh luka.
"Ini semua bukan salah mama. Mungkin Arga emang nggak ditakdirkan untuk--- Freya." menyebut nama itu membuat air matanya meluruh, sesakit itu hati Arga saat ini.
Alena mengusap air mata itu ia bisa melihat seberapa hancurnya anaknya saat ini, air mata itu. Kalian tahu bukan tanda jika laki-laki telah menangis untuk wanitanya itu artinya dia benar-benar tulus mencintainya dan itu saat ini yang Arga alami dia benar-benar tulus mencintai Freya.
"Maaf karena keegoisan mama kamu jadi menderita!" ucap Alena.
Delapan belas tahun yang lalu Arga dan keluarganya memilih meninggalkan negara Indonesia karena urusan pekerjaan.
__ADS_1
Mereka menetap di Paris, mengurus perusahaan mereka disana. Arga kecil sendiri ia merasa kesepian karena tidak memiliki teman, kedua orang tuanya terlalu sibuk bekerja tanpa memperdulikan dirinya.
Memang benar semua fasilitas lengkap untuknya namun dia sama sekali tidak mendapat kebebasan, ia terus dipaksa untuk belajar dengan alibi sebagai penerus perusahaan orang tuanya.
Bahkan selama itu Arga menjalani sekolah di rumah home schooling, selama delapan belas tahun. Dia selalu sendiri tanpa teman dan tanpa orang tua, rasa kasih sayang pun tidak ia dapat karena kedua orang tuanya yang terlalu sibuk berkerja dan sampai melupakan dirinya.
Setiap malam dia akan menangis memeluk foto gadis kecil temannya, semakin hari kerinduannya pada gadis itu semakin menjadi sampai membuatnya terserang demam.
Masa kecilnya terenggut begitu saja masa remaja? dia pun juga tidak mendapatkannya hidupnya terlalu gelap dan hanya belajar yang mengisi hari-hari nya.
Sampai tekat untuknya terbentuk ia ingin segera dewasa untuk segera menemui gadisnya, sampai dia di jenjang kuliah saat itu ia baru diberi kebebasan oleh orang tuanya dan saat itu juga ia kembali ke Indonesia.
Dengan hati gembira karena akan segera bertemu dengan gadisnya. Namun sesampainya disana ia harus menelan kekecewaan yang mendalam saat wanita yang ia cintai telah menikah dengan pria lain.
Delapan belas tahun penantian itu terbayar oleh kekecewaan, harapan untuknya datang dan memeluk erat gadis itu harus ia kubur dalam-dalam.
Hatinya sakit, harapannya musnah, semua ini sia-sia ia kecewa ia marah pada dirinya sendiri karena dirinya yang telat menjemput wanitanya.
"Hati Arga sakit ma? hati Arga sakit, Arga marah Arga kecewa sama diri Arga sendiri. Arga terlalu dalam mencintai Freya dan ini yang Arga terima! rasa sakit dan kekecewaan yang mendalam."
Alena memeluk tubuh putranya ia mencium kepala Arga. "Maafin mama sayang!" bisik nya tepat ditelinga Arga.
"Arga terlalu berharap ma, harapan Arga tinggi buat dapetin Freya padahal dia udah bersuami, Arga gelap mata Arga melakukan segala cara buat dapetin Freya, tapi Arga disadarkan oleh ucapan dia kalau Freya sangat mencintai suaminya!" ucapnya lirih, air matanya masih terus mengalir.
Percayalah kekecewaan paling dalam ialah mencintai wanita secara tulus namun--- hatinya tidak untuk kita.
.
😭Dapet feel-nya? kalau bagiku ini sesek banget aku sedih ngetik cerita ini. Apakah memang mereka nggak ditakdirkan untuk bersama?!
__ADS_1