
"Uh sayang udah mandi ya, ganteng banget sih anak papa." Arga bermain dengan Nathan ia terus tersenyum saat melihat bayi itu tertawa.
"Pok ami-ami belalang kupu-kupu, siang makan nasi kalau malam minum susu." Arga bernyanyi dengan bertepuk tangan membuat baby Nathan tertawa.
Nathan baru saja Freya mandikan, Freya mengenakan baju yang ia beli waktu itu pada Nathan, baju yang ada tulisannya 'No Mens ask Grandma' nampak sangat pas ditubuh anaknya sangat tampan.
"Jalan-jalan sama papa yok!" ajak Arga lantas menggendong baby Nathan yang terus tertawa itu seolah ia senang diajak pergi Arga.
"Nathan mau kamu bawa kemana Ga?" tanya Freya, wanita itu baru keluar dari kamar mandi dengan daster yang ia pakai rambutnya masih basah membuat Arga terpaku.
"Arga!" ucap Freya.
"Eh mau aku bawa ke depan, ikut nggak?" ajaknya. Ia hanya mengajak Nathan kedepan rumah tidak keluar rumah karena Nathan yang masih kecil.
"Bentar aku sisir rambut aku dulu!" ucap Freya, ia duduk di meja rias mulai mengeringkan rambutnya dengan hair dryer lalu menyisirnya.
Freya terdiam saat melihat kedekatan Nathan dan Arga mereka tampak seperti ayah dan anak kandung.
"Arga sayang banget sama Nathan. Makasih Tuhan telah memberiku dua orang di depanku ini, dua orang yang sangat aku sayangi. Takdir yang kau tuliskan untukku sungguh indah ya Rabb."
"Ayo Ga!" mereka berdua turun beriringan dengan diiringi candaan ketiganya tertawa nampak seperti keluarga bahagia.
"Aduh nggak sabar lihat kalian nikah, udah cocok ini mah! tinggal halal aja." Alena yang baru saja dari dapur tersenyum menggoda melihatnya ia senang bisa melihat kebahagiaan dari wajah Arga.
"Arga juga gak sabar ma kalau bisa mah sekarang Arga halal in," kekeh Arga.
Alena berjalan kearah mereka lantas mencium kedua pipi gembul Nathan. "Aduh harumnya cucu oma, ikut sama Oma aja yuk biar mama papa bisa pacaran," ucap Alena.
Nathan yang diajak Alena langsung menangis membuat wanita paru baya itu panik. "Loh kok nangis sayang, cup cup cup." Freya langsung menggendongnya namun bayi itu tidak mau diam sampai ganti Arga yang menggendongnya dia langsung terdiam.
__ADS_1
"Aduh anak papa kenapa nangis, siapa yang nakal? Oma nakal ya? orang Nathan mau jalan-jalan sama papa mama kok main gendong aja. Iya Oma nakal ya?" ucap Arga pada Nathan.
Bayi itu merespon dengan mimiknya yang ingin menangis. "Cup cup cup. Udah ayo jalan sama mama nanti Oma biar papa marahin ya! Nathan gak boleh nangis! kan jagoan papa," kekeh Arga.
Hati Alena dan Freya menghangat mendengarnya, Arga sangat dekat dengan Nathan dan bayi itu juga sangat menyayangi Arga.
"Ayo kedepan ma," ucap Arga.
Senja sudah akan datang, mereka berdua duduk di taman samping rumah melihat senja yang sebentar lagi akan datang.
"Nathan anak papa udah ngantuk aja," ucap Arga saat melihat bayi itu menguap.
"Bayi kan emang gitu Ga, dikit-dikit tidur dikit-dikit bangun." Freya mengusap pipi anaknya lalu tersenyum.
Senja datang membuat keduanya bungkam sama-sama menatap keindahan yang hanya sekejap saja.
Hai senja selamat berjumpa kembali, sudah lama aku tidak menyapamu. Bagaimana kau melihatnya bukan? dulu aku menyapamu dengan Andra suamiku namun saat ini aku menyapamu dengan Arga calon suamiku dan buah hatiku. Argaku dia seindah dirimu senja namun dia tidak seperti mu memberi keindahan sekejab lantas menghilang dia terus di sampingku memberi keindahan dan kebahagiaan di hidupku.
"Terus di sampingku Frey, jangan pernah pergi atau aku akan mati."
.
Memang benar kebencian bisa berubah menjadi Cinta. Benci dan cinta? selalu ada cinta di setiap kebencian dan selalu ada benci di setiap hati yang saling mencinta.
Tuhan itu adil, saat aku berniat balas dendam padanya tuhan malah membalikan hatiku dan membuatku jatuh cinta padanya.
Awalnya aku menolak itu semua aku menolak untuk jatuh cinta padanya. Tapi aku tidak bisa aku tahu jika aku sudah terlanjur mencintainya.
Mencintai mantan suami sahabatku, aku orang jahat aku telah menghancurkan kehidupan sahabatku sendiri.
Sahabat yang selalu ada di kalau aku suka dan duka. Sahabat yang dengan tulus membantuku, memberikan bahunya untukku bersender dikala masalah terus menerpaku.
__ADS_1
Aku memang orang yang tidak tau balas Budi, aku orang yang tidak punya malu dan aku orang yang tidak tahu diri. Setelah apa yang aku lakukan padanya dia tetap baik padaku dan hal itu membuat rasa bersalahku semakin besar.
Aku orang jahat dan aku sudah menyadari kesalahanku lantas apakah aku tidak bisa bahagia apa setelah semua yang aku terima tidak bisa menebus kesalahanku? ya aku tahu aku salah tapi aku sudah menyadarinya dan aku sudah mendapat semua balasannya.
Mengandung anak yang tak diharapkan kehadirannya, dibenci semua orang, dibenci suamiku sendiri, dibenci mertuaku, dan aku divonis mengidap penyakit tumor rahim.
Kurang apa? apa semua balasan itu masih kurang untukku apa aku memang tidak pantas bahagia Tuhan?
Inginku hanya satu, berikan aku kepanjangan umur agar aku bisa merawat anakku sendiri aku tahu tidak ada yang menyayangi anakku maka biarkan aku sendiri yang menyayangi nya.
Tuhan kumohon~
Syafa mengusap air matanya setelah menulis rangkaian kata yang begitu panjang di diary nya. Hanya buku itu yang menjadi tempat keluh kesahnya sekarang.
Hidupnya telah hancur! tidak ada yang baik padanya hanya Freya ya hanya Freya wanita yang sudah ia hancurkan kehidupannya.
Jika suatu saat aku melahirkan anak perempuan, aku ingin dia memiliki wajah secantik Freya, tidak hanya rupanya tapi juga hatinya dan menjadi wanita tangguh seperti Freya. Karena aku tidak mau anakku seperti diriku, aku tidak ingin.
Dari semua hal yang terjadi pada hidupku aku banyak belajar, bahwa tidak semua hal bisa kita kendalikan, kadang manusia suka lupa jika diatas langit masih ada langit dan aku belajar bahwa dendam hanya akan menghancurkan hidup kita sendiri.
Berdamai dengan keadaan itu lebih baik, berdamai dengan masa lalu dan menyambut masa depan.
Murahan! Jalang! Mata duitan! kenapa tiga hal itu selalu didapat di keluargaku. Tidak ibuku tidak kakakku dan sekarang aku pun sama aku mengalami hal yang dialami ibu dan kakakku.
Apa benar darah pelacur mengalir dalam diriku. Sakit sekali aku mendengarnya ibuku memang bukan orang baik tapi dia sangat menyayangiku karena pada dasarnya tidak ada orang tua yang tidak sayang anak.
Tidak perduli bukan berarti tidak sayang, orang tua selalu menunjukkan kasih sayang pada anaknya dengan cara yang berbeda-beda.
Dalam hidupku ini banyak pelajaran yang bisa kalian ambil. Ambil positif nya saja-!!
.
__ADS_1
Eh btw besok udah End loh🤧 siap pisah sama mereka??