
Freya termenung ia tahu penyakit itu hanya sekedar tahu selebihnya ia tidak mengerti, Freya membuka ponselnya lalu mengetik kata 'Miom' disana.
"Apa itu miom?"
"Miom punya nama lain, yaitu mioma, fibroid, fibromioma, atau leiomioma. Kondisi ini menandakan adanya pertumbuhan sel tumor di dalam atau di sekitar rahim (uterus) yang tidak bersifat ganas. Miom sendiri berasal dari sel otot rahim yang mulai tumbuh secara abnormal. Pertumbuhan abnormal inilah yang akhirnya membentuk tumor jinak. Ukuran dari miom ini berkisar dari 1 milimeter hingga 20 sentimeter."
"Tumor jinak?" ucap Freya lirih ia kembali membaca info seputar penyakit itu.
"Apa Saja Gejala yang Akan Muncul?
Jika seseorang mengalami miom saat kehamilan."
"Gejala umum yang terjadi seperti: Perut membesar dan terasa sakit. Mengalami sembelit atau kembung. Mengalami nyeri pada bagian belakang kaki. Mengalami nyeri atau tekanan pada bagian panggul. Konstipasi. Kondisi ini terjadi ketika miom menekan bagian usus besar atau rektum.
Sering buang air kecil. Kondisi ini dikarenakan adanya tekanan miom pada kantung kemih."
Freya dengan cermat membaca kata demi kata di ponselnya ia ingin memahami penyakit ini.
"Nyeri yang dialami penderita dinilai berasal dari miom? kemungkinan akan disarankan untuk?"
"Mengurangi aktivitas atau beristirahat total di tempat tidur (bed rest). Mengompres area yang terasa nyeri dengan kompres dingin. Mengonsumsi obat-obatan pereda nyeri yang diresepkan oleh dokter. Tidak perlu terlalu khawatir mengenai miom saat hamil. Dokter akan memberikan pilihan pengobatan dan metode penanganan yang paling aman untuk kesehatan kehamilan Anda. Jadi, jangan pernah mengonsumsi obat untuk mengatasi keluhan yang Anda rasakan, tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu."
"Penyakit ini emang nggak mematikan tapi sangat berbahaya untuk kandungan Syafa," ucap Freya lirih setelah membaca tentang penyakit ini.
"Aku nggak nyangka mas Andra akan seperti itu. Dia kasar pada Syafa?"
Kasar? bukankah kau juga pernah melihat suamimu kasar? menamparmu hari itu. Mengatakan hal buruk tentangmu sampai membuatmu masuk rumah sakit. Tidakkah kau melupakan hal itu Freya.
Suara batin Freya mengatakan hal itu, Freya memang telah memaafkannya tapi dia selalu ingat apapun yang orang perbuat padanya tidak dendam dia hanya mengingatnya sulit untuk melupakannya begitu saja, rasa sakit itu terlanjur membekas.
__ADS_1
"Aku mengidap penyakit tumor rahim jika nanti aku tidak selamat saat melahirkan aku mohon asuh anak aku."
Freya terdiam mengingat ucapan Syafa tadi, dia mengasuh anaknya? Freya sih tidak apa-apa tapi keluarga nya apa akan menerimanya? apakah keluarga dari Andra juga tidak senang pada Syafa.
"Kau menghancurkan kehidupan mu sendiri Syafa. Aku tahu kamu orang baik hanya saja dendam telah menutupi kebaikanmu."
Berita Andra dan Syafa ramai sampai satu bulan terlebih dengan kabar pernikahan mereka membuat netizen mencap buruk kearah Syafa mengatakan pelakor dkk.
Perusahaan Andra pun mengalami penurunan nyaris bangkrut jika tidak dibantu papanya tentu saja dia sudah menjadi gembel, orang tuanya masih berbaik hati pada Andra.
Mereka menempati rumah yang Freya tempati dulu, hanya saja Syafa tidak diperbolehkan masuk ke kamar dirinya dengan Freya karena katanya itu kamar Freya, Syafa tidak ada hak untuk tidur disana bahkan semua barang masih sama, baju-baju Freya masih tertata rapi disana, foto-foto pernikahan mereka terpajang apik disana tidak ada yang Andra rubah. Sedangkan Syafa tidur dikamar sebelah, sendirian.
Begitu banyak penderitaan yang Syafa alami selama menikah dengan Andra bukan hanya penyakit itu namun juga sikap kasar Andra padanya.
Ngidam pun Syafa harus mencari sendiri Andra tidak akan mau direpotkan olehnya, Syafa sangat tersiksa mungkin ini hukuman yang Tuhan berikan untuknya.
.
"Bunda. Nggak papa kok bund," ucap Freya dengan tersenyum lantas mengambil susu itu dan meminumnya sampai habis.
"Ada Arga didepan, keluar gih temui dia!" ucap Bunda.
Freya mengganguk lantas keluar kamar menemui Arga yang tengah duduk diruang tamu ditemani papanya.
"Duduk sini papa mau bicara serius sama kalian berdua!" ucap Gio, Freya duduk disamping Arga berhadapan dengan papanya, entah kenapa ia merasa gugup saat melihat wajah serius papanya.
"Mau ngomongin apa pa, kayaknya serius banget!" kekeh Freya mencoba mencairkan suasana.
"Freya papa ingin yang terbaik buat kamu. Sekarang papa tanya apakah kamu menerima Arga? menerima dia menjadi calon suamimu dan calon ayah untuk baby mu?"
__ADS_1
Freya terdiam cukup lama lantas menoleh kearah Arga yang menatapnya hangat, Arga tidak pernah memaksanya dia selalu sabar pada Freya.
Dengan mantap Freya mengganguk lantas ia tersenyum kearah Arga. "Freya menerima Arga menjadi pendamping hidup Freya dan menerima Arga untuk menjadi ayah sambung anak Freya."
"Syukurlah papa senang dengarnya. Arga sudah mengatakan niat baik itu pada papa, dia akan menikahi mu setelah kamu melahirkan, besok orang tua Arga akan kemari." Freya termangu orang tua Arga akan kemari kenapa lelaki itu tidak memberitahu nya.
"Yaudah kalian bisa bicara berdua, papa masuk dulu!" setelah Gio pergi Freya menatap tajam kearah Arga yang dibalas tatapan jahil olehnya.
"Aku mau bilang tadi sama kamu, tapi kamu keburu masuk." Arga menjelaskan sebelum Freya bertanya.
"Mama sama papa kangen sama kamu, mereka juga pingin lihat kondisi cucu nya. Mama nggak sabar pingin kamu cepet-cepet jadi mantunya dia juga gak sabar pingin bisa gendong baby."
Freya menangis mendengarnya, dia beruntung banyak yang menyayangi anaknya. Keluarga Arga sangat baik ia menerima Freya dengan sangat baik padahal mereka bisa saja mencarikan wanita yang lebih baik untuk Arga.
"Hey kenapa nangis?" tanya Arga lembut, ia mendekat lalu mengusap air mata itu Arga menarik Freya kedalam pelukannya.
"Udah sering aku bilang, aku nggak suka lihat kamu nangis. Jangan nangis ya sayang!"
"Aku sayang sama kamu Arga, makasih udah mencintai aku begitu dalam dan tulus dan makasih selama ini kamu selalu sabar ngadepin sifat aku yang terkadang nyebelin. Aku janda anak satu tapi kamu begitu memperjuangkan aku padahal bisa saja kamu mendapatkan wanita yang lebih baik dari aku."
"Aku nggak suka kamu ngomong kayak gitu, kalau aku perjuangin kamu itu artinya kamu istimewa aku perjuangin kamu karena aku maunya kamu. Delapan belas tahun aku menanti bertemu denganmu tapi aku harus dikecewakan dengan kabar pernikahan kamu dan sekarang Tuhan memberikan jalan untuk aku bersamamu, maka dari itu aku berjuang untuk dapetin kamu Freya."
"Karena kamu cinta pertama aku, karena kamu orang yang berarti untuk aku. Kamu ciptaan Tuhan yang paling indah yang dikirimkan Tuhan di hidupku, kamu warna di kehidupanku dan aku bersyukur atas itu semua aku bersyukur bisa diberi kesempatan bersama dengan kamu Freya," sambung Arga ia mengatakan itu dengan mata menatap Freya, tangan Arga menggenggam lengan Freya.
"Aku mencintaimu Arga."
.
Bonus foto😍
__ADS_1