Ketulusan Cinta Freya

Ketulusan Cinta Freya
Niat Tidak Baik


__ADS_3

...Nyindir sama nyisir gak jauh beda, sama-sama perlu ngaca!...


...Rendi...


...^...


...^...


...^...


"SYAFAAAA!" teriak Freya antusias, ia berlari kecil kearah sahabatnya.


"Gue gak tuli Frey, ngapain Lo teriak-teriak kek orang gila tau gak!"


"Hehe, gue lagi seneng bat tau gak!" Freya memegang tangan Syafa heboh.


"Apa?"


"Gue udah dapet pekerjaan yang pas buat Lo!" pekik Freya, Syafa yang mendengar pun ikut senang.


"Serius Frey?" heboh Syafa.


"Hm, entar sepulang kampus gue anter Lo kesana. Semoga betah!"


"Pasti, thank you so much Frey. Lo emang sahabat gue yang paling the Best!" Syafa memeluk Freya erat sangking senangnya.


"Tapi gue ada minta bantu sama lo dikit bisa?" Freya berucap ragu.


"Apa?"


"Entar gue kasih tahu!"


Kelas baru saja selesai mereka berdua segera berangkat ke tempat kerja Syafa. Freya sangat antusias mengantarkannya mereka berdua berangkat dengan taksi, sebelumnya mampir terlebih dulu untuk makan siang di resto.


"Freya. Serius gue bakal kerja di tempat ini?" Syafa menatap kagum pada bangunan besar didepannya, sebuah perusahaan yang sangat besar.


"Serius dong. Ayo kita masuk!" Freya menggandeng tangan Syafa untuk masuk di perusahaan itu.


"Selamat siang, dengan nona Freya?" tanya seorang wanita cantik terhadap Freya.


"Iya."


"Mari saya antar ke ruangan Presdir." Wanita itu dengan sopan menunjukkan ruangan yang Freya tuju.


"Silahkan masuk nona, ini ruangannya!" ucapnya lalu pergi dari hadapan Freya setelah pamit.


"Gila, gila Frey. Kita mau ngapain kesini?" bisik Syafa.


"Ini perusahaan laki gue. Dan Lo bakal kerja disini gak tau jadi apa, kemarin dia juga belum bilang. Lo masih ingat kan tugas Lo apa?"


"Pasti gue bakal laksanain tugas dari Lo!"


Freya langsung menerobos masuk begitu saja tanpa mengetok pintu terlebih dahulu, ia dapat melihat raut datar suaminya yang tengah fokus dengan berkas-berkas dihadapannya.


"Tidak bisakah anda sopan masuk keruangan saya!" ucap Andra tajam ia berbicara tanpa menatap ke lawan nya.


Freya terkikik geli, suaminya sangat menyeramkan-!!


"Maaf tuan saya lupa," balas Freya dengan suara dibuat-buat.


"Ada perlu ap--- astaga sayang. Kenapa kau tidak bilang." Freya terkekeh lalu berjalan mendekati suaminya.


Andra menarik Freya untuk duduk di pangkuannya, mencium singkat pipi istrinya. "Ish lepasin malu tau ada Syafa tuh," ucap Freya.


Andra berdehem lalu menurunkan Freya dari pangkuannya, ia menatap datar ke arah Syafa menyuruh Freya menunggu terlebih dulu disofa.


"Kamu duduk disana dulu!"


"Oke!"


"Silahkan duduk nona Syafa." Andra berucap dengan nada formal, entahlah Syafa merasa gemetaran sendiri ia duduk dengan ragu pasalnya ini pertama kali ia melamar kerja.

__ADS_1


"Makasih."


"Saya bisa menerima anda untuk bekerja disini, tapi saya tidak bisa memberi anda gaji yang sama dengan karyawan lain. Karena anda sendiri kerja hanya sampingan."


"Gak masalah gue diterima aja udah seneng, eh maksudnya gak papa tuan eh pak." haduh salah ngomong kan.


"Permisi pak!" seorang laki-laki tampan masuk ke ruangan Andra.


"Masuk!"


"Baiklah anda bisa mulai kerja sekarang, dan dia akan memberi arahan kepada anda." Syafa menoleh, hah! dia lagi.


"Tapi tunggu dulu pak, saya kerja apa disini?"


"Sesuai permintaan istri saya, kamu akan menjadi sekertaris pribadi saya."


"What! sekertaris? serius?" heboh Syafa, Freya yang mendengarnya ikut tersenyum.


"Gak usah lebay Lo, cepet ikut gue!" ucap seseorang yang diberi tugas untuk mengarahkan Syafa.


Andra menghampiri tempat Freya duduk, ia merebahkan tubuhnya dengan bantalan paha Freya.


"Mas, itu tadi kan Rendi. Dia masih kerja disini?" tanya Freya penasaran. Setelah masalah hari itu ia pikir Rendi tidak lagi bekerja disini meskipun Freya juga tidak tahu apa masalah mereka.


"Hm."


"Elusin kepala aku!" Andra menarik tangan Freya ia arahkan pada kepalanya.


Ingin bertanya tapi urung sebenarnya ia masih penasaran dengan Rendi yang masih bekerja disini dan masalah yang membuat mereka adu jotos hari itu.


"Capek?" tanya Freya lembut, ia mengusap kepala suaminya sayang.


"Banget!" Andra membalikkan tubuhnya menghadap perut Freya tangannya memeluk erat pinggang Freya.


"Jangan terlalu dipaksa kalau kerja. Waktunya makan, makan! Kalau capek istirahat!"


"Hm."


"Aku beliin makan ya," ucap Freya.


"Aku udah pesen tadi, bentar lagi juga datang."


Ya benar ucapan Andra, seseorang datang mengantar makanan pesanan Andra, Freya segera mengambilnya dan menyuapi suaminya yang tengah mode manja.


.


"Iya bawel banget sih Lo!" pusing! ya kepala Syafa seakan ingin meledak saat ini juga. Ia binggung dengan apa yang diucapkan Rendi karena manusia itu menjelaskan nya dengan sangat cepat dan menyebalkan nya ia selalu menyuruh ini itu pada nya.


"Lo bisa kerja nggak sih! lelet amat!" Syafa meliriknya sinis, tak henti-henti ia mengucap sabar dalam hati.


Sabar! ngadepin cowok nggak ngotak ya gini!


"Pak Rendi yang terhormat, Lo niat ngajarin gue apa jadiin gue babu!" Syafa mengucap itu dengan nada sangat kesal, sungguh ia sudah sangat lelah naik turun tangga karena suruhan orang sok bossy didepannya ini.


"Tugas Lo ya itu. Nggak terima? silahkan protes ke Andra!" ucap Rendi sewot.


"Lha kok ngamok!"


Sabar ini demi misi, sabar aja nggak akan lama. Setelah ini Lo yang akan berkuasa! nyawa dibalas nyawa.


Syafa tersenyum miring, ia mengubah ekspresi nya menjadi datar saat Rendi menatapnya intens.


"Ngapain Lo!"


"Gue binggung kenapa Lo bisa kerja disini! Lo nggak punya maksud tertentu kan!" ucap Rendi dengan tatapan mengintimidasi.


"A-apaan sih Lo, gaje banget. Gue tuh kerja disini karena gue lagi butuh duit!" ucap Syafa tanpa menatap ia mengalihkan matanya untuk menatap hal lain.


"Oh," ucap Rendi datar, lalu melanjutkan pekerjaannya tadi.


Gue tahu ada yang nggak beres sama nih bocah!

__ADS_1


.


"Kenapa Lo ngajak gue ketemu!" Arga menatap datar pada orang didepannya, tatapannya fokus ke arah ponsel.


"Ga, ada karyawan baru di perusahaan Andra, dia sahabat Freya. Cewek itu dapat jabatan sekretaris pribadi Andra, dan dia cuma kerja sampingan."


"Baru kerja jadi sekertaris dan kerja sampingan. Gila!" Arga tertawa sinis, tatapannya tajam ke arah lawan bicaranya.


"Terus maksud Lo ngajak ketemu gue apa! Kalau cuma ngomong hal kayak gini, itu nggak penting buat gua. Kalau dia sahabat Freya itu hal wajar bisa aja itu kemauan Freya."


"Maybe, tapi gue ngerasa ada yang nggak beres sama tuh cewek."


"Maksud Lo?" Arga mengernyit menatap intens pada lawan bicaranya.


"Gue ngerasa ganjal sama tuh cewek, gue ngerasa dia ada niat gak baik buat kerja disana. Dari tatapan dia mandang Freya sama Andra itu beda. Kayak kalau menurut gue sendiri sih kayak itu cewek ada tatapan kayak marah gitu lah. Gue juga nggak ngerti sih tapi dia juga sahabat baik Freya, itu cewek juga yang ada waktu gue berantem sama Andra."


"Lo pantau terus dia, kalau dia berbahaya buat Freya. Lo secepatnya kabarin gue! karena gue gak akan biarin satu orang pun mengancam keselamatan Freya."


"Gampang! Freya juga sahabat gue, tanpa Lo suruh gue juga bakal jagain Freya. Apalagi dari cowok brengsek seperti Andra."


"Gue masuk ke perusahaan itu lagi juga karena Lo, Lo tau gak sebenernya gue tuh udah males berhubungan sama dia lagi. Tapi karena itu kemauan Lo, gue iya in aja deh."


"Tenang aja Ren, ini nggak akan lama. Thanks Lo udah bantu gue, gue juga bakal bantu Lo buat nolak tunangan itu."


"Secepatnya Lo harus bantu gue. Lo kan tau gue paling nggak suka yang namanya perjodohan, merasa terhina tau gak. Kayak gue gak lalu aja!" kesal Rendi.


Arga terkekeh menatap mengejek pada Rendi. "Lo emang gak laku, kalau Lo laku seharusnya Lo udah nikah dong. Ingat umur! udah tua juga," ledek Arga dengan tawa menyebalkan.


"Nyindir sama Nyisir gak jauh beda. Sama-sama perlu ngaca!" sarkas Rendi.


Kayak Lo gak tua aja!


Rendi nih boss




cocok gak??


Freya





Arga dongg



Keren gak gue?? pantes gak buat Freya?



Andra nihh



ampun readrs Jan hujat aku terusss



pusing dahh


...Tbc...


...____________...


...Like, vote and favorit jangan lupa. Apa perlu aku ingetin tiap up buat hargain karya orang😐 aku cuma minta kalian buat like karya aku. Susah ya? aku buat ini juga perlu mikir nggak bisa asal nulis, entar jelek kalian hujat😏...

__ADS_1


...Gini ya aku tuh kadang males kalau mau up karena apa, kalian nggak bisa ngehargai aku. Yang baca sampai ribuan tapi yang ngasih like nggak sampai cuma dikit. Susah ya ngasih like doang-!! Heran aku😔...


__ADS_2