
Gays bantu aku masuk rank 10 besar dong😍 kasih hadiah and vote bagi readrs yang baik hati 🤭🙏
Freya terdiam air matanya sedari tadi terus mengalir, entah kenapa hatinya sangat sakit. Pikirannya melayang pada kejadian tadi saat Arga dengan berani mengungkapkan perasaannya pada dirinya.
Ia tahu dan ia bisa melihat, rasa cinta yang begitu besar dari mata Arga. Namun ini salah dia sudah bersuami tidak sepantasnya ia dicintai begitu dalam oleh lelaki lain.
"Sayang!" Freya dengan cepat mengusap air matanya saat ia mendengar suara suaminya dan derab langkah yang semakin mendekat kearah nya.
"Udah pulang mas!" ucap Freya, ia tersenyum menatap wajah suaminya, hanya dia. Hanya dia yang pantas untuk mencintainya karena dia suaminya.
"Kamu habis nangis?" Andra mengusap mata sembab istrinya air mata Freya malah mengalir saat itu.
"Hey kenapa?" tanya Andra. Freya memeluk erat tubuh suaminya ia menangis terisak di dada itu.
"Maaf mas," ucap Freya. Andra semakin binggung ia memilih diam terus mengusap punggung istrinya guna menangkannya.
"Sayang, kenapa hm?" Andra menangkup wajah istrinya, ibu jarinya ia gunakan untuk mengusap air mata Freya.
Freya menggeleng ia tidak ingin menceritakan pada Andra ia memilih memeluknya entah mengapa ia merasa bersalah pada Andra ia merasa telah menjadi istri yang buruk. Dicintai oleh lelaki lain selain suaminya?
"Udah ya jangan nangis, kamu udah makan apa belum?" tanya Andra. Freya menggeleng ia menyenderkan kepalanya pada dada Andra tangannya masih melingkar di pinggang suaminya.
"Mau makan disini apa dibawah?" Andra mengusap kepala istrinya sesekali mengecupnya.
"Disini," balas Freya.
"Yaudah jangan nangis! aku bawain makanan dulu ya. Kasihan baby nya pasti lapar." Freya melepas pelukan itu ia menatap ponselnya yang nampak bergetar menandakan ada pesan masuk.
0825----
Jangan nangis! gue nggak suka air mata Lo terbuang sia-sia. Air mata Lo terlalu berharga buat gue, maaf!
Gue akan tepati janji gue. Menjauh saat Lo udah bahagia!
Janji delapan belas tahun udah gue tepati Cia, dan maaf ada satu yang gak bisa gue tepati. Maaf karena gue terlambat! semoga Lo bahagia sama pilihan Lo.
Gue akan selalu ada di dekat Lo! bahagia selalu Cia ku Bulan ku;)
Tangis Freya kembali luruh, ponsel itu terjatuh ia menatap jendela kamarnya yang menampakkan jalanan depan rumahnya, ia melihat mobil hitam terparkir disana dan ia melihat ada laki-laki disana dan ia tahu jika itu ialah Arga.
__ADS_1
Lelaki itu sempat tersenyum menatapnya, bibir nya berucap 'jangan nangis' itu gerakan bibir yang ditujukan lelaki itu. Tangannya menangkup mengucap maaf lalu jendela mobil itu tertutup dan mobil itu melaju meninggalkan tempatnya.
"A-atha!" Freya menutup mulutnya ia terisak ternyata selama ini seseorang yang ia nanti kedatangan nya yang ia rindukan pulangnya ialah orang yang selalu membuatnya kesal dan orang yang selalu ada di dekatnya.
Temen Lo udah balik Frey!
Ucapan Rendi hari itu terngiang ditelinganya, selama ini sahabatnya telah kembali bahkan ia tidak mengetahuinya.
Cia, Atha hanya pergi sebentar. Atha pasti kembali, Cia mau kan nungguin Atha! Atha pasti kembali untuk Cia, dan kita akan hidup bersama seperti putri dan pangeran di kerajaan.
Cia tungguin Atha pulang!
Freya terisak ia menutup wajahnya, bodoh! orang yang selama ini ia tunggu kedatangan nya yang ia nanti kehadirannya ternyata---- dia ada di dekatnya.
"Atha bakal balik kalau Atha udah besar! Cia bakal ngenalin Atha nggak?"
"Kalau Atha bakal ngenalin Cia nggak?" tanya Cia balik.
"Kalau Atha pasti ngenalin Cia, karena Cia selalu ada dihati Atha," kekeh bocah itu.
"Atha kalau nanti Cia nggak ngenalin Atha gimana?"
"Caranya supaya Cia ngenalin Atha gimana?"
"Tatap mata Atha pasti Cia bakal ngenalin diri Atha, itu cara supaya Cia bisa kenal sama Atha."
"Kalau Atha ngenalin diri Cia gimana?"
"Kalau Atha mah gampang lihat mata Cia aja pasti Atha udah kenal dan senyum Cia." Atha menatap hangat pada gadis kecil itu.
Air mata semakin deras mengalir dari matanya, hatinya terasa seperti dicabik ucapan itu terngiang di ingatannya.
"Gue nggak ngenalin Lo Tha! maaf." Freya mencari ponselnya lantas ia menekan tombol panggil pada nomer tadi.
Namun ia harus menelan kekecewaan karena hanya suara operator yang menyahut, nomernya tidak aktif mungkin Arga memang sengaja mematikan ponselnya.
"Kenapa Lo nggak bilang kalau Lo Atha! kenapa Lo diem selama ini. Gue selalu nunggu Lo Tha, delapan belas tahun dan selama itu gue nunggu Lo tapi kenapa Lo nggak--- gue emang bodoh Tha gue bodoh karena gue nggak bisa ngenalin Lo!" Freya melorot kebawah tubuhnya melemas, ia menangis terisak kenapa dia menjadi wanita bodoh!
"Sayang..." Andra berjalan tergesa ia meletakkan nampan itu diatas meja ia menghampiri istrinya yang tengah menangis itu.
__ADS_1
"Sayang kenapa?" ucap Freya, ia memeluk erat tubuh suaminya, tubuhnya mulai melemah.
"Gue bodoh nggak bisa ngenalin dia!" ucapan terakhir Freya sebelum ia pingsan.
Andra yang panik langsung membopong tubuh istrinya, ia merebahkan tubuh Freya di ranjang dan langsung menghubungi dokter.
"Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Andra setelah dokter memeriksa keadaan Freya.
"Nona Freya tidak apa-apa dia hanya kelelahan, tubuhnya lemas sepertinya seharian ini dia belum makan, tolong pak dijaga keadaan istrinya karena nona Freya tengah mengandung, kesehatan bayi tergantung ibunya dan juga nona Freya jangan memikirkan hal-hal yang berat terlebih dulu!" jelas Dokter, Andra mengangguk setelah dokter memberi resep obat. Vitamin untuk Freya ia lantas pergi dengan diantar oleh bibi.
Andra mengusap kepala Freya, hal berat apa yang tengah dipikirkan istrinya. Tangannya terulur mengusap perut datar Freya, ia mengusap dengan penuh kelembutan.
"Maafin papa sayang, jagain mama kamu jangan pernah bikin mama sedih. Papa selalu mengecewakan mama kamu!" ucapnya lirih, Andra menunduk mengecup perut itu lama lalu berganti mencium kening Freya.
Freya melenguh ia terbangun dari pingsannya, menatap wajah suaminya yang nampak khawatir.
"Aku kenapa mas?" tanya Freya, tangannya memegang kepalanya yang terasa pening.
"Kamu tadi pingsan, kata dokter kamu kecapean kamu dari pagi belum makan?" tanya Andra.
Freya menggeleng bahkan ia baru ingat jika dia sedari pagi tidak makan, bahkan saat di resto tadi dia belum sempat makan dan lebih dulu pulang.
"Makan ya, aku suapi kasihan baby nya belum makan!" ucap Andra.
Freya mengganguk ia membuka mulutnya menerima suapan dari Andra, suap demi suap Freya makan sampai isi piring itu habis.
"Kamu tadi kenapa nangis?" tanya Andra, ia mengusap kepala Freya sayang ia tatap mata sendu itu.
"Aku nggak tahu kalau selama ini dia ada di deket aku!" ucap Freya dengan tatapan sendu.
"Siapa?" binggung Andra.
"Atha."
.
Faham sama ceritanya? berbelit nggak? sabar dulu ya gays aku udah tulis capt yang terbongkar itu ada di part 57🤭 aku kasih sedikit bocoran wkwk.
Setiap hari selalu 3 bab Lo tapi rank aku turun terus 😭 Kan sedih☹️ yuk kasih hadiah😭🤣
__ADS_1