Ketulusan Cinta Freya

Ketulusan Cinta Freya
Masa Koas Freya


__ADS_3

"Hari ini koas pertama kalian, saya harap kalian mengerti apa tugas-tugas kalian sebagai dokter muda disini."


"Ini Dr. Michelle dia yang akan menjadi konsulen kalian jadi apapun perintah dari dr. Michelle kalian harus mematuhinya. Paham!"


"Paham."


"Baiklah sebelum koas dimulai saya akan sedikit memberi wejangan kepada kalian tentang apa saja tugas kalian disini. Jadi kalian sebagai dokter muda akan belajar disini dengan bimbingan saya sebagai konsulen kalian. Kalian akan mendampingi saya untuk menjalankan tugas."


"Proses belajar yang gimana? seperti melihat bagaimana proses menerima keluhan pasien, melakukan analisa diagnosa penyakit, membuatkan resep untuk pasien, hingga pelaksanaan proses pemeriksaan fisik terhadap pasien. Itu tugas kalian sebagai dokter muda disini."


"Kalian juga harus memiliki tubuh yang tahan banting untuk tidak tidur semalaman. Karena Itu konsekuensi yang harus kalian terima dalam masa koas. Kalian tidak hanya sift pagi kalian bisa saja menjaga sift malam karena hal ini juga akan menjadi satu bagian dari pekerjaan seorang dokter. Bagi yang belum terbiasa ini akan sangat berdampak pada kesehatan nya jadi kalian harus pintar-pintar menjaga daya tahan tubuh kalian masing-masing."


"Satu hal lagi untuk para koas harus bersiap untuk banyak mencatat. Karena catatan untuk seorang pasien untuk para koas umumnya akan mencapai 5-6 lembar halaman. Itu juga menjadi proses belajar kalian, sehingga status pasien harus ditulis secara detail dan lengkap. Sehingga tinggal dikalikan dengan banyaknya pasien yang dibantu penanganannya oleh kalian setiap harinya."


"Baiklah saya rasa kalian sudah paham dengan penjelasan yang saya berikan tadi. Mari kerja samanya kita sebagai sesama dokter harus saling membantu, dulu saya juga seperti kalian sebelum menjadi dokter harus seperti ini dulu. Tapi saya yakin usaha tidak akan menghianati hasil maka dari itu ayo usaha, usahakan yang terbaik di masa ini agar kalian bisa mendapatkan lulusan dengan nilai yang terbaik."


"Baik dok."


Stase bedah, Freya mungkin merasa lelah karena di stase ini pasiennya sangat banyak, banyak yang harus dia follow up tapi dia senang karena di stase ini skill nya benar-benar dilatih. Ya baginya yang paling penting adalah skill menjahit.


"Dr. Freya!" panggil dokter Michelle.


"Iya dok ada yang bisa saya bantu?"


"Saya mendapat laporan jika anda tengah mengandung saat ini, saya sarankan untuk anda jangan terlalu lelah lebih baik anda sift pagi saja biar sift malam teman lain yang menjaga."

__ADS_1


"Tidak apa-apa dok saya juga bisa menjaga sift malam." Freya tersenyum ia senang bisa mendapat konsulen yang ramah seperti dokter Michelle.


"Sift malam itu sangat melelahkan dokter Freya. Sanggat-sanggat menguras tenaga dan pikiran, apalagi saat di stase obgyn. Anda harus berangkat jam 6 pagi itu jika sift pagi, saat sudah tiba di RS anda harus mulai follow-up pasien dan diteruskan dengan kegiatan stase seperti pemeriksaan di poliklinik, bangsal, kamar bersalin atau ikut operasi sampai sore. Setelah itu di lanjut jaga malam yang kegiatannya jagain bangsal, IGD atau kamar bersalin. Bayangkan berangkat pagi dan harus bermalam disini, untuk anda saya bisa memberikan sift pagi saja."


Freya berpikir ulang tidak mungkin dia bisa melakukan semua itu, bisa sih bisa cuma kasihan anak dalam kandungannya.


"Baiklah dok terimakasih atas keringan yang dokter berikan."


"Iya. Dokter Freya nanti anda bisa membantu saya melakukan operasi implant kulit pasien, setelah ini anda bisa bersiap. Karena info yang saya dapat anda ingin menjadi dokter spesialis bedah bukan?"


Freya sangat senang benarkah dia akan ikut membantu operasi? Freya mengangguk dengan senyum bahagia.


"Serius dok saya ikut membantu operasi?" tanya Freya, dokter Michelle mengganguk lantas tersenyum wanita yang kisaran berumur 30 tahunan itu.


"Apakah setelah ini anda akan berlanjut studi menjadi dokter spesialis?" tanya Dokter Michelle.


"Pinginnya sih gitu dok tapi suami saya nggak ngizinin, saya juga sadar sekarang saya sudah mengandung dan sebentar lagi saya akan menjadi seorang ibu sedangkan menjalani studi dokter spesialis itu membutuhkan waktu yang lama 4-5 tahunan."


"Dokter Freya lantas mengapa jika anak sudah memiliki anak anda masih bisa lanjut studi, setelah nanti anak anda sudah besar sekitar umur 6 atau tujuh tahunan anda bisa melanjutkan studi tidak masalah anda sementara ini menjadi dokter umum terlebih dahulu."


"Semoga saja dok, saya tidak bisa apa-apa jika suami saya tidak memberi izin. Saya juga sudah senang bisa melanjutkan koas ini."


"Baiklah silahkan bersiap operasi akan dimulai lima belas menit lagi."


.

__ADS_1


Andra nampak fokus dengan laptop didepannya, pekerjaan sangat menumpuk ia pusing karena saat dirumah ia sama sekali tidak bisa mengerjakannya.


Andra tersentak saat merasakan pelukan seseorang, ia melepas pelukan itu saat melihat siapa orangnya.


"Lepaskan! jangan ganggu kerja saya."


Syafa nampak tak menghiraukan ia tetap memeluk dari belakang tubuh Andra kepalanya ia senderkan pada bahu Andra.


"Sudah lama bapak tidak main ke apartemen saya, kenapa semalam bapak tidak datang?"


"Hentikan semua ini Syafa. Saya sudah tidak bisa melanjutkan semuanya, jangan ganggu saya lagi!" ucap Andra tegas.


"Tidak bisa! sampai kapan pun anda akan tetap menjadi milik saya meskipun saya hanya menjadi simpanan untuk anda. Tapi bukankah saya telah memberikan semuanya kepara bapak, bahkan saya telah memberikan kesucian saya pada bapak. Mana mungkin bapak bisa seenaknya meninggalkan saya."


"Bukankah ini yang kau mau, bahkan kau sendiri yang menggoda saya dan kau sendiri yang menawarkan tubuhmu pada saya!" sarkas Andra.


"Ya dan bapak menerimanya bukan? lantas apa hanya saya sendiri yang salah disini. Bapak juga salah jangan egois! apa bapak hanya ingin enak nya saja!"


"Seharusnya kau tau resiko apa yang akan kau terima sebelum kau melakukan itu. Saya sudah mengingatkannya bukan! sekarang atau tidak hal itu akan tetap saya putuskan karena saya tidak mungkin terus-terusan menghianati Freya."


"Kenapa bapak baru sadar sekarang? kenapa bapak baru sadar kalau bapak sudah menghianati istri bapak. Seharusnya waktu itu bapak menghindar bukan malah diam dan membalas serangan saya!" ucap Syafa sinis.


"Bapak juga brengsek! setelah bapak memakai saya bapak ingin membuang saya begitu saja. Tentu tidak bisa!"


"Lalu apa mau mu? kau mau uang katakan berapa akan saya transfer sekarang. Bukankah itu yang kau mau kau menggoda saya untuk mendapatkan harta saya? kau dan kakakmu tidak jauh berbeda. Sama-sama jalang!"

__ADS_1


Tangan Syafa mengepal ia menatap tajam kearah Andra meskipun saat ini ia sangat emosi namun ia harus menahan jangan sampai usaha yang ia lakukan selama ini hancur begitu saja.


"Terserah anda ingin mengatakan apa tentang saya. Yang pasti saya tidak akan melepaskan bapak begitu saja! semua akan ada harganya tuan Andra."


__ADS_2