Ketulusan Cinta Freya

Ketulusan Cinta Freya
Janji Syafa


__ADS_3

Tiga loh ayo like nya harus banyak, aku up tiga terus deh!! kalau sampai 200🤭


Maafkan aku Freya jika balas dendam ku akan sangat menyakitimu, aku tidak ingin melakukannya tapi aku harus. Aku harus bisa membuat Andra menyesal aku harus bisa membuat Andra ada diposisi ku. Kakakku segalanya bagiku dia keluarga satu-satunya yang aku punya.


Tapi dia telah membuatnya pergi dariku, aku membencinya aku sangat benci pada suamimu itu. Tapi kau tahu bukan Frey jika suamimu pernah berjanji untuk setia denganmu aku pun berjanji pada diriku sendiri jika suamimu sama sekali tidak tergoda padaku maka aku akan mengikhlaskan dendam itu aku akan mencoba berdamai dengan masa lalu.


Namun jika suamimu tergoda padaku itu sangat bagus, karena kehancuran dia ada padamu aku yakin kau tidak akan memaafkan kesalahan kedua yang Andra perbuat. Itu juga sebagai bukti jika suamimu telah ingkar dan dia tidak pantas untuk wanita sebaik dirimu Freya, aku sungguh tidak bermaksud jahat padamu dan aku tahu kalau caraku ini salah salah besar. Tapi--- kau akan tahu nanti Frey maafkan aku.


Syafa mengusap air matanya yang mengalir, ia menutup buku diary nya. Hari itu akan tiba hari dimana sahabat yang ia punya akan sangat membencinya dan dua tidak akan sanggup akan hal itu.


Itu sudah menjadi resiko untuknya, namun ia tidak akan tenang jika membiarkan pembunuh itu tertawa diatas penderitaan dirinya.


Setiap hari Syafa akan mencurahkan isi hatinya pada buku diary itu, setiap malam ia akan merasa bersalah karena telah mengkhianati sahabatnya sendiri.


"Hari ini permainan ku dimulai, kehancuran Andra akan ku mulai dari sekarang!" ucap Syafa dengan tatapan tajam.


Syafa sudah siap dengan baju kantornya ia akan segera pergi ke kantor hari ini Syafa akan ikut dalam perjalanan bisnis di luar kota.


Syafa tersenyum tulus saat melihat wajah sahabatnya tatapannya beralih turun ke perut rata Freya, ia tersenyum sekaligus sedih akankah ia tega membuat anak itu terlahir tanpa ayah?


Tak terasa setetes air mata Syafa terjatuh ia segera mengusapnya dan kembali melangkah mendekat kearah Freya.


"Selamat Frey atas kehamilan pertama kamu!" ucap Syafa sembari memeluk tubuh Freya.


Mungkin ini akan menjadi pelukan terakhir darimu Freya, Maafkan aku.


Syafa tersenyum tangannya terulur mengusap perut datar Freya ia sedikit membungkukkan wajahnya agar berhadapan dengan perut Freya.


"Hai baby, gimana kabarnya? kenalan dulu dong aku aunty cantik namanya aunty Syafa!" ucapnya dengan tangan terus mengusap perut Freya.


Maafkan aku! aku terpaksa melakukan ini ayahmu orang jahat aku membencinya tapi aku mohon suatu saat nanti jangan pernah membenci aunty ya sayang.

__ADS_1


"Hai aunty cantik." Freya berucap dengan suara kecilnya.


Syafa berdiri lantas memeluk tubuh Freya ia menangis membuat Freya binggung. "kenapa Fa?" tanya Freya ia mengusap punggung Syafa yang tengah menangis itu.


"Freya... Maafin gue!" ucap Syafa membuat Freya binggung.


"Maaf untuk apa? Lo nggak salah Fa!" Freya mengusap air mata Syafa.


"Kalau suatu saat nanti gue buat kesalahan yang bener-bener fatal apa Lo masih bisa maafin gue?" tanya Syafa.


"Lo sahabat gue, gue yakin Lo nggak akan ngecewain gue!" ucapan Freya membuat Syafa merasa semakin bersalah.


"Frey jangan terlalu percaya sama orang lain sekalipun itu orang terdekat Lo contohnya gue. Bisa aja gue jadi musuh dalam selimut, bisa aja gue ngekhianati elo!" ucap Syafa dengan tatapan lurus kearah mata Freya.


"Gue percaya sama Lo Syafa kalau elo nggak seperti itu. Udah jangan nangis bentar lagi Lo berangkat kan?"


.


"Pak kita sekamar!" ucap Syafa membuat Andra menatapnya tajam.


"Kamar hanya tersisa satu pak." Syafa tersenyum lalu dengan lancang ia merangkul tangan Andra.


"Tidak apa pak, bukankah kau senang bisa sekamar denganku?" godanya.


"Tau batasan nona Syafa! saya tidak akan sekamar dengan anda. Saya akan menginap di hotel lain."


"Rapat akan dimulai besok pagi pak, sedangkan disini hotel hanya ini saja adapun sangat jauh. Ehm bisa saja tapi jangan salahkan saya jika bapak akan terlambat."


"Sial!" umpat Andra.


Syafa tersenyum miring lantas ia membuka pintu untuk Andra masuk. "Masuk saja pak, kenapa anda seolah-olah menolak saya tahu sebenarnya anda sangat senang."

__ADS_1


Andra menatap tajam kearah Syafa ia mendekat membuat senyum miring tercetak jelas dibibir Syafa.


"Jangan main-main dengan saya! saya bisa saja melenyapkan mu saat ini juga."


"Oh ya? kenapa saya tidak takut?" ucap Syafa tersenyum miring ia lantas melenggang pergi dari Andra berjalan masuk menuju kamar mandi.


Andra mengusap wajahnya kasar ia binggung kenapa sahabat istrinya bisa sampai seperti itu, Andra mematik rokoknya menghisapnya dan menghembuskan nya perlahan.


Ia duduk di balkon kamar menatap langit malam yang menampilkan kelap-kelip bulan dan bintang, tatapannya teralihkan pada seseorang yang baru saja keluar dari kamar mandi.


Syafa yang hanya mengenakan hot pant dan tang top berjalan lenggak-lenggok kearah Andra ia tersenyum menggoda.


Permainan telah aku mulai tuan dan kehancuran mu akan segera datang!


Syafa duduk dipangkuan Andra ia langsung mengecup bibir itu dengan rakus, tangannya meraih rokok Andra yang masih menyala lalu mematikannya dan membuangnya di asbak.


Senyum miring tercetak dibibirnya saat melihat Andra yang hanya diam saja. "Kenapa pak? apa kau akan menerima tawaranku? bukankah itu sangat menggantungkan untukmu? bahkan aku tidak akan memberi tahu istrimu!" ucap Syafa kembali.


Andra hanya diam sampai ia beraksi saat tangan Syafa masuk kedalam bajunya, jari lentik itu menari-nari disana membuat nafsu Andra terpancing.


Syafa mulai mengecup leher Andra ia memberi gigitan kecil disana. "Kau tida seru pak! kenapa kau tidak membalasnya!" bisik Syafa sensual.


Syafa mulai membuka bajunya dihadapan Andra ia kembali mendekat melepas kaos Andra dengan senyum miring.


Bahkan kau tidak melawan, kau welcome sat aku menggoda mu. Cowok brengsek sepertimu tidak pantas untuk Freya Andra. Hancur pernikahanmu dendam ku terbalas dan untuk Freya? aku yakin dia akan mendapat lelaki baik yang lebih darimu pecundang!


Syafa menempelkan buah dadanya pada tubuh Andra yang sudah terlanjang dada. "Kita bisa memulainya sekarang pak! tidak usah gengsi tidak usah sok menolak. Kesempatan tidak datang dua kali!" bisik Syafa kembali tangan nya mengusap wajah Andra.


Syafa berdiri menampakkan tubuhnya yang hanya mengenakan hot pant dan bra saja, ia menghadap kearah Andra yang tengah menatapnya dengan sayu, Syafa sangat tahu jika Andra juga menginginkan nya namun ia berusaha menahannya.


"Apa bedanya aku dengan kakakku pak? kami sama tubuhku juga tidak kalah dengan tubuh kakakku. Lantas apa yang membuat bapak tidak tergoda?" tanya Syafa ia kembali berjalan kearah Andra dan duduk dipangkuan nya.

__ADS_1


"Kau telah melakukan kesalahan Syafa. Jangan menyesal dikemudian hari!" ucap Andra dan mulai mencium bibir milik Syafa.


Bukan aku tapi kau Andra!


__ADS_2