
Tangan Arga mengepal saat melihat kejadian didepannya, ia yang baru saja sampai di perusahaan Andra harus melihat wanitanya menangis karena terbongkarnya kebusukan suaminya.
"Brengsek!" umpat Arga, ia diam melihat tanpa ada niatan maju ia akan membantu Freya tapi nanti tidak sekarang. Orang yang sudah berani mengusik hidup orang yang ia cintai akan menerima balasannya.
"Balasan yang setimpal akan kalian dapatkan!" ucap Arga dengan seringai ia lantas kembali ke mobilnya ia akan mengawasi Freya dari jarak jauh.
Rendi yang berada disana segera melancarkan aksinya ia sudah tahu hal seperti ini akan terjadi tapi dia tidak tahu jika akan secepat ini, sesuai rencana hari itu Rendi akan merekam semua kejadian ini dan akan ia jadikan kehancuran untuk Andra.
Arga terdiam sembari memperhatikan wanitanya yang tengah berlari dengan tangis ia sudah memesankan taksi untuk Freya agar memudahkan wanita itu untuk pergi dari sana.
Hatinya terasa sakit, ingin saat ini juga ia menghabisi lelaki itu namun ia harus tahan, ia tidak boleh gegabah yang akan merugikan dirinya sendiri nanti.
Rendi masuk ke ruangan Andra setelah melihat dua orang itu pergi, saat ini hanya menyisakan Syafa di dalam.
Prok prok prok
"Selamat anda berhasil! bukankah ini yang anda inginkan?" ucap Rendi dingin dengan senyum miring dibibirnya.
Ia mendekat ke arah Syafa yang saat ini tengah meneteskan air matanya. Rendi berdecak jarinya mengusap air mata itu dengan senyum devil.
"Air mata buaya! ratu drama. Bukankah ini yang anda mau? dan selamat anda berhasil menghancurkan kehidupan sahabat anda sendiri."
Rendi mencengkram tangan Syafa tak perduli wanita itu meringis kesakitan. "Kau berani mengusik kehidupan Freya? itu artinya kau cari mati! setiap tetes air mata Freya akan kau balas dengan kehancuran hidupmu!"
"Jangan harap setelah ini kau akan hidup tenang! setiap detik mu akan terasa seperti neraka. Bersiaplah dengan kehancuran hidupmu. Bahkan kematian akan lebih menyenangkan bagimu!" ucap Rendi lirih namun menusuk, ia pergi meninggalkan wajah pucat Syafa yang tengah ketakutan.
Kau salah mencari lawan!
.
Tangan Rangga mengepal saat mendengar cerita dari adiknya. Rahangnya mengeras bahkan wajahnya sangat merah karena menahan amarah.
Adik yang selama ini sangat ia jaga dan sangat ia sayangi dihancurkan begitu saja oleh orang itu. Brengsek!
Rangga keluar saat mendengar suara ketukan pintu. Adiknya saat ini tengah menangis di pelukan mama dan istrinya, papanya pun nampak marah saat putri tercintanya dikhianati seperti ini namun Gio masih bisa menahannya.
__ADS_1
"Bangsat!" Rangga langsung memukul tamu itu begitu tau siapa yang datang kerumahnya.
Bugh! Bugh! Bugh!
Pukulan terus ia layangkan pada orang itu tak perduli dengan wajah lawannya yang telah terkapar.
"Brengsek Lo! bangun Lo lawan gue!" teriak Rangga membuat orang rumah segera keluar.
"Selama ini gue percaya sama Lo tapi ini balasannya. Bangun Lo sat!" teriak Rangga ia menarik kerah baju lawannya dan kembali memberikan pukulan padanya.
"RANGGA!" teriak Gio, ia yang baru keluar sangat terkejut saat melihat anaknya yang tengah berkelahi.
Gio segera memisahkan Rangga dari sana, meskipun ia benci pada lelaki ini tapi tetap saja perbuatan Rangga salah, keadaan Andra saat ini sudah sangat parah. Wajahnya penuh dengan lebam, bibirnya berdarah dan tubuhnya sangat lemah.
Freya tidak perduli ia hanya menatap suaminya dengan tajam, matanya memanas ingin menangis tapi ia tahan. Ia harus terlihat kuat didepan suaminya.
"Frey... Maafin aku!" Andra merangkak berusaha mendekat kearah Freya namun sebelum itu Rangga terlebih dulu menendangnya.
"Jauh-jauh Lo dari adik gue! secepatnya gue bakal urus surat perceraian kalian! Brengsek pulang sana Lo!" bentak Rangga.
Andra tak perduli dengan sisa-sisa tenaganya ia berusaha mendekat kearah Freya.
"Pulanglah! surat perceraian akan segera kau terima!" ucap Freya sebelum masuk kedalam rumah, ia tidak ingin menatap wajah lelaki itu lagi.
Andra menggeleng lemah lantas Rangga memanggil satpam rumahnya. "Antar dia kerumah nya! dan jangan biarkan dia masuk kedalam rumah ini lagi!" titah Rangga.
Andra ditarik paksa menuju mobil meskipun ia berontak namun tetap saja dia tidak cukup tenaga untuk melawan dua orang ini.
"FREYA... MAAFIN AKU FREY!" teriak Andra.
Clarita memeluk anaknya erat ia ikut hancur melihat kondisi anaknya saat ini, ia tidak percaya jika selama ini anaknya menderita.
Freya juga menceritakan perselingkuhan Andra waktu itu, dan hal itu membuat semua orang marah terlebih Gio yang merasa gagal menjadi seorang ayah dan Rangga yang merasa tidak berguna menjadi seorang kakak.
"Kenapa kamu baru bilang sekarang sayang!" ucap Clarita tangannya terus mengusap surai rambut Freya.
__ADS_1
"Kenapa dia tega sama Freya ma. Apa salah Freya? kurang apa Freya selama ini!" ucap Freya terisak.
Rangga pergi ia masuk kedalam kamarnya ia tidak akan kuat melihat adiknya hancur seperti ini, ia pasti akan membuat perhitungan pada orang-orang itu.
.
Syafa yang baru saja sampai di apartemen nya nampak kacau, berita perselingkuhan itu telah menyebar bahkan semua orang tengah menghujatnya.
"Dasar pelakor!"
"Jalang!"
"Tidak tahu diri! udah di tolongin malah berkhianat!"
"Mati saja sialan!"
Itu ucapan yang ia dapat dari teman-teman kerjanya, bahkan saat itu juga Rendi memecatnya dengan tidak terhormat.
Syafa pulang dengan tubuh yang kotor, teman-teman kerjanya melempari dia dengan sampah dan telur busuk, entah mereka mendapat dari mana.
"Tubuh sama bau Lo udah sama. Sama-sama kotor!"
"Sampah!"
Seluruh dunia menghujatnya, bahkan ia malu hanya untuk menunjukkan rupa. "Gak nyangka gue, Lo sekarang jadi kayak gini! kurang baik apa coba Freya sama Lo. Murahan!" itu ucapan dari Tania dia murka saat mendengar kabar itu, kekacauan di kantor Andra sudah menyebar dengan cepat.
Syafa hanya menunduk ia malu untuk mengangkat pandanganya. "Gue nyesel pernah jadi temen Lo Fa, gue malu! orang gak tau diri kayak Lo pantasnya mati!" sentak Tania yang mendapat dukungan dari orang-orang.
Rendi menatap remeh pada wanita itu ia tersenyum miring satu tugasnya telah selesai.
"Ini baru awal, Lo akan dapat yang lebih menarik dari ini! wanita sialan!"
Arga tersenyum kearah Rendi, mereka berdua menatap kejadian itu dari dalam mobil, kehancuran dua orang yang sudah lama mereka tunggu.
"Freya gimana?"
__ADS_1
"Dia aman, dia ada di rumah orang tuanya. Secepatnya gue akan urus semuanya! Freya akan menjadi milik gue!"
Aku janji setelah ini kebahagiaan yang akan kau dapatkan!