Ketulusan Cinta Freya

Ketulusan Cinta Freya
Cuplikan Cerita Nathan


__ADS_3

Halo gays gimana kabar readrs semua? Pasti baik kan ya 🤗 aku balik lagi mau kasih sedikit cuplikan cerita Nathan mungkin ada yang kangen, yakin nggak mau baca? Udah 69 bab loh dan untungnya masih gratisss belum aku kunci jadi yuk buruan baca. Dan yang udah angkat tangan dong pingin tau pembaca setiaku🤭


Siap baca cerita mereka? Sedikit tegang dan sad ya yang belum baca pasti belum paham siapa aja pemainnya makanya baca ya😍🤣


.


...Sebaik apapun caramu berpamitan, perpisahan tetaplah menyakitkan!...


...^...


...^...


...^...


Sudah tiga hari setelah pertengkaran hebat itu, Queen sudah lama tidak bertemu Nathan, wanita itu nampak seperti mayat hidup saat ini. Tubuhnya terlihat kurus, dengan mata yang menghitam.


"Non, ini sarapannya. Di makan ya! bibi nggak mau Non Queen sakit!" Bi Lastri pembantu Queen yang lama sekarang menetap tinggal di sana, dia tidak tega meninggalkan majikannya di rumah sendiri.


"Iya bi, taruh situ aja. Nanti Queen akan memakannya. Makasih bi!" Queen tersenyum, senyumannya sangat tulus meskipun hatinya sudah hancur dia masih tetap tersenyum di depan semua orang.


Dret!


Queen mengambil ponsel di atas nakas, ponsel yang sudah lama dia anggurkan jantungnya berpacu lebih cepat saat mendapat panggilan dari mertuanya.


"Ha-hallo ma."


"Hallo sayang. Kamu kenapa apa kamu sakit? kok suara kamu gitu?" tanya Freya nampak cemas.


Queen bingung apa mertuanya belum tahu kejadian sebenarnya? jika memang iya maka itu lebih baik.


"Queen nggak papa kok ma, cuma lagi flu aja. Ada apa ma?"


"Suami kamu mana? udah tiga hari mama hubungi nggak bisa, Arga juga udah hubungin dia tapi nggak pernah ke sambung, bilang sama dia kalau nanti suruh ke kantor ya sayang."


"I-iya ma."


Queen terdiam memikirkan dimana suaminya saat ini jika tidak ada di rumah mertuanya lantas dimana dia sekarang? apa di rumah wanita itu?


Dokter Wiliam: Queen boleh aku ke rumahmu? ada kabar baik yang ingin aku sampaikan padamu.


Queen: boleh aku akan sangat senang jika kau berkunjung!


Queen segera masuk ke dalam kamar mandinya dia akan membasuh wajahnya yang sangat jelek itu, dia tidak akan sedih berkelanjutan. Biarkan saja jika Nathan tengah bersama wanita itu, Queen tidak perduli.

__ADS_1


Pernikahannya sudah berjalan lebih lima bulan dan ini masalah terberat yang dia alami, entah bagaimana kelanjutan pernikahannya nanti?


Tok Tok Tok


"Nona, ada tamu di depan!" ucap Bi Lastri.


"Iya bi, tolong buatkan minuman sama camilannya ya!" Queen lantas turun untuk menemui tamunya yang ia yakini adalah Wiliam.


"Are you okay?" Dokter Wiliam menatap intens ke arah Queen.


"Yes. I am okay!" Queen tersenyum lalu duduk berhadapan dengan Wiliam.


"Kau berbohong, kau sedang tidak baik-baik saja. Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat yang pastinya kau akan suka. Dan jangan lupakan jika hari ini adalah hari terakhir terapimu."


"Astaga aku melupakan hal itu!" Queen menepuk dahinya singkat, dia benar-benar lupa jika hari ini hari terakhir dirinya terapi.


"Ayo kita berangkat setelah terapi aku akan mengajakmu ke sebuah tempat." Dokter Wiliam bangkit di susul Queen di sebelahnya, wajah gadis itu nampak sangat ceria padahal dia sedang mempunyai masalah.


.


"Nathan apa yang kau katakan. Kau berbohong bukan? kenapa kau mengatakan hal itu! aku tidak ingin berpisah denganmu." Laura menangis memukul dada Nathan berulang kali.


"Aku tidak berbohong. Hubungan kita cukup berakhir sampai disini karena aku tidak ingin menyakiti istriku lebih dalam lagi."


"Kau bohong mana mungkin kau sudah menikah! jangan katakan itu Nathan. Aku tidak ingin berpisah denganmu!" Laura memeluk erat tubuh Nathan dan menangis di sana.


"Siapa wanita itu! siapa wanita yang sudah merebutmu dari aku!" sentak Laura.


"Dia tidak merebutku darimu! jika kau tidak menghilang waktu itu maka mungkin aku tidak akan menikah dengannya dan mungkin saat ini aku akan menikahimu."


"Jadi kau terpaksa dengannya?"


"Ya. Tapi---"


Queen memejamkan matanya rapat-rapat saat mendengar perbincangan mereka berdua, Queen datang ke apartemen Laura untuk mencari Nathan tapi tidak disangka dia malah mendengar kejujuran itu.


"Mas Nathan." Queen keluar dari tempatnya dan mendekat ke sana hal yang membuat mereka berdua terkejut.


"Sayang, kamu ada disini?" Nathan mendekat tapi Queen memberi jarak dengan telunjuk tangannya.


"Berhenti di situ!" ucap Queen dingin. Dia diam menatap mata Laura yang nampak terkejut, jadi disini Laura tidak mengerti jika Nathan sudah beristri, dan dari sini dia tahu siapa sebenarnya yang salah. Suaminya egois! menginginkan dua wanita dalam hidupnya, apakah lelaki memang tidak puas dengan satu wanita?


"Sayang aku---"

__ADS_1


"Aku sudah dengar semuanya. Kamu terpaksa bukan dengan pernikahan ini! maka sekarang aku akan melepaskanmu, aku akan pergi menjauh dari hidupmu. Kita akan berpisah dengan begitu kau tidak akan lagi terikat denganku dan kau bisa bersama dengan kekasihmu itu. Jika dari awal kau mengatakan yang sebenarnya maka aku akan membatalkan pernikahan kita. Bukankah aku pernah bilang padamu? bawa kekasihmu ke hadapanku jika memang benar kau memilikinya tapi kau tidak membawanya ke hadapanku dan hal itu yang membuatku mengganggap jika ucapan hanyalah omong kosong."


"Sayang kamu salah paham."


"Aku capek sama kamu mas! kamu udah bebas dari aku secepatnya kita akan pisah. Makasih atas semua yang telah kau berikan padaku, cinta yang aku lihat begitu terasa nyata padahal itu semua hanyalah bualanmu saja. Tapi percayalah aku sudah sangat bahagia hari itu sampai hari dimana semua terungkap aku merasakan sakit yang luar biasa. Makasih atas luka yang kau beri, makasih karenamu aku bisa merasakan indahnya cinta dan sakitnya patah hati."


"Sayang kamu salah paham aku bisa jelasin semuanya."


"Nggak perlu mas aku akan lebih terluka jika mendengarnya nanti. Aku pamit, selamat tinggal mas semoga kamu bisa bahagia dengan pilihanmu." Queen mendekat mengambil tangan Nathan lalu mencium punggung tangannya air matanya mengalir rasanya sakit saat dia harus melepaskan suaminya dengan wanita lain.


"Aku tidak membencimu aku hanya kecewa denganmu, aku akan tetap mencintaimu sampai aku mati sekalipun."


Nathan menggeleng, menarik Queen kedalam pelukannya. "Kau salah paham dengarkan dulu penjelasanku jangan katakan hal bodoh lagi. Aku mencintaimu Queen hanya dirimu! jangan berfikir untuk meninggalkanku."


Queen menggeleng. "Aku harus pergi! jaga diri baik-baik!" setelah itu Queen pergi, Nathan ingin menyusul namun tangannya di tahan oleh Laura.


"Biarkan dia pergi, dia sudah ikhlas bukan kau bersamaku. Aku tidak menyangka wanita itu istrimu, jauh di bawahku!" ucap Laura merendahkan.


Nathan menyentak tangan itu dan segera berlari mengejar Queen entah kenapa dia merasa firasat buruk.


"Mau kemana Anda. Tidak cukup penjelasan Queen tadi!" sekarang ganti Wiliam yang mencegahnya.


"Lo cuma dokter buat Queen jadi lo nggak usah ikut campur urusan gue sama Queen. minggir!" Nathan mendorong kasar tubuh Wiliam.


"Queen!" Nathan berteriak memanggil Queen yang terus berlari menjauh darinya, Queen sempat menoleh sekilas kearahnya tersenyum dengan air mata yang mengalir.


"Aku mencintaimu mas!"


Bruak!


"QUEEN!" nafas Nathan tercekat, air matanya mengalir begitu saja saat menatap kejadian tragis di depannya. Queen tertabrak mobil dengan keras sampai tubuhnya terpental jauh dan mobil itu kabur begitu saja.


Nathan segera berlari mendekati Queen yang sudah bersimbah darah dengan di kelilingi banyak orang.


"Sayang bangun! bertahan aku akan bawa kamu ke rumah sakit. Aku mohon jangan tinggalkan aku." Nathan menangis mencium punggung tangan Queen yang berdarah itu, kepala Queen dia tidurkan pada pahanya.


"Sa-sakit!" ucap Queen lirih dia menangis memegang bagian perutnya yang teramat sangat sakit.


Tubuh wanita itu sungguh mengerikan, wajah Queen sudah penuh dengan darah tatapan wanita itu pun meredup.


"A-aku sa-sayang sa-sama ka-kamu. Ja-jaga diri ba-baik-baik mas! ma-maaf, a-aku ca-capek mas!" Queen berucap dengan terbata, air matanya meleleh tangannya yang berlumur darah mencoba menyentuh wajah Nathan.


Nathan membantunya membawa tangan Queen pada pipinya, hanya sebentar setelah itu tangan itu terjatuh, lalu mata Queen mulai terpejam membuat Nathan menangis terisak.

__ADS_1


"Sayang please jangan tinggalkan aku. Aku sayang sama kamu. Please berjuang sekali lagi sayang!" Nathan bangkit segera menggendong tubuh Queen, tubuhnya sendiri bergetar karena melihat tubuh Queen yang sudah seperti itu.


"Nathan bawa masuk!" Wiliam sudah siap dengan mobilnya dia juga terkejut, mereka semua tidak sempat menyelamatkan Queen saat mobil putih itu melaju kencang.


__ADS_2