Ketulusan Cinta Freya

Ketulusan Cinta Freya
Garis Dua?


__ADS_3

Hari menjadi Minggu dan berganti menjadi bulan, tidak terasa sudah dua bulan Freya menjalani masa koas nya itu artinya kandungannya sudah berjalan empat bulan, perutnya sudah terlihat sedikit buncit.


Freya juga sering lelah, hubungannya dengan suaminya semakin hari semakin baik namun ia masih merasa janggal entah kenapa ia merasa ada yang tidak beres.


"Freya..." Freya tersentak dari lamunan nya lantas menoleh dan mendapati wanita cantik didepannya, dia Michelle hubungan mereka berdua semakin membaik. Michelle sangat baik mengajarinya banyak hal dan membantunya dengan senyuman tidak seperti konsulen lain yang galak-galak.


"Kak Mici," ucap Freya. Itu ialah panggilan khusus dari Michelle untuk Freya semua orang terdekat Michelle selalu memangilnya seperti itu dan itu berlaku saat mereka diluar kerja.


"Ngelamun'in apa?" Michelle duduk disebelah Freya, mereka berdua tengah istirahat baru selesai melaksanakan tugas.


"Ehm nggak ada," balas Freya. Ia menatap kedepan merasakan angin sejuk yang menerpa wajahnya, taman rumah sakit menjadi tempat yang nyaman untuknya.


"Kandungan kamu udah empat bulan kan?" tanya Michelle, ia mengusap perut Freya dengan senyuman.


"Iya. Setelah ini aku mau periksa ke rumah sakit, aku nggak sabar pingin lihat jenis kelamin anak aku."


"Ingin cewek apa cowok?"


"Sama aja sih kak buat aku cewek cowok, tetep anak aku." Freya terkekeh dengan tangan mengusap perutnya, ia sudah tidak lagi mengalami mual-mual bahkan Freya jarang sekali ngidam. Sekalinya ngidam pun tidak pernah aneh.


"Iya juga sih, aku jadi pingin deh tapi bapaknya siapa," kekeh Michelle.


.


Syafa terdiam menatap benda ditangannya, dua garis! kalian tahu artinya apa? ia menggeleng tidak mungkin.


Air matanya mengalir, ia hamil? tidak! ini semua tidak boleh terjadi. Dia tidak boleh hamil dia tidak ingin mengandung anak pembunuh itu.


"NGGAK! GUE NGGAK MAU ANAK INI!" teriak Syafa, keadaannya sangat acak-acakan. Mereka sudah lama tidak bersama sejak Andra mengatakan untuk mengakhiri hubungan ini Andra sudah tidak lagi memperdulikan Syafa bahkan dia langsung bersikap kasar saat Syafa memancing dirinya.


Dua bulan ini Syafa masih tetap bekerja di kantor Andra dan dia juga selalu menggoda Andra dia tidak ingin hubungan terlarang itu berakhir begitu saja.


Rendi. Dia sudah tahu semuanya pernah satu kali mereka kepergok, saat itu bukan kemauan Andra tapi Syafa yang merayunya, dia duduk dipangkuan Andra mencium bibir lelaki itu dengan nafsu dan saat itu Rendi melihatnya bahkan lelaki itu sampai membanting pintu.

__ADS_1


"LO BERDUA EMANG MANUSIA NGGAK PUNYA OTAK!" bentak Rendi lalu pergi meninggalkan dua manusia itu.


Setelah Rendi pergi Andra langsung mendorong tubuh Syafa dia menatap tajam wanita itu.


"Maksud Lo apa! Lo mau hancurin hubungan gue sama Freya. Hubungan kita udah berakhir jangan ganggu gue lagi." setelah mengucapkan itu Andra meninggalkan ruangannya dengan amarah, membiarkan Syafa yang masih terduduk dilantai.


"Kenapa semua jadi seperti ini!" geram wanita itu.


Syafa terus menangis ia menjambak rambut panjangnya, tampilannya sangat kacau beberapa hari ini ia tidak bekerja karena tidak enak badan dan tadi dia mencoba memberanikan diri untuk memeriksa dengan membeli testpack di apotek dan hasil itu yang ia dapat garis dua.


Sudah jelas bukan jika ia tengah mengandung. Mengandung anak dari hasil selingkuhan dengan Andra.


"Gua nggak mau anak ini." Syafa berucap lirih ia merasa kehilangan tenaga, tubuh nya sangat lemas bahkan ia sudah bolak-balik kamar mandi karena mual.


"Gue harus ke rumah sakit. Gue yakin kalau testpack itu salah, mungkin gue cuma masuk angin." mencoba berpikiran positif bahwa dia tidak hamil namun tanda-tanda nya sangat menunjukan jika ia tengah mengandung.


"Sial!" umpatnya ia baru ingat jika Andra tidak pernah memakai pengaman saat bermain dengannya bahkan lelaki itu mengeluarkannya didalam.


"Anak ini. Dia nggak mungkin mau tanggung jawab, apa gue gugurin aja?" Syafa menggeleng lemas, tidak! dia tidak akan tega menggugurkan anak kandungnya sendiri.


Dia yang salah tidak seharusnya anak ini yang menjadi korban, anak ini tidak salah apa-apa.


"Ini karma yang gue dapat? bahkan balas dendam gue belum terwujud. Dia belum menderita!"


Syafa berusaha berdiri ia lantas masuk ke kamar mandi ia harus periksa ia harus tau kebenaran nya apakah benar saat ini ia tengah berbadan dua.


.


Freya izin pulang karena ia akan ke rumah sakit untuk USG kandungannya, ia memilih pergi sendiri karena dia akan memberi kejutan pada suaminya.


"Sayang baik-baik disana ya, mama nggak sabar pingin lihat kamu!" ucap Freya dengan tangan terus mengusap perut buncitnya.


Dia tengah perjalanan menuju rumah sakit saat ini, dan diperjalanan dia selalu mengajak ngobrol bayinya, sesekali ia mendapat balasan dengan tendangan diperutnya, ya ia sudah merasakan pergerakan diperutnya dan hal itu membuat nya sangat bahagia.

__ADS_1


"Sudah sampai nona." Freya tersadar lantas ia mengganguk dan turun, jantungnya berdebar ia gugup untuk USG kali ini dulu ia USG dengan Arga tapi sekarang dia akan USG sendiri, entahlah terasa beda.


"Nona Freya," sapa dokter Risa--- dokter yang saat itu memeriksa dirinya waktu pertama kali USG bersama Arga.


"Lama tidak berjumpa nona, dimana suami nona kenapa sendiri?" tanyanya yang hanya dibalas senyuman oleh Freya.


"Suami saya lagi sibuk dok, bisa diperiksa sekarang saya sangat penasaran dengan jenis kelamin anak saya."


"Haha baik nona, saya tahu tuan Arga memang orang super sibuk," balas dokter itu membuat Freya terdiam apa hubungannya, pikirnya.


"Kenapa dengan Arga?"


"Loh bukankah tuan Arga suami nona?" tanya dokter itu balik. Freya menepuk jidat ia lupa jika waktu itu Arga mengatakan jika dia istrinya.


"Arga itu teman saya dok bukan suami saya," balas Freya.


"Oh saya pikir suaminya habisnya kalian berdua cocok!" kekeh dokter itu.


Seperti USG hari itu perut Freya diberi gel oleh dokter Risa, mereka melihat dari komputer dan Freya bisa melihat tubuh anaknya, tubuhnya sudah terlihat dan sudah terbentuk ia menatap bayi itu, itu ialah malaikat kecilnya.


Dokter Risa menjelaskan dengan detail kondisi Freya dan bayinya dan hasil keseluruhan sangat baik, ia juga mengatakan untuk selalu menjaga pola makan dan istirahat yang cukup agar ibu dan bayinya bisa sehat selalu.


"Anda ingin mengetahui kelamin anak anda nona?" tanya dokter Risa, Freya lantas mengganguk memang itu yang ia tunggu sedari tadi ia tidak sabar dan dia akan memberi tahu suaminya sebagai kejutan nanti.


"Jenis kelamin anak anda---" ucap Dokter Risa.


Freya tersenyum senang, sampai meneteskan air matanya ini akan menjadi kejutan untuk suaminya.


.


Sabar dulu ya gays konflik besar akan segera dimulai... Karma untuk Syafa sudah terlihat ya ini masih awal... Masih ada akhirnya wkwk pantengin terus ini cerita.


Wleee siapa yang kepo sama jenis kelamin anak Freya? siapa yang minta mereka berdua pisah? nggak tahu pisah atau nggak konflik ada dipart selanjutnya yuk kasih hadiah yang banyak up tiga terus lohhh-!!!

__ADS_1


__ADS_2