
"Atha!" panggil seorang gadis kecil, dia berlari kearah bocah lelaki yang tengah menaiki mobil, gadis kecil itu berlari dengan air mata yang tak berhenti berjatuhan.
"Cia," bocah itu menatap orang tuanya meminta untuk menghentikan laju mobilnya, mobil berhenti bocah lelaki itu segera turun dan menemui gadis kecil itu.
"Cia jangan nangis!" Atha mengusap air mata gadis itu, ia menggeleng ia juga ikut menangis.
"Atha jahat! Atha mau ninggalin Cia!" ucap gadis itu bukannya berhenti ia malah lebih keras menangis.
Bocah itu menggeleng ia memeluk gadis yang hanya sebatas dadanya ia memeluk gadis itu erat seolah ia tidak ingin melepaskannya.
"Cia, Atha hanya pergi sebentar. Atha pasti kembali, Cia mau kan nungguin Atha! Atha pasti kembali untuk Cia, dan kita akan hidup bersama seperti putri dan pangeran di kerajaan."
Gadis itu tersenyum ia mulai mengusap air mata itu menyodorkan jari kelingking nya pada bocah lelaki didepannya.
"Janji!" ucapnya.
"Janji! Atha akan jemput Cia nanti, Atha akan kembali untuk Cia, tunggu Atha pulang Cia!" ucap bocah lelaki itu ia menautkan jari kelingking nya pada gadis didepannya.
"Rendi jagain Cia sampai aku jemput dia!" ucap Bocah itu pada lelaki disamping Cia.
"Pasti!" ucap bocah itu.
Atha mengusap air mata gadis itu ia menatap mata sendu itu. "Jangan nangis, Atha pergi dulu ya!"
Atha kembali masuk kedalam mobil, wajahnya melongok pada jendela mobil menatap pada gadis yang tengah mengejarnya dengan tangis, tangannya menjulur berusaha memegang tangan mungil gadis itu.
"Atha!" teriak gadis itu saat mobil mulai menjauh.
"Cia tungguin Atha pulang!" teriak bocah kecil itu dengan senyuman ia menunjukkan jari kelingking nya pertanda janji.
"Janji!"
Arga terbangun dari mimpi itu, mimpi itu kembali janjinya janji masa kecilnya pada seorang gadis cantik.
"Janji tinggal janji, aku sudah kembali Cia tapi kau sudah bersama orang lain. Aku tahu ini bukan salah mu, ini salahku yang membuatmu menunggu terlalu lama."
.
Freya meregangkan otot-otot tubuhnya, ia baru saja terbangun dari tidur panjangnya. Ia tersenyum menatap matahari yang masih malu-malu menampakkan wujudnya, ia beralih menatap samping tidurnya menatap wajah tampan suaminya yang masih terlelap dialam mimpi.
"Dasar kebo!" kekeh Freya.
"Eh," ia tersentak kaget saat tangannya ditarik oleh seseorang yang tak lain ialah suaminya sendiri, Andra menarik tangan Freya tepat tiduran didada nya.
"Siapa yang kebo?" ucap Andra dengan suara serak.
"Udah bangun?" ucap Freya balik, ia menepuk-nepuk pipi suaminya, senyum manis tercetak dibibirnya.
"Siapa yang kebo!" ucap Andra balik sedikit penekanan.
"Si kebo itu suamiku sendiri," kekeh Freya. Andra tersenyum dan mengecup sekilas pipi Freya.
"Morning kiss sayang," ucap Andra, wajah Freya lagi-lagi memerah meskipun sering ia melakukannya tapi tetap saja ia masih malu.
"Belum mandi," ucap Freya.
__ADS_1
"Sama aku juga!" balas Andra.
"Bau mas!" ucap Freya kembali.
"Sama!" tidak menunggu lama Andra segera menempelkan bibirnya pada bibir mungil Freya, memberikan sedikit ******* disana lidahnya bermain didalam sana mengabsen setiap gigi Freya, tak kalah Freya pun membalasnya membuat Andra semakin menginginkan lebih.
Ciuman itu terlepas saat Freya merasa sudah kehabisan nafas, suaminya ini memang benar-benar.
"Lagi!" ucap Andra.
"Mandi!" tekan Freya.
"Sayang..." rengek Andra.
"Mandi sayang!"
"Oke mandi!" Andra segera berdiri dan mengangkat serta Freya.
"Mandi bersama!" sambung Andra dengan senyum miring.
Freya keluar bersama Andra dari kamar mandi, Freya mengusap-usap rambutnya yang masih basah, ia duduk dimeja rias untuk mengeringkan rambutnya dengan hairdryer.
"Sini!" ucap Andra dari belakang tubuh Freya. Freya mengernyit menatap wajah suaminya dari kaca.
"Hairdryer nya biar aku yang keringin!" ucap Andra. Freya menggeleng ia malah berdiri dan ganti menatap suaminya.
"Kamu aja aku keringin rambutnya," ucap Freya.
"Rambut aku pendek Frey, cepet ngeringin nya rambut kamu tuh panjang. Udah duduk biar aku yang keringin!" ucap Andra.
"Freya Velicia Chesa! nurut ama suami! sekarang duduk!" ucap Andra dengan wajah garang.
"O-oke suamiku!" kekeh Freya.
Freya tersenyum saat menatap wajah fokus suaminya yang tengah mengeringkan rambutnya, ia memejamkan matanya merasakan sensasi pijatan dari suaminya ya Andra sedikit memijit kepala Freya.
"Sayang ngantuk!" ucap Freya manja.
"Tidur!" balas Andra seadanya.
"Ngeselin amat suami gue, romantis dikit napa!" gumam Freya.
"Kenapa hm?" Andra meletakkan kepalanya pada bahu Freya ia menatap wajah kesal istrinya dari pantulan cermin.
Cup
Satu kecupan ia berikan pada pipi tembam istrinya. "Tembam banget sih nih pipi, jadi pingin gigit!" kekeh Andra membuat Freya mendelik kesal.
"Udah jangan mulai lagi!" garang Freya.
.
Freya duduk di balkon dengan bersandar pada dada bidang suaminya, tangannya membentuk abstrak pada dada bidang Andra, ia mengukir-ukir disana, membentuk gambar hati didada itu.
"Mau jalan-jalan?" tanya Andra.
__ADS_1
"Enggak, panas banget hari ini disini aja lihat dari sini udah kelihatan."
Andra mengusap rambut tergerai istrinya, ia menatap wajah cantik yang tidak akan pernah bosan untuk terus ia pandangi.
Tangannya beralih menatap pada perut datar istrinya, ia berharap diperut itu segera hadir malaikat kecil mereka, tangannya bergerak untuk mengusapnya.
"Kenapa mas?" tanya Freya.
Andra tak menjawab ia mengusap perut itu sembari berbisik. "Cepat hadir anak papa!"
Freya tersentuh saat mendengarnya, suaminya ingin segera memiliki anak?
"Kamu mau anak berapa mas?" tanya Freya ia malu-malu mengatakan hal itu.
"Sebelas aja nggak banyak-banyak," ucap Andra yang membuat Freya melongo.
"Sebelas aja nggak banyak-banyak, kalau kamu mau. Nikah aja sama kucing!" kesal Freya.
Wait, sebelas tidak banyak lalu banyaknya berapa?
"Lah kenapa sayang, manusia juga bisa punya anak sampai 11." Andra terkekeh saat melihat wajah kesal istrinya.
"Ya tapi mas! udah ah bikin kesel aja kamu!" sebal Freya ia berdiri dari duduknya hendak meninggalkan Andra sendiri.
"Eh mau kemana!" Andra mencekal tangan Freya kembali mendudukkan nya pada sofa, dan berganti Andra yang tiduran di paha Freya.
"Bercanda sayang, jangan ngambek dong!" ucap Andra.
"Biarin, kamu sih nyebelin!" ucap Freya.
Tangan Andra kembali mengusap perut Freya, "Aku terima aja dikasih berapa, anak itu titipan dari Tuhan untuk kita jaga dan kita beri kasih sayang." Ucapan Andra membuat Freya terharu memang benar anak itu hanya titipan yang harus kita jaga sepenuh hati.
"Kalau aku maunya anak kembar mas!" ucap Freya.
"Kalau kembar mau kasih nama apa?" tanya Freya kembali, tangannya mengusap halus rambut suaminya.
"Jono Joni," ucap Andra ngawur membuat Freya memukul lengan suaminya.
"Mas ih!"
.
Like, komen, sama votenya jangan lupa readrs!
Sambil nunggu bantu baca cerita ku yang lain yuk-!!
-Ketos galak itu pacarku (end)
--Menikahi Presdir yang kejam(end)
-ice boy bucin(ongoing)
--jalan Hijrahku (ongoing)
Jan lupa follow ig ku: Nabilaputrii36_
__ADS_1