
Freya kembali melamun, tatapannya kosong kearah depan. Arga sudah pulang karena hari sudah malam, sebenarnya lelaki itu ingin menginap disini namun dengan lantang Freya menolaknya.
"Gue nginep sini aja ya jagain Lo sama baby!" ucap Arga dengan tatapan memohon.
"Enggak! pulang aja sana. Gue nggak papa ngapain Lo jagain!" ketus Freya.
"Ya, ya gue pingin jagain Lo aja sebagai calon suami yang baik hati dan tidak tukang selingkuh!" Freya menatap tajam Arga, mendengar kata selingkuh membuat dia sedikit sensitif.
"Calon suami pala lu! udah cepet pulang sana. Gue mau istirahat!" usir Freya.
"Tega Lo Frey!" ucap Arga dengan wajah sedih, lebih tepatnya sedih yang dibuat-buat.
"Pergi gak!"
"Gue tidur diruang tamu Frey, semua orang juga gak papa gue nginep disini kenapa Lo nggak boleh! atau Lo mau tidur sama gue? kalau Lo mau ya gue ayo-ayo aja!" godanya.
"ARGA!! PERGI GAK!!" teriak Freya.
Arga terkekeh mengusap pelan kepala Freya tubuhnya menunduk tepat di perut Freya, membuat Freya menahan nafas.
Ngapain sih nih orang!
"Hey kesayangan papa, jagain mama dulu ya! papa diusir nih! nggak papa kok sebentar lagi papa juga bakalan tidur seranjang sama mama kamu! selamat malam jagoan papa."
Mata Freya berkaca, kesal sekaligus haru mendengar ucapan Arga. Kesayangan papa? jagoan papa? entah mendengar ucapan itu membuat dia terenyuh. Arga begitu menyayangi anaknya, dan apa dia bilang tadi ucapannya mengatakan seolah-olah dia akan menjadi suami Freya.
Cup
Arga mencium dalam kening Freya ia menatap dalam mata itu. "Jaga kesehatan! gue pulang dulu. Nggak usah kangen gue tinggal disebelah kok!" kekeh Arga lalu pergi dari hadapan Freya membuat Freya tertegun
Arga memang sudah menghubungi anak buahnya untuk mengambil beberapa perlengkapannya untuk ia tinggal dirumahnya yang dulu tepatnya rumah sebelah Freya.
__ADS_1
.
Satu Minggu berlalu keadaan Andra semakin hari semakin kacau, dia selalu datang ke rumah Freya tapi belum sampai dia masuk Andra sudah diusir oleh para bodyguard.
Bodyguard itu suruhan dari Rangga ia tidak ingin Andra menginjakkan kakinya pada rumahnya apalagi bertemu dengan Freya.
Perusahaan Andra pun tengah diambang kehancuran, tentu saja karena berita waktu itu. Banyak kolega yang membatalkan kontrak dengannya, dan banyak yang menyabut investasi di perusahaannya.
Andra kacau terlebih mendengar kabar kehamilan Syafa membuat dia semakin pusing mungkin dia mengatakan jika dia tidak perduli tapi tetap saja dia kepikiran dia takut jika Syafa mengatakan macam-macam pada Freya.
Tubuh Andra tidak terawat ia nampak kurusan, dan dia jadi lebih sering ke club malam dengan keadaan mabuk dan meracau memanggil-manggil nama Freya, hanya bibi yang masih mengurus Andra sedangkan keluarganya sudah tidak ingin mengurusnya, keluarganya sangat kecewa dengannya.
"Sayang, pulang ya aku kangen..." ucap Andra pada foto Freya di ponselnya, foto yang ia ambil saat mereka berlibur waktu itu.
"Maafin aku Frey, maaf aku memang bodoh. Maafin aku ya..." ucapnya. Air mata tak henti-hentinya keluar di mata Andra, ia benar-benar hancur saat ini.
Andra membuka lemari Freya ia melihat semua baju-baju istrinya ia ambil satu lantas ia peluk, ia rindu bau itu. Ia rindu aroma tubuh istrinya ia rindu pelukan hangat istrinya dan ia rindu semua hal tentang istrinya.
Tangan Andra menggeledah lemari itu mencari benda yang berhubungan dengan Freya, ia tertegun saat melihat kotak beludru warna merah tersimpan apik disana.
"I-ini cincin pernikahan kita, kenapa nggak kamu pakai Frey?" tanyanya pada diri sendiri, Andra seperti orang gila saat ini.
Hal selanjutnya yang Andra dapat ialah sebuah amplop cokelat lantas Andra membukanya dan melihat gambar hitam awalnya ia tidak mengerti namun saat ia membaca tulisan di sana ia baru tau jika itu foto USG anaknya.
Halo papa, ini fotoku bagus kan seperti papa. Jika aku tampan pastinya setampan papa dan jika aku cantik pasti secantik mama. Love you papa semoga di USG selanjutnya papa bisa melihatnya.
Tangis Andra pecah, ini foto anaknya dan sekarang ia tidak akan lagi melihatnya. Dia bodoh bahkan disaat istrinya butuh dirinya anaknya butuh dirinya dia malah asyik dengan wanita lain. Dia melupakannya dan sekarang inilah karmanya inilah buah yang ia dapatkan.
.
Seorang wanita dengan kaca mata hitam berjalan mendekat kearah rumah Freya, ia sempat tidak diperbolehkan oleh bodyguard yang menjaga namun setelah ia mengatakan jika ia teman Freya dan menunjukkan foto dirinya dan Freya ia baru bisa masuk.
__ADS_1
Tangan Freya mengepal saat melihat wanita yang saat ini tengah duduk di hadapannya, mau apalagi dia apa tidak cukup semua kehancuran yang ia buat.
"Frey..."
Freya menatap tajam kearah wanita itu lantas membuang muka tak sudi bertatapan dengan wanita didepannya.
"Jangan pernah berani Lo manggil nama gue dengan mulut kotor Lo itu!" ucap Freya dingin.
"Gue minta maaf. Gue ngaku salah tapi semua ini ada alasannya, gue--- gue minta maaf."
"Maaf Lo nggak akan mengembalikan semuanya, Lo berhasil Fa. Lo udah berhasil ambil dia, Lo udah berhasil hancurin gue. Lantas apa lagi mau lo? apa Lo masih kurang apa Lo masih mau lihat gue lebih hancur dari ini!" sentak Freya.
"Seharusnya gue sadar. Seharusnya gue nggak pernah nolongin orang gak tau diri kayak elo! dan seharusnya gue tahu kalau buah jatuh nggak jauh dari pohonnya!" sinis Freya.
"Darah Lo emang dialiri darah pelacur! ibu Lo pelacur! kakak Lo jalang dan Lo juga ikut kakak Lo jalang! karena makanan yang Lo makan hasil dari pekerjaan haram, jual diri!" sinis Freya.
"Lo keterlaluan Frey!" sentak Syafa.
"Gue keterlaluan? nggak kebalik apa? Lo yang keterlaluan Syafa! gue udah baik sama Lo tapi Lo malah hancurin kehidupan Gue!"
"Lo nggak pernah jadi gue Frey, Lo nggak tau rasanya jadi gue!" ucap Syafa lirih.
"Dan gue nggak pernah ingin tau rasanya jadi Lo! gue nggak akan pernah sudi jadi Lo!"
"Gue iri sama Lo Frey. Lo punya segalanya sedangkan gue. Gue nggak punya siapa-siapa cuma kakak gue yang gue punya tapi suami Lo. Dia bunuh kakak gue! dia bunuh satu-satunya keluarga yang gue punya. Gue hancur Frey gue nggak punya siapa-siapa lagi! dan karena itu gue dendam, gue dendam buat hancurin kehidupan Andra dan gue ingin Andra ngerasain apa yang gue rasain ditinggal oleh orang yang disayanginya."
"Dendam Lo nggak bertuan Fa! karena dendam Lo banyak orang yang tersakiti. Gue dan juga calon akan gue! Lo tau kan gue lagi hamil dan nggak ada perasaan nya Lo lakuin itu sama gue. Selama ini Lo anggap gue apa! kurang apa gue selama ini sama Lo sampai Lo anggap Lo selalu sendiri!"
"Lo senang buat anak gue terlahir tanpa ayah?"
"Gue juga ngerasa itu Frey, anak gue akan lahir tanpa ayah bahkan ayahnya nggak mau akui dia! gue kena karma atas semua perbuatan gue!"
__ADS_1
"Maksud Lo?"
"Gue hamil, anak Andra suami Lo!"