Ketulusan Cinta Freya

Ketulusan Cinta Freya
Freya Bodoh?


__ADS_3

...Aku memang bodoh tapi biarlah itu semua ku lakukan untuk mempertahankan keluargaku. Kalian tidak akan mengerti-!!...


...Freya...


...^...


...^...


...^...


"Akh..." Freya memegang kepalanya yang terasa sakit, matanya mengerjab melihat dimana dia sekarang.


"Frey..." Freya menengok ia sedikit terkejut saat melihat Arga disini ia mencari seseorang lagi tapi tidak ada orang yang ia harapkan tidak ada disampingnya.


"Lo kenapa ada disini?" Freya ingin duduk dan dibantu oleh Arga, tangan Arga mengepal saat melihat kondisi Freya, ujung bibir gadis itu bengkak yang ia sudah tahu karena apa, tamparan!


"Gue yang bawa Lo kesini, Lo tadi pingsan." Freya mencoba mengingat lalu ia melotot bagaimana bisa? bukankah ia tadi dikamar mandi?


"Kok bisa?"


"Apa yang nggak gue bisa!" ucap Arga datar, ia mengusap kepala Freya gemas, sedikit meringis saat merasa perih pada bibirnya.


"Lo kenapa lebam-lebam gitu?"


"Biasa laki!" ucap Arga ia mengusap pipi Freya yang bengkak membuat Freya meringis.


"Sakit bego!" Freya menepis tangan itu dari wajahnya. Ia masih binggung bagaimana bisa Arga menolongnya padahal tadi kan dia dikamar mandi kamarnya bagaimana bisa Arga masuk?


"Apa ini ulah suami Lo?" Freya menggeleng, ia menatap kosong kearah luar. Dimana suaminya kenapa dia tidak datang untuk meminta maaf atau sekedar menjenguk kondisinya dan kenapa harus dia yang ada disini sekarang. Cowok yang sangat menyebalkan menurutnya.


"Ga gue makasih karena Lo udah nolong gue, sekarang gue minta sama Lo. Lo bisa pergi? Gue pingin sendiri." Arga mengganguk sebelum pergi ia sempat mengusap kepala Freya terlebih dulu senyum manis ia berikan pada wanita itu.


"Cepet sembuh! Kalau ada apa-apa telpon gue! Nomer gue udah ada di ponsel Lo!" ucap Arga dengan dagu menunjuk kearah nakas brankar tempat tidur Freya.


Saat ini Freya tengah berada dirumah sakit. Suaminya? tidak tahu kemana, hanya Arga yang ada disini.


"Apa semua udah berakhir?" Air mata Freya menetes ia sedih ia tidak ingin seperti ini, tubuhnya sakit tapi hatinya jauh lebih sakit.


Freya mengambil ponselnya ia ingin mengecek apakah ada notif dari suaminya, namun nyatanya tidak!


Badai pasti berlalu, namun apakah masalah ini akan segera berlalu?  Hatiku sakit saat mendengar dengan lantang suamiku membentak ku, kata-kata yang tidak pantas terucap dari bibirnya ia tujukan padaku.


Seribu pisau menancap tepat di hatiku, sungguh sangat sakit rasanya ingin aku berucap sejujurnya apa yang membuatku pulang larut saat itu namun bibirku seakan tercekat untuk sekedar berucap.

__ADS_1


Apakah pernikahan ku akan berakhir? Tidak! Aku tidak akan siap aku sangat mencintainya. Bodoh! Aku tidak perduli, kalian belum pernah merasa menjadi aku dan kalian tidak akan pernah bisa merasakan apa yang aku rasa. Mungkin aku terlalu mencintainya melebihi diriku sendiri, tapi dia suamiku.


Sampai kapan pun dia tetap suamiku, ku tutup rapat luka ini biarlah aku sendiri yang merasa.


Freya meneteskan air matanya, tatapannya fokus kearah jendela ia biarkan air mata penuh luka itu mengalir, Freya memejamkan matanya menikmati sakit yang menggerogoti hatinya.


.


"Freya..." Andra mengigau ia memanggil-manggil nama istrinya.


"Tuan..." Bibi menggoyangkan tubuh Andra membangunkannya dari alam mimpi, Andra tersentak ia langsung terbangun dari tidurnya.


"Freya..." ucapnya, tangannya menekan kepala nya saat merasa pusing menyerangnya, bibi segera memberikan air minum kearah tuannya.


"Bi dimana Freya?" tanya Andra setelah meneguk habis air minum itu.


"No-nona Freya belum pulang tuan," ucap bibi ragu. Andra kaget belum pulang? ia ingat kejadian kemarin dan ia sangat menyesalinya kemarin ia sangat pusing dengan masalah kantor dan ditambah istrinya pula itulah yang membuat Andra emosi.


"Kemana bi?"


"Kemarin ada orang datang, dia teh ganteng kayak den Andra gitu dia masuk ke kamar aden. Manggil-manggil nama non Freya terus waktu masuk kesini itu akang kasep nemuin non Freya dikamar mandi, pingsan wajahnya pucat badannya dingin banget. Terus sama akang kasep teh dibawa ke rumah sakit," jelas Bibi Andra syok mungkin ia marah tapi ia lebih ke arah cemas saat mendengar istrinya pingsan. Ini semua karena ulahnya!


Andra segera berdiri tidak perduli dengan tubuhnya yang masih terasa lemas, ia hanya ingin bertemu Freya sekarang juga!


"Saya mau ke Freya bi," ucap Andra ia segera turun dan meminta antar Ujang sopir pribadinya untuk mengantar dirinya ke rumah sakit.


Andra segera turun saat ia tengah sampai dirumah sakit, ia segera berlari dan berhenti di resepsionist menanyakan ruangan Freya.


"Freya Velicia Chesa ada diruangan mana?" tanya Andra


"Ruangan mawar nomer 15 tuan." Segera Andra berlari kearah ruangan yang mereka katakan tadi.


"Ngapain anda kemari?" Arga menghalangi jalan Andra membuat tangan Andra mengepal ia menatap tajam kearah Arga.


"Minggir!"


"Mau kemana? Jangan ganggu Freya! Dia sedang istirahat!" ucap Arga.


"Dia istri saya! dan anda bukan siapa-siapa!" Andra menerobos tubuh itu dan segera masuk melihat istrinya yang tengah terlelap.


"Sayang..." Andra mengusap wajah Freya, ia mengecup kilas kening wanita itu.


"Maafin aku." matanya menatap kearah lebam didekat bibirnya itu ialah ulahnya! Andra mengecup tangan wanita itu berulang kali air matanya menetes ia menyesal karena emosinya kemari membuat istrinya terbaring seperti ini.

__ADS_1


"Mas..." Freya terbangun saat merasa terganggu akan tingkah Andra.


"Sayang kamu udah bangun?" Andra tersenyum tangannya mengambil tangan Freya lalu mengecupnya kembali.


"Maaf," ucap Andra.


Freya terdiam tangannya mengusap wajah suaminya yang terdapat banyak lebam, Arga juga sebenarnya apa yang terjadi.


"Wajah kamu kenapa mas?" tanya Freya lemah ya tubuhnya masih terasa lemas.


"Nggak papa." Pintu terbuka menampakkan seorang perawat membawa sarapan untuk Freya.


"Ini makan nya ya Bu, setelah makan obatnya diminum!" ucap suster itu.


Andra mengambil alih makanan itu lalu membantu Freya duduk. "Makan ya aku suapin?" ucap Andra.


"Kamu udah makan belum?" tanya Freya, Andra mengganguk tapi kemudian perutnya berbunyi membuat Freya tertawa.


"Katanya nggak laper kok cacingnya demo?" ejek Freya, Andra hanya tersenyum kecil ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Namun ia tersenyum saat melihat senyum Freya kembali. "Yaudah kita makan bareng ya," ucap Freya.


"Nggak lah ini kan makanan kamu, entar aku beli aja!" ucap Andra ia mulai menyendokkan makanan untuk Freya.


"Aku nggak mau kalau kamu juga gak makan!" tolak Freya.


"Sayang makan biar cepet sembuh!" ucap Andra.


"Kamu juga lagi sakit, makan biar cepet sembuh!" ucap Freya.


"Yaudah kita makan bareng!" final Andra. Ia mulai menyuapi Freya dan menyuapi untuk dirinya sendiri.


"Udah kenyang? apa belum?"


"Udah lah mas, kamu mungkin ya belum kenyang!" kekeh Freya.


"Aku udah takutnya kamu yang belum, yaudah minum obat dulu ya!" ucap Andra. Freya mengganguk dengan senyuman.


Gimana dengan luka itu? Freya sangat pintar menyembunyikannya ia melupakannya begitu saja!


.


masih pagi nih☺️udah emosi belum🤣👍

__ADS_1


Freya bodoh? Mau hujat dia apa mau hujat Andra? Silahkan-!! penuhi komenan dengan hujatan kalian aku persilahkan-!!


__ADS_2