Ketulusan Cinta Freya

Ketulusan Cinta Freya
Pertemuan Dua Keluarga


__ADS_3

kasih saran nama gaya buat anaknya Freya🤧 kalau cowok apa? kalau cewek apa?


Keadaan canggung menyelimuti ruang tamu Freya, semua orang terdiam dua keluarga tengah berkumpul saat ini membahas masalah yang cukup serius Freya tidak mengerti jika suaminya yang akan menjadi mantan suaminya itu ikut hadir disini Freya pikir hanya orang tua Andra saja.


"Bagaimana keadaan kamu sayang?" tanya Melisa, Clarita menatapnya tak suka sebenarnya ia ingin mengusir orang-orang ini dari rumahnya namun Freya melarangnya.


"Tidak usah basa-basi. Sudah lihat bukan anak saya dalam keadaan baik! katakan apa maksud kedatangan kalian kemari?" balas Clarita dengan nada tidak suka.


"Bunda..." Freya menggeleng pada bundanya ia merasa tak enak pada mertuanya.


"Biarin! Bunda muak sama mereka semua, masih punya muka datang kemari! seharusnya saya tidak pernah mengijinkan kamu menikah dengan lelaki brengsek itu! saya menyesal telah mempercayakan anak saya pada kalian semua. Jika tidak ada yang ingin kalian bicarakan lagi. Silahkan keluar!" usir Clarita secara terang-terangan ia menunjuk pintu dengan tangannya, wajahnya menampakkan sekali ketidaksukaan nya pada keluarga Andra apalagi Andra ia bahkan muak melihat wajahnya.


"Bunda jangan gitu!" tegur Gio, ia mengusap bahu istrinya ia tau istrinya marah ia tau istrinya kecewa dengan mereka semua.


"Maaf atas ucapan istri saya, kalian bisa mengatakan maksud kedatangan Kalian kemari! jangan memperkeruh suasana!" ucap Gio dengan tegas.


"Papa ngapain sih minta maaf, mereka yang salah ngapain papa yang minta maaf!" dongkol Clarita.


"Bunda!" tegur Gio tegas.


Clarita memalingkan muka kesal ia tetap duduk disamping Freya menatap hal lain tanpa ingin menatap tamunya.


"Kedatangan kami kemari ingin minta maaf kepada Freya dan juga keluarga. Maaf telah mengecewakan kalian, maaf tidak bisa menjaga putri keluarga ini dengan baik. Saya menyesal tidak bisa menjadi papa mertua yang baik untuk Freya, saya juga kaget dengan berita itu saya tidak menyangka Andra bisa berlaku se bejat itu. Atas nama keluarga saya minta maaf sebesar-besarnya." Vano mewakili, sedangkan Melisa hanya menatap Freya dengan tatapan bersalah dan Andra dengan tatapan menyesal.

__ADS_1


"Frey.." itu panggilan dari Andra Freya menoleh dengan tatapan dingin, hatinya seolah mati rasa meskipun rasa cinta itu masih ada tapi rasa kecewa lebih mendominasi dan benci.


"Aku minta maaf sama kamu, aku menyesal maaf udah nyia-nyiain kamu. Kamu bisa hukum aku apapun aku akan jalani hukuman itu tapi aku mohon jangan ada kata pisah diantara kita. Aku nggak mau kehilangan kamu, maafin aku Frey." Andra berjongkok dihadapan Freya ia menggenggam kedua tangan Freya dengan air mata yang tengah mengalir.


Freya mendongak lantas melepas tangannya yang tengah digenggam oleh Andra. "Bangun mas!"


"Nggak. Sebelum kamu maafin aku!" kekeh Andra.


"Jangan kayak gini mas! aku udah nggak bisa mempertahankan rumah tangga kita. Kesalahan kamu sudah sangat fatal mas! aku tersiksa batin denganmu dan aku baru sadar jika selama ini aku tidak bahagia bersamamu. Hanya luka yang aku dapat dari pernikahan ini."


"Frey... Maaf kita bisa memulai semua dari awal, kamu tega memisahkan anak kita dari aku. Kamu tega buat anak kita lahir tanpa sosok ayah disampingnya."


Freya tertawa, tawa yang terdengar miris, ia muak dengan suaminya kenapa dia sangat egois? kenapa disini seakan dia yang bersalah?


"Aku tega? yang ada kamu yang tega! kamu tega selingkuh disaat aku hamil anak kamu dan apa? kamu selingkuh dengan sahabatku sendiri! punya otak nggak sih kamu!" ucap Freya terlanjur kesal.


"Seharusnya kamu nggak akan tergoda kalau kamu serius sayang sama aku tapi nyatanya kamu tergoda sama dia. Bahkan melakukannya sampai Syafa hamil!" kekeh Freya.


Andra mendongak dengan tatapan terkejut, jantungnya berdegup apa yang ia takutkan terjadi wanita itu memberi tahu Freya. Semua orang pun terkejut mendengar ucapan Freya barusan.


"Kenapa kaget? nggak mungkin Syafa nggak bilang sama ayah dari anaknya bukan?" kekeh Freya dengan nada sinis.


"Bener itu Ndra!" ucap Melisa dengan suara seraknya.

__ADS_1


"Nggak ma itu nggak bener! Freya aku yakin itu bukan anak aku. Kamu kan tau dia---"


"Stop! jangan jadi pengecut kamu mas! kamu harus tanggung jawab atas apa yang sudah kamu perbuat. Nikahi Syafa!"


"Nggak aku nggak mau aku sayang sama kamu Frey, aku nggak mau nikahi wanita murahan itu." Andra menolak mentah-mentah.


"Wanita murahan? jangan munafik mas kamu mengatakan itu tapi kamu pernah nyaman dengan tubuhnya. Jangan terus-terusan menyudutkan Syafa dan mengatakan dia yang salah nyatanya kalian berdua sama-sama salah. Lempar batu sembunyi tangan! hadapi kalau kamu emang lelaki sejati!"


"Aku nggak bisa Frey aku nggak sayang sama dia aku sayangnya sama kamu, aku mau kita barengan lagi. Anak aku cuma anak yang ada di rahim kamu. Please aku mohon kita pulang ya," mohon Andra.


"Minggu depan jangan lupa datang mas, jangan persulit perceraian kita. Minggu depan kita akan resmi bercerai semoga kamu bahagia dengan dia. Jangan lupa undang aku di pernikahan kalian nanti!" ucap Freya dengan senyuman, wanita itu nampak sangat tegar, senyum yang penuh luka namun ia memaksa untuk bahagia. Setelahnya Freya pergi meninggalkan mereka semua tapi ia berhenti tepat dihadapan Melisa.


"Jangan sedih ma, Freya sayang sama mama. Freya bersyukur pernah punya mertua yang baik seperti mama. Jagain mas Andra ma jangan benci dia! dia butuh mama saat ini. Yakinkan dia untuk menikahi Syafa sebagai pertanggung jawaban dia." Freya langsung pergi menuju kamarnya ia menekan dadanya yang terasa sesak. Jadi begini rasanya sesakit ini saat kita ingin menangis namun dipaksa untuk tersenyum saat kita ingin bersedih namun dipaksa untuk bahagia, sakit sangat sakit!


Freya menutup pintunya lantas mengunci nya ia terduduk dilantai air mata mulai membanjiri wajahnya, tangan Freya menekan dadanya yang terasa sangat sesak.


"Sakit saat aku harus merelakan kamu dengan yang lain. Sakit saat aku tau selama ini kamu membohongi aku, sangat sakit tapi aku hanya bisa diem melengkungkan bibir pura-pura bahagia padahal saat ini aku ingin menangis!" ucap Freya lirih.


"FREYA! FREYA! KELUAR FREY AKU BELUM SELESAI NGOMONG! KITA BICARAKAN BAIK-BAIK AKU NGGAK AKAN MAU NIKAHI DIA. FREYA AKU SAYANG SAMA KAMU FREY!" teriakan Andra sangat terdengar jelas ditelinga Freya.


"Kita akan terus tersakiti jika kita terus bersama mas. Ini jalan yang terbaik untuk kita berdua, kamu bisa bahagia dengan yang lain. Aku akan selalu berdoa untuk kebahagiaan kamu mas."


Jika kamu tidak ditakdirkan untukku maka aku akan berdoa semoga orang yang ditakdirkan untukmu lebih baik dariku. Bahagia selalu mas, meskipun seribu luka kau torehkan padaku tapi percayalah kebencian itu tidak pernah ada untukmu.

__ADS_1


Lihatlah sebaik itu Freya, setulus itu cintanya untuk suaminya. Meskipun berbagai luka telah Andra berikan padanya. Ketulusan cinta Freya dibalas oleh pengkhianatan Andra suaminya, hanya rasa sedih yang mampu Andra berikan pada wanita baik itu.


Bahagia selalu Freya! suatu saat akan kau temukan lelaki yang menjadikanmu ratu. Lelaki yang akan menjadikan dirimu kebahagiaan nya. Percayalah takdir tuhan sangat indah. Terlebih untuk orang baik sepertimu!


__ADS_2