
Andra diantar pulang dengan tubuh lunglai, ia terus menangis tak perduli dirinya lelaki. Ketakutan mendera dihatinya ia takut ditinggalkan istrinya ia takut pisah dengan istrinya.
"YA AMPUN KAK!" Abel yang hendak pergi jalan-jalan melihat tubuh kakaknya yang tengah terkapar di teras rumah.
Teriakan nan melengking milik Abel mampu membuat orang rumah keluar, Melisa begitu terkejut melihat keadaan anaknya yang jauh dari kata baik.
Papa Andra segera memapah putranya masuk kedalam rumah, Andra hanya diam ia seperti tidak memiliki semangat.
"Kenapa Ndra?" tanya Melisa ia sedikit mengguncang tubuh putranya.
"F-freya ma..." ucap Andra lirih dengan diiring air matanya.
"Freya kena---"
"Ma..." Abel kembali berteriak membuat kedua orang tuanya menatap kearahnya, mata gadis itu berkaca setelah melihat notifikasi di ponselnya.
"AKU KECEWA SAMA KAKAK!" bentak gadis itu ia menangis terisak membuat Melisa beserta suami binggung Dan langsung menyambar ponsel Abel.
Melisa menutup mulutnya tak percaya saat melihat berita itu sama seperti putrinya ia menangis sampai tubuhnya merosot kebawah.
Vano--- papa Andra mengepalkan tangannya kuat dengan wajah yang memerah.
Plak!
Tamparan kuat ia berikan pada putranya yang sudah terkapar itu. Ia menatap bengis kearah putranya.
"Jelaskan Andra! apa benar berita yang tersebar ini!" sentak Vano.
Andra hanya mengganguk lemah membuat Vano menatapnya geram, tangannya terangkat memukul kembali wajah babak belur Andra.
"Brengsek! sejak kapan kamu jadi lelaki brengsek seperti itu Andra! papa tidak pernah mengajari kamu seperti ini!" bentak Vano. Tangannya kembali terangkat untuk memukul wajah Andra namun terhenti karena dihalangi oleh sang istri.
"Pa udah cukup!" Melisa menatap tajam kearah putranya, air mata terus membasahi pipinya.
"Kenapa kamu seperti Andra. Kenapa kamu tega khianati istri kamu! Freya wanita baik dan sekarang dia sedang mengandung anak kamu! KENAPA KAMU TEGA! KALAU KAMU NGGAK CINTA SAMA FREYA KENAPA KAMU NIKAHI DIA!!" bentak Melisa, bahunya merosot akan jatuh jika tidak ditahan oleh suaminya.
__ADS_1
Melisa sangat kecewa dengan putranya ia menangis terisak di dada suaminya. Andra menatap sendu kearah mamanya, dia telah melukai hati orang banyak!
"Ma..." ucap Andra lirih ia mendekat ke arah ibunya memeluk wanita itu meskipun Melisa hanya diam.
"Andra tau Andra salah ma, Andra sayang sama Freya Andra cinta sama Freya. Bantu Andra ma! Andra nggak mau pisah sama Freya."
Melisa menggeleng menatap tajam kearah anaknya lantas ia melepas pelukan itu. "Kamu mau mama membantu kamu?" Melisa tertawa sinis.
"Urus masalah kamu sendiri mama ataupun papa nggak akan pernah membantu kamu. Kamu yang mendatangkan masalah ini bukan! maka kamu sendiri yang akan menyelesaikan nya. Tanggung jawab Andra jangan jadi lelaki pengecut!"
"Freya wanita baik mama rasa kalian pantas untuk pisah! lelaki brengsek seperti kamu nggak pantas buat Freya! ini hukuman buat kamu! sudah berapa lama kamu sakiti dia Ndra!" ucap Melisa lirih diakhir ia tidak bisa membayangkan keadaan Freya saat ini.
"Ma... Andra nggak mau pisah sama Freya Andra sayang sama dia ma Andra cinta sama Freya. Andra mohon ma bantu Andra!"
Melisa menggeleng ia tidak perduli dengan keadaan anaknya, dia muak dengan ucapan Andra, entahlah mendengarnya membuat dia tersulut emosi.
"KALAU KAMU SAYANG SAMA DIA SEHARUSNYA KAMU NGGAK PERNAH MELAKUKAN KESALAHAN INI. KESALAHAN KAMU SUDAH FATAL ANDRA! KAMU TIDAK HANYA BERSELINGKUH DARI FREYA TAPI KAMU JUGA BERBOHONG SAMA DIA!" bentak Melisa.
Ingat saat Andra memilih bersama dengan jalang nya ketimbang mengantar Freya ke rumah sakit? ya hal itu juga menjadi trending topik saat ini. Kebusukan Andra telah terkuak semuanya.
"Mama saja yang orang tua kamu kecewa sama kamu! mama marah sama kamu! bagaimana dengan Freya hah! apa kamu nggak pernah mikirin perasaan dia. Bagaimana dengan keluarganya bahkan mama malu untuk sekedar bertatap muka dengan mereka!"
Prok prok prok
"Selamat Andra kamu sudah berhasil membuat kami malu. Kamu sudah berhasil membuat orang tua kamu menjadi orang tua terburuk didunia. Ini semua, seperti kamu melempar kotoran di wajah kami!" Melisa terisak mengucap itu semua ia memeluk suaminya erat tak pernah terbayangkan akan semua ini.
"Papa kecewa sama kamu!" ucapan Vano sebelum pergi ia meninggalkan Andra sendiri. Abel pun sudah masuk kamar terlebih dulu.
Sekarang Andra sendiri semua orang membencinya, semua orang menjauhinya dan dia telah membuat banyak orang kecewa karena sifat brengseknya!
Hanya penyesalan yang saat ini menguasai hati Andra. Saat ini semua sudah hancur! hidupnya hancur, keluarganya hancur dan pernikahannya tengah berada diambang kehancuran bukan lebih tepatnya sudah hancur!
"Bodoh!" ucap Andra kesal sembari menjambak rambutnya.
.
__ADS_1
"Freya sudah tidur. Dia baru saja tidur setelah lama menangis!" ucap Clarita.
"Tuan ada tamu didepan!" ucap asisten rumah tangga.
"Suruh masuk!" ucap Gio.
"Siapa pa?" tanya Rangga. Goi menggeleng mungkin pengacaranya karena dia tadi menelpon pengacaranya untuk datang ke rumah. Dia ingin segera mengurus perceraian putrinya.
Seorang lelaki tampan dengan setelan kantornya berjalan mendekat kearah keluarga itu, semua orang diam menatap binggung siapa lelaki itu.
"Maaf menggangu!" ucap lelaki itu
"Kamu siapa?" tanya Gio.
"Silahkan duduk!" imbuh Clarita. Arga tersenyum ia sungguh merindukan keluarga ini keluarga yang dulu sangat menyayangi nya keluarga yang menggantikan kasih sayang keluarga yang tidak ia dapatkan.
"Bunda..." ucap Arga membuat semua orang terdiam, Arga yang sudah sangat rindu dengan wanita paru baya itu lantas memeluknya.
"Atha kangen..." ucap lelaki itu lirih.
"A-atha..." ucap Clarita lirih ia tersenyum haru air matanya ikut menetes, lelaki ini ialah bocah lelaki yang dulu sering bermain dengan putrinya bocah lelaki yang sudah ia anggap anak namun pergi meninggalkannya.
Atha melepas pelukan itu lantas ia ganti menoleh kearah Gio, yang nampak binggung karena ia tidak mendengar seruan Arga tadi.
"Papa..." ucap Arga lantas memeluk tubuh Gio erat, pelukan lelaki paru baya ini sangat ia rindukan, sosok lelaki yang memberikan dia banyak kasih sayang seorang ayah yang dari kecil tidak ia dapatkan. Lelaki yang sering menggendongnya bersama Freya.
"Atha kangen sama papa." mendengar kata Atha dari bibir Arga membuat Gio terpaku lantas memeluk erat tubuh Arga.
Setelah melepas pelukan itu Arga ganti menatap kearah Rangga yang sudah mendengar jika dirinya Atha teman kecil adiknya dan bocah lelaki yang suka ia usili dulu.
"KakRang!" kekeh Arga lalu memeluk tubuh milik Rangga.
"Udah gede aja bocil!" kekeh Rangga ditengah-tengah pelukan mereka.
Keluarga ini keluarga yang sangat ia rindukan. Kasih sayang besar ia dapatkan dari keluarga ini. Disaat orang tuanya sibuk bekerja maka dua orang tua ini yang meluangkan waktu untuk bermain dengannya bermain bersama teman kecilnya Freya.
__ADS_1
"Atha mau ketemu Cia!"