Ketulusan Cinta Freya

Ketulusan Cinta Freya
Extra part 2


__ADS_3

Freya baru saja melahirkan anak keduanya, umur Nathan masih dua tahun dan dia sudah memiliki adik kecil, anak kedua Freya berjenis kelamin laki-laki.


Arga sangat senang ia berkali-kali mengecup kening Freya, bahagia saat melihat anaknya lahir. Nathan disana juga heboh bersama kakek neneknya dia selalu merengek ingin melihat mamanya.


"Mau ke mama opa," ucap Nathan pada Gio papa Freya.


"Iya. Ayo opa antar!" Gio menggendong tubuh kecil Nathan dan ia bawa masuk ke ruangan Freya.


"Mama..." teriak Nathan dengan suara cemprengnya.


"Sini," ucap Freya, Gio dengan perlahan mendudukkan tubuh kecil Nathan disamping Freya.


Nathan langsung memeluk Freya lalu menangis membuat semua orang panik. "Hey kenapa sayang?" tanya Freya lembut lalu mengusap rambut anaknya.


"Mama kenapa? mama sakit, kok pelut mama udah nggak besal lagi?" tanya Nathan sesenggukan.


Freya tertawa begitupun semua orang. "Nathan sayang sama mama? Nathan takut ya mama Kenapa-napa?" tanya Freya menggoda.


"Nathan sayang sama mama, mama harus sembuh maaf kalau Nathan selalu nakal." Nathan malah semakin menangis dengan memeluk Freya.


Arga lalu mengambil alih Nathan dan menggendongnya mengusap punggung Nathan yang tengah menangis.


"Hey jagoan papa kok nangis?" tanya Arga ia dengan perlahan menghapus air mata Nathan.


"Mama nggak sakit, adik Nathan baru aja lahir. Nathan mau lihat adik bayi?"


"Adik Nathan lahir?" tanya Nathan antusias wajahnya yang murung tadi sudah berubah sumringah saat mendengar kata adik.


"Iya adik Nathan udah lahir, ayo papa antar lihat adik." Arga menggendong Nathan dan membawanya ke ranjang anak keduanya.


"Itu adik Nathan, ganteng kan?" Nathan tampak senang dia mengusap lembut pipi adiknya.


"Iya adik tampan tapi tampan an Nathan!" ucapnya yang membuat semua orang tertawa.


"Namanya adik Nathan siapa pa?" Nathan terus memandang wajah bayi yang tengah terlelap itu.


"Nevan, Nevan Gevano Pramudya." Arga mengucapkannya dengan lantang lalu tersenyum anak keduanya ia beri nama Nevan.


"Nathan, Nevan. Yeayyy!" ucap Nathan senang.


Freya tersenyum ia bahagia keluarganya bertambah satu, malaikat kecil yang tampan.


.


"Mama adik bau!" teriak Nathan membuat Freya segera menghampirinya ia tertawa saat melihat anak keduanya ternyata sedang bab.


Nathan berlari menjauh darinya dengan membawa mainan, ia duduk dipangkuan papanya yang tengah bekerja itu.


"Kenapa nggak main sama adik?" tanya Arga, ia meletakkan laptopnya di meja memilih bermain dengan Nathan.


"Adik bau Nathan gak suka." Nathan masih asyik memainkan mainannya lalu memeluk tubuh Arga melingkarkan tangannya pada leher Arga.

__ADS_1


"Papa mau eskrim," ucapnya lucu.


"Nggak boleh! Nathan masih sakit, gak boleh makan eskrim dulu!"


"Papa... satu aja!" pintanya.


"Nggak!"


"Papa..." mata Nathan berkaca, bibirnya sudah melengkung kebawah dengan hidung yang memerah.


"Papa jahat! papa udah nggak sayang sama Nathan!" ucapnya lalu menangis keras.


"Nathan kenapa?" Freya berjalan mendekat kearah mereka dengan menggendong Nevan.


"Mama, hiks hiks papa jahat papa udah nggak sayang sama Nathan." Nathan mengadu dengan memeluk mamanya.


"Kenapa sih mas?" tanya Freya.


"Nathan minta eskrim nggak aku bolehin. Udah sini kata siapa papa nggak sayang Nathan? kamu kan jagoan papa, papa sayang lah. Kalau Nathan udah sembuh papa beliin eskrim yang banyak, udah jangan nangis lagi!" Arga mendudukkan Nathan di pangkuannya, menenangkan anaknya yang masih sesenggukan itu.


"Nathan pingin eskrim, satu aja..." ucapnya lagi, Freya menghela nafas lelah Nathan ya gini kalau mau itu ya itu.


"Nathan sini dengerin mama, Nathan kan masih sakit kalau Nathan makan eskrim yang ada Nathan makin sakit, Nathan mau sakit?"


Nathan menggeleng. "Yaudah nggak usah ya eskrim nya nanti aja kalau Nathan udah sembuh."


.


"Nathan bangun! kamu nggak sekolah!" teriak Freya.


"Nathan udah jam tujuh Nathan! ayo bangun!" Freya dengan mode singa nya menarik selimut yang Nathan kenakan, menggoyangkan lengan Nathan agar segera terbangun.


"Kalau kamu nggak bangun juga! mama guyur kamu sama air! bangun gak!" teriak Freya.


Mendengar kata air membuat Nathan langsung terbangun menatap dengan setengah nyawa ke mamanya.


"Mandi!" titah Freya.


"Bentar ma, nyawa Nathan belum penuh!" ucapnya dengan mata terpejam.


"NATHAN MANDI NGGAK!" mendengar teriakan maut dari mamanya membuat nyawa Nathan seketika berkumpul, ia langsung berlari menuju kamar mandinya.


Freya dengan hati yang dongkol karena ulah anak pertamanya. Ia ganti masuk ke kamar Nevan, lelaki itu juga masih tertidur.


"NEVAN BANGUN KAMU NGGAK SEKOLAH!" teriak Freya ngegas.


Nevan yang terkejut sampai terjatuh dari kasur. "Ya ampun ma, bisa nggak. Nggak usah teriak-teriak Nevan kan masih ngantuk."


"Bangun! cepat mandi!" Freya menarik telinga anaknya menuju kamar mandi.


"Cepat mandi mama tunggu sarapan dibawah!"

__ADS_1


.


"Kenapa sih ma pagi-pagi udah teriak-teriak?" tanya Arga, ia mengusap bahu istrinya yang masih nampak kesal.


"Heran deh pa sama Nathan sama Nevan masa iya tiap pagi aku harus teriak-teriak bangunin mereka!"


"Udah jangan marah-marah mulu, kamu makin cantik kalau lagi marah." Arga menggoda yang sama sekali tidak mempan untuk Freya karena dia yang hatinya sudah kepalang panas.


"Jangan marah sayang." Arga mengusap pipi Freya lembut, yang berhasil membuat wanita itu tenang.


Freya membantu suaminya bersiap ia memasangkan dasi untuk Arga. Tidak terasa pernikahan mereka sudah berjalan 17 tahun, wajah mereka berdua masih sangat awet muda.


Nathan sudah duduk dikelas 10 SMA sedangkan Nevan kelas 8 SMP mereka hanya terpaut dua tahun.


"Nggak nyangka ya pa, anak-anak kita udah pada besar!" ucap Freya.


"Iya. Aku masih mau punya anak lagi, kalau bisa perempuan!" ucap Arga, ia menarik pinggang istrinya agar merapat kearahnya.


Freya memegang rahang tegas Arga dengan senyum hangat, Arga menundukkan tubuhnya membuat kening mereka berdua menyatu dan hidung yang bergesekan bibir mereka hampir saja bertemu.


Brakk


"Mama dasi Nathan mana!" Nathan terpaku beberapa saat lalu langsung menutup kembali kamar orang tuanya.


"Nathan nggak lihat ma, lanjutin aja!" teriak anak itu tanpa dosa.


Wajah Arga tampak masam sedangkan Freya wajahnya memerah anaknya itu memang semprul.


Mereka turun untuk sarapan bersama, Nathan terus menatap orang tuanya dengan wajah jahil. Memang satu anak itu jahilnya nggak ke tulung.


"Ma Nathan pingin adik dong, yang perempuan aja nggak mau cowok." Nathan tiba-tiba berkata seperti itu membuat semua mata menatap kearahnya.


"Kenapa sih salah? orang mama papa masih muda, ya nggak. Lo juga mau adik kan Van?"


"Hm."


"Tuh ma, buatin Nathan adik ya!" ucapannya membuat Freya dan Arga terdiam Freya hanya menunduk dengan wajah merah. Nathan memang benar-benar!


"Nathan cepat makan!" ucap Arga.


"Tapi buatin dulu adiknya!" ucap Nathan mengerling jahil.


"NATHAN!"


.


Gimana? masih ada satu ekstra part nya udah cuma satu doang setelah itu sudah selamat tinggal🤧🤭


Dr. Freya


__ADS_1


__ADS_2