
...Lo tuh cuma cowok yang haus sex, cowok brengsek kayak elo gak akan pernah bisa hargain wanita! dan cowok kayak elo gak akan cukup dengan satu wanita....
...Rendi...
...^...
...^...
...^...
"Sayang kau datang..." Farah nampak senang saat melihat kedatangan Andra.
Plak!
"Sa-sayang apa yang kamu lakukan!" Isak Farah ia memegang pipinya yang terasa kebas, karena tamparan Andra yang keras.
"SAYA SUDAH PERNAH KE BILANG KE KAMU JANGAN GANGGU RUMAH TANGGA SAYA! DAN ANAK ITU! JANGAN HARAP SAYA MAU TANGGUNG JAWAB!"
"Tapi ini anak kamu Andra!"
"Anak saya? bahkan mungkin kamu sendiri gak tau siapa bapak dari anak haram itu!"
Plak!
"JAGA UCAPAN KAMU, DIA ANAK KAMU! DAN KAMU BILANG DIA ANAK HARAM!" sentak Farah, ia menampar keras pipi Andra.
"Beraninya kamu!" Andra mencengkram tangan Farah matanya menatap amarah pada wanita itu.
"Bahkan disaat saya pertama kali menyentuh kamu, kamu sudah tidak gadis! lantas bagaimana mungkin itu anak saya!" sinis Andra.
"Gara-gara kamu saya dan istrinya saya bertengkar! Saya tahu kamu licik, kamu kan yang ngirim foto ini sama Freya!" Andra melempar amplop cokelat itu tepat pada tubuh Farah.
Farah mengusap pipinya yang basah ia tertawa terbahak menatap Andra. "Andra, Andra kamu itu bodoh apa gimana sih sayang, aku jadi gemes deh." Andra menepis tangan Farah yang menyentuh wajahnya.
"Kenapa kau bisa menuduhku yang menyebar itu kalau nyatanya bukan aku gimana? kalau ternyata yang pingin keluarga kamu hancur adalah orang terdekat mu gimana?"
"Maksud mu?"
"Kamu terlalu berjaga-jaga dengan orang luar tapi satu hal yang harus kamu tahu, kalau ternyata yang ingin keluarga kamu hancur adalah sahabatmu sendiri."
"Rendi? gak mungkin saya tahu kamu orang licik, jangan memperlibatkan Rendi pada masalah ini."
"Tanyakan saja padanya, kamu tahu kan kalau sahabatmu itu pernah ada rasa sama istrimu, jaga-jaga juga perlu bagi orang terdekat. Karena yang baik didepan belum tentu baik dibelakang!"
"Omong kosong!"
__ADS_1
"Terserah kamu mau percaya atau nggak, tapi ya aku malah seneng sih kalau rumah tangga kalian hancur. Aku siap jadi pengganti Freya di hidup mu!" ucap Farah.
"Itu tidak akan pernah terjadi! saya tekan kan lagi sama kamu. JANGAN PERNAH GANGGU KEHIDUPAN SAYA LAGI! Secepatnya saya akan mengungkap kalau anak itu bukan anak saya!"
Andra segera pergi dari tempat itu wajahnya memerah, tujuannya sekarang ialah kantor. Andra sudah tidak perduli dengan keberangkatan nya yang sebentar lagi, ia ingin menyelesaikan masalah ini terlebih dulu.
Brak!
"Lo tau sopan santun gak sih!"
Bugh!
Bugh!
Bugh!
Andra terus memukul Rendi dengan membabi buta, sampai mereka dipisahkan oleh satpam jika tidak nyawa Rendi taruhannya.
"Bangsat Lo! kurang apa gue selama ini sama Lo! Bisa-bisanya Lo dalang dari hancurnya rumah tangga gue sama Freya. Lu sahabat gue Ren!"
Rendi tertawa sinis ia mengusap bibirnya yang sedikit mengeluarkan darah. "Gue? hancur in rumah tangga Lo? Ngaca brother! Lo sendiri dalang dari hancurnya rumah tangga Lo!"
"Lo tuh cowok brengs*k yang gak pantes buat Freya! kurang baik apa Freya sama Lo sampe Lo tega-teganya nyelingkuhin dia. Wanita sebaik Freya gak pantes buat cowok brengsek kayak Lo. Lo tuh cuma cowok yang haus sex, cowok brengsek kayak elo gak akan pernah bisa hargain wanita! dan cowok kayak elo gak akan cukup dengan satu wanita."
"Jaga ucapan Lo, itu rumah tangga gue. Lo nggak pantes buat ikut campur, bilang aja kalau lu suka sama Freya!"
"Bangs*t!" Andra kembali berontak dan memukul wajah Rendi namun kali ini Rendi membalas mereka berdua saling baku hantam membuat semua orang takut untuk melerai.
.
Freya menceritakan semua masalah nya pada Syafa, ia tahu jika ini masalah keluarga nya jika ini aib suaminya. Tapi Freya tidak terlalu kuat untuk memendamnya sendirian.
"Gue bener-bener gak nyangka sama Andra, bisa-bisa nya dia selingkuhin Lo." marah Syafa ia memeluk erat Freya yang tengah menangis itu.
"Terus sekarang gue harus apa Fa, gue binggung gue masih sayang sama mas Andra tapi gue juga gak bisa maafin penghianatan itu."
"Biar gue labrak tuh cowok brengs*k berani-beraninya dia bikin Lo sedih," geram Syafa.
"Sekarang bukan wak---" ucapan Freya terpotong oleh dering ponselnya ia segera mengambilnya, dan melihat siapa pemanggil itu.
"Halo, siapa ini?" ucap Freya. Freya terkejut saat mendengar ucapan pemanggil ia buru-buru keluar dari rumah Syafa membuat gadis itu binggung.
"Frey Lo mau kemana!" cegah Syafa.
"Kantor mas Andra," balas Freya terburu-buru.
__ADS_1
"Ngapain sih Lo kesana!" ucap Syafa tak suka.
"Ada hal penting entar gue critain."
"Gue ikut!"
.
"BERHENTI!" teriak Freya ia menangis menatap suaminya yang babak belur, air matanya menetes ia takut dengan pertengkaran. Ya Freya selalu takut jika melihat orang berkelahi.
"Sayang..." ucap Andra, ia segera menghampiri istrinya.
"SEMUANYA BUBAR!" ucap Syafa kesal sekian banyaknya orang tidak ada yang memisah perkelahian mereka, dipikir tontonan apa.
Syafa menghampiri Rendi yang juga terlihat babak belur, ia melempar sapu tangan ke arah Rendi.
"Lo juga ngapain berantem sama Andra! kalian kan sahabatan, heran gue kek anak kecil tau gak. Gak malu Lo dilihatin para karyawan!" omel Syafa pada Rendi.
Sudah badan sakit ditambah sakit dengan Omelan Syafa. "Udah lah Fa, kalau Lo gak mau nolongin mending pergi aja deh! udah badan gue sakit makin sakit denger omelan lu!"
"P3k dimana?" tanya Syafa.
"Disana!"
Andra terus menatap wajah istrinya yang tengah mengobatinya, tidak bertemu beberapa jam sudah membuatnya rindu. Rindu? apa kabar saat Lo selingkuh? gak inget kalau ada istri yang nunggu?
"Kamu darimana tadi, aku cari di kampus gak ada?" tanya Andra, Freya hanya diam ia sedang sibuk mengobati luka Andra.
"Kalau suami tanya dijawab sayang," kesal Andra, ia tidak suka didiamkan seperti ini.
"Kamu masih inget kan sama ucapan aku yang kemarin, anggep aku orang asing sampai kamu bisa buktikan itu semua."
"Aku gak bisa Freya!" Andra mengusap wajahnya kasar, istrinya sangat dingin kepadanya ia tidak suka ini ia ingin melihat mata itu menatap teduh kearahnya ia ingin istrinya bersikap seperti biasa tidak cuek seperti ini. Oi oi oi ga malu Lo minta gitu setelah apa yang Lo lakuin buat Freya.
"Kamu harus bisa, selingkuh aja bisa masa gitu aja enggak, sebelum kamu memulai seharusnya kamu sudah tahu konsekuensi nya. Berpi----"
Cup
Andra mencium lembut bibir Freya ia tidak perduli jika nanti Freya akan marah kepadanya.
"Jangan bicara seperti itu aku gak suka!" bisik Andra, tetap dengan posisinya. Jarak bibir mereka sangat dekat, mata tajam itu menatap menyesal kearah Freya.
.
Kesel gak sih sama Andra? ngeselin emang tuh cowok!
__ADS_1
Like, komen, vote, and rate Jan lupa!! Favorit juga dong!!