
...Aku memang sudah memaafkan mu tapi apa yang kau lakukan tetaplah salah-!! karena perselingkuhan tetap tidak dibenarkan-!! ...
...Freya...
...^...
...^...
...^...
Andra pulang dengan sumringah, ia sudah mendapatkan bukti itu. "Aku datang sayang," ucap Andra.
Andra mengetuk pintu kamar Freya namun tak kunjung ada balasan dari dalam. Ia pergi ke dapur mungkin istrinya tengah masak untuk makan malam.
Didapur hanya ada bibi, Freya tidak nampak disana. "Bi, Freya mana?" tanya Andra.
"Eh, non Freya belum ada pulang dari tadi tuan." Bibi ikut khawatir, nona nya memang belum pulang dari pagi tadi.
Raut wajah Andra berubah cemas, ia segera menyalakan ponselnya yang sempat ia matikan tadi. Banyak notif dari WhatsApp nya dan satu yang langsung Andra buka.
...Kesayangan Andra /emot cium...
...Mas aku nginep dirumah Syafa ya, jangan dijemput! besok aku pulang...
Jangan lupa makan!
Jangan bergadang! cepet tidur!
^^^Mas husband / emot love^^^
^^^Kenapa gak pulang sih Frey/ emot sedih^^^
^^^Padahal aku udah punya bukti/ emot nangis^^^
^^^Sayang pulang ya!^^^
^^^Aku jemput!^^^
^^^Freya^^^
^^^Sayangnya Andra!^^^
^^^Buka dong sayang/ emot nangis^^^
^^^Read^^^
Andra mengusap wajahnya kasar, apa Freya sudah tidur. Pesannya centang dua tapi Freya tidak kunjung membalasnya.
"Apa aku samperin ke apartemen Syafa aja ya?" tanyanya pada diri sendiri.
Jangan dijemput!
Pesan Freya langsung muncul dipikiran Andra, dengan wajah galak menggemaskannya.
__ADS_1
"Sabar aku tunggu besok!"
.
"Bener tuh Andra dah ada bukti?" tanya Syafa pada Freya, ia sempat melihat pesan Andra tadi.
"Gue juga gak tau." Freya nampak murung, meskipun Andra terbukti tidak menghamili wanita itu. Tapi tetap saja Andra telah selingkuh darinya, dan perselingkuhan itu sama sekali tidak dibenarkan.
"Mikirin apa sih Frey?" Syafa mengusap bahu Freya, ia sedih melihat wajah Freya yang terus murung.
"Gue binggung Fa, kalau gue maafin mas Andra gue gak yakin kalau mas Andra gak akan ngulangin kesalahan yang sama."
"Lo ragu ama laki lu?"
"Mungkin sedikit, selama ini gue udah percaya sama mas Andra semua kepercayaan gue, gue serahin ke dia. Gue yakin dia gak akan khianati gue, tapi nyatanya gue salah. Mas Andra selingkuhin gue dan sejak saat itu kepercayaan gue buat dia udah hancur gue kecewa sama mas Andra. Tapi--- gue juga sayang sama dia, gue---- gue binggung Fa." Freya memeluk tubuh Syafa tangisnya kembali pecah. Bisakah rumah tangganya berjalan seperti semula setelah masalah perselingkuhan ini?
"Gue tahu Frey, gue juga gak bisa kasih saran apa-apa buat Lo karena ini rumah tangga Lo, gue cuma mau bilang sama Lo ikuti kata hati Lo. Karena kata hati gak akan pernah salah minta petunjuk sama yang kuasa, kalau emang lu jodoh sama Andra pasti ada aja jalannya buat Lo kembali bersama sama dia." Syafa mengusap air mata sahabatnya ia ikut merasakan sakit yang Freya rasakan.
"Jangan nangis gue gak suka lihat sahabat gue nangis! gue jadi ikut nangis kan!" Syafa ganti mengusap air matanya membuat Freya tertawa kecil ia langsung memeluk tubuh Syafa kembali.
"Makasih, gue sayang banget sama Lo! dan gue sangat bersyukur bisa dikasih sahabat baik and pengertian kayak elo."
"Gue juga Freya selama ini Lo yang selalu ada buat gue! Lo udah anggep gue kayak sodara Lo sendiri, disaat semua orang menjauh dari gue cuma lu yang tetap stay disamping gue. Makasih!" Syafa kembali memeluk tubuh Freya mereka menangis bersama, tangis haru bersyukur memiliki sahabat yang sama-sama pengertian.
"Udah ah nangis nya, gue laper. Lu ada makanan gak?" Freya melepas pelukan itu ia tidak ingin sedih-sedih lagi terlebih menyangkut masa lalu Syafa.
"Adalah, baru kali ini gue masak karena ada lu. Biasanya gue beki karena males," kekeh Syafa.
"Iya deh iya kalau gue udah nikah gue ubah sifat gue, asal gak dapet mertua tiri mah aman aja!"
"Mertua tiri?" beo Freya.
"Mertua sifat ibu tiri," kekeh Syafa yang membuat Freya ikut tertawa ada-ada saja sahabatnya ini.
Freya melihat meja makan Syafa, ia terbengong mana makanannya? piring dan sendok saja disana.
"Makanannya mana Fa?"
"Didapur lah, masak dulu maksud gue tadi gue udah belanja cuma belum masak!" ucap Syafa membuat Freya menatap beo kearahnya.
Menyebalkan! kasih harapan setinggi langit dijatuhkan oleh kenyataan.
"Kenapa lu gak bilang sih! gue dah laper nih." Freya menatap kesal kearah Syafa yang nampak cengengesan, ia langsung membuka ponsel dan memilih memesan makanan karena perutnya sudah sangat lapar, seharian hanya masuk roti selai dan segelas susu saja, setelah itu tidak ada lagi yang Freya makan.
"Sorry Frey, gue tadi mau masak. Tapi Lo nangis gak berhenti-henti yaudah gue nemenin lu aja."
"Yaudah gak usah dibahas, gue udah pesen makan Lo iya apa enggak?" cetus Freya.
"Yaiyalah."
.
Freya pulang saat hari masih gelap, setelah subuh dia berpamitan pulang. Karena tugas rumah yang banyak katanya padahal kan ada asisten rumah tangga tapi Freya tetep kekeh ingin pulang. Jadilah saat ini Syafa yang direpotkan karena Freya yang tidak bawa mobil mengharuskan Syafa yang mengantar, taksi atau segala macemnya tidak ada jam segini.
__ADS_1
"Gue masih ngantuk banget nih Frey, lu aja yang nyetir." Syafa memberikan kunci mobilnya pada Freya dan duduk dikursi samping pengemudi.
Freya mengganguk ia yang akan menyetir sedangkan Syafa sudah mulai tertidur kembali disampingnya, ya ini karena semalam mereka marathon nonton drakor sampai 4 Vidio dengan mata yang sangat di betah-betah kan.
"Makasih Fa, gak mau mampir dulu! Jan sampe ketiduran awas!" peringat Freya.
"Iya Frey, Lu tenang aja!"
.
Freya masuk kedalam rumah, bibi sudah bangun dan tengah bersih-bersih rumah. Freya segera menuju dapur setelah mencuci tangan ia ingin memasak untuk suaminya.
"Eh non Freya, bikin kaget bibi aja! kapan datangnya non?" bibi memegang dadanya yang nampak jedag-jedug.
Ia bahkan membawa sapu ditangannya takut ada maling karena mendengar suara bising dari dapur.
"Hehe maaf bi, Freya baru aja dateng." Freya tertawa geli melihat pembantunya yang nampak sangat was-was.
"Kemarin mas Andra makan kan bi?"
Bibi mencoba mengingat-ingat setahunya kemarin setelah Tuannya bertanya keberadaan istrinya, Andra tidak ada turun, dan makanan juga utuh tidak tersentuh sama sekali.
"Enggak neng, kemarin tuan Andra tidak turun untuk makan. Waktu saya bawa ke atas sama tuan suruh taruh meja tapi tidak dimakan juga makanan nya tetep utuh," jelas bibi.
"Yaudah bi, bibi bisa lanjutin pekerjaan bibi!" ucap Freya sopan.
Setelah masakannya telah matang Freya segera menuju kamarnya dengan Andra, ia melihat kamar yang ia tempati kemarin sudah tidak ada barang-barang nya ternyata Andra sudah memindahkannya.
Freya segara masuk ke kamar mandi ia ingin Masi terlebih dahulu baru membangunkan suaminya.
Freya keluar dengan rambut yang basah, ia baru saja keramas dengan baju yang sudah lengkap. Freya duduk dimeja rias untuk mengeringkan rambutnya yang basah.
"Sayang..." Andra yang baru terbangun langsung menatap pada istrinya yang tengah duduk dimeja rias, ia bangun dan memeluk Freya dari belakang.
"Kamu udah bangun mas?" Freya tersenyum, semarah apapun dia tapi Freya tetap tahu jika tidak baik mendiamkan suami lama-lama.
"Kapan pulang?" Andra mencium rambut Freya yang masih basah, ia suka dengan harum ini dan sangat merindukannya.
"Tadi pagi." Freya ganti menatap Andra, ia berdiri menghadap ke arah suaminya, tangannya mengusap wajah Andra.
"Kamu udah maafin aku?" tanya Andra.
Freya tersenyum ia menatap dalam mata suaminya yang terdapat penyesalan, Freya mengganguk.
"Allah saja maha pemaaf kenapa aku yang sebagai umatnya tidak, meskipun begitu kesalahanmu tetap kesalahan. Selingkuh tetap tidak dibenarkan!" ucap Freya sedikit kecewa, ia menatap sendu pada suaminya.
"Ini pertama dan terakhir aku maafin kamu, tolong jangan diulangi lagi!"
.
Like Jan lupa, komentar dong kasih masukan atau kritikan pada karyaku asal bukan hujatan! Bagi yang gak suka mending gak usah baca-!!
Favorit ya jangan sampai enggak-!! Supaya kalau aku up kalian bisa tahu. Buat enjoy aja:v
__ADS_1