
"Sayang..." Arga datang dan memeluk Freya dari belakang ia menumpukan kepalanya pada bahu istri nya.
"Eh ngagetin aja kamu, udah dari tadi?" Freya terkejut saat tiba-tiba ada seseorang yang memeluknya.
"Ehm, capek!" ucap Arga manja.
Freya tersenyum lantas mengusap kepala Arga yang berada di bahu kirinya. "Mandi dulu, aku udah masak makan malam buat kamu."
"Nathan mana?"
"Masih tidur dia, kecapekan mungkin habis main sama mas Andra tadi." hubungan Andra dan Freya membaik begitu juga dengan Arga, dua bulan yang lalu Syafa meninggal karena dia bunuh diri, Syafa memutus urat nadinya dengan beling kaca.
Andra sering bermain dengan Nathan dia juga sudah melupakan Freya meskipun cinta itu masih ada tapi Andra sadar jika Freya sekarang sudah bahagia dengan keluarganya.
"Pulang jam berapa tadi?"
"Nathan tadi pulang jam 5 sore, untung aku udah pulang dari rumah sakit." Freya membalikkan tubuhnya mengusap wajah lelah suaminya.
"Mandi dulu, terus kita makan." Arga mengganguk ia mencium singkat bibir istrinya lalu berjalan menuju kamar mandi.
Freya mengambilkan baju ganti untuk Arga lalu melihat anaknya yang sudah terbangun, bocah tampan itu terdiam sembari memasukkan jarinya pada mulutnya.
"Ututu Nathan ganteng udah bangun, haus ya?" ucap Freya lalu menggendong anaknya yang sudah berumur setahun itu.
"Aoummm." Nathan bersuara meskipun tidak jelas tapi Freya mengerti.
"Sini minum susu dulu." Freya mengusap kepala anaknya yang tengah menyedot susunya itu.
.
Setelah makan malam, mereka bertiga bermain dengan Nathan yang sedikit demi sedikit sudah bisa berjalan.
"Ayo sini ke papa," ucap Arga heboh saat Nathan dengan sedikit mulai berjalan kearahnya, bayi itu nampak antusias.
"Ayo Nathan sini ke papa, papa punya ini." Arga menunjukkan mainan yang tadi ia beli. Membuat Nathan semakin antusias berjalan kearahnya.
Nathan berjalan dengan tergesa kearah Arga sampai kurang sedikit lagi bayi itu terjatuh. Tidak menangis meskipun Arga dibuat spot jantung melihatnya bayi itu kembali berdiri dan berjalan kearah Arga.
__ADS_1
Hap
Arga langsung menggangkat anaknya yang sudah didekatnya. "Anak papa pinter!" ucap Arga.
Nathan tertawa saat diangkat begitu tinggi oleh Arga, membuat Freya ikut tertawa. Freya mengabadikan momen itu pada ponselnya ia memotret Nathan yang tengah diangkat Arga dengan tawa dibibirnya begitupun Arga, dia bahagia ya dia sangat bahagia dengan kehidupannya yang sekarang.
Rasanya saat ini Freya ingin menangis melihat begitu besarnya kasih sayang Arga untuk anaknya.
"Sini!" Arga menjentikkan jarinya menyuruh Freya mendekat kearahnya. Lalu menariknya ke pelukannya memeluk istri juga anaknya.
"Aku sayang kalian berdua," bisik Arga para Freya membuat air mata Freya mengalir.
Nathan sudah ada dipangkuan Freya membuat Arga membalikan tubuh Freya saat dia merasakan basah ditangannya.
"Kenapa nangis?" ucap Arga lembut.
"Aku sayang sama kamu. Makasih udah kasih begitu banyak cinta buat aku dan Nathan. Aku bahagia dengan pernikahan kita." Nathan yang tadi di pelukan Freya sudah asyik dengan mainannya disebelah Arga.
Arga menarik Freya ke pelukannya, memeluk erat istrinya itu lalu menghadiahi banyak kecupan pada kepala Freya.
"Makasih udah hadir di hidup aku Arga." Freya memeluk leher Arga erat dengan kepala ia benamkan pada dada Arga.
"Aku yang makasih sama kamu. Udah jangan nangis lagi, lihat tuh Nathan lihatin kamu entar dikira aku lagi buat kamu nangis," kekeh Arga.
Freya duduk dipangkuan Arga lalu memangku Nathan dengan Arga mencium pipi Freya itu Freya abadikan pada ponselnya.
Mereka tertawa bahagia karena kelucuan baby Nathan. Keluarga kecil yang bahagia, takdir Tuhan sangat indah untuknya.
Makasih Tuhan meskipun di pernikahan pertamaku gagal aku bahagia karena di pernikahanku yang sekarang begitu banyak kebahagiaan yang kau berikan.
.
Andra duduk sendiri di balkon kamarnya, ia kesepian hidup dirumah besar ini begitu banyak rasa penyesalan itu dihatinya.
Jika dia tidak bertindak bodoh pasti rumah ini akan ramai dengan suara gelak tawa anak kecil, dia dan Freya akan bahagia dengan anak laki-laki mereka Nathan.
Namun itu semua hanya khayalan yang Andra buat karena nyatanya Freya sudah bahagia bersama Arga begitu juga dengan anaknya.
__ADS_1
Dia tetap bersyukur karena dia masih bisa bertemu anaknya dan bermain dengannya, Andra memilih tidak menikah lagi setelah bercerai dengan Syafa.
Karena penyakit yang ia punya. Itu adalah hukuman yang ia dapatkan, suka berganti-ganti wanita.
"Jika suatu saat aku pergi aku akan pergi dengan senyuman saat bisa melihat anakku hidup bahagia disana, saat bisa melihat tawa anakku di sisiku meskipun aku jauh dengannya tapi dia selalu dekat di hatiku."
Jika semua orang memanggilnya dengan sebutan Nathan maka Andra lebih suka memanggilnya Andre.
Andra sudah memberikan seluruh hartanya untuk putra semata wayangnya, Andreas Jonathan Pramudya. Andai marganya yang ada di nama anaknya pasti dia akan sangat bahagia.
"Aku sudah menerima semua hukumannya. Aku sudah menyesalinya aku tahu aku memang lelaki brengsek yang sangat bodoh tapi aku tidak ingin sifat buruk ku ini ada pada putraku. Dia lelaki baik yang akan menjaga mamanya kelak."
Orang tua Andra juga sudah memaafkannya mereka sering menjenguk Andra dirumahnya untuk melihat keadaan putranya mereka juga sering bermain dengan cucunya Nathan.
Putra kecil Freya selalu menjadi rebutan orang-orang entah itu disaat ada acara besar atau ketika mereka main kesana. Wajahnya yang tampan dan sangat menggemaskan membuat orang tidak ada yang tidak tertarik untuk mengajaknya.
.
Kisah Andra dan Freya telah berakhir dan kisah Arga dan Freya sudah berjalan, takdir Tuhan memang tidak bisa ditebak.
Mau seperti apapun usahamu, perjuanganmu jika dia bukan jodohmu maka kalian tidak akan bersatu dan sebaliknya mau sejauh apapun kamu dengan dia, pasti akan tetap bertemu meskipun dengan jalan takdir yang rumit.
Karena akhirnya bukan siapa yang pertama datang tapi siapa yang bertahan sampai akhir. Memang Andra bukan jodoh Freya karena itu ada saja masalah yang membuat mereka pisah dan ada saja jalan yang membuat Arga dan Freya bersatu.
Kita hanya pemeran yang menjalankan hidup dengan alur yang Tuhan buat. Kita hanya perlu bersabar dalam menghadapinya, selalu ada saja ujian yang datang selalu ada saja masalah yang datang itu salah satu cara untuk Tuhan menguji kesabaran umatnya.
Sampai jumpa dan terimakasih telah mengikuti jalan hidup Freya selama ini, kesabaran dan ketulusan Freya sudah terbayar dengan kebahagiaan tiada tara yang ia rasakan saat ini.
Berapa kali pun saya katakan jika Tuhan itu adil. Tuhan selalu ada untuk orang-orang baik seperti Freya, jangan pernah bosan menjadi orang baik.
Makasih buat komenan kalian kemarin aku suka banget bacanya maaf nggak bisa balas satu-satu🙏 aku berterimakasih buat kalian semua🤗
Selamat tinggal 🤗
Baby Nathan
__ADS_1