
"Mas, ini... restoran favorit aku loh, kamu kok bisa tau sih?" Freya menatap sekeliling ia sudah lama tak berkunjung.
"Emang apa yang nggak aku tahu dari kamu sayang." Andra terus menatap wajah manis istrinya. Hanya sederhana tapi Freya sudah sangat bahagia.
"Kamu mau janji sama aku?" ucap Andra spontan, matanya terus memandang wajah manis Freya ia seakan dibuat candu oleh senyum manis wanita didepan nya yang tidak lain ialah istrinya sendiri.
"Janji apa?" Freya mengangkat sebelah alisnya menunggu lanjutan ucapan suaminya.
"Tetap tersenyum dan jangan pernah menangis! itu janji yang harus kamu tepati." Andra menggenggam tangan Freya mengusap nya dengan ibu jarinya matanya terus menatap ke wajah istrinya.
"Aku gak bisa janji mas, nangis itu wajar. Setiap orang pasti akan ada di fase lelah dan gak tau harus apa, dan disaat aku ada di fase itu aku gak akan yakin kalau aku gak akan nangis," kekeh Freya.
"Dulu waktu aku masih berstatus anak, menangis ku karena orang tua, teman, atau percintaan. Tapi sekarang beda aku sudah menikah, menangis ku bukan lagi seperti dulu menangis ku sekarang karena perubahan sikap suamiku atau aku yang merasa gagal menjadi seorang istri."
Andra merasa tersindir dengan ucapan istrinya, ya mungkin dialah sumber air mata istrinya. Dialah sebab istrinya menangis, tetapi Andra ingin berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak akan membuat istrinya kembali bersedih.
"Kamu tidak pernah gagal menjadi seorang istri," ucap Andra ia menggenggam tangan Freya dengan diakhiri kecupan hangat disana.
"Permisi pak, buk ini pesanannya," ucap pegawai restoran itu.
Makanan tela tersaji disana Freya mulai memakan dengan lahap karena perutnya yang telah keroncongan dan sangat tergiur dengan makanan favoritnya.
"Sayang makan nya hati-hati!" peringat Andra dia mengusap belepotan disekitar bibir Freya.
"Ini enak banget, aku suka banget sama makanan ini." Freya tersenyum gembira dengan cepat memasukkan makanan kedalam mulutnya.
Sampai Andra dibuat terkekeh dengan sifat istrinya, dia sangat lucu. Istrinya sangat beda dengan wanita lain, bahkan disaat semua orang selalu memakan sedikit padahal aslinya porsinya banyak hanya karena apa? hanya karena ingin menjaga image! tali istrinya dengan santai memakan makanan apa saja yang ia suka. Bahkan didepannya sekarang ini sudah piring kedua makanan istrinya.
Andra sampai dibuat geleng-geleng dengan tingkah lucu istrinya. Freya tersenyum lebar saat sudah merasa kenyang, bagaimana tidak dua piring sudah masuk ke dalam perutnya.
"Mas..." panggil Freya saat Andra sama sekali tidak berkedip saat melihatnya membuat Freya salting.
"Hm..." balas Andra dia menggenggam erat tangan Freya dengan tatapan terus tertuju pada wajah manis itu.
"Kenapa lihatin aku kayak gitu? aku jelek ya atau makan aku tadi kebanyakan? kamu malu ya makan sama aku," ucap Freya ngawur melihat mata Freya yang berkaca membuat Andra ingin meledakkan tawanya saat ini juga.
Bagaimana bisa ia memiliki istri secantik dan selucu Freya, Andra mendekatkan kursinya pada Freya ia jadi duduk disamping istrinya menolehkan kepala Freya agar menghadap ke arahnya, wajah mereka nampak sangat dekat. Membuat Andra bisa lebih leluasa mengagumi ciptaan tuhan satu ini.
"Kamu cantik, dan aku gak pernah malu punya kamu. Kamu istimewa di mata aku! jangan pernah berpikir yang enggak-enggak. Aku sayang sama kamu." Andra berucap dengan mata terus menatap netra bulat itu.
Bibirnya mendekat dan cup tepat dibibir ranum istrinya ia menjilat bekas makanan yang belepotan disekitar bibir Freya.
"Manis," ucap Andra yang membuat wajah Freya malu. Manis? tentu saja karena Freya baru saja memakan eskrim.
__ADS_1
"Mas, ini ditempat umum tau!" Freya mencubit pinggang Andra karena kesal, suaminya ini tidak tau tempat. Bukan hanya itu perlakuannya tadi membuat Freya salting.
.
Sore harinya sepasang suami istri ini tengah bersantai didepan televisi. Dengan Freya yang bersandar pada bahu Andra yang tengah sibuk berkutat dengan laptop.
"Mas masih lama?" rengek Freya, ia merasa bosan sedari tadi.
"Kenapa hmm?" Andra menoleh ke arah istrinya ia mengecup pucuk kepala Freya, menatap wajah murung istrinya terlebih bibir ranum itu yang tengah cemberut.
Cup
Satu ciuman Andra darat kan lada bibir cemberut itu. "Kenapa manyun gitu? minta dicium?" goda Andra.
"Mas aku bosen..." rengek Freya, ia menatap manja pada suaminya. Andra mengubah posisi duduknya ia menutup laptop dan menyingkirkan berkas-berkas itu.
Ia tarik tubuh istrinya, ia dudukkan pada pangkuannya. Bibir yang masih manyun itu membuat Andra terus-menerus ingin menciumnya.
Cup
Cup
Cup
"Kenapa sih sayang? coba bilang istriku ini lagi pingin apa?" ucap Andra lembut, ia sungguh ingin memanjakan istrinya.
"Aku bosen mas!"
"Kalau bosen enaknya ngapain? kamu mau berenang?" tanya Andra ia mendekap tubuh Freya yang berada di pelukannya.
"Gak mau!"
"Terus kamu pingin apa sayangku, cintaku, istriku, dan yang terakhir ibu dari anak-anakku." Gombalan maut keluar juga akhirnya, Freya tersenyum malu lalu mengecup pipi suaminya.
"Aku pingin berduaan sama kamu, aku gak mau kamu cuekin aku dan lebih sibuk sama berkas itu. Aku cemburu tau!"
"Astaga sayang itu hanya benda mati, kenapa istriku yang cantik ini malah cemburu?"
"Ya pokok aku cemburu karena dia udah ambil perhatian kamu dari aku!" rajuk Freya.
Ting!
Getaran ponsel pertanda pesan masuk berbunyi dari ponsel Andra membuat ke dua insan itu menatap ke sumber suara. Andra langsung melihat lalu menaruhnya kembali tanpa ada rasa minat.
__ADS_1
"Siapa mas?"
"Biasa Rendi, ngasih pekerjaan lagi sama aku." Andra memejamkan matanya, lagi-lagi ia harus berbohong. Ya pesan tadi bukan berasal dari Rendi melainkan dari Farah.
Andra melihat jam yang sudah menunjukkan pukul sembilan malam, ia langsung menatap ke arah istrinya yang sudah mau menguap.
"Ayo kita tidur, kamu udah ngantuk kayaknya," ucap Andra, ia langsung menggendong istrinya menuju ke kamar mereka.
Andra mengusap wajah Freya yang sudah terlelap, istrinya ini memang tidak bisa bergadang dan cepat tidur. Padahal baru saja tadi dia merengek bosan, bosan terus. Tapi sekarang dia malah sudah tertidur.
"Mimpi indah sayang, i love you istriku sayang," ucap Andra ia mencium lama kening Freya lalu mengambil ponselnya yang baru saja berdering.
20 pesan dari Farah.
'Buka vidio itu mas, aku yakin kamu akan basah malam ini!'
'Apa kau tidak kemari, setelah melihatnya kemarilah aku punya servis bagus untukmu!'
'sayang... Cepat buka vidio itu! itu aku buat khusus untuk kamu.'
'Cepat buka mas mesum.'
'Aku tahu setelah kau membukanya fantasimu akan liar!!'
Karena penasaran dengan apa isi Vidio itu, Andra lun segera memutarnya ia membawa laptopnya ke ruang kerja takut menggangu tidur istrinya.
Video baru saja terputar, di Vidio itu nampak Farah yang hanya menggenakan tang top dan hot pans membuat Andra belum-belum sudah menelan salivanya terlebih Farah yang tidak mengenakan bra membuat buah dadanya menerawang.
"Sial, dia sengaja menggodaku!"
Entah apa yang dilakukan Farah tapi yang pasti Vidio itu membuat Andra panas dan ingin mendapat pelampiasan, Andra yang mudah tergoda pun tergiur dengan godaan Farah.
**Jan lupa like, komen, and favorit ya:)
bantu baca cerita ku yang lain!!
-ketos galak itu pacarku (end)
-Menikahi Presdir yang kejam(end)
-jalan Hijrahku(ongoing)
-ice boy bucin(ongoing)
__ADS_1
follow ig penulis: Nabilaputrii36**_