
woylah empat loh😍yuk kasih hadiah and vote banyak like! besok up empat lagi. Part yang kalian tunggu sudah ku tulis tinggal terbit aja🤭 gas like, vote, hadiah. sehari lima kali up juga bisa yok tergantung kalian🤣
...Happy reading 💕...
...Wanita akan terlihat biasa saja saat dia telah menjadi milikmu namun dia akan nampak istimewa di mata lelaki lain...
...√√√...
Hati Freya sedikit merasa lega saat ia baru bertemu Arga, ada kalimat Arga yang masih terngiang dikepala nya.
"Gue akan tetep sayang sama Lo sampai kapan pun! karena nama Lo akan selalu menempati tahta tertinggi di hati gue!"
"Walaupun endingnya nyakitin tapi gue bahagia bisa kenal sama Lo, seenggaknya gue pernah jadi orang yang berarti di hidup Lo gue yang pertama meskipun gue nggak jadi yang terakhir."
"Gue nggak pernah nyesel karena mencintai Lo dengan tulus dan sedalam ini gue nggak nyesel bahkan gue bersyukur atas rasa ini karena ini nikmat tuhan yang paling indah. Mencintai wanita berhati mulia sepertimu!"
"Bahagia selalu Ciaku, Bulanku!"
Freya tersenyum ia merasa terharu mendengar perkataan Arga, dia laki-laki yang baik bahkan Freya telah menyakiti hatinya telah mengecewakan nya namun kenapa dia tidak sama sekali membencinya.
Gue yakin suatu saat Lo bisa lupain gue, Lo bisa hapus rasa sayang itu, karena gue merasa nggak pantes di cintai begitu besar sama cowok sebaik Lo Tha.
Suatu saat nanti pasti Lo bakal nemuin cewek baik yang lebih dari gue. Semoga dia bisa bahagia in Lo bukan Seperti gue yang cuma bisa ngecewain Lo.
Bahagia selalu Atha ku Bintangku
Freya memejamkan matanya dengan senyum di bibirnya, ia merasa lega perasaan nya tak se kacau kemarin.
"Frey..." Freya menoleh saat Rendi memanggilnya, alisnya menggangkat sebelah bertanya pada Rendi.
"Jangan terlalu percaya sama orang gue takut Lo kecewa!"
"Maksud Lo?"
"Suatu saat Lo bakal ngerti maksud gue! jangan pernah ngerasa sendiri Lo punya gue sama Arga sahabat baik Lo sampai kapan pun."
"Makasih," ucap Freya tulus.
"Ucapan doang nggak ada harganya buat gue!" balas Rendi.
"Terus mau Lo apa Rendot!" ucap Freya sebal, Rendi malah terkekeh lelaki dingin itu tersenyum hangat mengusap kepala Freya.
"Bayar dengan senyum Lo dan kebahagiaan Lo!" balas Rendi tulus.
"Gue bahagia bisa di kelilingi dan disayangi orang-orang baik kayak kalian, makasih buat semuanya. Makasih buat rasa sayang Lo yang tulus buat gue! kalian berdua sangat berarti di hidup gue!"
__ADS_1
"Lo lebih berarti di hidup gue Frey. Jangan sungkan buat minta bantuan gue, anggap gue sebagai kakak Lo! karena gue udah anggep Lo sebagai adik!" ucap Rendi.
"Siap kak Rendot!" kekeh Freya, mobil berhenti didepan rumah Freya ia segera turun di ikuti Rendi.
"Makasih udah anter gue!" Rendi mengganguk dengan senyuman, tangannya terulur mengusap kepala Freya.
"Jangan lupa istirahat bumil!" kekeh Rendi.
Setelah kepergian Rendi, Freya segera masuk ke dalam karena hari menjelang magrib.
"Dari mana?" Andra duduk diruang tamu dengan sorot mengintimidasi, Freya tersenyum dan berjalan menghampiri suaminya ia mencium punggung tangan Andra.
"Assalamualaikum suamiku!" ucap Freya dengan senyuman.
"Waalaikumsalam, kamu dari mana?" tanya Andra, raut wajahnya nampak marah.
Cup
Freya mengecup pipi sebelah kiri Andra, ia mencoba menenangkan suaminya yang tengah marah.
"Dari rumah Arga!" balas Freya singkat.
"Ngapain!" ucap Andra dengan nada kesal.
"Mainlah! kangen sama dia delapan belas tahun nggak ketemu!" balas Freya enteng.
"Hm. Kangen banget banget banget!"
"Udah punya suami seenggaknya hargain aku. Izin kek!" omel Andra.
Mood Freya seketika hancur ia menatap sebal kearah Andra mungkin hormon ibu hamil.
"Yang nggak izin siapa? aku udah izin kok sama kamu. Kamu nya aja yang terlalu sibuk! aku juga heran kamu beberapa hari ini kayak berubah! ada apa!" cecar Freya.
"Kapan kamu izin nya? berubah apasih!" ucap Andra.
"Cek tuh ponsel kamu sibuk amat sampai ngabarin aja nggak sempet!" sinis Freya.
Andra segera meraih ponselnya memeriksa apk warna hijau itu, disana terdapat banyak pesan dari istrinya.
"Maaf," ucap Andra.
"Miif!" ejek Freya ia menjelekkan wajahnya sebal.
"Maaf terus, emang murah ya harganya maaf. Salah maaf entar diulang lagi gitu aja terus! gapapa sih asal aku masih sabar aku maafin. Inget ya Tuhan nggak ngasih kesabaran unlimited sama aku jadi kapan aja bisa abis!" ucap Freya.
__ADS_1
"Kamu kenapa sih sayang, kok marah-marah mulu!" ucap Andra.
"Kamu yang kenapa, kamu tuh akhir-akhir ini berubah jadi cuek sama aku. Nggak pernah ada waktu buat aku! kenapa apa karena aku hamil? body ki udah nggak bagus lagi terus kamu kecantol sama cewek lain. Iya!" ucap Freya berkaca, bibirnya sudah melengkung ke bawah siap menangis.
"Nggak ya Allah Freya kamu masih tetep cantik."
"Boong! kamu aja udah nggak pernah nyentuh aku lagi! kamu udah bosen sama aku. Kamu--- kamu main sama cewek lain lagi!" tuding Freya, ia menangis menatap kesal pada suaminya.
Andra gelagapan ia memeluk istrinya erat, namun Freya berontak. "Enggak sayang nggak ada main cewek! kamu kan lagi hamil makannya aku nggak nyentuh kamu takut nyelakain baby!"
"Alah boong! nggak usah jadiin baby sebagai alasan. Bilang aja kamu bosen makannya kamu nggak nyentuh aku lagi. Awas kalau sampai kamu jajan diluar! aku tendang kamu dari rumah ini!" ancam Freya.
"Enggak sayang!"
"Kamu tahu kan aku cuma ngasih kesempatan sekali buat kamu! kalau kamu kecewa in aku lagi. Aku bener-bener akan pergi dari hidup kamu!" setelah mengucap itu Freya langsung beranjak dari duduknya.
Ia berjalan cepat menuju kamarnya lalu menguncinya, entah kenapa ia merasa firasat buruk dan sangat kesal pada suaminya. Ucapan itu tadi terlontar begitu saja dari ucapan Freya, ia juga tidak tahu kenapa ia mengucap kata itu, mungkin bawaan bayi.
Air mata Freya terus mengalir ia mengusap perutnya dengan tangis. "Sayang kenapa?" ucap Freya pada kandungannya.
"Sayang buka ya..." ucap Andra ia menggedor pintu itu.
"Nggak mau! pergi aku nggak mau lihat wajah kamu!" teriak Freya.
Freya bersandar di ranjang tangannya mengusap lembut perutnya, namun air matanya masih terus mengalir ia juga tidak tahu kenapa tangisnya tidak bisa berhenti.
"Sayang kenapa mama nangis terus sih!" ucap Freya terdengar rengekan, ia mengadu pada bayinya.
Freya teringat pada bunda nya ia langsung mengambil ponsel nya menghubungi bunda tercintanya.
"Bundaaa!" ucap Freya dengan rengekan ia melakukan panggilan Vidio pada bundanya.
"Kena--- sayang kenapa nangis?" tanya Bunda panik.
"Nggak tau! air matanya keluar terus bund hiks hiks! gimana caranya Freya berhenti nangis!"
Clarita yang tadinya khawatir malah terbahak mendengar ucapan Freya. "Kamu kepikiran apa emang? itu baby nya jadi nangis!" canda bunda.
"Emang baby bisa nangis bund?" tanya Freya serius.
"Bisalah, makanya kamu jangan banyak pikiran. Kamu jangan sedih-sedih terus! kamu lagi berantem sama suami kamu? itu Abby nya bisa ngerasa loh!" ucap Bunda.
"Bener bund?"
"Iya sayang... Eh udah belum? bunda lagi masak ini tadi!" ucap Bunda.
__ADS_1
"Iya bunda matiin aja, Freya udah bisa diem kok nangisnya, baby nya udah diem." Bunda segera mematikan ponselnya dan meledakkan tawanya kenapa anaknya polos begini. Polos-polos bodoh!